1,720,963 research outputs found

    Peningkatan Pengetahuan Phbs Penghuni Panti Asuhan Melalui Penyuluhan Kesehatan Dengan Metode Pemutaran Video

    Full text link
    ABSTRAK  Penghuni panti asuhan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih untuk mencapai derajat kesehatan baik secara individu maupun kelompok melalui pembelajaran agar terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku positif bidang kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat para penghuni Panti Asuhan As-Salam yang pada akhirnya berdampak pada sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan metode pemutaran video perilaku hidup bersih dan sehat, diselingki tanya jawab, demonstrasi, dan praktik melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Keberhasilan kegiatan ini dengan mengukur perubahan tingkat pengetahuan saat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan metode pemutaran video. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa ada peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan sebesar 12,63 dari 82,11 menjadi 94,74 dan secara statistik peningkatan tersebut signifikan (p-value=0,021). Simpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti As-Salam melalui penyuluhan kesehatan dengan metode pemutaran video berhasil meningkatan pengetahuan PHBS penghuni panti asuhan. Untuk memantau dan membina PHBS para penghuni panti asuhan diperlukan kegiatan sejenis dengan topik dan materi berbeda yang dilakukan secara berkala dan terus menerus. Kata kunci: PHBS, Penyuluhan Kesehatan, Panti AsuhanABSTRACT Orphanage residents are a group of people who require additional care in order to obtain health degrees both individually and in groups through learning, resulting in a growth in knowledge, attitudes, and positive conduct in the health sector. This community service project intends to strengthen the residents of the As-Salam Orphanage's awareness of clean and healthy living behaviors, which will have an impact on positive attitudes and conduct in everyday life. This activity is implemented through health counseling, which includes watching films of clean and healthy living activities interspersed with questions and answers, demonstrations, and practicing clean and healthy living behaviors. The success of this exercise was determined by comparing changes in knowledge before and after receiving health education via video playback. According to the data analysis results, there was a 12.63 rise in the average knowledge score before and after health education, from 82.11 to 94.74, and the increase was statistically significant (p-value = 0.021). Conclude that community service activities at the As-Salam Orphanage through health education utilizing the video playback approach were successful in enhancing orphanage residents' PHBS awareness. Similar activities with varied subjects and materials that are carried out on a regular and ongoing basis are required to monitor and foster PHBS for orphanage inhabitants.Keywords: PHBS, Health Counseling, Orphanag

    PENGOLAHAN AIR SUMUR GALI MENGGUNAKAN SARINGAN PASIR BERTEKANAN (PRESURE SAND FILTER) UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) (STUDI KASUS DI DESA BANJAR NEGORO KECAMATAN WONOSOBO TANGGAMUS)

    Full text link
    Purwono1)Karbito1) 1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang ABSTRAKAbstrak : pengolahan air sumur gali Menggunakan saringan pasir bertekanan (presure sand filter) untuk menurunkan kadar besi (fe) dan mangan (mn). Air tanah seperti air sumur gali merupakan sumber air bersih terbesar yang digunakan. Permasalahan yang dijumpai, kualitas air tanah maupun air sungai kurang memenuhi syarat sebagai air bersih seperti adanya  Zat Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air berubah menjadi kuning-coklat setelah kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan, menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian.  Untuk itu  dilakukan penelitian pengolahan air sumur gali menggunakan saringan pasir bertekanan (pressure sand filter) dalam menurunkan kadar Fe, Mn, Kekeruhan dan Mikrobiologi (coliform) pada air sumur gali di Desa Banjar Negoro Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah air sumur gali salah satu rumah penduduk di Desa Banjar Negoro Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Sampel diambil dengan pendekatan grab sampel. Sampel air baku yang digunakan untuk pengolahan diambil dari satu sumur gali penduduk,sedangkan sampel air baku dan sampel air hasil olahan diambil satu titik di bak penampungan sebelum diolah dan satu titik di kran outlet saringan. Hasil penelitian dapat disimpulkan :1) Kadar Fe mengalami penurunan 11,7% pada sampel I (debit 0,5 lt/menit), sampel II 28,6% (debit 1 lt/menit) dan sampel III sebesar 30,4% (debit 2 lt/menit), 2) Kadar mangan (Mn) mengalami penurunan 23,3% pada sampel I (debit 0,5 lt/menit), sampel II 28,6% (debit 1 lt/menit) dan sampel III 29,1% (debit 2 lt/menit), 3) Kadar kekeruhan turun sebesar 57,9% pada sampel I (debit 0,5 lt/menit), sampel II 43,2% (debit 1 lt/menit) dan sampel III 28,2% (debit 2 lt/menit), 4) Kadar bakteriologis (coliform) turun 54,7% pada sampel I (debit 0,5 lt/menit), sampel II 71,9% (debit 1 lt/menit) dan sampel III 73,4% (debit 2 lt/menit). Untuk lebih mengoptimalkan hasil pengolahan disarankan pada penelitian selanjutnya agar menambah ketebalan media saring, menambah jumlah kolom filter atau mengkombinasikan dengan proses pengolahan lain seperti koagulasi dan sedimentasi sebelum proses filtrasi. Kata Kunci : Pengolahan air sumur gali, saringan air bertekana

    Pengelolaan Limbah Medis Padat

    No full text
    Latar Belakang: Limbah medis padat dari fasilitas pelayanan kesehatan memiliki potensi besar untuk mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan baik bagi tenaga medis, pasien, pengunjung maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan peraturan berlaku, mulai dari tahap pengurangan, pemilahan, pewadahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir. Rumah Sakit Azizah Kota Metro, Provinsi Lampung merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis padat yang cukup besar sehingga berpontensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Azizah Kota Metro, Provinsi Lampung.Metode: Penelitian ini merupakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode observasi dan wawancara. Data atau informasi diperoleh dari observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan petugas pengelola limbah medis padat. Informan penelitian ini adalah 1 (satu) petugas sanitarian dan 2 (dua) petugas cleaning service. Data dan informasi dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan ketentuan dalam peraturan yang berlaku yaitu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Azizah Kota Metro, Provinsi Lampung telah dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 pada beberapa tahapan, seperti pengurangan dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan pewadahan yang menggunakan wadah khusus dan berlabel sesuai standar. Namun, ditemukan beberapa kekurangan, seperti masih ditemukan limbah medis dan non medis tercampur dalam satu wadah, masih digunakannya jalur umum untuk pengangkutan limbah medis padat, serta tidak semua petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat bekerja. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Azizah Metro pada tahap pengurangan, pewadahan, dan pengolahan akhir sudah sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, sedangkan pada tahap pemilahan, pengangkutan dan penyimpanan sementara masih belum sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Medis, Rumah Sakit Azizah, Alat Pelindung Diri,     

    Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Pengetahuan dan Perbaikan Sarana Sanitasi Lingkungan Keluarga Stunting dan Berisiko Stunting di Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning

    No full text
    ABSTRAK Faktor sanitasi dan kebersihan lingkungan berpengaruh untuk kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak karena anak usia di bawah dua tahun rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit. Kondisi sanitasi yang buruk akan berdampak negatif di banyak aspek kehidupan, mulai dari turunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat, tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat, meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya beberapa penyakit. Salah satu wilayah  yang beresiko stunting tersebut adalah Desa Tanjung Baru  dengan jumlah 1312 KK dan yang telah dinyatakan Stunting sebanyak 17 jiwa  dan yang berisiko stunting sebanyak 62 jiwa, Hasil prasurvei yang dilakukan oleh pengabdi di Desa Tanjung Baru pada bulan pebruari 2023 Desa Tanjung Baru merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Bukit Kemuning yang belum melaksanakan Open Defecation Free (ODF) atau pencanangan desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah  meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan serta perubahan perilaku dalam menerapkan sanitasi lingkungan rumah kepada keluarga stunting dan keluarga beresiko stunting sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam mengendalikan dan mencegah Stunting.Memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting melalui penerapan 5 Pilar STBM atau sanitasi lingkungan. Peserta adalah keluarga stunting dan keluarga berisiko stunting Desa Tanjung Baru berjumlah 28 orang. Metode yang dilakukan pelaksanaan kegiatan yaitu dengan mengumpulkan keluarga stunting dan keluarga berisiko stunting di balai desa untuk di beri penyuluhan mengenai sanitasi lingkungan dengan 5 pilar STBM, yang sebelumnya dilakukan pre test terlebih dahulu lalu kemudian di akhir kegiatan di lakukan post test hasil dari penyuluhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan, yaitu dengan melakukan penyuluhan yang bertema “Peningkatan Pengetahuandan Perbaikan Sarana Sanitasi Lingkungan Keluarga Stunting dan Berisiko Stunting”. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat Desa Tanjung Baru telah mendapatkan penambahan pengetahuan mengenai hubugan stunting dan sanitasi serta keluarga stunting yang belum memiliki jamban kini telah memiliki jamban. Kesimpulan masyarakat   dan   keluarga   stunting   juga   yang   berisiko   stunting   telah mendapatkan penyuluhan dan telah terbangun 2 buah jamban dan saluran pembuangan air limbah untuk keluarga stunting yang tidak memiliki jamban dan saluran pembuangan air limbah dan sudah di lakukan evaluasi kegiatan kelapangan terlihat perubahan perilaku masyarakat dalam penerapan 5 pilar STBM serta jamban dan spal yang terbangun sudah di pergunakan dengan baik. Kata Kunci: Sanitasi, Sarana, Stunting  ABSTRACT Environmental sanitation and cleanliness factors influence the health of pregnant women and children's growth and development because children under two years of age are vulnerable to various infections and diseases. Poor sanitation conditions will have a negative impact on many aspects of life, starting from decreasing the quality of the community's living environment, contamination of drinking water sources for the community, increasing the number of diarrhea cases and the emergence of several diseases. One of the areas at risk of stunting is Tanjung Baru Village with a total of 1312 families and 17 people have been declared stunted and 62 people are at risk of stunting. The results of the pre-survey conducted by officials in Tanjung Baru Village in February 2023, Tanjung Baru Village are wrong. one working area of the Bukit Kemuning Community Health Center which has not yet implemented Open Defecation Free (ODF) or the declaration of a Village Free of Open Defecation. The aim of community service is to increase community knowledge and awareness through counseling and changing behavior in implementing home environmental sanitation for stunting families and families at risk of stunting as an effort to increase knowledge in controlling and preventing stunting. Providing education about preventing stunting through implementing the 5 STBM Pillars or environmental sanitation . Participants were 28 stunting families and families at risk of stunting from Tanjung Baru Village. The method used for implementing the activity is by gathering stunting families and families at risk of stunting at the village hall to be given counseling regarding environmental sanitation with the 5 pillars of STBM, which previously carried out a pre-test first and then at the end of the activity a post-test was carried out on the results of the counseling. This community service activity is to increase knowledge, namely by conducting outreach with the theme "Increasing Knowledge and Improving Sanitation Facilities in the Environment for Stunting Families and those at Risk of Stunting". The result of this activity is that the people of Tanjung Baru Village have gained additional knowledge regarding the relationship between stunting and sanitation and stunted families who did not have a latrine now have a latrine. The conclusion of the community service activities has been running smoothly, the community and stunting families as well as those at risk of stunting have received counseling and 2 latrines and waste water drainage channels have been built for stunting families who do not have latrines and waste water drainage channels and evaluation has been carried out. Field activities saw changes in community behavior in implementing the 5 pillars of STBM and the latrines and spas that had been built were being used well. Keywords: Sanitation, Means, Stuntin

    PERILAKU MASYARAKAT DAN KEJADIAN MALARIA DI DESA PULAU LEGUNDIKECAMATAN PUNDUH PEDADA KABUPATEN PESAWARAN

    Full text link
    FX. Hartono Budi Santoso1) Karbito2) 1)Puskesmas Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran2) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Abstract:SexualConductwithGenesisMalariaSociety in the LegundiIslandSub District Punduh Pedada Pesawaran Regency 2013. Malariadisease still a public health problemin Indonesia. The disease is causedby thePlasmodiumparasiteandtransmitted bythe bite ofthe female Anopheles mosquito.Increasethe numberof Malariadisease in some areasin Lampung Provinceis high enough,includinginparticularworking areain the clinic of the  LegundiIslandSub District Punduh Pedada.The purposeofthis studytoconductcommunityrelationswiththe incidence of malariain the the VillageIslandLegundi Sub District Punduh Pedada 2013.This research isa quantitativeanalyticalmethodobservational, with acase-controldesign. The populationsample of1898peopleandtotal sample of 132peoplewith a ratio of1:1case-controlsample, so66casesand66controlrespondentsusing aquestionnaire.The results ofthis study indicatethatrespondents whohavea habit ofgoing outat night54.5% of respondents,whodo notuse kassa onhomeventilation100.0% of respondents, whodo notusemosquito netswhile sleepingnight44.7% of respondents, andtheuse ofanti-mosquito drugs56.1% of respondents.There is a relationship between familiarity out of the house in the evening (p-value = 0.009) and OR 2.71 (95% CI: 1.34 to 5.51), no relationship between the use of kassa on home ventilation, because the respondents did not use kassa ventilation, there is a relationship between the application of mosquito nets while sleeping night (p-value = 0.000) and OR 5.842 (95% CI: 2.74 to 12.46), and no relationship between the use of anti-mosquito drugs (p-value = 0.023 ) and OR 2.40 (95% CI: 1.19 to 4.86) in the incidence of malaria. Recomended for all the people ifgoing out atnightto uselong dress,usingmosquito netswhilesleepingby night and using kassa onhomeventilation.Keywords : Behavior Society, Malaria IncidenceAbstrak :Hubungan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Malaria di Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2013. Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.  Penyakit ini disebabkan oleh parasit  Plasmodiumdan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Peningkatan angka kesakitan Malaria di beberapa wilayah di Propinsi Lampung cukup tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Pedada khususnya di Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pedada. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui  hubungan perilaku masyarakat dengan kejadian malaria di Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional, dengan rancangan case control. Populasi pada penelitian ini 1898 orang dan jumlah sampel 132 orang dengan perbandingan sampel kasus-kontrol 1:1, sehingga 66 responden kasus dan 66 kontrol dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mempunyai kebiasaan keluar rumah pada malam hari 54,5% responden, yang tidak menggunakan kassa pada ventilasi rumah 100,0% responden, yang tidak menggunakan kelambu saat tidur malam hari 44,7% responden, dan yang menggunakan obat anti nyamuk 56,1% responden. Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan keluar rumah pada malam hari  (p-value = 0,009) dan OR 2,71 (95% CI : 1,34 – 5,51), tidak ada hubungan antara penggunaan kassa pada ventilasi rumah, karena seluruh responden tidak menggunakan kassa ventilasi, ada hubungan antara pemakaian kelambu saat tidur malam hari  (p-value = 0,000) dan OR 5,842 (95% CI : 2,74 – 12,46), dan ada hubungan antara penggunaan obat anti  nyamuk  (p-value = 0,023) dan OR 2,40 (95% CI : 1,19 – 4,86) dengan kejadian malaria.Disarankan agar masyarakat jika keluar rumah pada malam hari agar  menggunakan pakaian panjang, menggunakan kelambu saat tidur malam hari dan memasang kassa pada ventilasi rumah.Kata Kunci: Perilaku Masyarakat, Kejadian Malari

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore