42,219 research outputs found

    Tren Penelitian Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Periode 2019-2023

    Get PDF
    The transformation of the economy towards digital is a challenge for higher education institutions such as UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan which organizes Sharia economic education and Sharia Economic Law. This is because universities are required to produce scientific research work that can contribute to the development of economics and economic law at large. This study aims to find out a comprehensive picture of research trends conducted by ES Study Program and HES Study Program students for the 2019-2023 period, and theme interactions between the two study programs. This research uses a bibliometric method with data taken from the OPAC database of UIN K.H. Abdurrahman Wahid and processed by itself referring to datasets from scopus, then visualized through VOSViewer software.  The results showed that there were interactions and similarities in several research themes between the two study programs with the focus of the discussion still referring to their respective departments. The trend of digital problem research has also become a research theme by both study programs. Keywords: Research trends, ES Study Program, HES Study Program, Bibliometrics, VOSViewerTransformasi ekonomi kearah digital menjadi tantangan tersendiri bagi Lembaga Pendidikan tinggi seperti UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang menyelenggarakan Pendidikan ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan karya ilmiah hasil penelitian yang bisa berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan hukum ekonomi secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran yang komprehensif tren penelitian yang dilakukan mahasiswa Prodi ES dan Prodi HES periode 2019-2023, dan interaksi tema antar kedua prodi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik dengan data diambil dari database OPAC UIN K.H. Abdurrahman Wahid dan diolah sendiri mengacu dataset dari scopus, kemudian divisualisasikan melalui software VOSViewer.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi dan kesamaan beberapa tema penelitian antara kedua prodi dengan fokus pembahasan tetap mengacu pada keprodian masing-masing. Tren penelitian masalah digital juga sudah menjadi tema penelitian oleh kedua prodi tersebut.Kata Kunci: tren penelitian, Prodi ES, Prodi HES, Bibliometika, VOSViewe

    KOMPARASI TUJUAN PENDIDIKAN K.H. HASYIM ASY'ARI DAN K.H. AHMAD DAHLAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk : 1) untuk mengetahui tujuan pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy'ari. 2) untuk mengetahui tujuan pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan. 3) untuk mengetahui komparasi tujuan pendidikan K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dimana penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatis. Penelitian ini lebih menekankan pada kekuatan analisis datapada sumber-sumber yang ada yang didapat dari buku-buku, tulisan-tulisan dan dengan mengandalkan teori-teori yang ada untuk diinterpretasikan secara luas dan mendalam. Untuk itu, , untuk itu penulis menggunakan pendekatan deskriptif kepustakaan dengan berdasarkan tulisan yang mengarah pada pembahasan skripsi ini. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan metode dokumentasi yaitu suatu teknik yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis maupun, gambar maupun elektronik. Penulis menggunakan metode deskriptif analisis yang dimaksud untuk membuka pesan yang terkandung dalam bahasa tentang pendidikan Islam yang diungkapkan oleh kedua tokoh yang berbeda. Dan juga menggunakan metode interpretasi data dan metode berfikir dedukasi. Hasil analisa, menunujkan bahwa. 1) tujuan pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy'ari adalah menciptakan manusia yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT agar mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat, yakni melahirkan manusia yang dalam kehidupanya selalu dan setiap saat ingat kepada Allah SWT yang menciptakanya serta menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai khalifah yang diciptakan tuhan dimuka bumi. Sedangkan tujuan pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan melahirkan manusia-manusia baru yang siap tampil sebagai manusia intelek dan intelek manusia, yakni manusia baru yang memiliki keteguhan iman dan pengetahuan yang luas serta memiliki ketrampilan dalam mengamalkan ilmu pengetahuanya, kuat jasmani dan ruhaninya. 3) tujuan pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Ahmad Dahlan sepakat bahwa dasar tujuan pendidikan Islam harus kembali pada sumber primer umat Islam, yakni Al-Qur'an dan Hadits. Dari uraian tujuan pendidikan Islam yang dikemukakan kedua tokoh tersebut maka terlihat persamaan dan perbedaan. K.H. Hasyim Asy'ari dengan tetap mempertahankan budaya dan nilai-nilai tradisional yang telah dimiliki Islam dan Indonesia dalam pembentukan tjuan yang diharapkan dalam pendidikan Islam. Sedangkan K.H. Ahmad Dahlan cenderung bercorak pembaharuan sosial agar nantinya tujuan pendidikan Islam dan pendidikan Umum bisa berjalan beriringan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan dilingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU JEPARA

    Pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi tentang Konsep Pendidikan yang Ideal di Indonesia (1985-2011)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) Tujuan pelaksanaan pendidikan nasional (1985-2011), (2) Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011), (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam bidang pendidikan.Penelitian menggunakan metode penulisan sejarah Kuntowijoyo dengan lima tahapan: (1) Pemilihan topik penelitian, yang didasari dua aspek yaitu kedekatan, emosional intelektual. (2) Heuristik. Sumber yang penulis gunakan adalah karya tulis dari K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, baik buku maupun artikel yang diterbitkan di majalah Gontor. (3) Verifikasi atau kritik sumber terdiri dari dua bagian meliputi kritik ekstern dan intern. (4) Interpretasi, yaitu menafsirkan sumber-sumber yang telah diverifikasi menjadi satu kesatuan. (5) Historiografi atau penulisan sejarah.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tujuan pendidikan nasional masa Orde Baru sesuai UU No. 2 tahun 1989 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia. Adapun tujuan pendidikan masa Reformasi sesuai UU No. 20 tahun 2003 adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. (2) Dasar filosofis K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi adalah Panca Jiwa. Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) adalah totalitas kehidupan dalam dunia pendidikan, pendidikan integral yang dipengaruhi konsep integrasi ilmu dari K.H. Ahmad Dahlan, tri pusat pendidikan yang dipengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dan konsep jiwa merdeka yang dipengaruhi konsep K.H. Imam Zarkasyi. (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi secara internal adalah berkembangnya PMDG menjadi sembilan belas cabang pada masa kepemimpinannya dan bertambahnya jumlah santri dan tenaga pengajar di PMDG dengan presentase 5% selama tiga tahun terakhir. Pengaruh eksternalnya adalah, sistem pendidikan di PMDG mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, diadopsi oleh banyak lembaga pesantren, dan memberikan inspirasi terhadap gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat. Kata Kunci: pendidikan, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, PMDG

    K.H. Sahal Mahfudz: ulama yang rendah hati dan berpengetahuan luas

    No full text
    Buku ini memuat kisah hidup K.H. Sahal Mahfudz yang dibahas secara komprehensif. Sosok ulama yang berwawasan luas dan selalu berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Islam adalah agama yang ramah dan hangat

    Komparasi pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari tentang Pendidikan Islam

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan merupakan icon fundamental dalam rangka membenahi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara, terlebih-lebih pendidikan Islam. Karena hanya dengan pendidikan yang sesungguhnyalah manusia akan mampu merekontruksi pola pikir yang selama ini masih dibawah ketertindasan menuju pola fikir kemerdekaan yang cenderung konstruktif. Pendidikan Islam yang selam ini dalam bayangan manusia menjadi pilihan yang tepat dalam rangka menumbuhkembangkan fitrah dan potensi yang diberikan Tuhan untuk kemudian diekplorasikan dalam kehidupan nyata menjadi sebuah keharusan yang harus difikirkan oleh elemen pelaksana pendidikan. Berangkat dari itulah penulis kemudian ingin membahas kembali pemikiran tokoh dan intelektual muslim Indonesia yang mencoba untuk merumuskan pendidikan Islam yang sesuai dengan haparan agama, bangsa dan Negara, seperti K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari. Maka dari itu penulis mengambil judul Komparasi Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan dan K.H Hasyim Asy’ari tentang Pendidikan Islam. Dengan harapan, konsepsi pendidikan Islam yang ditawarkan oleh kedua tokoh tersebut mampu menginspirasikan elemen pelaksana pendidikan dalam rangka mengembangkan pendidikan Islam agar kemudian pendidikan Islam mampu menjawab tantangan globalisasi dengan tetap mendasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah persamaan dan perbedaan pendidikan Islam menurut K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari, serta kontribusi K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyiam Asy’ari dalam bidang pendidikan. Dari fokus masalah yang sudah disebutkan tadi, penulis mengambil langkag untuk kemudian menganalisis atau menelitinya dengan tujan mampu mengetahui, memahami, dan mampu mengambil kesimpulan dari pemikiran pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari, sehingga hasil dari telaah tersebut mampu dijadikan kontribusi dalam terselenggaranya dan berkembangnya pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan jenis library research. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dalam rangka mencari sumber dan data yang menunjang dalam penulisan ini. Kemudian dari dokumentasi tersebut dianalisis dengan menggunakan metode content analysis dan interpretasi sumber dan data yang didapat. Dengan kerangka itu, dapat diketahui bahwa pendidikan Islam dalam perspektif K.H. Ahmad Dahlan adalah merupakan suatu sarana dan upaya sadar yang dilakukan dalam rangka mengentaskan pemikiran manusia yang statis menuju pemikiran yang dinamis yang bertujuan melahirkan manusia yang siap tampil sebagai ulama-intelek dan intelek-ulama yang memiliki keteguhan iman dan ilmu yang luas, serta kuat jasmani dan rohani yang tetap mendasarkan semua itu pada Al-Qur’an dan Hadis. Sedangkan pendidikan Islam dalam perspekti K.H. Hasyim Asy’ari merupakan sarana dan upaya strategis yang dilakukan oleh manusia dalam rangka mencapai kemanuisannya, sehingga mampu mengetahui hakikat penciptaannya, penciptanya dan tugas serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi yang kemudian bertujuan agar dengan pendidikan Islam, manusia mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT., sehingga mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat yang juga tetap melandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis. K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari memiliki persamaan dan perbedaan dalam memandang pendidikan Islam. Namun, secara umum mereka berdua sepakat bahwa pendidikan Islam merupakan sarana dan upaya yang tepat dan strategis dalam rangka menyelamatkan kehidupan manusia dari hal apapun. Sedangkan perbedaan yang terlihat dari kedua tokoh tersebut dalam memaknai pendidikan Islam adalah masalah substansi dari pendidikan Islam tersebut. K.H. Ahmad Dahlan cenderung bercorak modernis, sedangkan K.H. Hasyim Asy’ari cenderung bercorak tradisionalis. Kontribusi K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari terhadp pendidikan Islam di Indonesia sangatlah banyak. K.H. Ahmad Dahlan dengan Muhammdiyahnya sudah mendirikan ribuan lembaga pendidikan, dan K.H. Hasyim Asy’ari dengan Nahdlotul Ulamanya juag sudah melahirkan lembaga pendidikan yang tersebar diseluruh Indonesia. Dan sampai sekarang sistem pendidikan Islam yang mereka berdua tawarkan masih dipergunakan dalam lembaga-lembaga pendidikan. ABSTRACT Education is a fundamental icon in order to fix the religious life, nation and state, even more Islamic education. Because only with education that indeed humans will be able to reconstruct the mindset that had been still under the oppression towards freedom of thought which tend to be constructive. Islamic education is so far in the shadow of man to be the right choice in order to develop nature and God-given potential for later explored in real life becomes a necessity that should be a lot of rethinking by implementing elements of education. Departing from that author and then want to discuss the re-thinking leaders and Indonesian Muslim intellectuals who tried to formulate an appropriate Islamic education in the hope of religion, nation and the State, such as KH Ahmad Dahlan and K.H. Hasyim Asy’ari. Thus the writer take the title Comparison of Thought KH Ahmad Dahlan and KH Hasyim Asy’ari on Islamic Education. With hope, the conception of Islamic education offered by these two elements of character can inspire educators to develop the Islamic education for Muslim education and then be able to meet the challenges of globalization with a permanent base on the values of Islamic teaching. Focus problem in this research are the similarities and differences in Islamic education by KH Ahmad Dahlan and K.H. Hashim Asy’ari, and the contribution K.H. Ahmad Dahlan and K.H. Hasyim Asy’ari in the field of education. From a focus problem that was mentioned earlier, the researcher took steps to then analyze or examine it in order be able to know, understand, and are able to draw conclusions from the Islamic schools of thought KH Ahmad Dahlan and K.H. Hasyim Asy’ari, so that the results of these studies can be used as contribution in the implementation and development of Islamic education. This study used a qualitative descriptive approach to the type of library research. While the method of data collection method in order to find the source documentation and data that support in writing this. Then, from the documentation was analyzed using content analysis and interpretation methods and data sources are obtained. With that framework, it is known that Islamic education in the perspective of KH Ahmad Dahlan is a means and a conscious effort made in order to alleviate human thought that static towards dynamic thinking aimed at people who are ready to give birth appears as a scholar-intellectuals and scholars who have the intellect, firmness of faith and science are broad, and strong physical and spiritual still basing it on the Quran and Hadith. Meanwhile, Islamic education in perspekti K.H. Hasyim Asy’ari is a means and strategic efforts undertaken by humans in order to achieve humanity, so as to know the nature of its creation, its creator and the duty and responsibility of man as the Caliph on earth who then aimed for with Islamic education, people can draw closer to Allah SWT ., so get happiness in this world and the hereafter is also fixed bases in the Qur'an and Hadith. K.H. Ahmad Dahlan and K.H. Hasyim Asy’ari has similarities and differences in the view of Islamic education. However, in general, they both agree that Islamic education is a means and appropriate measures and strategic in order to save human life from it whatsoever. While the differences seen from both figures of understanding of Islamic education is a matter the substance of Islamic education. K.H. Ahmad Dahlan tend patterned a modernist, while KH Hasyim Asy’ari tend patterned traditionalists. Contributions K.H. Ahmad Dahlan and K.H. Hasyim Asy’ari against Islamic education in Indonesia is very much. K.H. Ahmad Dahlan with Muhammadiyahnya already set up thousands of educational institutions, and KH Hasyim Asy’ari with Nahdlotul Ulamanya also been childbirth education institutions all over Indonesia. And until now the Islamic education system that they both offer is still used in educational institution

    Pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi tentang Konsep Pendidikan yang Ideal di Indonesia (1985-2011)

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) Tujuan dari pelaksanaan pendidikan nasional (1985-2011), (2) Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011), (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dalam bidang pendidikan. Peneliti menggunakan metode penelitian sejarah dari Kuntowijoyo yang memiliki lima tahapan, yaitu: (1) Pemilihan topik penelitian, yang didasari dua aspek yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, (2) Heuristik atau pengumpulan sumber. Sumber yang peneliti gunakan adalah karya tulis dari K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, baik buku maupun artikel yang diterbitkan di majalah Gontor. Sebagian besar sumber peneliti dapatkan di kantor majalah Gontor dan perpustakaan PMDG, (3) Verifikasi atau kritik sumber terdiri dari dua bagian meliputi kritik ekstern dan intern. Peneliti melakukan kritik dengan membandingkan pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi dengan pemikiran tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia (4) Interpretasi, yaitu menafsirkan sumber-sumber yang telah diverifikasi menjadi satu kesatuan menurut kaedah yang telah ditentukan, (5) Historiografi, tahapan terakhir penelitian dengan menyajikan fakta dalam bentuk tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tujuan pendidikan nasional pada masa Orde Baru sesuai UU No. 2 tahun 1989 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia. Adapun tujuan pendidikan pada masa reformasi sesuai UU No. 20 tahun 2003 adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Sentralitas dan desentralitas menjadi perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi dalam melaksanakan pendidikan nasional. (2) Dasar filosofis K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi adalah Panca Jiwa. Konsep pendidikan yang ditawarkan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (1985-2011) adalah, pendidikan integral yang dipengaruhi oleh konsep integrasi ilmu dari K.H. Ahmad Dahlan, konsep tri pusat pendidikan yang dipengaruhi oleh pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dan konsep jiwa merdeka yang dipengaruhi oleh konsep dari K.H. Imam Zarkasyi. Pemikiran khas dari K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi sendiri adalah totalitas kehidupan dalam dunia pesantren. (3) Pengaruh pemikiran K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi secara internal adalah berkembangnya PMDG menjadi sembilan belas cabang pada masa kepemimpinannya dan bertambahnya jumlah santri dan tenaga pengajar di PMDG dengan presentase 5% selama tiga tahun terakhir. Adapun pengaruh eksternal adalah, sistem pendidikan di PMDG mendapatkan pengakuan dari dunia internasional, diadopsi oleh banyak lembaga pesantren, dan memberikan inspirasi terhadap gagasan dari tokoh-tokoh masyarakat. Kata Kunci: pendidikan, K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, PMDG

    PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PERSPEKTIF K.H IMAM ZARKASYI

    Get PDF
    Pendidikan holistik merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pengembangan keseluruhan individu secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual. Salah satu tokoh yang memiliki pemikiran mendalam tentang pendidikan holistik adalah K.H. Imam Zarkasyi. K.H. Imam Zarkasyi adalah seorang ulama dan tokoh pendidikan Islam terkemuka yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan holistik dalam perspektif K.H. Imam Zarkasyi melalui tinjauan pustaka. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui analisis literatur, buku, artikel, dan tulisan-tulisan yang relevan dengan pemikiran K.H. Imam Zarkasyi mengenai pendidikan holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Imam Zarkasyi memandang pendidikan holistik sebagai suatu pendekatan yang menekankan harmoni antara akal, hati, dan tindakan. Menurut K.H. Imam Zarkasyi, pendidikan holistik harus mencakup pengembangan intelektual yang seimbang, moralitas yang kuat, pengembangan karakter yang baik, serta pengembangan spiritualitas yang mendalam. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. Konsep pendidikan holistik K.H. Imam Zarkasyi juga menekankan pentingnya peran pendidik dalam membentuk kepribadian yang seimbang dan menyeluruh. Pendidik harus berperan sebagai teladan yang baik, memberikan bimbingan moral, mengembangkan keterampilan sosial, dan memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan individu secara menyeluruh. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam konteks pengembangan pendidikan holistik di Indonesia. Konsep pendidikan holistik dalam perspektif K.H. Imam Zarkasyi dapat menjadi pedoman bagi praktisi pendidikan dalam merancang program pendidikan yang holistik dan menyeluruh. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat memberikan wawasan baru tentang penerapan pendidikan holistik dalam konteks keagamaan dan budaya Indonesia

    Studi kritis perbandingan konsep Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan

    Get PDF
    K.H. Hasyim Asy‟ari dan K.H. Ahmad Dahlan adalah dua tokoh besar yang memiliki pengaruh cukup besar di Indonesia. Keduanya juga memberi kontribusibesar dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan Islam. Sebagai dua tokoh yang memiliki latar belakang dan gerakan yang berbeda, maka akan didapati adanya perbedaan konsep pendidikan Islam antar keduanya, disamping persamaan. Sehingga dalam penelitian ini, dilakukan studi kritis perbandingan konsep pendidikan Islam K.H Hasyim Asy‟ari dan K.H. Ahmad Dahlan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi konsep pendidikan Islam K.H Hasyim Asy‟ari dan K.H. Ahmad Dahlan, kemudian mendiskripsikan perbandingan konsep pendidikan antar keduanya, baik persamaan maupun perbedaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggali sumber-sumber kepustuakaan yang dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: orientasi, eksplorasi, dan tahap penelitian terfokus. Teknik analisa data meliputi menentukan tema atau pola tertentu, mencari hubungan logis antar pemikiran tokoh sehingga dapat ditemukan alasan mengenai pemikiran tersebut, mengklasifikasi, mencar generalisasi gagasan yang spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) K.H. Hasyim Asy‟ari mendirikan dan membina pondok pesantren dan juga memberi pelajaran umum seperti matematika, ilmu bumi, bahasa latin, selain mengajarkan ilmu agama. (2) K.H. Ahmad Dahlan mencoba melakukan terobosan baru dengan membuat sekolah yang mengintegrasikan antara pelajaran agama dan pelajaran umum sekaligus, sehingga diharapkan dapat menjadi “ulama yang intelek dan intelek yang ulama”. (3) kedua tokoh tersebut sama-sama mempunyai peranan penting dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia

    Peran K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam

    No full text
    Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengambil judul tentang Peran K.H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam. Alasan penulis memilih judul tersebut karena, Pertama: Para ulama sekarang ini kurang produktif dalam mengembangkan ilmunya pada suatu karya tulis, yang diterapkan dari kebanyakan para ulama saat ini hanya berceramah dan mengajar. Kedua: Masih kurangnya pembahasan mengenai peran K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. Ketiga: Minimnya kajian tokoh Islam di Indonesia dan minimnya kajian tokoh Islam tradisional di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. Diketahui bahwa, K.H Ahmad Sanusi adalah seorang ulama tradisional yang membentengi umat dan melahirkan pendidikan Islam yang maju pada masanya. Dari beberapa peran K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam, memiliki kesan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat pada umumnya dan masyarakat kota Sukabumi pada khususnya. Untuk mengetahui beberapa peran K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan tersebut, beliau masih memiliki peninggalan atau pun berkas K.H Ahmad Sanusi yang ada di pesantren yang didirikannya di Sukabumi, Jawa Barat. Dari sinilah, penulis merasa perlu untuk mengemukakan dari beberapa perjuangan seorang tokoh sekalipun ulama tradisional yang sangat gigih dari K.H Ahmad Sanusi semasa hidupnya dalam pendidikan Islam. Penulisan skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif (qualitatif research). Dan metode penelitian yang digunakan yaitu metode historis yang ditopang dengan beberapa metode antara lain: Metode Kepustakaan (Library Reseach) dan metode Lapangan (Field Reseach). Adapun dalam teknik pengumpulan data penulis menggunakan tiga cara antara lain: Observasi, Wawancara, dan Dokumenter. Hasil penelitian yang penulis dapat, tentang Peran K.H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam diantaranya meliputi: Keaktifan K.H Ahmad Sanusi pada dunia pendidikan dan penerbitan K.H Ahmad Sanusi dengan banyaknya karya-karya beliau hingga seratus lebih, diantaranya: Kitab Tafsir al-Qur?an, Kitab Hadits, Kitab Ilmu Tauhid, Kitab Ilmu Fiqh, Kitab Ilmu Bahasa Arab, Kitab Akhlak, Kitab Ilmu Mantiq, Kitab Ilmu Bade?, Kitab Ilmu Bayan, Kitab Sejarah, Kitab Jum?ah, Kitab Munadoroh, dll; Serta Keaktifan K.H Ahmad Sanusi pada organisasi yang didirikannya sendiri dengan nama Al-Ittihadiat al-Islamiyah (AII) yang merupakan organisasi masa hasil fusi antara PUI dan PUII; dan adanya perluasan pesantren yang K.H Ahmad Sanusi dirikan dengan menjadikan suatu lembaga hingga berdiri sampai sekarang ini. Sedangkan pelajaran yang berharga dari K.H Ahmad Sanusi adalah dapat memberikan semangat atau motivasi pada generasi umat maupun penerus ulama selanjutnya dengan cara mengikuti jejak langkah beliau dalam memajukan pendidikan Islam antara lain, yaitu semangat untuk mendirikan pesantren, semangat dalam memberikan pengajaran yang lebih baik dan semangat dalam berkarya sendiri pada bidang keagamaan. Karena K.H Ahmad Sanusi tidak hanya dikenal sebagai ulama tradisional melainkan ulama yang produktif dalam karya-karyanya. Dan dari beberapa perannya beliau yang sangat kharismatik menjadi kaca berbandingan bagi kita saat in

    KEKUASAAN DAN KEIMANAN DALAM KELUARGA PERMANA KARYA RAMADHAN K.H.

    No full text
    A religion-nuanced literary work has a meaning that is more thanjust the understanding of whether a religious teaching is right or wrong. It is really meaningful and presents various problems that can give a discourse to its readers. One of such literary works is a novel written by Ramadhan K.H., entitled Keluarga Permana. This novel attracts its audience when it is approached with Foucault’s theory of power and James Fowler’s faith development theory. These two theories allow readers to uncover many things contained in the novel. Using Foucault’s theory of power, powerrelations can be seen. In addition, through this approach, it can also be seen the occurrence of a new character named society, which takes a role of supervising the power system and giving motivation to the other characters. Meanwhile, through James Fowler’s faith development theory, the faith of Farida – one character in the novel – can be easily analyzed and shown the problems. Karya sastra bercorak agama memiliki makna yang tidak hanyaterbatas pada pemahaman benar dan yang salah seperti sebuah ajaran agama, namun lebih dari itu. Karya sastra bercorak agama menunjukkan kekayaan makna dan keberagaman persoalan yang lebih sering memberikan diskursus kepada pembacanya. Novel Keluarga Permana karya Ramadhan K.H. menjadi salah satu karya sastra bercorak agama yang memiliki itu. Novel ini menjadi menarik apabila didekati melalui teori kekuasaan Michel Foucault dan teori perkembangan keimanan James Fowler. Melalui dua pendekatan tersebut, dapat dilihat apa-apa yang terdapat dalam novel Keluarga Permana secara lebih mendalam. Melalui pendekatan kekuasaan Foucault, relasi-relasi kuasa akan nampak. Selain itu, pendekatan kekuasaan akan muncul tokoh baru yang bernama masyarakat yang menjadipengawas sistem kuasa dan memberi motivasi tindakan terhadap tokohtokoh lainnya. Sementara itu, melalui teori perkembangan keimanan James Fowler, keimanan tokoh Farida akan dengan mudah diuraikan dan ditemukanproblematikanya.</jats:p
    corecore