51 research outputs found

    Cabaran pembangunan ekonomi kreatif untuk pelancongan halal: Kajian di Madura, Indonesia / Kamiluddin

    No full text
    Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki potensi dalam sektor pelancongan. Dalam konteks pelancongan berasaskan ekonomi kreatif, Sumenep merupakan salah satu daerah di Madura yang berpotensi untuk dikembangkan secara optimum. Namun, isu-isu seperti penghasilan produk patuh syariah, bahan mentah dan pemasaran produk turut menjadi cabaran pengusaha ekonomi kreatif di Sumenep. Justeru itu, kajian ini dilakukan untuk meneliti secara lebih dekat pembangunan ekonomi kreatif untuk pelancongan halal di Sumenep dengan memberi tumpuan kepada cabaran sebenar yang dihadapi oleh pengusaha ekonomi kreatif khususnya sektor kraftangan. Oleh itu, kajian ini mempunyai tiga objektif. Pertama, meneliti konsep ekonomi kreatif untuk pelancongan halal. Kedua, untuk menganalisis cabaran pembangunan ekonomi kreatif untuk pelancongan halal di Sumenep. Ketiga, menganalisis strategi pembangunan ekonomi kreatif untuk pelancongan halal di Sumenep. Bagi mencapai ketiga-tiga objektif tersebut, kajian perpustakaan dan lapangan dilaksanakan. Kajian perpustakaan dilakukan bagi memperolehi data sekunder berkaitan dengan ekonomi kreatif dan pelancongan halal menerusi kajian-kajian terdahulu. Kajian lapangan pula dilakukan bagi memperolehi data primer dengan menggunakan tiga teknik iaitu pemerhatian, temu bual dan dokumentasi. Data yang dikumpul kemudiannya dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil analisis kajian menemukan tiga dapatan utama. Pertama, dalam pelaksanaan konsep pembangunan ekonomi kreatif untuk pelancongan halal ialah keselarasan mengenai pembangunan ekonomi kreatif dengan kriteria pelancongan halal menurut Tim Percepatan Pembangunan Pelancongan Halal (TP3H). Kedua, sembilan cabaran dihadapi oleh pengusaha ekonomi kreatif di Sumenep meliputi kualiti dan kuantiti sumber manusia, modal, produk patuh syariah, pesaing dari luar kawasan, bahan mentah, strategi pemasaran, infrastruktur maklumat dan teknologi, dan dasar kerajaan. Pesaing dari luar kawasan merupakan cabaran paling utama yang dihadapi oleh pengusaha ekonomi kreatif Sumenep. Ketiga, strategi latihan, bantuan modal usaha, inovasi produk, pewujudan sistem pemasaran, perkongsian usaha serta penubuhan pusat perundingan dan pembangunan dilaksanakan bagi menangani cabaran tersebut dengan kerjasama pihak pengusaha dan juga kerajaan. Hasil kajian ini diharap dapat memberi input kepada pembangunan ekonomi kreatif untuk pelancongan halal di Sumenep, Indonesia khususnya dan negara-negara sekitarnya

    Penerapan Fungsi Manajemen Pendidikan dalam Peningkatan Pembangunan di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone Tahun 2014.

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi manajemen pendidikan dalam peningkatan pembangunan yang dilakukan oleh Kepala Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone serta faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja aparat Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif yang didasarkan pada data alamiah berupa kata-kata dalam mendeskripsikan objek yang diteliti. Dalam pengumpulan datanya, peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian. Data yang dikumpulkan adalah perencanaan, pelaksanaan, pengevaluasian fungsi manajemen pendidikan dalam peningkatan pembangunan yang dilakukan oleh Kepala Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone serta faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja aparat Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Data tersebut diperoleh melalui dua sumber data, yakni informan dan dokumen. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data dengan triangulasi dan member ceck. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan Konsep Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penerapan fungsi perencanaan manajemen pendidikan dalam peningkatan pembangunan Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone telah dilakukan dengan baik. 2) Penerapan fungsi pelaksanaan manajemen pendidikan dalam peningkatan pembangunan Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone belum terlaksana dengan baik dan maksimal, 3) Penerapan fungsi pengevaluasian manajemen pendidikan dalam peningkatan pembangunan Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone tidak rutin dilaksanakan oleh Lurah sehingga tidak mengetahui sejauhmana keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan pembangunan di kelurahan, dan 4) Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja aparat Kelurahan Macanang adalah faktor sumber daya manusia yang tidak profesional dalam melaksanakan tugas dan sarana dan prasarana kantor yang tidak memadai sehingga menghambat prosedur pelayanan di Kelurahan Macanang. ABSTRACT KAMILUDDIN. The Implementation of Education Management Functions in Improving the Development in Macanang Village of West Tanete Riattang Subdistrict in Bone District in the Year 2014. (Supervised by Mansyur Hamid and Andi Agustang). The study aimed at examining the implementation of education management functions in improving the development conducted by the head of Macanang village and discovering the factors which influence the performance of staff at Macanang village in West Tanete Riattang subdistrict of Bone district. The study was a descriptive qualitative research which based on natural data in terms of words in describing the object of the study. In collecting the data, the researcher was the instrument of study who collected the data of the planning, the implementation, and the evaluation of education management functions in improving the development which conducted by the head of Macanang village in West Tanete Riattang subdistrict of Bone district as well as the factor which influence the performance of staff at Macanang village in West Tanete Riattang subdistrict of Bone district. The data obtained through two kinds of data sources, namely the informants and document. Data were collected by employing interview, observation, and documentation. Triangulation and member check were conducted to validate the data of the study. The data then were analyzed using Miles and Huberman’s concept. The results of study revealed that (1) implementation of the planning function of education management in improving the development conducted by the head of Macanang village of West Tanete Riattang subdistrict of Bone district was conducted well, (2) implementation of the application function of education management in improving the development conducted by the head of Macanang village in West Tanete Riattang subdistrict of Bone district was not conducted well and maximal yet, (3) the evaluation function of education management in improving the development in Macanang village of west Tanete Riattang subdistrict of Bone district was not conducted regularly by the Lurah (the head of the village) which made it difficult to examine the extent of the success and failure of the implementation of the development in the village, and (4) the factors which influence the performance of the staff in Macanang village were unprofessional human resources in conducting their tasks and the facility and infrastructure of the office were inadequate which inhibited the service procedure in Macanang village

    Model Loyalitas Pelanggan Klinik Kecantikan

    No full text
    This study aims to analyze the factors that affect customer loyalty in the city of Palembang. The sample that will be used in this study are customers who regularly visit beauty clinics in Palembang, consisting of men and women from two beauty clinics aged between 15 and 65 years and have been customers for a long time. The sample of respondents consisted of 101 people using a Likert scale questionnaire and analyzed using the SPSS Amos 24 program's Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that there was a mediation (intervening) of the satisfaction variable which caused an indirect influence between professional medical professionals and quality. service to customer loyalty has a greater value than direct influence. Service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction. This positive influence is significant, so it can be concluded that customer satisfaction has a positive and significant effect on customer loyalty in the Palembang city beauty clinic.</p

    ANALISIS MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG LARIANG PADA DINAS KEHUTANAN KABUPATEN MAMUJU UTARA

    No full text
    From the results of observation on the research object, namely Employees of KPH Lariang at Department of Forestry of North Mamuju, there is a phenomenon that shows low motivation of employees which its indication has an impact on the implementation of their optimal duties and functions which are not optimal, therefore the purpose of this research is to analyze the motivation in improving performance of civil servant of Lariang Protected Forest Management Unit at Department of Forestry of North Mamuju. This study is a qualitative research with five informants who were determined by using purposive technique. Callecting and gathering data were done by applying triangulation technique using observation, interviews, and documentation instruments. The result shows that the motivation of civil servant of Lariang Protected Forest Management Unit at Department of Forestry of North Mamuju in carrying out the duties and functions is still not executed well based on the analysis using Abraham Maslow's Hierarchy Theory, which includes: Physiological Needs consisting of a number of inadequate salaries, procurement of uniforms that inadequate and the provision of holiday allowance which is not sufficient; Safety and Security Needs work consisting of facilities and infrastructure which are inadequate and not conducive to use; The award needs consisting of the absence of awards given for outstanding employees, and training and career opportunities for employee are still insufficient; Self-actualization needs consisting of the opportunity to participate in education and training have not been met. While the Social Needs consisting of the relationship between leader and the employees and the relationship among the employees have been intertwined harmoniously, thus this indicator gives the smallest impact on the motivation level of KPH Lariang’s employees because theoretically this requirement has been met

    Dinamika pesantren tradisional di Tapanuli Selatan

    No full text
    Skripsi berjudul “ Dinamika Pesantren Tradisional Di Tapanuli Selatan ” dalam sebuah karya yang berbentuk skripsi. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana kondisi pendidik di pesantren tradisional Tapanuli Selatan, kondisi peserta didik di pesantren tradisional di Tapanuli Selatan, penggunaan metode di pesantren tradisional di Tapanuli Selatan, dan bagaimana ketersedian fasilitas di pesantren tradisional Tapanuli Selatan. Tujuan pokok penelitian adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang dinamika pesantren tradisional di Tapanuli Selatan. Secara khusus tujuan penelitian ini ingin mengetahui Kondisi pendidik di pesantren tradisional di Tapanuli Selatan, kondisi peserta didik di pesantren tradisional Tapanuli Selatan, penggunaan metode pembelajaran di pesantren tradisonal Tapanuli Selatan, dan ketersedian fasilitas di pesantren tradisional Tapanuli Selatan. Metode penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan riset lapangan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, serta dokumentasi. Adapun pengolahan dan analisis data dilaksanakan secara kualitatif. Berdasaran penelitian ini diperoleh hasil tentang dinamika pesantren tradisional di Tapanuli Selatan. Menunjukkan adanya perkembangan kualitas dan kuantitas pendidik, yaitu kuantitas pendidik sudah banyak yang memiliki gelar akademik (sarjana), dari peserta didik di dua pesantren tersebut jumlah peserta didik yang mendaftar dari tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan di pesantren adalah metode yang bervariasi (diskusi, hafalan, mentafsir, tanya jawab, ceramah, qisah, perbangdingan) dan tidak meninggalkan metode lama (halaqah, sorongan, dan wetonan), adapun dari segi fasilitas di ke dua pesantren, keberadaannya tidak sama, karena di pesantren al-azhar bi’ibadillah fasilitasnya di katakan hampir memadai dan pada saat ini masih dalam proses pembangunan, sedangkan di pesantren it’tihadul al-mukhlisin keberadaan fasilitas masih sedikit itu disebabkan karena pesantren tersebut baru beberapa tahun berdiri. Akan tetapi untuk melengkapi fasilitas tersebut maka saat ini masih dalam proses penyempurnaan

    Faktor Risiko Kanker Akibat Paparan Lingkungan dan Tempat Kerja

    No full text
    Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik atau asosiasi kuat dengan pekerjaan, yang pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang sudah diakui (ILO). (Indonesia., 2019) Penyakit Akibat Kerja dapat bermacam- macam salah satunya penyakit kanker. Penyakit kanker adalah sebuah penyakit tumor ganas yang dapat menyerang organ ataupun jaringan tubuh. Penyakit kanker dapat terjadi di berbagai organ tubuh seperti paru, pankreas, mata, otak, kulit, syaraf, darah dan sebagainya. Sebagian besar penderita penyakit kanker adalah usia dewasa dengan berbagai faktor penyebab. Penyakit kanker merupakan sebuah penyakit yang memiliki risiko dari keturunan atau genetik, namun faktor kebiasaan dan gaya hidup seperti kebiasaan makanan dan merokok serta faktor yang tidak diketahui penyebabnya juga memegang peranan penting. (Organization., 2013
    corecore