1,720,979 research outputs found
STRATEGI DAN PROGRAM PENGUATAN DAYA SAING BARANG KAYU DAN HASIL HUTAN DI KOTA TARAKAN
Produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) yang tergolong dalam kelompok barang kayu dan hasil hutan di Kota Tarakan memiliki daya saing yang tinggi. Namun daya saing tersebut masih dapat ditingkatkan serta perlu dikuatkan, karena adanya persaingan dalam pemasaran produk yang dihasilkan oleh industri pengolahan yang berada di dalam dan di luar Kota Tarakan. Tujuan dari studi ini adalah untuk merumuskan strategi dan program penguatan daya saing barang kayu dan hasil hutan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Studi dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2015. Penelitian ini mengumpulkan data primer dan sekunder. Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats/SWOT) digunakan untuk menganalisis data. Daya saing barang kayu dan hasil hutan di Kota Tarakan berada pada kuadran agresif. Strategi penguatan daya saing barang kayu dan hasil hutan antara lain peningkatan kemampuan IKM dalam memperoleh bahan baku, modal usaha, manajemen produksi dan keuangan, pemasaran, dan akses terhadap kegiatan pembinaan. Program penguatan daya saing barang kayu dan hasil hutan antara lain program peningkatan ketersediaan hasil hutan baik kayu dan non kayu, aksesibilitas ke lembaga keuangan, dan pembinaan manajemen produksi dan manajemen usaha, serta program pengembangan pasar di dalam dan luar negeri bagi produk-produk IKM
SEBARAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN DI KALIMANTAN TIMUR
Hasil Sensus Pertanian tahun 2003 dan 2013 menunjukkan jumlah rumah tangga pertanian pada tahun 2013 (22% dari total rumah tangga) di Kalimantan Timur menurun dibandingkan tahun 2003 (34,85%). Penurunan jumlah rumah tangga pertanian dapat berdampak pada kuantitas dan kualitas produksi pertanian yang dihasilkan setiap kota/kabupaten. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui jumlah dan pertumbuhan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) di Kalimantan Timur serta sebaran RTUP tahun 2003 dan 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2017 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Data sekunder dikumpulkan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil studi menunjukkan bahwa jumlah RTUP di Kalimantan Timur pada tahun 2003 dan 2013 berturut-turut adalah 203.179 rumah tangga dan 180.614 rumah tangga. Berarti terjadi pertumbuhan negatif jumlah RTUP di Kalimantan Timur sebesar -11,11% dalam kurun waktu 10 tahun tersebut dan rumah tangga pertanian tersebar tidak merata di seluruh kota/kabupaten di Kalimantan Timur.</jats:p
Penerapan Metode Ceramah Variasi Dan Diskusi Serta Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas V Di SDN 3 Grobogan.
RESTON FAAL P'ArrZtj SETELAH PEMBERIA1N STUDI PADA PENDERITA USIA 40 TAHUN KK ATAS YANG MENJALANI OPERASI ABDOMEN BAGIAN BAWAH
The effect of giving aminophyllin against the result of lung test to the patients above 40 years old who take operation at the lower part of their abdomen has been evaluated in 40 patients divided into the group of control and aminophyllin proved to have same numbers. The objective of this research is to find out wether the giving of aminophyllin supositoria 4-6 mg/kg.BW of pre-operation is able to improve the result of lung test to the said patients.
The research will include the clinic research with .pre test-post test control group design and will be done at the Central Surgery Installation of Dr. Kariadi Hospital from May to july 1998 by using matching technique to equalize the condition of both groups.
This being selected, the patients were cheked their result of lung test which consisting of tidal volume (TV), inspiratory reserve volume (IRV), expiratory reserve volume (ERV), force ekspiratory volume 1 sec (FEV1) dan vital capacity (VC). Aminophyllin supositoria 4-6 mg/kg. BW 5 minutes was given after induction to the group of aminophyllin. Both groups got induction of propofol 2 mg/kg. BW, vecuroniun 0,1 mg/kb. BW and enfluran oxygen and N20 was given for maintenance. At the end of operation, reserve with sufas atropin and neostig the result of lung test after oepration was done. The result of this observation was compared and made statistical test using T-test with degree of means 5% (FD. 0,05).
Deficiency of obstrutive lung was found out to 10% of this research subyects with FEV1/VC between 63% to 69% . The result of lung test after operation to both groups showed declining compared to the result of lung test pre-operation. The group of control declined between 13% - 24% while the aminophyllin group between 11% - 16%. This distinction was not statisticallya difference of means for TV, IRV,ERV and VC. While the difference of means was found at FEV1. This research shows that the giving of aminophyllin supositoria pre-operation to the patients above 40 years old who take operation at the lower part of their abdomen is able to heal FEV1.
Pengaruh pemberian aminofilin terhadap hasH tes faal paru (TFP) pada penderita 40 tahun keatas yang menjalani operasi abdomen bagian bawah telah diteliti pada 40 penderita yang terbagi dalam kelompok kontrol dan aminofilin sama banyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pemberian aminofilin supositoria 4-6 mg/kgBB pre operasi mampu memperbaiki hasil TFP penderita tersebut diatas.
Penelitian ini termasuk penelitian klinik dengan rancangan pre test post test control group design, dilakukan di Instalasi Bedah Sentral RS Dr Kariadi selama bulan Mei — Juli 1998, menggunakan tehnik metching untuk penyetaraan kondisi kedua kelompok.
Setelah dilakukan seleksi penderita diperiksa TFP yang terdiri dad tidal volume (TV), inspiratory reserve volume (IRV), expiratory reserve volume (ERV), force ekspiratoiy volume I sec (FEV-I) dan vital capacity (VC). Pada kelompok arninofilin diberikan aminofilin supositoria 4-6 mg/kgBB 5 menit setelah induksi. Kedua kelompok mendapat induksi PropofoI 2 mg/kgBB, Vekuronium 0,1 rng/kgBB dan untuk rumatan diberikan enfluran oksigen dan N20. Pada akhir operasi dilakukan reverse dengan sufas atropin dan neostigmin. Setelah penderita sadar penuh dilakukan TFP pasca operasi. HasH pengamatan dibandingkan dan dilakukan uji statistik menggunakan uji beda rerata (T-tes) dengan derajat kemaknaan 5% (Psz 0,05).
Ditemukan kelainan paru obstrutif pada 10% subyek penelitian dengan FEV1NC antara 63%-69%. Hasil TFP pasca operasi pada kedua kelompok mengalami penurunan dibandingkan dengan TFP pre operasi. Kelompok kontrol menurun antara 13% — 24% sedangkan pada kelompok aminofilin antara 11% - 16%. Perbedaan tersebut secara statistik tidak berbeda bermakna untuk TV, IRV, ERV dan VC. Sedangkan pada FEV1 terdapat perbedaan yang bermakna. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian aminofilin supositoria pre operasi pada penderita usia 40 th. ke atas yang menjalani operasi abdomen bagian bawah dapat memperbaiki FEV1
RESTON FAAL PARU SETELAH PEMBERIAN STUDI PADA PENDERITA USIA 40 TAHUN KK ATAS YANG MENJALANI OPERASI ABDOMEN BAGIAN BAWAH
The effect of giving aminophyllin against the result of lung test to the patients above 40 years old who take operation at the lower part of their abdomen has been evaluated in 40 patients divided into the group of control and aminophyllin proved to have same numbers. The objective of this research is to find out wether the giving of aminophyllin supositoria 4-6 mg/kg.BW of pre-operation is able to improve the result of lung test to the said patients.
The research will include the clinic research with .pre test-post test control group design and will be done at the Central Surgery Installation of Dr. Kariadi Hospital from May to july 1998 by using matching technique to equalize the condition of both groups.
This being selected, the patients were cheked their result of lung test which consisting of tidal volume (TV), inspiratory reserve volume (IRV), expiratory reserve volume (ERV), force ekspiratory volume 1 sec (FEV1) dan vital capacity (VC). Aminophyllin supositoria 4-6 mg/kg. BW 5 minutes was given after induction to the group of aminophyllin. Both groups got induction of propofol 2 mg/kg. BW, vecuroniun 0,1 mg/kb. BW and enfluran oxygen and N20 was given for maintenance. At the end of operation, reserve with sufas atropin and neostig the result of lung test after oepration was done. The result of this observation was compared and made statistical test using T-test with degree of means 5% (FD. 0,05).
Deficiency of obstrutive lung was found out to 10% of this research subyects with FEV1/VC between 63% to 69% . The result of lung test after operation to both groups showed declining compared to the result of lung test pre-operation. The group of control declined between 13% - 24% while the aminophyllin group between 11% - 16%. This distinction was not statisticallya difference of means for TV, IRV,ERV and VC. While the difference of means was found at FEV1. This research shows that the giving of aminophyllin supositoria pre-operation to the patients above 40 years old who take operation at the lower part of their abdomen is able to heal FEV1.
Pengaruh pemberian aminofilin terhadap hasH tes faal paru (TFP) pada penderita 40 tahun keatas yang menjalani operasi abdomen bagian bawah telah diteliti pada 40 penderita yang terbagi dalam kelompok kontrol dan aminofilin sama banyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pemberian aminofilin supositoria 4-6 mg/kgBB pre operasi mampu memperbaiki hasil TFP penderita tersebut diatas.
Penelitian ini termasuk penelitian klinik dengan rancangan pre test post test control group design, dilakukan di Instalasi Bedah Sentral RS Dr Kariadi selama bulan Mei — Juli 1998, menggunakan tehnik metching untuk penyetaraan kondisi kedua kelompok.
Setelah dilakukan seleksi penderita diperiksa TFP yang terdiri dad tidal volume (TV), inspiratory reserve volume (IRV), expiratory reserve volume (ERV), force ekspiratoiy volume I sec (FEV-I) dan vital capacity (VC). Pada kelompok arninofilin diberikan aminofilin supositoria 4-6 mg/kgBB 5 menit setelah induksi. Kedua kelompok mendapat induksi PropofoI 2 mg/kgBB, Vekuronium 0,1 rng/kgBB dan untuk rumatan diberikan enfluran oksigen dan N20. Pada akhir operasi dilakukan reverse dengan sufas atropin dan neostigmin. Setelah penderita sadar penuh dilakukan TFP pasca operasi. HasH pengamatan dibandingkan dan dilakukan uji statistik menggunakan uji beda rerata (T-tes) dengan derajat kemaknaan 5% (Psz 0,05).
Ditemukan kelainan paru obstrutif pada 10% subyek penelitian dengan FEV1NC antara 63%-69%. Hasil TFP pasca operasi pada kedua kelompok mengalami penurunan dibandingkan dengan TFP pre operasi. Kelompok kontrol menurun antara 13% — 24% sedangkan pada kelompok aminofilin antara 11% - 16%. Perbedaan tersebut secara statistik tidak berbeda bermakna untuk TV, IRV, ERV dan VC. Sedangkan pada FEV1 terdapat perbedaan yang bermakna. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian aminofilin supositoria pre operasi pada penderita usia 40 th. ke atas yang menjalani operasi abdomen bagian bawah dapat memperbaiki FEV1
INVENTARISASI KEGIATAN PERTANIAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT
Inventory of Agricultural Activities in West Kutai Regency. The aim of this study was to inventory of agricultural activities in Kutai Kartanegara Regency. This study covered economic activities at agriculture sector of paddy, food crops, horticulture crops, estate, forestry, livestock, and fisheries. Data were collected from Statistics of West Kutai Regency. The descriptive analysis method was applied to inventory some agricultural activities. In study location, there are farming activities which developed consist of wetland paddy and dryland paddy, 6 kinds of food plants, 10 kinds of vegetables, 19 kinds of fruits. Also, animal husbandry 7 kinds livestock, fishing culture and fishing catch. The other developed activities is processing timber and non timber forest products
ANALISIS POTENSI EKONOMI LOKAL DAN MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU
Kabupaten Mahakam Ulu memiliki sumberdaya yang sebagian telah dikelola oleh masyarakat menjadi kegiatan ekonomi yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melakukan assessment serta melukiskan model pengembangan pertanian di Kabupaten Mahakam Ulu. Statistika deskriptif digunakan untuk menganalisis data penelitian. Kabupaten Mahakam Ulu memiliki potensi ekonomi yang terdapat pada berbagai lapangan usaha. Terdapat peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal di wilayah tersebut. Potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan sumberdaya fisik mendukung pengembangan kegiatan ekonomi pada tingkat lokal di Kabupaten Mahakam Ulu. Peengembangan pertanian dapat dilakukan dengan program/kegiatan yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal. Model pengembangan pertanian menunjukkan pembangunan pertanian dipengaruhi dan didukung oleh pembangunan pada lapangan usaha lainnya
Pemberian Makan Tambahan Program B2SA Upaya Mengatasi Stunting di Desa Babulu Laut Kabupaten Penajam Paser Utara Propinsi Kalimantan Timur
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) B2SA merupakan salah satu upaya strategis dalam memperbaiki status gizi dan mencegah stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program PMT B2SA terhadap pertumbuhan fisik anak di Desa Babulu Laut, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 40 anak balita yang mendapat PMT B2SA sebanyak 36 kali selama periode Agustus hingga Oktober 2024. Data antropometri meliputi berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan lingkar kepala (LK) diukur sebelum dan setelah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada BB (p=0,054), TB (p=0,291), dan LK (p=0,104) setelah pemberian PMT B2SA. Meskipun demikian, program ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Disimpulkan bahwa PMT B2SA perlu didukung dengan intervensi yang lebih komprehensif, durasi lebih panjang, dan pemantauan berkelanjutan untuk mencapai dampak yang signifikan terhadap penurunan stunting. Rekomendasi penelitian mencakup kolaborasi multipihak, peningkatan kualitas intervensi, dan edukasi gizi berkelanjutan
Zonation of Development Area of Agriculture, Forestry, and Fisheries Sector in West Kutai Regency
The effort of development on agriculture, forestry, and fisheries sector in West Kutai Regency needs to be done by integrating the working program that will be formulated for a specific region. The aim of this study was to know the activities distribution and production of agriculture, forestry, and fisheries products in West Kutai Regency alsothe zone of development area for basis to formulate the efforts to develop agriculture, forestry, and fisheries sector. Studi was done from January to March 2018 in West Kutai Regency, East Kalimantan Province. Data collected in this study were secondary data from Statistics West Kutai Regency. Data analysis by using descriptive statistics was applied to determine zone of development area.Geografics Information System (GIS) was used to make map of area zonation.Area of West Kutai Regency could be divided into 3zonesbased on wide of agriculture and fisheries areas, they are narrow area of agriculture and fisheries (Zone I = 5.030,65 – 11.397,71 ha), medium (Zone II = 11.397,72 – 17.764,80 ha), and wide (Zone III = 17.764,81 – 24.131,89 ha).Zone I includes Districts of Bongan, Penyinggahan, Muara Pahu, Muara Lawa, Bentian Besar, Linggang Bigung, Nyuatan, M. Manaar Bulatn, and Tering. Zone II consists Districts of Barong Tongkok and Long Iram. Zone III is Districts of Jempang, Damai, Melak, Siluq Ngurai, and Sekolaq Darat
- …
