42 research outputs found
Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Science literacy is a person's ability to understand science so that it is able to apply (Dani, 2009). Students who have scientific literacy skills can either apply their knowledge to solve problems in everyday life both in private, social or global (OECD, 2009). This study aims to describe the scientific literacy skills of PGSD students, the first semester of the University of PGRI Adi Buana Surabaya. Science literacy tests are adapted from PISA 2012 questions and consulted with experts. Students are given 50 minutes to solve the test questions given. Student answers were then analyzed and described based on nominal, functional, procedural, and multidimensional categories. From the results of the analysis it was found that the scientific literacy skills of the first semester PGSD students were in the nominal category (41.25%), functional categories (38.42%), procedural categories (21.18%), and the remainder in the multidimensional category
Keefektifan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Proses Sains
Kemampuan Proses Sains dibutuhkan untuk menghadapi tantangan globalisasi. Namun, banyak calon guru sekolah dasar yang masih rendah kemampuan proses sainsnya. Salah satu upaya memperbaiki kemampuan proses sains melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan model PBL terhadap kemampuan literasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Metode yang digunakan adalah tes dan observasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa model PBL efektif terhadap kemampuan literasi sains. Keefektifan ditunjukkan dari hasil tes dan observasi aktivitas mahasiswa
Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa
Abstrak: Berpikir kreatif merupakan salah kemampuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi diri menghadapi tantangan abad-21. Seseorang harus mempunyai ide-ide kreatif dan inovatif terkait pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan berpikir kreatif calon guru sekolah dasar pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPA. Efektivitas dilihat dari hasil tes kemampuan berpikir kreatif dan hasil angket self confidence. Penelitian ini merupakan studi quasi eksperimen di PGSD, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Populasinya mahasiswa Angkatan 2019. Melalui teknik simple random sampling, terpilih mahasiswa kelas 2019 E dan B sebagai sampel. Metode yang digunakan adalah tes dan angket. Data tes kemampuan berpikir kreatif dianalisis dengan uji beda rerata, sedangkan data angket self confidence dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) berpikir kreatif yang diajar menggunakan discovery learning lebih baik daripada pembelajaran klasikal; (2) self confidence mahasiswa yang diajar menggunakan discovery learning menunjukkan kriteria baik. Kata Kunci:Bberpikir Kreatif, Discovery Learning, Eksperimen Abstract: Creative thinking is one of the abilities needed to develop one's potential to face the challenges of the 21st century. One must have creative and innovative ideas related to knowledge. The purpose of this study was to determine the effectiveness of discovery learning on the creative thinking abilities of elementary school teacher candidates in Konsep IPA Dasar Course. Effectiveness is seen from the results of tests of creative thinking ability and self confidence. This research is a quasi-experimental study in PGSD, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. The population is student class of 2019. Through the simple random sampling technique, 2019 class E and B students are selected as samples. The method used is a test and questionnaire. The creative thinking ability test data was analyzed by means of different mean tests, while the self confidence questionnaire data was analyzed descriptively. The results showed that: (1) creative thinking taught using discovery learning is better than classical learning; (2) students' self confidence taught using discovery learning shows good criteria. Keywords: Creative Thinking, Discovery Learning, Eksperimen
INSTRUMEN LITERASI SAINS DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SEKOLAH DASAR
Literasi sains mendukung kurikulum sains yang sekarang ini berlaku dalam pembelajaran tematik, khususnya di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Jenis literasi sains dalam pembelajaran IPA SD; (2) Kemampuan literasi sains siswa dalam pembelajaran IPA SD; (3) Hasil pengembangan instrumen literasi sains untuk pembelajaran siswa SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode deskriptif eksplotif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IV dan Kelas V SDN Wonokusumo yang berada di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar wawancara semi terstruktur untuk memperoleh data penggunaan literasi sains selama pembelajaran di kelas dan memperoleh data penguasaan siswa terhadap materi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Peneliti mendeskripsikan setiap aktivitas yang diperoleh dari hasil observasi dan hasil wawancara
Keefektifan Model Pembelajaran Brain Based Learning Terhadap High Order Thinking Skills (HOTS) Mahasiswa PGSD UNIPA Surabaya
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Brain Based Learning (BBL) terhadap High Order Thinking Skills Mahasiswa PGSD pada Mata Kuliah Konsep Matematika Lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Adi Buana Surabaya angkatan 2017. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas 2017 A sebagai kelas eksperimen dan kelas 2017 B sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan uji ketuntasan belajar (uji t dan uji proporsi) dan uji kesamaan rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan belajar. Hasil uji kesamaan rata-ratamenunjukkan bahwa rata-rata HOTS mahasiswa kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran BBL efektif terhadap HOTS mahasiswa PGSD pada mata kuliah Konsep Matematika Lanjut
PEMANFAATAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V A SDN MENANGGAL
The Human Circulatory System for grade VA students at SDN Menanggal 601 Surabaya. This study uses Classroom Action Research using animated video learning media. The data source of this research is that there are 40 students of class VA SDN Menanggal 601 Surabaya. The data collection techniques used were observation, tests and documentation. Furthermore, the first data analysis technique uses descriptive qualitative to explain the process of using animative video learning media. The second data analysis technique uses descriptive quantitative to show the learning outcomes of students. Based on the research, it shows that the use of animated video media can improve student learning outcomes in the VA class of SDN Menanggal 601 Surabaya. It can be seen from before being given the action only 13 students or 32.5% reached the KKM. After being given the action in cycle II as many as 39 students or 9
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN KONKRIT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA KELAS IV PADA MATERI MENGUBAH BENTUK ENERGI DI SEKOLAH DASAR
Berpikir reflektif di anggap sangat penting untuk dimiliki siswa terutama pada mata pelajaran IPA. Hasil studi pendahuluan pada salah satu sekolah dasar di Gresik masih tergolong cukup rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang kemampuan berpikir reflektif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning berbantuan media pembelajaran konkrit terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa kelas IV pada materi mengubah bentuk energi serta mengetahui bagaimana respons berpikir reflektif siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran konkrit pada materi mengubah bentuk energi. Penelitian ini dilakukan di UPT SD Negeri 147 Gresik dengan sampel 27 siswa kelas 4A sebagai kelas eksperimen 1 dan 27 siswa kelas 4B sebagai kelas eksperimen 2. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 1 adalah 84,44 dan nilai kelas eksperimen 2 adalah 85,93. Hasil uji hipotesis kelas eksperimen 1 memperoleh hasil thitung 14,77 > ttabel 2,06 dan p-value 0,00 ≤ 0,05. Kelas eksperimen 2 memperoleh hasil thitung 14,50 > ttabel 2,06 dan p-value 0,00 ≤ 0,05. Kemudian, Nilai N-gain kelas eksperimen 1 adalah 0,71 dan kelas eksperimen 2 adalah 0,72. Hasil angket respons siswa menunjukkan bahwa kelas eksperimen 1 unggul pada indikator understanding dengan skor 81, sedangkan kelas eksperimen 2 unggul pada indikator habbitual action dengan skor 91. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model problem based learning berbantuan media pembelajaran konkrit terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa kelas IV pada materi mengubah bentuk energi di sekolah dasar
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDIO INTERAKTIF MATERI TERJADINYA SIANG MALAM DAN PASANG SURUT AIR LAUT TERHADAP BERPIKIR REFLEKTIF SISWA KELAS VI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN MARGOREJO 1 SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran video interaktif terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa kelas VI dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experimental. Data dikumpulkan melalui pretest sebelum pembelajaran dan posttest setelah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam berpikir reflektif siswa setelah menggunakan video interaktif. Nilai N-Gain pada kelas eksperimen 1 termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas eksperimen 2 berada pada kategori sedang. Analisis data mengungkapkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok eksperimen, yang menunjukkan bahwa media video interaktif dapat meningkatkan partisipasi siswa serta mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi seperti video interaktif berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan berpikir reflektif siswa.
Kata kunci: video interaktif, berpikir reflektif, pembelajaran IPA
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MATERI GAYA DI SEKITAR KITA KELAS IV SDN PURISEMANDING 1
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir reflektif siswa pada saat kegiatan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial, yang sebelumnya belum pernah diukur. Keterampilan berpikir reflektif sangat penting dimiliki oleh siswa. Dari hasil observasi diketahui bahwa nilai IPAS siswa masih rendah. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir reflektif siswa SD adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan berpikir reflektif siswa melalui model problem based learning (PBL) pada materi "Gaya di Sekitar Kita" kelas IV SDN Purisemanding 1, serta mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran IPA pada materi yang sama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dan bahan pertimbangan bagi guru untuk perbaikan ke depan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning mampu meningkatkan keterampilan berpikir reflektif siswa. Dengan model ini, siswa mendapat kesempatan untuk memecahkan masalah sehingga kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat tercipta, yang pada akhirnya meningkatkan keterampilan berpikir reflektif siswa. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan model problem based learning secara umum sangat positif. Siswa merasa senang karena mendapat kesempatan untuk menyatakan ide, menanggapi pertanyaan, mengajukan pertanyaan, dan mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Siswa juga menunjukkan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan selama pembelajaran.
 
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN QUIZWHIZZER BERBASIS DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V MATERI MENGENAL ORGAN PENCERNAAN MANUSIA
Students' poor reflective thinking abilities, ineffective use of digital learning resources, and slow learning processes in science classes in Sidoarjo City's primary schools prompted this study. The purpose of this research is to find out how fifth graders' reflective thinking abilities on the human digestive system fared when taught utilizing the problem-based learning approach with the use of the digital learning tool Quizwhizzer. Two experimental groups using the problem-based learning paradigm are part of this descriptive quantitative study's quasi-experimental approach. The results show that the pupils' ability to think reflectively has significantly improved. In experimental class 1, the t-value was 22.19, which is greater than the t-table value of 2.06, and in experimental class 2, the t-value was 36.60, which is also greater than the t-table value of 2.06. Experimental classes 1 and 2 both have N-Gain values of 0.73 and 0.78, respectively. Therefore, it has been demonstrated that the digital learning tool Quizwhizzer helps fifth graders improve their reflective thinking abilities
