428 research outputs found
Transkrip wawancara bersama Muhammad Dain Othman (Pak Dain) dalang wayang kulit dan pemilik Galeri Wayang Kulit Melayu Tradisional Kelantan / Muhammad Azmi Kamaruddin, Muhammad Nur Hilal Rahmat and Mohd Farhan Mohd Rashid
Encik Muhammad Dain bin Othman atau dikenali ramai dengan panggilan Pak Dain merupakan seorang Tok Dalang dan pemilik kepada Galeri WAYANG KULIT MELAYU TRADISIONAL KELANTAN yang ditubuhkan olehnya sekitar 2008 dan masih beroperasi sehingga kini. Wawancara bersama Pak Dain ini dikendalikan oleh Muhammad Azmi bin Kamaruddin bersama dua lagi rakan seperjuangan, Muhammad Nur Hilal bin Rahmat dan Mohd Farhan bin Mohd Rashid, Pelajar Sepenuh Masa Universiti Teknologi Mara (UiTM) Kampus Machang, Fakulti Pengurusan Maklumat, Pengajian Ijazah Sarjana Muda (Kepujian) pada 14 April 2014 (Isnin). Lokasi temubual adalah di pejabat Pak Dain yang terletak di dalam galeri miliknya pada jam 11.00 pagi hingga 2.00 petang. Transkrip disediakan mengikut temubual yang telah dijalankan bersama penglibatan Pak Dain yang menyentuh tentang soal latar belakang, wayang kulit, galeri serta pengalaman beliau sepanjang penglibatan. Secara keseluruhan, sesi temubual ini berjalan dengan lancar dan mendapat kerjasama dan sokongan sepenuhnya daripada Pak Dain sendiri
The utilisation of online alternative media towards participatory democracy: a Malaysian case / Azlina Kamaruddin, Rahmat Ghazali and Mariah Muda
This study examines the utilisation of online alternative media towards participatory democracy. Since the enactment of the Communication and Multimedia Act 1999, online alternative media such as Malaysiakini, Malaysia Today, and the Malaysian Insider have played a pivotal role in many political events including the post-Mahathir-Anwar political crisis, the 2008 financial crisis, election campaign, Anwar’s sodomy case, and Dr. Hasan Ali’s disclosure of PAS weaknesses. This study has explored the role of online alternative media and answered the enquiry of how Malaysians have utilised it for participatory democracy. The specific objective of this study to comprehend how public corresponds to online alternative media towards participatory democracy. This study employed qualitative content analysis as data analysis technique. The findings imply that participatory democratic stance via the alternative media is less significant
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA
ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1] tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda. ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang. [PO1]Oleh sebab itu
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PKn PADA MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA BANGSAKU KELAS IV SDN 09 SAKE BENGKAYANG
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa pada pelajaran PKn materikeragaman budaya bangsaku dikelas IV SD Negeri 09 Sake Bengkayang; (2) untuk mendeskripsikan faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi kemampuan pemahaman konsep siswa pada pelajaran PKn materi keragaman budayabangsaku dikelas IV SD Negeri 09 Sake Bengkayang. Metode penelitian ini merupakan penelitian pendekatankualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 09 Sake Bengkayang. Teknik pengumpulan data dalampenelitian ini berdasarkan tes kemampuan pemahaman konsep PKn siswa dan pedoman wawancara. Teknik analisisdata yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman yaitu redukasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemahaman konsep PKn siswa tergolong sedang, sudah cukupmemuaskan dengan perolehan nilai yang cukup tinggi yaitu dengan rata-rata umum sebesar 75,9 selain itupenguasaan terhadap indikator-indikator pemahaman konsep sudah cukup bagus. Kendala-kendala yang masihdihadapi peserta didik dalam memahami konsep antara lain minat peserta didik yang masih kurang. Adapun faktorfaktor yang memengaruhi kemampuan pemahaman konsep PKn siswa yaitu kurangnya perhatian siswa dalammemperhatikan materi pelajaran, kurang memiliki minat belajar dan kurang fokus dalam mengerjakan tes yangdiberikan sehingga menimbulkan kesulitan dalam memahami proses pembelajaran dan kesulitan dalammenyelesaikan soal
Ke mana hilangnya minat membaca anda? / Siti Faridah Kamaruddin dan Dayang Hummida Abang Abdul Rahman
Sejak penulis menyertai UiTM pada tahun 2016, minat membaca terhadap bahan bacaan selain daripada bahan ilmiah terhenti seketika atas alasan kesibukan kerja kerana masih menyesuaikan diri dengan budaya kerja UiTM dan mengejar pengesahan jawatan dalam perkhidmatan. Apabila wabak COVID-19 melanda dunia pada sekitar tahun 2020, ia boleh dianggap satu rahmat atau musibah bagi kebanyakan orang. Disebabkan wabak itu, sesetengah orang kehilangan ahli keluarga yang tersayang, manakala ada juga yang kehilangan sumber pendapatan. Walau bagaimanapun, wabak ini juga boleh membawa keuntungan bagi sesetengah golongan yang lain. Dengan adanya lebihan masa dan sumber, seseorang mungkin berfikir tentang apa yang boleh dilakukan apabila kehidupannya terperangkap dalam tahanan rumah disebabkan wabak merbahaya tersebut. Adakah kita perlu berterusan berasa bosan di dalam rumah? Tidak, ini sebenarnya adalah masa keemasan untuk menemui semula biblioholisme, iaitu mencari kembali minat terhadap kemahiran asas dan akses utama kepada pengetahuan, iaitu membaca
Analysis of the Accuracy and Completeness of SINTA Author Data Extraction
The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems.The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems
MODUL PENGUJIAN PARAMETER PERAIRAN TAMBAK
SINOPSIS
Tambak adalah salah satu ekosistem perairan payau. Budidaya berbagai organisme banyak dilakukan di tambak, misalnya budidaya ikan maupun udang.
Perubahan kondisi perairan tambak umumnya disebabkan oleh proses biologis yang terjadi di dalam perairan tersebut serta adanya interaksi antara perairan tambak dengan lingkungan sekitarnya. Secara umum parameter-parameter yang
mengalami perubahan dapat digolongkan ke dalam parameter fisika, kimia, dan biologi. Detail parameter tambak yang dibahas pada buku ini meliputi kualitas air, kualitas tanah, kualitas pakan serta penyakit dan pencegahannya
REVIVALISME ABDULLAH SAID
Secara umum revivalisme Islam menggambarkan tingginya kesadaran
akan ajaran Islam di kalangan umat Islam. Revivalisme Islam menggambarkan
serangkaian aktifitas keagamaan yang dilakukan kelompok-kelompok dan
masyarakat Islam militan. Kelompok-kelompok ini memperlihatkan kesadaran
politik Islam yang tinggi, yang bertentangan dengan negara dan unsur-unsur
penguasanya serta lembaga-lembaganya.
Pengertian revivalisme tidaklah tunggal. Revivalisme punya pengertian
dan konotasi yang luas, mengingat situasi kondisi yang melatarbelakangi lahirnya
gerakan tersebut.
Di Indonesia sendiri, setidaknya gerakan revivalisme Islam dapat dibagi
menjadi empat, yakni era Pra-Kemerdekaan, era Soekarno, era Orde Baru, dan era
Reformasi. Benih-benih revivalisme Islam Hal tersebut ditandai dengan kelahiran
organisasi-organisasi Islam modern seperti Syarikat Islam (1911),
Muhammadiyah (1912), Al-Irsyad (1914), Persatuan Islam (1923), dan lain-lain.
Gerakan-gerakan Islam tersebut tidak terbatas pada gerakan keagamaan
saja, namun juga mempunyai orientasi gerakan yang bersifat ekonomi, politik,
dan lebih penting lagi semangat untuk melawan penjajah dengan cara yang lebih
terorganisasi menuju kemerdekaan Indonesia.
Dari pelbagai perbedaan para pakar Islam, skripsi ini menggunakan
pengertian revivalisme menurut R. Hrair Dekmejian. Menurutnya, secara
substansial, persamaan dari keberagaman gerakan revivalisme terhimpun dalam
lima hal, yakni: Dīn wa al-Dawlah, al-Qur?an dan Sunnah, puritanisme dan
keadilan sosial, kedaulatan dan hukum Allah berdasarkan syariat, dan terakhir
jihad.
Tokoh yang dibahas dalam skripsi ini adalah Abdullah Said, pendiri
pesantren Hidayatullah. Dalam gerakan keagamaannya, Abdullah Said
menghimpun kelima kerangka ideologis yang terdapat pada gerakan revivalisme
Islam. Dengan demikian, dalam kerangka teori R. Hrair Dekmejian, Abdullah
Said menempati posisi sebagai seorang revivalis
- …
