1,720,977 research outputs found
Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Komitmen Organisasi Melalui Motivasi Keja Sebagai Variabel Intervening
Penelitian ini mengkaji pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasi dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Hotel Swiss-Belinn SKA Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 95 karyawan. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh, di mana seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 3.2 untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan nilai t-statistik sebesar 1.141 (p-value 0.254). Namun, gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi dengan nilai t-statistik sebesar 3.365 (p-value 0.001). Motivasi kerja ditemukan memiliki peran mediasi signifikan dalam hubungan antara budaya organisasi dan komitmen organisasi dengan nilai t-statistik sebesar 4.543 (p-value 0.000). Sebaliknya, pengaruh mediasi motivasi kerja antara gaya kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi tidak signifikan dengan nilai t-statistik sebesar 1.677 (p-value 0.094). Penelitian ini menyoroti pentingnya gaya kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan komitmen organisasi melalui motivasi kerja, meskipun budaya organisasi sendiri tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa manajemen hotel perlu fokus pada pengembangan dan pemeliharaan gaya kepemimpinan transformasional yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi dan akademisi dalam mengelola sumber daya manusia di industri perhotelan yang kompetitif
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SMA MUHAMMADIYAH 1 DAN SMA MUHAMMADIYAH 4 KOTA BENGKULU
Changing the learning culture of teacher centered learning to student centered learning requires teachers to be able to choose a teaching method that is able to enhance the activity of students in learning. Based on observations, teachers in SMA Muhammadiyah 1 and 4 are generally still using conventional methods. This condition causes the students tend to be passive in the learning process, resulting in the average value of students in several areas of study under standard KKM of School. Besides, the school is less stimulating teachers to make innovations in learning. Forms of activity to be undertaken is the lesson study workshop for teachers in partner schools. Open lesson followed by reflection and evaluation of the implementation of lesson study workshop. Science and technology activities for the Community (IbM) which has been implemented can improve the knowledge and understanding of teachers about lesson study based learning. This activity can change the learning patterns from teacher centered learning to student centered learning. Thus an increase in activity of students and teachers in class. Keywords: Lesson Study, SMA Muhammadiyah 1 and 4, Bengkul
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Employee Engagement Melalui Kepuasan Kerja Karyawan Sebagai Variabel Intervening Pada CV. Prima Sugih Abadi
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi mempengaruhi employee engagement, dengan kepuasan kerja sebagai faktor yang memediasi hubungan tersebut sebagai variabel mediasi, di CV. Prima Sugih Abadi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini mengevaluasi hubungan antara budaya organisasi, kepuasan kerja, dan keterlibatan karyawan. Data dikumpulkan melalui survei yang disebarkan kepada karyawan CV. Prima Sugih Abadi menggunakan kuesioner untuk mengukur persepsi mereka tentang budaya organisasi dan dampaknya terhadap kepuasan kerja serta keterlibatan mereka. Hasil analisis statistik memperlihatkan bahwa budaya organisasi yang positif secara signifikan meningkatkan kepuasan kerja, yang kemudian memediasi hubungan antara budaya organisasi dan employee engagement. Ini menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor kunci dalam memperkuat keterlibatan karyawan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar CV. Prima Sugih Abadi memperkuat praktik manajemen sumber daya manusia yang mendukung budaya organisasi yang inklusif, guna menciptakan kepuasan kerja dan keterlibatan karyawan. Kajian ini juga memberikan kontribusi baru dalam literatur manajemen sumber daya manusia dengan menunjukkan bagaimana budaya organisasi yang baik dapat memperkuat keterlibatan dan kepuasan karyawan dalam lingkungan kerja yang kompetitif
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Perawat pada RSUD Bangkinang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap kepuasan kerja perawat pada RSUD Bangkinang. Untuk penelitian ini dalam pengambilan sampel menggunakan metode sensus/sampling total. Penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari kuesioner dan diberikan kepada 109 responden penelitian. Dari 109 kuesioner yang disebarkan, namun kuesioner yang hanya kembali kepada peneliti dan yang hanya benar – benar terisi secara lengkap keseluruhan sebanyak 80 kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diuji dengan program SPSS 26 yaitu menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, uji t dan uji F. Hasil uji F diperoleh sig. < 0,05 berarti lingkungan kerja dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja perawat pada RSUD Bangkinang. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja
Pengaruh Talent Management terhadap Turnover Intention melalui Kepuasan Kerja Karyawan pada Hotel Grand Zuri Pekanbaru
This study at the Grand Zuri Hotel Pekanbaru seeks to ascertain the impact of talent management on employee job satisfaction and turnover intention.. The independent variable is talent management (X) and the intermediary or mediating variable is job satisfaction (Z). while the dependent variable is turnover intention (Y). A questionnaire with Likert scale measurements is used in this study. Using the software SmartPls 4.0, perform a linear regression analysis. 90 Grand Zuri Hotel Pekanbaru staff members made up the study's population. Using the total census/sampling method as the sample technique. From the results of the tests conducted, it shows that talent management has a negative and significant effect on talent management, talent management has a positive and significant effect on job satifsfaction, job satisfaction has a negative and significant effect on turnover intention and talent management has a negative and significant effect on turnover intention through job satisfaction
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi Terhadap Loyalitas Karyawan Pada PT. Jasa Raharja Cabang Riau
Penelitian ini ditujukan guna mengkaji pengaruh dari pengaruh kepemimpinan transformasional serta budaya organisasi terhadap Loyalitas Karyawan pada PT Jasa Raharja Cabang Riau. Metode yang dipakai guna melakukan penelitian yakni deskriptif kuantitatif. Data penelitian berasal dari data primer serta data sekunder. Data primer didapati dari responden melalui kuesioner yang dibagikan terdiri atas 32 pernyataan. Populasi pada penelitian ialah seluruh anggota karyawan PT. Jasa Raharja Cabang Riau, Pekanbaru. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini membuktikan (1) kepemimpinan transformasional menghadirkan pengaruh terhadap loyalitas karyawan, (2) budaya organisasi menghadirkan pengaruh terhadap loyalitas karyawan, (3) kepemimpinan transformasional serta budaya organisasi menghadirkan pengaruh terhadap loyalitas karyawan. Dari uji F, menunjukkan ada hubungan antar variabel X serta Y dikarenakan nilai Fhitung > Ftabel. Hasil dari R square sejumlah 0,791. Nilai tersebut menunjukkan 79,1% variabel kepemimpinan serta budaya organisasi menghadirkan pengaruh terhadap loyalitas karyawan di PT.Jasa Raharja Cabang Riau, yang mana 20,9% dipengaruhi variabel yang tidak diikut sertakan pada penelitian in
Pengaruh Penilaian Prestasi Dan Kompetensi Kerja Terhadap Promosi Jabatan Pada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Kota
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penilaian prestasi dan kompetensi kerja terhadap promosi jabatan pada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistic deskriptif dan regresi liniear berganda. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 responden dengan menggunakan teknik total sampling dan menggunakan kuesioner/angket serta wawancara sebagai instrument penelitian. Melalui uji instrument dan teknik analisis data yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji persamaan regresi, uji parsial, uji simultan, dan uji koefisien determinasi, di peroleh hasil bahwa penilaian prestasi (X1) berpengaruh positif dan signifikanterhadap promosi jabatan (Y), kompetensi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap promosi jabatan (Y), dan penilaian prestasi (X1) dan kompetensi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap promosi jabatn (Y) pada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Kot
Miskonsepsi Materi Genetika tentang Ekspresi Gen
This study aims to identify and see cases of genetic material misconceptions in class XII IPA SMA Negeri 09 Bengkulu City. This research is a descriptive study, the population in this study were all students of class XII Science SMA Negeri 09 Bengkulu City, totaling seven classes. The sampling technique was done by cluster sample and two classes were selected, namely class XII Natural Sciences 2 and class XII Natural Sciences 7. The total sample used was 91 students. Data collection techniques in this study were two-dimensional diagnostic test instruments consisting of 40 multiple choice questions with a level of confidence (CRI). The results showed there were students\u27 misconceptions of Genetic material by 35.01%. Of the eight learning indicators there are three indicators with a high number of misconceptions, namely indicator 8 (describing the process of protein synthesis, 33.46%), indicator 5 (describing the structure of RNA, 36.84%), and indicator 2 (describing the relationship of cells, chromosomes , genes, with DNA, 37.45%). Based on the cognitive level of the test, students experienced the most misconceptions at C5 (evaluation, 41.94%). Conclusion, Misconceptions experienced by students in learning genetic material about gene expression are in 3 indicators which are the highest of 8 indicators, causes of misconception due to lack of reference sources or information, the concept of genetic substance concept that is abstract, many foreign terms, difficult language, and the unpreparedness of students in accepting material delivered by the teacher.
Keywords: Gene Expression, Genetic Material, Misconceptio
Iklim Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional sebagai Strategi Mempertahankan Komitmen Organisasi Pada PT. Bumi Siak Pusako
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim organisasi dan kepemimpinan transformasional sebagai strategi dalam mempertahankan komitmen organisasi di PT. Bumi Siak Pusako. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan perusahaan terdiri dari 18 pernyataan. Sampel terdapat 72 responden karyawan dari populasi sebanyak 259 karyawan. Skala pengukuran menggunakan skala likert. Analisis data meliputi : uji validitas, uji reliabilitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, uji normalitas, uji regresi linier sederhana,uji regresi linier berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan, (1) Terdapat pengaruh yang signifikan iklim organisasi sebagai strategi mempertahankan komitmen organisasi pada PT. Bumi Siak Pusako, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan transformasional sebagai strategi mempertahankan komitmen organisasi pada PT. Bumi Siak Pusako, dan (3) Terdapat pengaruh yang signifikan iklim organisasi dan kepemimpinan transformasional sebagai strategi mempertahankan komitmen organisasi pada PT. Bumi Siak Pusako
Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Loyalitas Karyawan Melalui Kepuasan Karyawan Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Hotel Swiss-Belinn Ska Pekanbaru)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh budaya organisasi dan motivasi terhadap loyalitas karyawan dengan kepuasan karyawan sebagai variabel intervening pada karyawan Hotel Swiss-Belinn SKA Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Hotel Swiss-Belinn SKA Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan pendekatan Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan dengan nilai t-statistik sebesar 3.398. Motivasi juga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan dengan nilai t-statistik sebesar 2.394. Selain itu, kepuasan karyawan ditemukan memiliki pengaruh signifikan sebagai variabel intervening dalam hubungan antara budaya organisasi dan loyalitas karyawan, serta antara motivasi dan loyalitas karyawan, dengan nilai t-statistik masing-masing sebesar 2.061 dan 2.498. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan budaya organisasi dan motivasi yang baik dapat meningkatkan loyalitas karyawan melalui peningkatan kepuasan kerja mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya budaya organisasi yang kuat dan motivasi yang tinggi dalam menciptakan lingkungan kerja yang memuaskan bagi karyawan, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas mereka terhadap perusahaan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa manajemen hotel perlu fokus pada pengembangan dan pemeliharaan budaya organisasi yang positif serta memberikan motivasi yang efektif untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan. Kesimpulan ini memberikan wawasan berharga bagi para praktisi dan akademisi dalam mengelola sumber daya manusia di industri perhotelan yang kompetitif
- …
