1,720,974 research outputs found

    SISTEM BAGI HASIL SIMPANAN PADA KOPERASI SYARI’AH BMT ASY-SYABAAB BKPRMI KAB. PINRANG

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk Menganalisis sistem bagi hasil simpanan pada Koperasi Syari’ah BMT Asy-Syabaab BKPRMI Kab. Pinrang. penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah sebuah penelitian yang bertujuan untuk memberikan atau menjabarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual. Berdasarkan Hasil Penelitian ditemukan bahwa Prosedur Simpanan di Koperasi Syari’ah BMT Asy-Syabaab BKPRMI dilakukan dengan beberapa tahap seperti mengisi Formulir. Sistem Bagi Hasil dan Perhitungannya yang diterapkan oleh Koperasi Syari’ah BMT Asy-Syabaab BKPRMI pada Simpanan yaitu metode Profit sharing yang sesuai dengan Fatwa DSN No.15/DSN-MUI/IX/2000 Dalam Pembagian Hasil. Sedangkan dalam penetapan pembagian Nisbah bagi hasil telah ditetapkan oleh BMT dan Nasabah (Kesepakatan). Pendapatan bagi hasil Simpanan selalu berbeda, tergantung pada jumlah saldo tabungan dan keuntungan BMT, karena besarnya saldo tabungan dan keuntungan BMT selalu berubah tiap bulannya

    Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Provinsi Sulawesi Selatan

    Full text link
    ABSTRAK - The purpose of this study was to determine the impact of Covid-19 on motor vehicle tax compliance in the province of South Sulawesi and government policies in overcoming this. At the end of 2019, precisely in December, the world was shocked by a phenomenon or event that was suspected to be a case of pneumonia whose etiology was unknown, where the case originated from the city of Wuhan, China which was called Covid-19. Motor Vehicle Tax (PKB) is a very large aspect of Regional Original Income (PAD). During Covid-19, many regions experienced a decrease in income in the tax sector, one example of the impact of Covid-19 in South Sulawesi. The method in this research is library research, interview and observation. The impact of Covid-19 has greatly weakened the state's economic condition and the state budget for both provincial and district revenues. The number of sectors affected by Covid-19, especially in compliance with the Mandatory PKB, which plays an important role in the provincial budget, various government policy efforts in dealing with various matters, so that the community continues to pay taxes

    Peran Lembaga Keuangan Syariah Dalam Mengimplementasikan Keuangan Inklusif Bagi Ekonomi Masyarakat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya apa yang telah dilakukan oleh LKS dalam mengimplementasikan keuangan inklusif, hambatan yang dihadapi dan bagaimana peran LKS dalam mengimplementasikan keuangan inklusif terhadap pelaku Ekonomi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai dengan pendekatan kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Cabang BNI Syariah Jeneponto, BRI Jeneponto, dan pengusaha mikro. Hasil selanjutnya menunjukan bahwa sudah cukup banyak upaya yang dilakukan oleh LKS dalam mengimplementasikan keuangan inklusif bagi pelaku Ekonomi masyarakat, hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa produk, program, pembiayaan yang ditujukan buat para pelaku ekonomi masyarakat. Hambatan yang dihadapi, SDM dan kantor layanan terbatas, terkendala agunan sebagai second way out dikarenakan pembiayaan harus tetap aman, pelayanan internal belum optimal, pemahaman dan kesadaran masyarakat masih senang dengan pinjaman instant, tidak mau ribet sehingga masyarakat lebih banyak yang melakukan transaksi dengan lembaga keuangan konvensional ketimbang LKS yang diasumsikan prosesnya terkesan ribet. Pelaku usaha mikro memerlukan peran LKS terutama dalam hal permodalan yang digunakan untuk memperluas pasar dan mengembangkan usahanya sehingga berkontribusi besar dalam perekonomian nasional, LKS dengan institusi ZISWAF-nya mampu memberikan jalan keluar untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang bersifat konsumtif dan bisa menutupi kebutuhan dasar investasi ekonomi masyarakat

    Penerapan dan Kendala Akuntansi Akad Mudharabah Pada Pembiayaan Perbankan Syariah Berdasarkan PSAK 105

    Full text link
    Pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan yang disalurkan Lembaga Keuangan Syariah kepada masyarakat untuk memaksimalkan operasi produksi. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan mudharabah harus sesuai dengan PSAK 105. Mudharabah adalah akad kerjasama antara pemilik modal dan pengelola modal dimana keuntungan dan kerugian dibagi berdasarkan kesepakatan beberapa pihak yang terlibat. Dalam suatu transaksi pembiayaan yang dikorbankan, akad mudharabah syariah merupakan akad transaksi yang sangat familiar bagi dunia keuangan syariah saat ini, karena akad mudharabah sendiri merupakan akad kerjasama antara kedua pihak, dimana salah satu pihak berperan sebagai pemilik modal dan pihak lain bertindak sebagai pengelola modal dari suatu usaha tertentu dengan nisbah bagi hasil (profit) sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Adapun kendala dalam akad mudharabah yaitu Bank enggan berpartisipasi pada instumen Profit Loss Sharing (PLS) karena beberapa alasan, diantaranya adalah risiko interen pada bank, tambahan biaya monitoring, kurangnya transparansi dan keengganan para deposan untuk mengambil risiko. Kata Kunci:    Akuntansi, Pembiayaan, Pembiayaan Mudharabah, PSAK 105, Perbankan Syariah

    ANALISIS PEMBIAYAAN PROPERTI MENGGUNAKAN AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISAH PADA PERUMAHAN GRIYA HARTACU PATTALLASSANG KABUPATEN GOWA

    Full text link
    The Griya Hartacu Pattallassang Housing Complex, Gowa Regency has two financing agreements used and is one of the subsidized housing under the care of PT.  Three Great Revas.  This housing uses financing agreements, including the Murabahah KPR contract, and the Musyarakah Mutanaqisah contract.  The researcher himself focuses on the musyarakah mutanaqisah financing contract.  This study aims to find out how the Musyarakah Mutanaqisah contract is implemented, and how the Musyarakah Mutanaqisah contract is compatible with the Fatwa of the National Sharia Council No.  73/DSN-MUI/XI/2008.  The formulation of the problem is: (1), How is the Musyarakah Mutanaqisah contract implemented in the financing process for the Griya Hartacu housing in Pattallassang?  (2), Is the transaction process for musyarakahmutanaqishah financing contracts in accordance with the Fatwa of the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) No.  73/DSN-MUI/XI/2008?.  This research is a field research using qualitative research.  This research approach uses descriptive qualitative.  The subject of this research is the people who live in Griya Hartacu Pattallassang housing.  Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation.  The data validation technique uses theory and source triangulation techniques by collecting data and information from a variety of different sources.  The results of this study indicate that financing for the Griya Hartacu Pattallassang housing uses two financing agreements, namely a murabahah mortgage contract, and a musyarakahmutanaqisah contract.  These two contracts are also very influential in the transaction process of the people who are the actors in the two contracts.  The musyarakahmutanaqisah contract is reviewed with the Fatwa of the National Sharia Council No.  73/DSN-MUI/XI/2008, researchers have analyzed and reviewed and then researchers found that the financing of the musyarakahmutanaqisah contract is in accordance with the DSN-MUI fatwa, but the contract has not been fully used, only some buyers use the contract in the home buying process.Perumahan Griya Hartacu Pattallassang Kabupaten Gowa memiliki dua akad pembiayaan yang digunakan dan merupakan salah satu perumahan subsidi dibawah asuhan PT. Tiga Maha Rewa. Perumahan inimenggunakan akad pembiayaan antara lain akad KPR Murabahah, dan akad Musyarakah Mutanaqisah. Penelitisendiriberfokuspadaakadpembiayaanmusyarakahmutanaqisah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan akad Musyarakah Mutanaqisah, dan bagaimana kesesuaian akad musyarakah mutanaqisah dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 73/DSN-MUI/XI/2008. Adapun rumusan masalah yaitu: (1), Bagaimana pelaksanaan akad Musyarakah Mutanaqisah dalam proses pembiayaan pada   perumahan Griya Hartacu di Pattallassang? (2), Apakah proses transaksi akad pembiayaan musyarakah mutanaqishah sudah sesuai Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 73/DSN-MUI/XI/2008?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) menggunakan penelitian kualitatif. Penedekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di perumahan Griya Hartacu Pattallassang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data dengan teknik triangulasi teori dan sumber dengan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan pada perumahan Griya Hartacu Pattallassang menggunakan dua akad pembiayaan yaitu akad KPR murabahah, dan akad musyarakah mutanaqisah. Dua akad ini juga sangat berpengaruh dalam proses transaksi masyarakat yang menjadi pelaku dalam kedua akad tersebut. Akad musyarakah mutanaqisah dikaji dengan Fatwa DewanSyariah Nasional No. 73/DSN-MUI/XI/2008, Peneliti telah menganalisis dan mengkaji kemudian peneliti menemukan bahwa pembiayaan akad musyarakah mutanaqisah sudah sesuai dengan fatwa DSN-MUI namun akad tersebut belum digunakan secara menyeluruh hanya sebagian pembeli yang menggunakan akad tersebut dalam proses pembelian rumah

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Donatur dalam Membayar ZIS pada LAZ Al Azhar Sul-Sel : Moderasi Kepercayaan

    Full text link
    The purpose of this research is to know the effect of telemarketing and transparency use through social media to donor loyalty in paying ZIS at LAZ Al Azhar Sul-Sel with trust as moderate variable. The type of research used is quantitative research with questionnaire or lift as data collection tool. Respondents in this study are the community or donor who once paid zakat, infak, and alms at LAZ Al Azhar Sul-Sel. Samples analysis using Krijie Morgan formula and research measurement using data analysis of Structural Equation Model based Patrial Least Square (SEM PLS) using the SmartPLS 3 application. The results showed that based on the analysis of the coefficient of determination (r-Square) contributed of telemarketing, transparency, and trust to donor loyalty of 60,4% while 39,6% may be influenced by other factors outside of the study. From the results of statistical shows that telemarketing has positive and significant effect on the donor loyalty in paying ZIS at LAZ Al Azhar Sul-Sel, in addition to transparency also has a positive and significant effect on donor loyalty in paying ZIS at LAZ Al Azhar Sul-Sel, while trust does not moderate telemarketing on donor loyalty in paying ZIS at LAZ Al Azhar Sul-Sel, as much as trust is not moderating transparency to donor loyalty in paying at LAZ Al Azhar Sul-Sel

    ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN ZAKAT PERTANIAN DI DESA NGALI KECAMATAN BELO KABUPATEN BIMA

    Full text link
    The background of this research is that zakat is a pillar of Islam that must be carried out when the nisab and haul have arrived. Agricultural zakat is one of the obligatory zakat to be issued at harvest time and the nisab is the same as rice. Understanding is the ability to explain and interpret something, this study aims to determine the level of understanding of the people in Ngali Village, Belo District, Bima Regency regarding agricultural zakat. The formulation of the problem in this research is. How is the level of understanding of the people in Ngali Village, Belo District, Bima Regency towards agricultural zakat. The subjects of this research were the people of Ngali Village, Belo District, Bima Regency, while the subjects in this study were the people's understanding of agricultural zakat in Ngali Village, Belo District, Bima Regency. The type of research used is the type of field. The data sources used are prime and secondary data. While the data collection techniques are observation, questionnaires and documentation, to analyze the data using descriptive qualitative methods. The number of population in this study was 229 people using the slovin formula, based on the results of the research which showed through the answers of the respondents it could be concluded, an analysis of people's understanding of agricultural zakat in the village of Ngali, Belo sub-district, Bima district, answered "good" about agricultural zakat with a percentage of 64.70%, socialization is needed to the community so that people understand agricultural zakat.Latar belakang dari penelitian ini adalah zakat merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan bila sudah tiba nisab dan haulnya. Zakat pertanian adalah sala satu zakat yang wajib dikeluarkan pada masa panen dan nisabnya sama dengan padi. Pemahaman merupakan kemampuan menerangkan dan menginterprestasikan sesuatu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat di Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima terhadap zakat pertanian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah. Bagaimana tingkat pemahaman masyarakat di Desa Ngali Kecamatan     Belo Kabupaten Bima terhadap zakat pertanian . Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima sedangkan objek dalam penelitian pemahaman masyrakat terhadap zakat pertanian di Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis lapagan. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan data adalah obsevasi, angket dan dokumentasi, Untuk menganalisi data menggunakan metode deskriptif  kualitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 229 orang mengunakan rumus slovin, berdasarkan hasil penelitian yang menujukan melalui jawaban responden dapat disimpulkan, analisis pemahaman masyarakat terhadap zakat pertanian di Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten bima banyak menjawab “baik” tentang zakat pertanian degan presentase 64.70% diperlukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat memahami zakat pertanian

    Implementasi Akad Mudharabah Pada Petani Bawang Merah Di Desa Telle Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone

    Full text link
    The purpose of this study is to determine the concept of cooperation with shallot farmers in Telle Village, Ajangale District, Bone Regency and to determine the application of mudharabah contracts to shallot farmers in Telle Village, Ajangale District, Bone Regency, in accordance with the fatwa of the Indonesian MUI National Sharia Council No: 115/DSN- MUI/IX/2017 regarding mudharabah contracts. The research method used by researchers is a descriptive qualitative method using a case study approach, based on the results of the study it can be concluded that the concept of cooperation between capital owners and capital managers of shallot farmers in Telle Village, Ajangale District, Bone Regency is a system of cooperation using the concept of a contract agreement between owners capital with shallot farmer managers in profit sharing where capital is issued first and the rest will be divided in two, which means that the capital owner gets two parts and the shallot farmer manager gets one part with the risk of loss being borne by the capital owner and the suitability of implementing mudharabah contracts for onion farmers The red flag in Telle Village, Ajangale District, Bone Regency is not fully in accordance with the fatwa of the MUI National Sharia Council No: 115/DSN-MUI/IX/2017 concerning mudharabah contracts because in practice there is one condition that does not comply with the conditions contained in the fatwa MUI National Sharia Council No: 115/DSN-MUI/IX/2017 Concerning Mudharabah Contracts, namely regarding the profit sharing ratio where farmers in Telle village, Ajangale District, Bone Regency, there is no profit sharing agreement stated at the time of the contract, while in the DSN MUI fatwa No: 115/DSN-MUI/IX/2017 concerning Mudharabah Contracts, the profit sharing ratio must be agreed at the time of the contract.Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui konsep kerjasama pada petani bawang merah di Desa Telle Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone dan untuk mengetahui penerapan akad mudharabah pada petani bawang merah di Desa Telle Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone sudah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Indonesia No:115/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad mudharabah. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep kerjasama antara pemilik modal dengan pengelola modal petani bawang merah di Desa Telle Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone merupakan sistem kerja sama dengan menggunakan konsep akad perjanjian antara pemilik modal dengan pengelola petani bawang merah dalam pembagian hasil dimana modal terlebih dahulu dikeluarkan dan sisanya akan di bagi dua yang artinya pemilik modal mendapatkan dua bagian dan pengelolah petani bawang merah mendapatkan satu bagian dengan resiko kerugian ditanggung oleh pemilik modal dan Kesesuaian penerapan akad mudharabah pada petani bawang merah di Desa Telle Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone tidak sepenuhnya sesuai dengan  fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No: 115/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad mudharabah karena dalam praktek kerjasama tersebut ada satu syarat  yang tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ada dalam fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No: 115/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Mudharabah yaitu tentang nisbah bagi hasilnya yang dimana petani di desa Telle Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone tidak ada kesepakatan bagi hasil yang dinyatakan pada saat akad sedangkan dalam fatwa DSN MUI No: 115/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Mudharabah, nisbah bagi hasil harus disepakati pada saat akad

    Pengaruh Trust terhadap Minat Masyarakat Membayar Zakat pada BAZNAS Kab. Sidrap dengan Religiusitas sebagai Variabel Moderating

    Full text link
    The purpose of this study is to test and determine the effect of trust on people's interest in paying zakat at BAZNAS Kab. Sidrap with religiosity as a moderating variable. This type of research is quantitative research with a survey approach. The population is the Muslim community in the Tellu Limpoe sub-district of 16,008 people using the Krijchie Morgan formula, so the sample obtained is 375 people. The sampling technique is using a non-probability sampling technique, namely with the following criteria: (1) People of Tellu Limpoe District, (2) Islam, (3) Have their own income, and (4) Willing to become informants. This study uses primary data, namely direct responses of respondents through questionnaires and references to journals and books. The data collection method is by distributing questionnaires and via the Google form. The data analysis technique is SEMPLS using the SmartPLS 3 application. The results of this study are that trust positively and significantly influences people's interest in paying zakat at BAZNAS Kab. Sidrap and religiosity do not moderate trust in people's interest in paying zakat at BAZNAS Kab. Sidrap

    IMPLIKASI KONSEP ECONOMIC VALUE OF TIME DALAM MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

    Full text link
    Dalam ekonomi uang merupakan hal yang sangat penting, ekonomi itu sendiri adalah aktivitas mengelola keuangan dan modal dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam ekonomi konvensional mengenal istilah atau konsep Time Value of Money yang secara sederhana dapat diartikan uang memiliki nilai untuk masa yang akan datang, konsep ini sangat bermanfaat dalam perencanaan di masa depan selain itu konsep ini juga sering digunakan dalam managemen keuangan ketika pengambilan keputusan seperti melakukan investasi  pada suatu aktiva dan menentukan sumber dana pinjaman, maka pemahaman akan nilai waktu atas uang ini menjadi sangat krusial. Namun, islam lebih mengenal uang sebagai flow concept artinya uang harus selalu berputar dalam perekonomian tidak boleh dibiarkan menganggur dalam waktu yang lama karenanya dalam ekonomi islam lebih mengenal konsep Economic Value of Time yaitu waktu memiliki nilai ekonomi, konsep ini sesuai dengan ajaran islami yang efisien dan adil karena tidak mendasar pada penerapan metode bunga
    corecore