35 research outputs found

    MUHAMMAD IQBAL’S ISLAMIC EDUCATION PHILOSOPHY

    No full text
    : Education and curriculum are a unity to support human life for the better, where the formulation of the curriculum must be based on physiological, sociological, and anthropological foundations to create good and perfect educational goals. Adjusting the curriculum to the times is a response so that education remains relevant and useful for human life. The Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) curriculum is one of the answers to efforts to adapt to the times, where, in its implementation, the MBKM curriculum provides flexibility to educational institutions and students in the learning process to achieve the desired academic goals. In this study, the author will analyze the MBKM curriculum from the point of view of Islamic philosophy initiated by Muhammad Iqbal, namely Islamic educational reconstructionism and theistic existentialism. Although Muhammad Iqbal never wrote a specific work on education, his philosophical values can be used as a foundation in education because they contain a lot of meaning on how to make a complete human being in life. This research uses the library research method by collecting data from scientific journal articles related to the discussion of research and analyzing the data collected and interpreting it in a discussion. The result of this study is that the MBKM curriculum upholds the principles of independence and self-reliance, but in the view of Muhammad Iqbal’s reconstructionism and existentialism philosophy, there are shortcomings, namely the cultivation of intense spiritual values, individual and community relationships, and a sense of responsibility after freedom of choice. So that from Muhammad Iqbal’s point of view, which is based on creativity, freedom, and spirituality, the MBKM curriculum requires a review to create a holistic education to realize an insān kāmil person who is not only proficient in the field of worldly knowledge but also balanced with religious knowledge

    MUHAMMAD IQBAL’S ISLAMIC EDUCATION PHILOSOPHY: CRITICAL ANALYSIS MBKM CURRICULUM

    No full text
    : Education and curriculum are a unity to support human life for the better, where the formulation of the curriculum must be based on physiological, sociological, and anthropological foundations to create good and perfect educational goals. Adjusting the curriculum to the times is a response so that education remains relevant and useful for human life. The Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) curriculum is one of the answers to efforts to adapt to the times, where, in its implementation, the MBKM curriculum provides flexibility to educational institutions and students in the learning process to achieve the desired academic goals. In this study, the author will analyze the MBKM curriculum from the point of view of Islamic philosophy initiated by Muhammad Iqbal, namely Islamic educational reconstructionism and theistic existentialism. Although Muhammad Iqbal never wrote a specific work on education, his philosophical values can be used as a foundation in education because they contain a lot of meaning on how to make a complete human being in life. This research uses the library research method by collecting data from scientific journal articles related to the discussion of research and analyzing the data collected and interpreting it in a discussion. The result of this study is that the MBKM curriculum upholds the principles of independence and self-reliance, but in the view of Muhammad Iqbal’s reconstructionism and existentialism philosophy, there are shortcomings, namely the cultivation of intense spiritual values, individual and community relationships, and a sense of responsibility after freedom of choice. So that from Muhammad Iqbal’s point of view, which is based on creativity, freedom, and spirituality, the MBKM curriculum requires a review to create a holistic education to realize an insān kāmil person who is not only proficient in the field of worldly knowledge but also balanced with religious knowledge

    Pembelajaran Entreupreneurship Melalui Online Berdasarkan Connectivism

    No full text
    Pada era 90’an sistem belajar jarak jauh dapat dilakukan melalui media radio, televisi dan pembelajaran lewat buku modul. Sekarang seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta makin majunya perangkat alat komunikasi seperti telepon genggam, tablet layar sentuh yang memungkinkan orang berkomunikasi tatap muka melalui telpon genggam dan tablet. Pendidikan jarak jauh di dunia saat ini memasuki generasi ketiga seperti yang dikemukakan oleh Siemens (dalam Anderson & Dron, 2011). Pentingnya keunggulan dalam bersaing dalam era masyarakat madani sekarang ini perlu diwadahi oleh kemampuan dari individu yang berjiwa entreupreneurship. Oleh karena itu perlu adanya pemberdayaan kemampuan entrepreneurship melalui pembelajaran online berbasis connectivism sangat penting. Universitas Terbuka (UT) sebagai institusi pendidikan jarak jauh di Indonesia yang juga merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh dunia telah memasuki generasi ketiga. Pentingnya muatan budaya lokal dalam pembelajaran online merupakan salah satu pertimbangan dalam kebijakan terhadap mahamahasiswanya. Untuk itu pembelajaran entrepreneurship yang bermuatan lokal melalui online diharapkan dapat memajukan integritas mahamahasiswa yang lulusannya diharapkan dapat meneruskan generasi bangsa yang madani. Pembelajaran entrepreneurship yang ada di UT terdapat pada mata kuliah Kewirausahaan dan Kepemimpinan, sehingga diharapkan mahasiswa yang mengampu mata kuliah tersebut dapat memperkaya ilmu yang didukung oleh budaya Indonesia. Beberapa pertimbangan berdasarkan penelitian terhadap beberapa model pembelajaran online yang dilakukan diharapkan akan bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan jarak jauh di Indonesia dan di dunia pada umumnya, serta dapat digunakan oleh berbagai organisasi pendidikan yang mengutamakan pembelajaran online saat ini

    Upaya Peningkatan Partisipasi Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

    No full text
    Untuk memperkuat Universitas Terbuka (UT) posisi di benak para pemangku kepentingan, merek posisi strategis untuk menjadi sesuatu yang penting bagi UT. Oleh karena itu, UT menawarkan pendidikan dan menawarkan alternatif kualitas lebih tinggi / keunikan sistem ODL yang menawarkan keuntungan dari pelaksanaan proses belajar mandiri. Melalui strategi ini diharapkan UT akan lebih serius dalam keunggulan kompetitif seperti yang dinyatakan Aaker. (1998). Untuk bertahan di perusahaan abad ke‐21 harus tidak hanya menyediakan barang dan jasa untuk customer secara efisien tetapi harus memiliki sebuah keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Artikel ini membahas tentang penelitian yang telah dilakukan oleh penulis tentang bagaimana peningkatan partisipasi mahasiswa PS Ilmu Administrasi Bisnis sebagai pendidikan jarak jauh, terutama karena program administrasi bisnis. Dan kita akan membahas bagaimana memperkuat daya saing UT terutama program studi administrasi bisnis di masyarakat sehingga dapat meningkatkan daya tarik bagi siswa untuk mengikuti kursus program studi administrasi bisnis melalui analisis SWOT

    Implementasi metode Sab’ul Matsani dalam meningkatkan daya ingat menghafal Al Quran di Pondok Pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo

    No full text
    INDONESIA: Alquran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dan dijamin keasliannya. Dalam proses penjagaan Allah SWT. terhadap Alquran dapat dihimpun ke dalam beberapa fase. Dalam menjaga kemurnian serta kesucian Alquran yang banyak dilakukan kaum muslimin dalam menghafal kalamullah ini, maka diperlukan metode-metode menghafal guna membantu untuk mempermudah para huffazh. Salah satu metode tersebut ialah Sab’ul Matsani. Penelitian tertarik untuk meniliti metode ini karena dianggap lebih efektif di dalam menghafal al quran, yang mana dalam metode ini memiliki nilai plus di dalam meningkatkan daya ingat, sebagaimana yang telah dirumuskan sebagai berikut : (1) Bagaimana pelaksanaan metode sab’ul matsani dalam meningkatkan kecepatan dan daya ingat menghafal al quran di pondok pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo?. (2) Bagaimana dampak metode sab’ul matsani dalam meningkatkan kecepatan dan daya ingat menghafal al quran di pondok pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, interview, dan dokumentasi. pada penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan tingkat daya ingat menghafal Alquran di pondok pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Di dalam penelitian kualitatif tidak bergantung pada jumlah atau banyaknya hasil yang didapatkan atas suatu perbuatan, namun dalam hal ini akan selalu menitik beratkan pada nilai mutu dan kualitas yang akan diperoleh nantinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan metode sab’ul matsani dalam meningkatkan kecepatan dan daya ingat menghafal al quran di pondok pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo, dilaksanakan melalui tiga teknik yaitu : (a) Tartibu Sab’ah untuk santri kelompok A (b) Teknik Takriru Sab’ah untuk santri kelompok B,. (c)Teknik Taksiru Sab’ah untuk santri kelompok C,. Sedangkan Dampak metode sab’ul matsani dalam meningkatkan kecepatan dan daya ingat yaitu : (1) santri dapat menyelesaikan hafalan setiap satu juz dalam waktu rata-rata 18 hari, (2) dampak metode sab’ul matsani dalam meningkatkan kecepatan dan daya ingat menghafal al quran di pondok pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggoyaitu setiap santri yang telah menyelesaikan satu juz memiliki daya ingat yang baik, di buktikan dengan dapat diadakan nya ujian setiap selesai 1 juz yang telah dihafalkan sebagai syarat untuk melangkah pada juz selanjutnya. ENGLISH: Al qur’an from God’s saying who has been divined revelation to Prophet Muhammad SAW to Jibril Angel and guaranteed the originally. In keeping process by Allah SWT. Toward Al Qur’an could be assembled to some phases. In keeping the purity and the holy of Al Qur’an who has been done by Moslems family in learning by heart the Kalamullah, so it’s needed the methods of learning by heart by helping to make easy the Haffazh. One of the methods is Sab’ul Matsani. The researcher is interested in researching the method because more affective in learning by heart of Al Qur’an, which one in this method has plus point in increasing attentive energy, such as has been formulated at cetera: (1) How does the method of Sab’ul Matsani in increasing celerity and attentive energy to learn by heart Al Qur’an in Pondok Pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo? (2) How does the impact of the method Sab’ul Matsani in increasing celerity and attentive energy to learn by heart of Al Qur’an in Pondok Pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Probolinggo? The method who has been used in this research is qualitative by using observation techniques, interview, and documentation. In this research try to describe attentive energy level to learn by heart of Al Qur’an in Pondok Pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Probolinggo. In qualitative research is not depending on a large number of or lots of the result who has obtained of act, but in this thing will always stress to quality point and the quality that will be obtained later. The research result shows that: (1) the realization of Sab’ul Matsani method in increasing the celerity and attentive energy to learn by heart of Al Qur’an in Pondok Pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Probolinggo, it can been done to three techniques they are: (a) The Tartibu Sab’ah Tecnique to the student club A, (b) The Takriru Sab’ah Technique to the student club B, (c) The Taksiru Sab’ah Technique to the student club C. while the impact of Sab’ul Matsani Method in increasing the celerity and attentive energy they are: (1) the student could finish learning by heart each Section of the Al Qur’an in eighteen days level. (2) The Impact of Sab’ul Matsani Method in increasing the celerity and attentive energy to learn by heart of Al Qur’an in Pondok Pesantren Nurul Karim Desa Dawuhan Kecamatan Krejengan Probolinggo, they are: each students who have been finishing one section of Al Qur’an has good attentive energy, it has been evidence by obtaining held of test after finishing one section of Al Qur’an who has been learned by heart as the option to step to the next section of Al Qur’an

    IMPLEMENTASI METODE JIBRIL DALAM PELAKSANAAN HAFALAN AL-QUR’AN DI SD ISLAM TERPADU AR-RIDHO PALEMBANG

    No full text
    Al-Qur’an adalah kitab Allah SWT, yang terakhir, sumber asasi Islam yang pertama, kitab kodifikasi firman Allah SWT kepada manusia di bumi yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, berisi petunjuk Ilahi yang abadi untuk manusia untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Tiada bacaan semacam Al-Qur’an yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak.Al-Qur’an secara harfiah berarti bacaan sempurna merupakan suatu nama pilihan Allah SWT yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal baca tulis lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur’an Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia. (M. Quraish Shihab, 1999: 3

    Prototipe Pengembangan UKM Melalui Kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi Dan Industri UKM (Usaha Kecil Dan Menengah)

    No full text
    Abstract SMEs or small and medium enterprises are a type of small scale business that does not have branches. SMEs are a type of business that is resilient in facing storms of economic downturn. The research entitled SME Development Through Collaboration between Government, Universities & Industry (small & medium) aims to obtain a development concept for small and medium enterprises that can encourage small and medium enterprises (SMEs) to grow and become the economic resilience of society. The methodology used in this research is research and development (R&D). This methodology was chosen because the collaboration between the 3 elements of local government, universities and industry, known as the triple helix, has not yet worked properly. From the existing development concept, it was developed into a new concept that can be applied in the development of SMEs as a result of collaboration between regional governments and universities. Primary data was obtained from observations, interviews with local governments, universities and SMEs. Secondary data was obtained from various article sources contained in printed and electronic data sources. Data processing uses the triple helix model, which describes the triple helix concept in the development of collaboration between regional government, universities and industry. This research will analyze qualitative data related to the role of each actor involved. The results of data processing found that in collaboration between regional government, universities and small and medium business actors, there is a lack of suitability between collaboration between universities and SMEs. In contrast to local governments which intensively provide guidance to SMEs, universities are still weak in assisting these SMEs. For this reason, it is necessary to emerge a new concept regarding collaboration between regional governments, universities and SMEs so that community economic empowerment through SMEs can truly be realized. Key words: collaboration between government, SMEs, universities, community economic resilience, community empowermen

    Implementasi Metode Jibril Dalam Pelaksanaan Hafalan Al-qur'an Di SD Islam Terpadu Ar-ridho Palembang

    No full text
    Al-Qur'an adalah kitab Allah SWT, yang terakhir, sumber asasi Islam yang pertama, kitab kodifikasi firman Allah SWT kepada manusia di bumi yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, berisi petunjuk Ilahi yang abadi untuk manusia untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Tiada bacaan semacam Al-Qur'an yang dibaca oleh ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat menulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi huruf oleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak.Al-Qur'an secara harfiah berarti bacaan sempurna merupakan suatu nama pilihan Allah SWT yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal baca tulis lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Qur'an Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia. (M. Quraish Shihab, 1999: 3

    Local Government Marketing:Between Needs And Limitations In The Implementation Of Decentralization In Indonesia

    No full text
    This article aims to discuss the application of the concept of marketing governent, especially in local governments in Indonesia. The main problem in implementing local government marketing in Indonesia is that local governments need greater authority to develop local revenues but there is limited space for local governments to develop their local potential, especially in the tourism sector. The problems in this study are: 1) how is the application of the government marketing concept in the tourism sector? 2). How is the modification of the government marketing model that can be developed to strengthen government marketing in Indonesia? This article is the result of a research with a qualitative approach. The research location is in Toba Samosir Regency, North Sumatra Province. Primary data includes selected informants who are in accordance with the research topic, namely the head of the tourism department, the head of the village community empowerment office, the village head of tourism, tourism business actors, and the local community. Secondary data consists of government policy documents, related research results, literature studies and other relevant data. This study uses the theory of 7Ps marketing public sector as a basis for analyzing research problems. The results showed that many tourism villages were developed in Toba Samosir Regency that relied on the natural potential of Lake Toba, but still lacking in marketing. The main obstacle is the lack of authority and available budget, even though the local community is very much awaiting local government intervention in tourism development. The presence of the Badan Otoritas Danau Toba (BODT)/ the Lake Toba Authority, which is an extension of the central government, has not contributed significantly to increasing the income of the local community. This study found the power aspect as one aspect that needs to be added in the theory of 7Ps to protect the strength of local wisdom in tourism development in Toba Samosir Regency, North Sumatra Province. The recommendation of this study is the need to further examine the theory of 8Ps, as a modification of the marketing model of government in the city, district, and provincial level that has similar characteristics and is different from the location of the research

    Konsep Keadilan dalam Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Tanggung Jawab Moral.

    No full text
    Disertasi ini merupakan studi Al-Qurán dengan pendekatan tafsir ayat-ayat al-Qurán yang diyakini sebagai firman-firman Allah SWT( kalam Allah) dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah sumber Informasi dan petunjuk bagi manusia. Pad penafsiran ini, tela’ahan bertumpuh pada teks-teks wahyu dengan memberi pemaknaan kontekstual kepada ayat-ayat yang berhubungan dengan penelitian. Penelitian berawal dan pertanyaan apakah hakikat keadilan yang terkandung dalam al-Qur’an. Diidentifikasi bahwa keadilan dalam Al-Qur’an, disamping dapat dipahami dari rangkaian ayat-ayat al-Qur’an yang paling awal diturunkan, yang mengkritik berbagai macam kepincangan dan ketidakadilan dalam berbagai sector kehidupan, juga dari simpul-simpul  yang secara langsung menyebut keadilan, yaitu al-adl al-Qist al-wazn dan al-wast. Kata al-adl dengansemua kata turunanya terulang dalam al-Qurán sebanyak dua puluh  delapan kali, kata al-wazn  dan al-mizān dan al-mawazīn terulang sejumlah dua puluh tiga kali, dan kata al-wasṭ sebanyak lima kali. Untuk mendapatkan akurasi makna, maka simpul-simpul keadilan dipahami dalam rangkaiaan simpul yang berlawanan dengan keadilan, yaitu kezaliman (al-ẓulm). Berkaitan dengan kata terakhir ini yang dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak dua ratus kali dalam surat-surat Makkiyah dan seratus lima belas kali pada surat-surat Madaniyah, dua ratus delapan puluh Sembilan kali dari jumlah keseluruhannya mengandung makna ketidakadilan. Naskah al-Qurán yang dijadikan bahan penelitian ialah al-Qur’an Karim yang ditulis sesuai dengan al-rasm al-’usmaniy’, dan diterbitkan oleh Dar al-fikr, Bairut, tahun 1403H/1983M
    corecore