28 research outputs found

    Tingkah laku dan karakteristik suara Dugong dugon di Sea World Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta

    Get PDF
    Dugong (Dugong dugon) merupakan mamalia laut yang bersifat herbivora dan memiliki status rentan terhadap kepunahan dalam IUCN Red List of Threatened Animals. Untuk memastikan keberlanjutan spesies tersebut di alam, dibutuhkan upaya pelestarian dengan konservasi baik secara in-situ maupun ex-situ. Upaya konservasi tersebut membutuhkan dukungan informasi dari penelitian-penelitian mengenai kehidupan dugong, seperti tingkah laku, karakteritik suara, pola makan, pola reproduksi, dan masih banyak lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkah laku dan karakteristik suara dugong pada lingkungan buatan di Sea World Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta

    Identification of Mangrove Cover in Banten Bay using Google Earth Engine

    Get PDF
    The existence of mangroves is a factor in the natural preservation of an area. The goal of this research is to identify the mangrove forest cover in Teluk Banten using guided classification based on machine learning available in GEE.The method used in this research is to visually analyze the spectral value of Sentinel 2A. The composite images used in the analysis include Bands 8A114 and Bands 8A115. Determination of subset images (cropping) is carried out to accommodate the size of the image according to the size of the research location to determine its distribution, extent and changesMangrove classification can be done using various digital image classification approaches, including pixel-based classification, object-based classification, and supervised and unsupervised learning. The choice of classification scheme depends on the purpose of the study and the available data. The mangrove cover area that is seen in red shows that the results of using the CART model can determine the area that is included in the mangrove class.Mangrove identification using GEE machine learning can produce mangrove cover. The result of mangrove cover area depends on how much training area is given. Training areas are used by CART in determining which areas are categorized as mangrove cover

    Trophic State of Cibanten Watershed

    Get PDF
    Cibanten watershed upstream is from Karang Mount (one of that is shallow lake Cibanten water springs), flow in Serang City and the downstream at Banten Bay. From upstream until downstream, Cibanten watershed used by various anthropogenic activities where potentially to increasing trophic state of the waters. This research aimed to evaluate trophic state of Cibanten watershed. Research conducted at April – Mei 2018. Water sample took and measured at three different location, upstream (code: Hu), Central (code: T) and downstream (code: Hi). Water parameters where in-situ measurement was water depth, temperature, secchi depth, water colour, pH, dissolved oxygen and salinity (special for downstream). Water sample analysed at Aquaculture Laboratory of UNTIRTA, the water parameter was phosphate and chlorophyll-a. Trophic state of Cibanten watershed analysed with Trophic State Index (TSI). The result from upstream of Cibanten watershed categorized as mesotrophic, with maximum secchi depth until water bottom and existed some water plant. In the central and downstream of Cibanten watershed categorized as light eutrophic. The significant different between upstream, central and downstream of Cibanten watershed is secchi depth. Low secchi depth at central and downstream due to water turbidity, shown by water colour is yellowbrown that assumed come from suspended solid contents

    Dampak Pandemi Covid-19 pada Kelayakan Usaha Perikanan Rajungan di Teluk Banten

    Get PDF
    The Archipelagic Fishing Port of Karangantu located in Banten Bay is one of the blue swimming crab fishing centers in the Java Sea. Covid-19 pandemic had significant effect on blue swimming crab fisheries in Karangantu, especially on the increasing of fishing operational cost, decreasing of price, and limited acces for market distribution. This study aims to analyse the feasibility of blue swimming crab fisheries activity using bottom gillnet in Banten Bay after Covid-19 pandemic. The research was conducted in May-June 2021 in Karangmulya Village, Kasemen District, Serang City with a total of 22 respondents. The data were collected using deep interview with each respondent who was selected purposively. The analysis of business feasibility was conducted based on the parameters of the ratio between income and costs (R/C), payback period (PP), and net present value (NPV). The results show the Covid-19 induced the decreasing of R/C ratio value from 2.08 before to 1.81 after Covid-19 pandemic, respectively. The value of PP also increased from 0.65 years to 0.68 years. Moreover, the potential profit of blue swimming crab fishing also decreased from IDR 55 million before Covid-19 to IDR 52 million after Covid-19 pandemic. However, due to the positive NPN value, the blue swimming crabs fishing actvity using bottom gill nets in Banten Bay is still feasible to be developed.   Keywords: blue swimming crab, Covid-19, impact, fisherie

    PENGELOLAAN PESISIR SELAT SUNDA MELALUI PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DAN PERUBAHAN IKLIM (BLUE CARBON)

    Get PDF
    Pesisir Selat Sunda merupakan salah satu daerah yang paling terdampak tsunami Selat Sunda pada tahun 2018, khususnya pada wilayah Panimbang dan Sumur. Dampak tsunami yang cukup besar dirasakan yaitu pada wilayah yang tidak terlindung ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove memilki peran yang cukup besar sebagai barrier alami di wilayah pesisir dan berperan dalam mengurangi dampak pemanasan global (blue carbon). Oleh karena itu, sebagai upaya mitigasi terhadap ancaman tsunami serta pemanasan global maka perlu dilakukan kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove di Pesisir Selat Sunda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Panimbang Jaya dan Desa Cigorondong. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap kegiatan yaitu 1) Survei dan sosialisasi 2) Aksi penanaman mangrove dan 3) Penguatan kelompok masyarakat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diantaranya adalah ketersediaan lahan penanaman mangrove yang sesuai dalam hal daya dukung lingkungan. Dalam kegiatan ini juga diperoleh hasil berupa peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove. Aksi penanaman mangrove yang dilakukan yaitu sebanyak 8.000 bibit di Desa Panimbang Jaya dan 10.000 bibit di Desa Cigorondong. Adapun penguatan masyarkata yang dilakukan yaitu pembentukan kelompok serta kerjasama dengan kelompok masyarakat sekitar sebagai mitra lokal dalam pengelolaan ekosistem mangrove

    Species Inventory of Fish in Cibanten River Serang District: Inventarisasi Jenis Ikan di Sungai Cibanten Kabupaten Serang

    Get PDF
    Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten berhulu di Situ Cibanten yang merupakan kumpulan mata air dan kemudian mengalir hingga sejauh ± 42,07 Km dan bermuara di perairan Teluk Banten. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis ikan di DAS Cibanten. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei-Juni 2017 dan pada bulan Oktober 2018 di daerah hulu, daerah tengah dan daerah hilir dari DAS Cibanten. Data dianalisis keanekaragaman dengan Indeks Shannon-wiener diversity index dan Index of Biotic Integrity. Selama penelitian didapat 80 ekor ikan dari 6 spesies, yaitu Tor sp., Rasbora aprotaenia, dan Puntius sealei di Hulu DAS; Barbonymus gonionotus dan Pterygoplichthys pardalis di Tengah DAS; serta Dermogenys pusilla di Hilir DAS. Berdasarkan nilai indeks keanekaragaman dan Index of Biotic Integrity, kesehatan ekosistem di DAS Cibanten sudah terganggu terutama di bagian tengah dan hilir.Cibanten lake is upstream of the Cibanten river basin which is a collection of springs and then flows as far as ± 42.07 km into Banten Bay. This study aims to inventory the types of fish in the Cibanten river basin. Sampling was carried out in May-June 2017 and in October 2018 in the upstream, middle and downstream areas of the Cibanten river basin. Data were analyzed diversity with the Shannon-wiener diversity index and the Index of Biotic Integrity. During the study 80 fish from 6 species were obtained, i.e.: Tor sp., Rasbora aprotaenia, and Puntius sealei in the upstream; Barbonymus gonionotus and Pterygoplichthys pardalis in the middle of Cibanten river basin; and Dermogenys pusilla in the downstream. Based on the diversity index value and the Index of Biotic Integrity, the health of ecosystems in the Cibanten river basin is already disturbed, especially in the middle and downstream

    GERAKAN AKSI BERSIH PANTAI SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN MENJAGA LINGKUNGAN DI PULAU PANJANG KABUPATEN SERANG, BANTEN

    Get PDF
    Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang berada di wilayah Teluk Banten, menjadi salah satu jalur laut strategis, termasuk dalam Wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Kabupaten Serang, dan menjadi tujuan objek wisata khususnya pantai. Sampah yang berada di pantai akan meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan ataupun membersihkan sampah kiriman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengklasifikasi jenis sampah yang ada di pulau Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif masyarakat dalam kegiatan aksi bersih dan klasifikasi jenis sampah yang berada di Pulau Panjang. Hasil yang diperoleh yaitu peserta aksi bersih ini diikuti 60 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa, masyarakat dan dosen, serta sosialisasi yang terselenggara dengan baik dengan indikator masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Aksi bersih pantai berhasil mengangkut sekitar 20 kantong sampah menunjukan adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai di Pulau Panjang

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA LONTAR, KABUPATEN SERANG, BANTEN MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNIK SURVEI PEMETAAN POTENSI DESA PESISIR

    Get PDF
    Masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Namun, keterbatasan akses terhadap teknologi dan pengetahuan dalam pemetaan sumber daya pesisir sering menjadi kendala dalam pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir Desa Lontar, Kabupaten Serang, Banten, melalui peningkatan kemampuan teknik survei dan pemetaan potensi desa pesisir. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teori dan praktik survei lapangan, penggunaan teknologi Global Positioning System (GPS), analisis citra satelit, serta pengolahan data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan, yang terdiri dari perangkat desa, nelayan, dan masyarakat pesisir, mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik survei dan pemetaan. Peta penggunaan lahan yang dihasilkan mencakup informasi tentang ekosistem mangrove, tambak, pemukiman, serta utilitas lainnya. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu menggunakan GPS dan perangkat lunak pemetaan secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai teknik survei pemetaan, tetapi juga ikut membantu pemerintah khususnya melalui perangkat desa dalam hal upaya pengayaan/pembaruan data dan informasi guna pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan

    Age Structure, Growth, and Mortality of Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus Linnaeus,1758) in Banten Bay Waters

    Get PDF
    Blue swimming crab (BSC) (Portunus pelagicus) is the main fisheries commodity in Banten Bay, with the highest catch of catch occurring in the west monsoon. Increased fishing efforts have reduced the catch, as indicated by a decrease in the average size of carapace width. Overfishing might influence the life cycle and population structure of the BSC. This research aims to analyze the growth and mortality of the Blue Swimming Crab in Banten Bay, especially in the west monsoon. Blue swimming crab samples were obtained from the catch of fish trap and gillnet fishermen with landing sites around the Karangantu Archipelago Fishing Port. Growth, age, and mortality were predicted based on the measurement of total carapace width and body weight. Data were analyzed using Fisat II and Microsoft Excel. The frequency distribution of carapace showed one mode class which normally was distributed consisting of only one age structure group (cohort). The relationship between carapace width and weight of males or females resulted in a slope value (b>3) and was positive allometric, indicating that both sexes had a faster weight gain than the increase in carapace width. Growth parameters resulted asymptotic length (L∞); male 176.75 mm and female 176.46 mm. The growth was relatively fast, with a growth coefficient value of more than one. The mortality showed that the fishing mortality value (F);in males was 3.47 /year and in females 2.69/year was greater than the natural mortality value (M); males 1.25/year and females 1.22/year. Blue Swimming Crabs in Banten Bay had overfished as shown by the high fishing mortality value and there were still many BSC that were caught below the legal size allowed. Thus, catches should be controlled to keep the population and for sustainable fisheries

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI TUNNEL GARAM DI DESA PANIMBANGJAYA, KABUPATEN PANDEGLANG

    Get PDF
    Produksi garam di Indonesia masih sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga kualitas dan jumlah yang dihasilkan sering tidak stabil. Desa Panimbangjaya, Kabupaten Pandeglang, menghadapi permasalahan serupa dalam produksi garam rakyat. Kegiatan pengabdian ini memperkenalkan tiga komponen inovasi teknologi tunnel garam yaitu kolam penuaan berlapis HDPE, filterisasi air laut, dan dinding tunnel portabel kepada siswa MAN 3 Pandeglang sebagai agen transfer pengetahuan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil survei menunjukkan skor persepsi rata-rata 4,65 (kategori sangat baik), dengan penilaian tertinggi pada aspek keberlanjutan teknologi tunnel garam (5,0). Responden menekankan kebutuhan penambahan jumlah tunnel, replikasi ke desa pesisir lain, pelatihan lanjutan, serta dukungan pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa tidak hanya memperkuat transfer pengetahuan lintas generasi, tetapi juga mendukung keberlanjutan inovasi produksi garam rakyat di wilayah pesisir
    corecore