115,696 research outputs found

    La Palmyra di Khalid Muhammad al-As'ad

    No full text
    Analisi delle principali ricerche svolte da Khalid al-As'ad a Palmira, nella seconda metà del Novecento

    Tradisi Fiqh dalam Pemikiran Khalid Abu Al-Fadl

    Get PDF
    This research is descriptive and reflective, with lifting the theme "Tradition Fiqh Thought Khalid Abu al-Fadl", the theme is intended to explore the key ideas of Khalid discourse on contemporary Islamic legal by analyzing one of his main work, Speaking in God's Name: Islamic Law, Authority, and Women.dengan using content analysis approach to examine in depth the ideas Khalid Abu al-Fadl of Islamic law, the results of this study is the ideology of Salafism Khalid Critics argue that Islamic reformism partly responsible for creating credo closed, intolerant, and shallow in understanding the sacred texts of Islam deserves to be taken seriously.   Keywords: Fiqh, Khali

    Examining the Authorship of Nahj al-Balāgha: Between Ali Ibn Abi Talib, al-Sharif al-Radi, and al-Sharif al-Murtad

    No full text
    "نهج البلاغة" كتاب يُنسَب إلى عليّ بن أبي طالب رضي الله عنه يتضمّن عددًا من الخطب والمواعظ والعهود والرّسائل والحِكَم والوصايا والآداب، توزّعت على 238 خطبة، و 79 رسالة و 489 قولا، يرى الشّيعة في "النّهج" أنّه أحد الكتب المهمّة الّتي يجب على الشّيعي قراءتها والأخذ والتعلّم منها، وقد اختلف الدّارسون والنّقّاد القدامى والمعاصرون في مؤلّـِفه، فمنهم مَن اعتبره لعليّ بن أبي طالب ومنهم من اعتبره للشّريف الرَّضيّ، وفريق ثالث جعله للشّريف المرتضى. تتناول هذه الدراسة بالاستقصاء والتحقّق والتحليل نسبة الكتاب إلى صاحبه أو ما يُزيل الإبهام، هل هو عليّ بن أبي طالب؟ أم الشّريف الرَّضيّ؟ أم الشّريف المرتضى؟ ويحاول أن يرجّح لمن يُنسَب كتاب نهج البلاغة، وما مدى مصداقيـّته؟ وما مدى صحّة نسبة كتاب نهج البلاغة لعليّ، وما رأي الدّارسين والعلماء فيه؟ وما هي أهمّ المطاعن الموجّهة إلى نهج البلاغة؟The book Nahj al-Balagha is a collection of sermons, letters, adages, commandments, and etiquettes, divided into 238 sermons, 79 treatises, and 489 sayings. People following the Shiite sect regard it as a crucial text for teaching and learning, and they attribute it to Ali Ibn Abi Talib. Yet, the book’s real author is still disputed among Sharia scholars. While some attribute it to Ali Ibn Abi Talib, others claim that al-Sharif al-Radi is the book’s actual author, whereas another group attribute it to al-Sharif al-Murtada. This study employs a comprehensive approach to investigate and analyze the book’s authorship. It involves a detailed literary and historical analysis, examining primary sources, scholarly works, and critical literature to explore the real author of the text. It compares the content of the book with other authenticated works belonging to the potential authors in order to identify similarities and differences. By evaluating the style, language, and themes of Nahj al-Balagha, as well as reviewing historical documents and manuscripts, the study aims to trace the text’s origins and transmissions. In doing so, it addresses the significant critiques and controversies surrounding the text, enhancing our understanding of its historical and literary significance. The study further contributes to the ongoing discourse on the book’s authorship, providing more clarity on the topic and promoting additional scholarly research

    AL MUHASSINAT AL LAFDHIYAH FI MALHAMAH ABNA AL RASUL FI KARBALA LI KHALID MUHAMMAD KHALID : DIRASAH BALAGHIYAH

    Get PDF
    Khalid Muhammad Khalid dikenal sebagai penulis, pemikir dan pejuang problematika umat, karyanya yang terkenal dan banyak beredar yakni tentang keislaman yang diramu dengan indah dan gaya bahasa yang enak dibaca. Salah satunya adalah Malḥamah Abnaa al-Rasuul fii Karbalaa yang didalamnya sarat dengan muḥassinaat lafẓiyah. Agar kita sebagai penggeliat sastra lebih mengenal sosok Khalid Muḥammad Khalid sebagai sastrawan dan mempelajari Malḥamah Abnaa al-Rasuul fii Karbalaa untuk diteliti.Malḥamah merupakan cerita kepahlawanan yang diciptakan oleh sastrawan berisi tentang kejadian-kejadian luar biasa, unsurnya terdiri dari deskripsi; percakapan; penggambaran tokoh. Begitupula dengan Malḥamah Abnaa al-Rasuul fii Karbalaa, yang berisi tentang kepahlawanan Putra-Putra Rasulullah (Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali, dan Husain bin Ali). Terbagi atas tujuh bab, dan peneliti mengambil seluruh bab dalam Malḥamah tersebut, untuk dikaji dan diteliti. Rumusan masalah dalam sekripsi ini adalah: 1. Apa saja macam-macam muḥassinaat lafẓiyah yang terdapat dalam Malḥamah Abnaa al-Rasuul fii Karbalaa karya Khalid Muḥammad Khalid? a. al-Jinas, b. al-Saja’, dan c. al-Iqtibas.Dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, peneliti kemudian menemukan bahwa dalam Malḥamah Abnaa al-Rasuul fii Karbalaa, ada al-Jinas sebanyak 42 data; al-Saja’ sebanyak 38 data; dan al-Iqtibas sebanyak 12 data. Kata Kunci: Muḥassinaat Lafẓiyah, Malḥamah, Khalid Muhammad Khali

    Pemikiran politik Khalid Muhammad Khalid

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang pemikiran politik Khalid Muhammad Khalid. Khalid Muhammad Khalid mengalami dualisme pemikiran politik. Pada tahun 1950an, ketika menulis “Min Hunā Nabda’” beliau berpandangan agama bukan negara, maka harus ada pemisahan antara agama dan negara. Menurutnya, harus ada pemurnian agama (Islam) dari kependetaan, menegakkan konsep sosialisme dalam kehidupan masyarakat, menjauhkan keinginan untuk memiliki pemerintahan relijius, dan memberikan kebebasan berpolitik bagi perempuan. Namun, pada tahun 1980an Khalid menulis buku “al-Daulah fi al-Islām”. Dalam bukunya tersebut, beliau merevisi pandangannya terdahulu tentang pemisahan agama dan negara, dan mengatakan bahwa agama juga mengatur negara. Maka, Islam adalah agama dan negara. Pemikirannya dipengaruhi oleh kondisi sosial politik Mesir ketika itu, dan kedekatannya dengan Ikhwan al-Muslimin. Dualisme pemikiran politik Islam Khalid Muhammad Khalid merupakan hal yang wajar dalam konteks pemikiran. Berdasarkan konsep hubungan agama dan negara, diketahui bahwa pemikiran Khalid Muhammad Khalid yang tertuang dalam buku “Min Hunā Nabda’” yang memisahkan agama dan negara termasuk tokoh dari golongan yang bersifat sekularistik. Namun, setelah perubahan pemikirannya tentang negara dalam buku “al-Daulah fi al-Islam”, yang menyatukan agama dan negara, maka Khalid Muhammad Khalid menjadi tokoh dari golongan yang bersifat simbiotik, bahwa agama dan negara saling membutuhkan

    DAKWAH DI MEDIA SOSIAL DARING: TINJAUAN CERAMAH KHALID BASALAMAH DI YOUTUBE

    No full text
    This study examines the strategies and content of da`wah Basalamah’s in online video sharing media, Youtube. The video content reviewed is the video uploaded on the official Khalid Basalamah Official account in July 2017. Based on the analysis with the content analysis approach, this article shows that Khalid Basalamah is very active in disseminating his da`wah content via Youtube by uploading, at least, one video content in one day. The contents of Basalamah’s lectures uploaded in July 2017 put forward the themes of theology, apocalypse, morals, repentance, loyalty, patience, and apologize to others. No content touches the subject of sharia and dealings (mu’āmalah). Studies of preaching on Youtube media need to be developed, considering that preaching through the media is very popular among dai in Indonesia nowadays.Penelitian ini menelaah strategi dan konten dakwah Khalid Basalamah di media daring berbagi video, Youtube. Konten video yang ditelaah adalah video yang diunggah pada akun resmi Khalid Basalamah Official pada bulan Juli 2017. Berdasarkan analisis dengan pendekatan analisis konten, artikel ini menunjukkan bahwa Khalid Basalamah sangat aktif dalam menyebarluaskan konten dakwahnya melalui Youtube dengan mengunggah, paling kurang, 1 kontan video dalam satu hari. Isi ceramah Basalamah yang diunggah pada bulan Juli 2017 mengedepankan tema akidah, kiamat, akhlak, taubat, takwa, sabar, dan meminta maaf kepada sesama. Tidak ada konten yang menyentuh tema syariah dan muamalat. Kajian-kajian tentang dakwah di media Youtube perlu dikembangkan, mengingat dakwah melalui media tersebut sangat populer di kalangan dai di Tanah Air

    EFL Students\u27 Perceptions of Employing Technology Tools in Learning English at King Khalid University

    No full text
    Technology can be employed as a means of boosting FEL student interaction. Due to the universal use of computers and the internet in academic institutions, EFL teachers are motivated to implement this technology in their classes to facilitate language teaching and the learning English language process. This study purports to identify EFL students\u27 perceptions of the utilization of technology tools in learning English at King Khalid University. This research adopts the descriptive analysis technique. Moreover, the theoretical framework of the study was an opinion poll prepared by the two researchers to get information and was applied to fifty-six selected EFL students to get their perceptions of the utilization of technology tools in learning English at King Khalid University. The results demonstrate that most King Khalid University EFL male and female students had positive responses to employing technology tools in learning English. The study  findings  have pedagogical implications and some recommendations for strategies and instructions for further investigations and facilitating the utilization of technology in teaching and learning at primary and secondary levels

    Maktabat Al Muthanna Baghdad Feb-May 1962

    No full text
    On the same date, Ali Al-Mansouri issued an official financial statement confirming that the Al-Khanji Foundation owed a total of 11.375.أصدر علي المنصوري بيانًا ماليًا رسميًا بتاريخ 25 نيسان 1962 يُفيد بأن مؤسسة الخانجي مدينة بمبلغ إجمالي قدره 11,375

    Metode Pendidikan Islam Menurut Khalid Al-Hazimi Dalam Kitab Ushul Al-Tarbiyah Al-Islamiyyah

    Get PDF
    Artikel ini meneliti pandangan Khalid bin Hamid al-Hazimi terkait metode pendidikan Islam dalam karyanya berjudul Ushul al-Tarbiyyah al-Islamiyyah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan gambaran komprehensif pandangan Khalid al-Hazimi tentang metode pendidikan dalam Islam. Jenis penelitian ilmiah ini adalah kajian kepustakaan (library research) dan metode yang digunakan dalam analisis data adalah konten analisis dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi melalui sumber utama yaitu buku Ushul al-Tarbiyyah al-Islamiyyah karya Khalid al-Hazimi. Adapun data pelengkap yang digunakan berupa buku-buku lain yang relevan dengan judul artikel ini. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa metode pendidikan Islam yang digagas oleh Khalid al-Hazimi merupakan pengembangan dari metode-metode para pakar pendidikan Islam sebelumnya, yaitu metode-metode yang berasaskan pada ajaran al-Qur’an dan Hadis Nabi. Metode-metode tersebut antara lain adalah; metode keteladanan, metode kisah, metode nasehat, metode at-targhib wa at-tarhib, dan metode hukuman. 
    corecore