152 research outputs found
PERFORMA GURU PAI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MUHAMMADIYAH 3 BANJARMASIN
Kamarullah. 2016. Performa Guru PAI Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X Di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing : Dr. Muhammad Daud Yahya, M. Ag
Dalam penelitian ini dikemukakan tentang bagaimana performa guru PAI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Banjarmasin dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi performa guru PAI dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui bagaimana performa guru PAI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Banjarmasin dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi performa guru PAI dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Subjek dari penelitian ini adalah satu orang guru yang mengajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Banjarmasin.
Objek dari penelitian ini adalah performa atau penampilan guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang meliputi; sikap/tingkah laku guru, suara pada waktu mengajar, cara berpakaian, suara guru, cara berbicara, bahasa yang digunakan, cara penyajian bahan pelajaran, serta faktor-faktor yang mempengaruhi performa guru PAI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumenter, selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa performa guru PAI dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin sudah memiliki performa yang baik, seperti tingkah laku guru, cara berpakaian, suara pada waktu mengajar, cara berbicara guru, bahasa yang digunakan, dan cara penyajian bahan pelajaran. Hal ini dapat diketahui dari berbagai faktor seperti latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan pengalaman mengikuti penataran keguruan
sj-docx-1-jcn-10.1177_08830738231170333 - Supplemental material for Anemia and Poor Iron Indices Are Associated With Susceptibility to Febrile Seizures in Children: A Systematic Review and Meta-analysis
Supplemental material, sj-docx-1-jcn-10.1177_08830738231170333 for Anemia and Poor Iron Indices Are Associated With Susceptibility to Febrile Seizures in Children: A Systematic Review and Meta-analysis by Rini Sulviani, William Kamarullah, Sherly Dermawan and Helen Susanto in Journal of Child Neurology</p
Environmental chemistry and health: a vital nexus / Shahida Hanum Kamarullah and Nur Sha'adah Zainuddin
In the modern world, the intricate interactions between environmental chemistry and human health have become of the utmost significance. The study of environmental chemistry focuses on the chemical reactions and processes that occur in the soil, water, air, and ecosystems. Comprehending the influence of environmental elements on human well-being is essential for managing a range of health issues. The following section will explore the relationship between environmental chemistry and health
Determination of the stability of anthocyanins extracts from plumeria rubra flower / Shahida Hanum Kamarullah and Nadia Mohamed Yusoff
Nowadays, natural dyes have been used widely in many sectors such as food industry. The intensive research also have been conducted to replace synthetic dyes with natural dyes as sensitizer for dye-sensitized solar cell (DSSC) as it is more economical and environmental friendly than synthetic dyes. However, it becomes a problem as natural dyes are less stable than synthetic dyes. This study was carried out to determine the optimal conditions for anthocyanins extraction from Plumeria rubra flower by using different extraction solvents, time and extraction temperatures. The light stability of Plumeria rubra flower extract was also investigated. The anthocyanin in Plumeria rubra was extracted by using simple extraction method. At various temperatures of 30, 35, 40, 45 and 50 °C, the anthocyanins concentration were found to be in the range of 0.5360 to 0.6178 mg L- ' in 95% ethanol solvent and 0.3044 to 0.6587 mg L- 1 in water solvent. The total content of anthocyanins extracted at 40 °C using 95% ethanol solvent increased from 0.09086 to 0.79952 mg L- 1 in the range of 2 to 24 hours extraction time. The optimum extraction condition of anthocyanins rom Plumeria rubra was in 95% ethanol at 40 °C for 24 hours for extraction solvent, temperature and time respectively. The extraction efficiency under the optimum conditions of 95% ethanol as extraction solvent, extraction temperature of 40°C and extraction time of 24 hours with the highest concentration of anthocyanin extract of 0.79952 mg L- 1. The degradation of anthocyanins pigment increased up to 72.65% as the exposure time increased from 0 to 24 hours. The stability of anthocyanins extract was significantly affected by the presence of UV light
Evaluasi Reklamasi Lahan Bekas Tambang Nikel, PT Gane Permai Sentosa, Desa Kawasi, Kec Obi, Kab. Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara
INTISARI
Nur Hafni Kamarullah
114 070 017
Seiring dengan adanya kegiatan penambangan di pulau Obi, khususnya Desa Kawasi, PT. Gane Permai Sentosa, yang mengakibatkan dampak bagi lahan bekas tambang, seperti : terjadinya perubahan topografi, terjadinya erosi dan sedimentasi, serta adanya genangan air pada lahan bekas penambangan tersebut. Dengan adanya masalah yang ditimbulkan, maka perlu dilakukan rencana untuk mengembalikan fungsi lingkungan sehingga dapat kembali produktif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan evaluasi reklamasi seperti : penataan lahan, pembuatan drainase serta revegetasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, pengolahan data dan analisis data. Metode survey dilakukan dengan cara pengamatan langsung dilapangan, sedangkan pengolahan dan analisis data menentukan arah model reklamai yang sesuai pada lahan bekas tambang PT. Gane Permai Sentosa, dengann parameter yang digunakan yaitu : peta topografi, bentuk medan, kemiringan lereng, luas areal pit Ternate, pembuatan saluran drainase, serta jenis tanaman.
Dari hasil penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahawa, Penataan lahan dengan menggunakan alat mekanis, seperti excavator, dump truck dan dozer, waktu penataan lahan yang dibutuhkan adalah 21 hari, dengan dimensi parit yaitu 4.203 m³/jam, sedangan Jumlah lubang yang dibutuhkan adalah 11.325 lubang tanam, dengan kebutuhan tanah pucuk dengan sistem pot, volume lubang 0.064 m³ yaitu 724.8 m³, dengan ditanami sengon dan akasia, dengan jarak tanam 2x 2m, dengan kebutuhan pupuk : 135.900 kg
Kata Kunci : Evaluasi, Penataan Lahan, Kebutuhan Tanah Pucuk, Penyaliran, Penanaman
Formen Mine Land Reclamation Evaluation of Nikel, PT. Gane Permai Sentosa, Kawasi village, Obi district, kab. South Halmahera, North Maluku Province
Abstract
Along with the presence of mining activities on the island of Obi, especially in the village of Kawasi, PT. Gane Permai Sentosa, which resulted in the impact of former mining land, such as: changes in topography, erosion and sedimentation, as well as the presence of standing water in the mined land. Given the problems posed, it is necessary to plan to restore function so that it can re-productive environment. The purpose of this study is to evaluate such reclamation, land settlement, drainage and revegetation.
The method used is survey method, data processing and data analysis. Survey method is done by direct observation in the field, while the processing and data analysis to determine the appropriate direction on the model reklamai Quarry PT. Gane Permai Sentosa, dengann parameters used are: topographic maps, terrain shape, slope, Ternate pit area, making drainage channels, as well as the types of plants.
From the research, the authors can conclude bahawa, land arrangement by using a mechanical device, such as excavators, dump trucks and dozers, the arrangement of land required is 21 days, with the dimensions of the trench is 4203 m³ / h, Whereas, The number of holes required is 11 325 holes planting, the soil needs the top of the pot system, the hole volume is 724.8 m 0064 m, with the planted sengon and acacia, with 2x 2m spacing, fertilizer needs: 135 900 kg
Keyword : Evaluation, arrangement of land, top soil needs, drainage, cultivatio
“ GEOLOGI DAN POTENSI SUMBER DAYA BATUBARA DAERAH BINAI KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR, KABUPATEN BULUNGAN, PROPINSI KALIMANTAN TIMUR “
Lokasi penelitian termasuk dalam lahan konsesi tambang PT. Moa Maju
Kurnia Utama yang terletak pada daerah Bulungan, Tanjung Palas Utara,
Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Secara geografis dengan koordinat lokal
yaitu X = 750 mE sampai dengan 650 mE dan Y = 0 mN sampai dengan 1600
mN, dengan pembuatan peta dalam skala 1 : 10000.
Berdasarkan keadaan topografi dan aspek-aspek yang mengontrolnya,
daerah telitan dibagi menjadi 3 Satuan geomorfologi, yaitu: a) Satuan Geomorfik
Dataran Banjir (F1), b) Satuan Geomorfik Perbukitan Bergelombang Lemah
Terdenudasi (D1), dan c) Satuan Geomorfik Perbukitan Bergelombang Sedang
Terdenudasi (D2).
Satuan daerah telitian disusun oleh 2 satuan batuan dengan urutan dari tua
ke muda yaitu 1.) Satuan Batupasir Sajau, yang terdiri dari Batupasir kuarsa dan
sisipan batulempung serta 2) Satuan Aluvial, yang terdiri dari material lepas.
Lingkungan pengendapan daerah telitian termasuk dalam Transitional Lower
Delta Plain. Data struktur geologi pada daerah telitian tidak dijumpai, sehingga
aktivitas struktural dimungkinkan tidak terlalu berpengaruh terhadap tatanan
geologi daerah telitian, namun dari pola sebaran batubara yang telah diamati di
mungkinkan terdapatnya struktur geologi berupa sesar mendatar yang bersifat
lokal pada daerah telitian.
Daerah telitian memiliki 3 lapisan batubara (seam) yaitu Seam A, Seam B
dan Seam C dengan ketebalan antara 5 – 17.5 meter. Struktur geologi maupun
aktivitas vulkanik tidak berkembang dengan baik, maka kondisi cebakan batubara
pada daerah telitian relatif stabil. Sumbu lipatan terletak di luar daerah telitian,
sedangkan kemiringan lapisan batubara relatif seragam. Pola penyebaran lapisan
batubara menerus dan memanjang searah dengan jurus pengendapannya berarah
Tenggara - Baratlaut daerah telitian, dengan arah kemiringan batuan yang berarah
Timurlaut dengan kemiringan lapisan antara 4 - 10º. Dari perhitungan Sumber
Daya Batubara dengan menggunakan perhitungan Metode Penampang diketahui
besar cadangan Potensi Sumber Daya Batubara terukur seam A 11.830.000 ton,
seam B 3.515.200 ton, seam C 7.706.400 ton, Sumber Daya Batubara tertunjuk
seam A 25.775.750 ton, seam B 7.628.660 ton, seam C 15.390.570 ton, sedangkan
Sumber Daya Tereka seam A 40.620.125 ton, seam B 12.104.300 ton, seam C
26.460.850 ton
PEER REVIEWER
-Peer Reviewer\ud
Weakness in the left superior and inferiorer of extremity due to, hydropneumocephalus (Penulis: Ibrahim Kamarullah, Andi Asadul Islam
PEER REVIEWER
-PEER REVIEWER\ud
Weakness in the left superior and inferiorer of extremity due to, hydropneumocephalus (Penulis: Ibrahim Kamarullah, Andi Asadul Islam
ANALISIS KESALAHAN GURU MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH ACEH BESAR TERHADAP GEOMETRI
Sebagai guru matematika madrasah ibtidaiyah (MI), maka pengetahuan tentang objek geometri MI merupakan pengetahuan wajib untuk dikuasai. Apabila pengetahuan tentang objek tersebut keliru, maka kemungkinan besar apa yang akan diajarkan kepada anak didik juga akan keliru, jika kekeliruan tersebut tidak disadari, akan berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan profil penguasaan guru matematika MI Aceh Besar, menganalisis kesalahann guru, menentukan penyebab guru melakukan kesalahan dalam geometri di MI. Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tes penguasaan dilakukan terhadap 40 guru; penentuan jenis dan penyebab kesalahan dilakukan melalui wawancara terhadap 3 guru. Berdasarkan analisis data hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Untuk skor kategori penguasaan materi ajar geometri di MI skor rata-rata yaitu 13,75 (38,19%). Untuk kategori penguasaan objek geometri di MI skor rata-rata 9,49 (27,11%). Jenis kesalahan meliputi kesalahan konsep, prinsip dan operasi. Penyebab kesalahan, tidak memahami konsep sumbu simetri, segiempat, tidak memahami prinsip pencerminan; Tidak menguasai sifat segiempat; Tidak terbiasa mengungkapkan definisi dari sebuah konsep; Belum memahami cara mendefinisikan sebuah konsep; Belum menguasai konsep bangun ruang, Belum memahami konsep sisi, rusuk, dan titik sudut bangun ruang; Belum menguasai prinsip menghitung luas bangun datar; Salah memahami soal atau kealpaan
PEER REVIEWER
-PEER REVIEWER\ud
Weakness in the left superior and inferiorer of extremity due to, hydropneumocephalus (Penulis: Ibrahim Kamarullah, Andi Asadul Islam
- …
