5,125 research outputs found
Tahqiq al nafs li al shakhs al raisiy fi al qissah al qasirah Khalil al kafir li Gibran Khalil Gibran (dirasah tahliliyyah psikologiyyah bashariyyah li Abraham Maslow)
Tokoh Khalil dalam cerita pendek Khalil al-Kafir karya Gibran Kahlil Gibran
adalah seorang pemuda yang cerdas dan berani. Khalil mendapat berbagai masalah
yang datang berturut-turut. Masalah itu bermula dari penyiksaan yang ia terima dari
para pendeta karena menyatakan kebenaran hingga akhirnya ia diusir dari gereja dan
penghakiman yang dilakukan oleh kepala desa yang lalim atasnya. Selain itu, khalil
mengalami kisah percintaan dengan seorang gadis desa yang menyelamtkannya dari
maut.
Peneliti disini mencoba untuk mendeskripsikan kebutuhan dasar yang
dipenuhi serta proses aktualisasi diri tokoh Khalil dengan menggunkan pendekatan
psikologi humanistik Abraham Maslow. Dalam psikologi humanistik terdapat lima
kebutuhan pokok, yakni: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta
dan rasa memiliki, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Dalam
teorinya, Maslow menjelaskan bahwa untuk mencapai kebutuhan yang lebih tinggi
hingga pada puncaknya yaitu kebutuhan aktualisasi diri, seseorang harus memenuhi
kebutuhan yang berada di level rendah secara berurutan. Hal ini disebut dengan
segitiga Maslow.
Dari penelitian ini, peneliti menemukan bahwa untuk mencapai kebutuhan
aktualisasi diri, tokoh Khalil harus berpindah dari tempat yang mengekang kebutuhan
dasarnya ke lingkungan yang membantunya untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.
Selain itu, terdapat beberapa karakter yang tampak pada Khalil dalam beraktualisasi
diri yaitu: mampu melihat realitas lebih jelas, spontanitas, memiliki keberanian dan
yakin pada kemampuan pribadi
al Rumansiyah fi shi'r Gibran Khalil Gibran
Romantik adalah istilah kesusastraan untuk menunjukkan karya sastra yang cenderung lebih menekankan unsur perasaan dari pada segi intelektualnya. Aliran romantik dalam kesuastraan modern berkembang pada abad ke-19, baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Berkembangnya aliran ini, antara lain disebabkan oleh pemberontakan terhadap kaidah-kaidah seni dan sastra yang membeku sebelumnya, yakni pada aliran Neoklasik. Aliran Neoklasik ini berorientasi pada kesusastraan klasik Yunani-Romawi yang terlalu menekankan rasionalisasi kreteria sastra klasik, sehingga terasa sebagai beban dan ikatan terhadap kebebasan sastrawan. Dalam bidang puisi, aliran romantik banyak melahirkan sajak-sajak lirik tentang percintaan. Beberapa cirinya adalah penekanan pada sensibilitas, prmitivisme, kecintaan kepada segala yang alamiah, simpatik terhadap masa lampau, mistisisme dan individualisme. Beberapa ciri tersebut mempengaruhi puisi Khalil Gibran baik dari segi bentuk maupun isi pemikirannya. Dari segi bentuk ia cenderung pada penggunaan puisi bebas yaitu puisi yang tidak terikat oleh aturan wazan dan qofiah yang ada. Dari segi pemikirannya ia cenderung pada genre prosa/puisi lirik, sebuah karya sastra yang lebih menekankan unsur perasaan. Khalil Gibran terpengaruh oleh aliran romantik karena keadaan atau situasi. Karena ia banyak mempelajari puisi-puisi barat, termasuk Shakespeare, Blake, Roussseau dan tokoh-tokoh Romantik lainnya. Disadari atau tidak, hal itu mempengaruhi jiwanya, disamping ia adalah pribadi yang psimis, sensitive, individualis dan liberalis dalam pemikirannya
Novel Al-Ajnihah Al-Mutakassirah karya Khalil Gibran : Kajian strukturalisme
Novel Al-Ajnihah Al-Mutakassirah ini berlatarbelakang menceritakan pengalaman pribadi Khalil Gibran tentang penderitaan sepasang kekasih yang terpakasa dipisahkan oleh tangan takdir, dan merupakan sebuah kisah cinta pertama yang pahit (kasih tak sampai). Khalil Gibran menjadi tokoh utama dalam cerita ini, ia menceritakan kehidupannya yang begitu lara bersama dengan seorang kekasih yang sangat ia cintai namun tak bisa ia miliki. Kisah cinta Gibran bersama Salma itu tak bisa ia teruskan, karena Salma merupakan seorang anak dari hartawan kaya raya di negara Libanon, yang mana pada saat itu ketika orang tua yang memiliki harta banyak dan memiliki seorang gadis perempuan, maka anak gadis itu terpaksa menjadi korban, karena pada dasarnya ada seorang pendeta yang mengincar harta orag-orang kaya dengan cara menikahi anak gadis dari orang tua itu.
Tujuan pada penelitian ini yaitu mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Al-Ajnihah Al-Mutakassirah karya Khalil Gibran dan mengetahui bagaimana keterkaitan antar unsur intrinsiknya. Rumusan masalah penelitian ini pertama Bagaimana unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Al-Ajnihah Al-Mutakassirah karya Khalil Gibran, dan kedua Bagaimana keterkaitan antar unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Al-Ajnihah Al-Mutakassirah karya Khalil Gibran.
Dalam penelitian ini kerangka pemikiran yang menjadi dasar pijakan yaitu bahwa dalam hal menganalisis struktural suatu karya sastra dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengkaji dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsur intrinsik fiksi yang bersangkutan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, menggunakan jenis kepustakaan dengan penyajian data analisis isi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori strukturalisme.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tema dalam novel ini adalah tentang sebuah duka dibalik penderitaan sepasang kekasih yang terpakasa dipisahkan oleh tangan takdir, dan merupakan sebuah kisah cinta pertama yang pahit (kasih tak sampai). Tokoh-tokoh dalam novel ini di antaranya: Khalil Gibran sebagai tokoh utama. Salma Karamy, Faris Affandi Karamy, Uskup Bulos Ghalib dan Mansur Bey Ghalib sebagai tokoh tambahan. Alur dalam novel ini menggunakan alur sirkuler atau disebut juga alur Flashback, yaitu sebuah cerita yang sesungguhnya terjadi dimasalalu tetapi mulai diceritakan pada saat ini. Latar dari novel ini terbagi atas latar tempat dan latar waktu. Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah The First Person Narator. Hal itu terlihat dari setiap pelaku menyebut dirinya sebagai “Aku”. Sudut pandang ini menceritakan sebuah pengalaman pribadi sang pengarang
Danza y Co-creatividad kinestésica Humano-IA
Human-machine interaction in dance is not a new phenomenon, however, the evolution of Artificial Intelligence (AI) in recent years allows new scenarios where novel methods of creative collaboration between human and artificial intelligence are proposed. From an interdisciplinary approach, this article provides an analysis of different software for choreographic creation and synthesises the findings from the creative collaboration between the author and an AI dancer, which were presented at the Leverhulme Centre for the Future of Intelligence at the University of Cambridge (UK). The author concludes that in order to co-create dance with an AI, it is not enough to simply use it, but it must enable an experience in which the human and machine can be exposed to a mutual influence that is not limited to logical reasoning, but is based on kinaesthetic intuition.La interacción humano-maquina en la danza no es un fenómeno nuevo, sin embargo, la evolución de la Inteligencia Artificial (IA) en los últimos años permite nuevos escenarios donde se plantean novedosos métodos de colaboración creativa entre la inteligencia humana y la artificial. Desde un enfoque interdisciplinario, este artículo provee un análisis de distintos softwares para la creación coreográfica y sintetiza los hallazgos provenientes de la colaboración creativa entre el autor y un bailarín de IA, los cuales fueron presentados en el Leverhulme Centre for the Future of Intelligence en la Universidad de Cambridge (Reino Unido). El autor concluye que para co-crear danza con una IA no basta con utilizarla, sino que es fundamental propiciar una experiencia donde el humano y la maquina puedan exponerse a una influencia mutua que no se limite al razonamiento lógico, sino que se base en la intuición kinestésica
قاموس الخليل السياقي الشامل: طبعة متقحة جديدة: حسب المناهج الهجائي = Kamus konstektual lengkap alkhalil
Kamus Kontekstual Lengkap al- Khalil edisi semakan kemaskini ini adalah hasil satu semakan, penelitian dan pembaharuan menyeluruh kepada satu usaha penyelidikan kamus Kontekstual Lengkap al- Khalil edisi: Arab - Melayu (KKLK) yang telah memakan masa bertahun-tahun di mana usaha itu berjaya menghimpunkan lebih kurang 100,000 entri dan sub entri termasuk 12,000 entri kata dasar Mujarrad yang lengkap dengan tasrif, entri kata Mazid berimbuhan penting yang lengkap dengan tasrif, istilah dan konteks ayat.
Pembaharuan menyeluruh dan penyelidikan secara berterusan seperti ini amat diperlukan dalam bidang perkamusan. Ia mestilah sentiasa berpandukan metod penyelidikan ilmiah yang sistematik dan ikhlas tanpa dihambat oleh kepentingan materialisma. Secara ikhlas kami perlu membuat penelitian dan pendetailan kepada ketepatan perkataan entri itu sendiri samada dalam bentuk ejaan, baris, ayat dan konteks penggunaannya. Melalui penekanan aspek Lazim dan Mutaaddi' (b7d4d4b7c2e0d5dF d8b7d4d5bAdEdEc9dEbFe1e0dA) dalam edisi semakan ini pengarang ingin memfokuskan kepada ketepatan erti perkataan dan kesesuaiannya dengan struktur ayat dari segi konteks ayat Lazim dan Mutaaddi. Maka setiap ayat yang mengandungi kata kerja Mutaaddi' dalam kamus ini akan sentiasa dituruti oleh objek (b7d4d5d1c9d8d4 b8d7) samada dalam bentuk kata nama yang berbaris di atas (b7d4d1bAbDb9) atau dalam bentuk kata ganti nama (b7d4c6d5dAc1- d7`C b3d8 -d7b7) untuk memudahkan pembaca
First in the Nation in Education : Final Report,1984.
This report is one step in an ongoing process of change and is a plea for commitment for high standards in education in Iowa. Contains the final reports of the six subcommittees as adopted by the Excellence in Education Task Force, and the five recommendations made by the Task Force
Al Balad Al Mahjubah Li Gibran Khalil Gibran: Dirasah Tahliliyyah Simaiyyah
Lebanon sebuah negeri yang indah, didominasi daerah pegunungan yang memberi rasa sejuk.
Tetapi letak geografis yang indah, tidak kemudian membawa Lebanon sebagai negeri yang indah
pula, bahkan sejak lama Lebanon adalah negeri yang tidak pernah merdeka, penyair menuliskan
dalam baitnya "oh negeri yang tertutup (dari kemerdekaan) sejak azali". Penyair
menuliskan karena sejak ia lahir sampai ia meninggal, Lebanon adalah negeri
yang tidak pernah merdeka. Diakibatkan penjajahan dan peperangan maka bukan hanya
Lebanon sebagai negeri yang tidak pernah merdeka tetapi penduduknya pun hidup dalam penderitaan,
sebuah data menyebutkan tidak kurang dari 120.000 jiwa meninggal ak:ibat kelaparan dan
kemiskinan di pegunungan Lebanon. Inilah secara garis besar isi dari puisi karya Gibran
Khalil Gibran yang akan dibahas.
Gibran Khalil Gibran adalah seorang penyair Mahjar, yang mengibarkan bendera pembaruan pada
karya sastra Arab. Ia menganjurkan pada gaya bahasa yang mudah sederhana dan indah.
Skripsi ini mengkaji puisi Al-Bilad Al-Mahjubah karya Gibran Khalil Gibran dengan pendekatan
Semiotik-nya Michael Riffaterre. Satu hal yang membedakan model pendekatan Riffaterre
dengan model Semiotik lainnya adalah kekhususannya pada obyek baca puisi.
Pada pembacaan awal puisi ini menimbulkan beberapa pertanyaan. Dari bahasa puisi, bahasa
simbol yang digunakan penyair, pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca, sampai
hubungan Intertekstual puisi ini dengan karya lain. Sehingga dari pertanyaan awal itu
menggugah penulis untuk mengkajinya lebih dalam dengan pendekatan Semiotika Michael Riffaterre.
Dari pemaknaan semiotik-nya riffaterre ada dua cara untuk mengungkap pesan dan makna
yang ada dalam puisi. Pertama pembacaan heuristik dan pembacaan retroaktif.
Pembacaan heuristik adalah pembacaan pada tataran kebahasaan. Puisi memiliki
bahasa yang khas, ia menyampaikan sesuatu secara tidak langsung, sehingga dari bahasa
puisi itu banyak ditemukan Metafora dan Metonimi, sehingga pada kajian struktural
Semiotik digunakan pembahasan Ketidaklangsungan Ekspresi, yaitu menyatakan sesuatu hal
dengan arti yang lain. Ekspresi tidak langsung disebabkan oleh, penggantian arti,
penyimpangan arti dan penciptaan arti. Pada tahap ini biasa disebut sebagai tahap interpretasi
pertama, yaitu penafsiran kebahasaan untuk memudahkan pada tahap penafsiran berikutnya
yaitu, pembacaan retroaktif.
Pembacaan retroaktif adalah pembacaan pada tingkat penafsiran yaitu untuk menafsirkan pesan
yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Pada tahap ini, ada langkah-langkah yang harus
ditempuh, mencari matrik, model, varian dan hipogramnya.
Artinya, pada penelitian ini, peneliti mencoba mengaplikasikan model semiotika
Michael Riffaterre, seperti yang tertuang dalam bukunya Semiotics of Poetry
AL HURRIYAH FI AL NABI WA AL ARWAH AL MUTAMARRIDAH LI GIBRAN KHALIL GIBRAN (DIRASAH BIN YAWIYAH WA TARIKHIYAH)
Pemikiran kesusastraan Arab pada abad ke-02 M, dipelopori oleh dua
kelompok sastra yaitu perkumpulan sastrawan Mesir yang dikenal Jama'atud-
Diwan sebagai respon terhadap perkumpulan sastra Arab Mahjar. Kedua, adalah
Perkumpulan sastra Arab Mahjar di Amerika Serikat yang benama ar-Rabitha-al-
Qalamiyyah. Kedua perkumpulan tersebut memiliki corak yang berbeda dalam
perkembangan sastra Arab modern, meskipun keduanya dipengaruhi oleh
pemikiran Barat yang salah satunya dibawa oleh Gibran Khalil Gibran, salah satu
penggagas ar-Rabitha al-Qalamiyyah. Gibran Khalil Gibran merupakan salahsatu
pelopor perkembangan sastra Arab modern yang banyak mengilhami pola pikir
para sastrawan Arab modern dalam karya-karyanya. Diantara karya-karyanya yang
mashur adalah النبي و الأرواح المتمردة . Selain mendapat perhatian besar masyarakat
dan tokoh-tokoh di masanya, kedua buku tersebut juga menarik banyak peneliti
untuk mengkaji karya di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis salah satu pemikiran Khalil Gibran tentang kebebasan dalam dua
antologi tersebut, biografi serta hal-hal yang menjadi latar belakang pemikirannya
selama hidupnya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan objek
penelitiannya adalah antologi النبي و الأرواح المتمردة dengan metode Library research
dengan maksud data-data yang digunakan bersumber dari data tertulis. Adapun pengumpulan data diambil dari berbagai sumber pustaka berupa buku, skripsi, jurnal artikel, makalah dan berbagai literatur lainnya serta beberapa video yang
mendukung penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah struktural dan historis. Struktural digunakan untuk memahami maksud dari teks dalam dua antologi
tersebut, sementara historis digunakan untuk mengetahui latar belakang konsep kebebasan Gibran Khalil Gibran yang berkembang yang terdapat dalam
antologi . النبي و الأرواح المتمردة
Berdasarkan analisis dan metode di atas dapat diketahui bahwa konsep kebebasan yang dimaksud Khalil Gibran adalah kebebasan hati dan jiwa manusia dari belenggu aturan, tradisi atau lembaga yang menindas jiwa manusia demi kepentingan individu tanpa harus melanggar aturan yang sudah dibentuk bersama.
Kemudian kebebasan yang ia kehendaki dalam hidupnya berkembang dalam aliran Gibranisme yang dikenal sebagai aliran sastra dan filsafat yang diperkenalkan
Khalil Gibran sebagai salah satu aliran dalam perkembangan sastra Arab modern
HADIQATU AN NABY LIJABARIN KHALIL JIBRAN (DIROSAH TAHLILIYAH BANIYUWIAH FI ANSORI AL KISAH)
Khalil Gibran adalah seorang sastrawan yang terkenal bukan hanya di negaranya saja, tetapi juga di seluruh dunia. Mungkin bisa kita katakan sampai saat ini belum ada yang bisa menandingi kepiawaiannya dalam membuat karya sastra, baik dalam bentuk puisi maupun prosa. Khalil Gibran merupakan salah satu dari deretan sastrawan Mahjar yang amat disegani serta telah menjadi inspirator bagi penyair-penyair lainnya. Karya-karya Gibran yang pernah ia terbitkan merupakan karya-karya yang fenomenal dan monumental. Karya-karyanya tidak hanya berbicara tentang kehidupan yang semu, tetapi juga menembus batas segala pembatas. Karya-karyanya merupakan kritik dan juga kisah yang mempesona bagi penikmatnya. Tidak hanya menyelami dunia realitas, tetapi juga hakekat dari eksistensi manusia. Salah satu karya yang fenomenal dan monumental adalah "The Garden of the Prophet" (Hadiqatu An-Nabi) yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Karya ini mencoba memberikan pandangan bagi pembaca untuk mencari tahu tentang dirinya. Dari sinilah skripsi ini dibuat, untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam "The Garden of the Prophet" serta bagaimana Khalil Gibran menggambarkan atau mengungkapkan ide-ide di dalamnya. Skripsi ini mencoba menganalisis "The Garden of the Prophet" secara struktural semiotik. Metode ini penulis anggap sebagai analisis yang paling tepat untuk mengetahui makna serta unsur pembentuk cerita "The Garden of the Prophet.
Application of the IS-MP-IA model to the German economy and policy implications
Extending the IS-MP-IA model developed by Romer (2000) and applying the GARCH (Engle, 1982, 2001) methodology, the author finds that equilibrium GDP in Germany is positively affected by stock market performance and real exchange rate appreciation, and negatively influenced by the expected inflation rate, the government deficit/GDP ratio, and the U.S. federal funds rate. The relatively low deficit/GDP ratio of 1.83% in 2003 indicates that its fiscal condition was healthy. However, some other EU members may need to exercise fiscal discipline. Because real appreciation has a positive impact on output, a stronger euro may not be a concern for Germany but may be worried by those EU member nations which depend upon exports to stimulate their economies.
- …
