1,721,270 research outputs found

    AKHLAK BERHIAS BAGI WANITA DALAM BUKU AL-JAMI’ FI FIQHI AN-NISA’KARYA SYAIKH KAMIL MUHAMMAD ‘UWAIDAH

    Full text link
    ABSTRAK Ulfa Fitriyani, (2023): Akhlak Berhias Bagi Wanita dalam Buku Al-Jami’ Fi Fiqhi An-Nisa’ Karya Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah Penelitiaan ini bertujuan mendeskripsikan akhlak berhias bagi wanita dalam buku Al-Jami‟ Fi Fiqhi An-Nisa‟ karya Syaikh Kamil Muhammad „Uwaidah. jenis penelitian ini adalah penelitiaan kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang berhubungan dengan isi yang terkandung dalam buku Al-Jami‟ Fi Fiqhi An- Nisa‟ karya Syaikh Kamil Muhammad „Uwaidah. Hasil penelitiaan ini menyimpulkan bahwa terdapat beberapa etika berhias dalam buku Al-Jami‟ Fi Fiqhi An-Nisa‟ karya Syaikh Kamil Muhammad „Uwaidah meliputi, Berhias merupakan sunnah amaliah; Adanya larangan mencukur dan menyambung rambut; mengerjakan sesuatu yang baik dimulai dengan sebelah kanan; adanya larangan membuat tato dan merenggangkan gigi; memperbolehkan memakai pakaian sutera bagi wanita; larangan menjulurkan pakaian; dimakruhkan bagi wanita memperlihatkan perhiasan yang dipakainya; tidak diperbolehkan memakai wewangian yang tercium aromanya oleh orang lain; diperbolehkan memakai inai; tidak diperbolehkan memakai pakaian tipis; perintah berhijab; Bertabarruj; bersandar pada barang-barang azimat dirumah; mendatangi dan mempercayai peramal; berhiasnya wanita untuk selain suaminya. Kata Kunci: Akhlak, Berhias, Al-Jami’ Fi Fiqhi An-Nisa

    KONSEP INSAN KAMIL MUHAMMAD IQBAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa relevansi dan implikasi konsep Insan Kamil Muhammad Iqbal dalam pendidikan Islam. Manusia dan pendidikan adalah penentu dan penggerak dari sejarah, oleh karena itu pada masa kejayaan Islam, sistem pendidikan Islam telah melahirkan manusia-manusia berkualitas yang berilmu luas, berakhlak mulia, dan beriman sempurna. Sistem pendidikan yang humanis dan kreatif tersebut mampu membentuk sstu peradaban Islam yang cemerlang yang menentukan gerak perkembangan peradaban dunia. Tetapi, sekarang peradaban agung tersebut akhirnya memudar dan tergilas oleh peradaban barat yang berintikan pada rasionalisme-materialistik. Masyarakat Islam sudah kehilangan identitas baik secara politik, sosial, ekonomi, bahkan pendidikan Islam sebagai pencetak manusia Kaffah mengalami stagnasi dan kehilangan ruhnya. Maka tidak bisa dipungkiri kalau sekarang ini masyarakat muslim diidentikkan dengan kekerasan, keterbelakang, kemiskinan, kebodohan, dan stigma-stigma negatif lainnya. Berangkat dari kondisi inilah, penelitian ini dilakukan sebagai usaha untuk merumuskan kembali bagaimana masyarakat muslim mendefinisikan akan kemanusiaannya dan bagaimana pendidikan Islam dapat mencetak kembali manusia-manusia sempurna. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, yaitu kajian literatur melalui riset kepustakaan dengan menggunakan data kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis-filosofis dengan menggunakan metode deskriptif-analitik. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui metode dokumentasi, dan data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis sehingga dapat ditarik makna dan kesimpulan yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Insan Kamil Muhammad Iqbal mempunyai relevansi dengan tujuan pendidikan Islam yakni untuk membentuk manusia yang sempurna berdasarkan pada pengembangan individualitasnya yang sudah membawa potensi atau fitrah sejak kelahirannya. Dalam upaya untuk membentuk manusia sempurna tersebut, pendidikan Islam harus berorientasi pada: (1) penguatan keimanan sebagai pondasi dalam pengembangan individu; (2) mengembangkan daya dan kekuatan nalar atau pikiran sebagai alat untuk mengembangkan pengetahuan; (3) dengan keimanan dan pengatahuan sebagai kekuatan untuk dapat menyerap sifat-sifat ketuhanan guna mencapai derajat Insan kamil, dan itu merupakan tujuan hakiki dari pendidikan Islam

    PENGEMBANGAN KONSEP INSAN KAMIL MUHAMMAD IQBAL DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    ABSTRAK Permasalahan yang terdapat berdasarkan latar belakang bahwa adanya konsep- konsep mengenai insan kamil namun sukar dipahami dan diterapkan, maka penulis dalam penelitian ini memasukkan konsep Muhammad Iqbal mengeanai insan kamil dalam Pendidikan Islam yang bertujuan untuk mengetahui dan menyederhanakan kiat- kiat menjadi Insan Kamil dalam pendidikan Islam. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan dan mengkaji beberapa sumber-sumber primier dan sekunder, dengan metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, karya ilmiah, artikel dan sebagainya. Adapun data primer yang digunakan yaitu beberapa karya yang memuat pemikiran Muhammad Iqbal, diantaranya Buku Rekontruksi Pemikiiran Religius dalam Islam, Metafisika Persia,Asrar I Khudi, dan Iqbal Tentang Tuhan dan Keindahan. Sedangkan data sekunder yaitu buku-buku dan karya-karya ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Dalam hal ini bukti pemikiran Muhammad Iqbal yang membahas mengenai Insan Kamil yaitu berawal dari pemikirannya dalam filsafat ego/khudi, melalui pemikiran fisafat ini menjadi penopang keseluruhan pemikirannya tentang hakikat ego/khudi yang pada intinya membahas tentang manusia. Setiap manusia menginginkan menjadi manusia yang sempurna (insan kamil), untuk itu menurut Muhammad Iqbal haruslah melalui proses pengembangan ego/khudi yaitu dimana dalam dirinya berhasil memiliki sifat-sifat ketuhanan dengan berlandaskan Iman, Islam, Ihsan, As-Syahadah dan terealisasikan dalam bentuk aktifitas dan kreativitas manusia dalam usaha menjaga hubungan antara manusia dengan Allah (hablumminAllah) dan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya (hablumminannas), dan memiliki sikap cinta, keberanian, toleransi, dan faqr. Dengan demikian terbentuklah insan yang kamil, namun tak terlepas dari proses pendidikan, pendidikan islampun berperan dalam upaya menciptakan manusia yang sempurna oleh karena itu dalam skripsi ini yang berjudul Pengembangan Konsep Insan Kamil Muhammad Iqbal dan Relevansinya dalam Pendidikan Islam ialah keberhasilan dari tujuan pendidikan islam dengan memberikan pendidikan yang ideal yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dari aspek ruhani, jasmani, akal, dan ilmu pengetahuan melalui prinsip pendidikan yang telah Iqbal paaparkan diantaranya (1)Konsep Individu (2)Pertumbuhan Individu (3)Keseimbangan Jasmani dan Rohani(4)Pertautan Individu dengan Masyarakat (5)Kreativitas Individu (6)Peran Intelektual dan Intuisi (7)Pendidikan Watak (Integritas) (8)Pendidikan Sosial. Sehingga melalui hal-hal tersebut setiap ego bisa dikembangkan dan terbentukah manusia yang sempurna. Kata Kunci : Pengembangan Insan Kamil Muhammad Iqbal, Relevansi Pendidikan Isla

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore