1,721,119 research outputs found
Uma entrevista com Jonathan Culpeper
Jonathan Culpeper is Professor of English Language and Linguistics at Lancaster University, UK. He holds a Ph.D in Linguistics and a B.A. Hons. in English Language and Literature, at Lancaster University. Most of his current work belongs to the field of Pragmatics. He has a particular research interest in linguistic politeness, focusing on the social dynamics of interaction. He was co-editor-in-chief of the Journal of Pragmatics from 2009 to 2014.Jonathan Culpeper é professor de Língua Inglesa e Linguística na Universidade de Lancaster, Inglaterra. Ele é doutor em Linguística e bacharel com honras em Língua Inglesa e Literatura pela Universidade de Lancaster. A maior parte do seu trabalho atual pertence ao campo da pragmática, e sua pesquisa está relacionada à polidez linguística, focando nas dinâmicas sociais da interação. Ele foi co-editor-chefe do Journal of Pragmatics de 2009 até 2014
Book Review - Early Modern English dialogues. Spoken Interaction as Writing, by Jonathan Culpeper and Merja Kytö
Jonathan Culpeper and Merja Kytö. Early Modern English dialogues. Spoken Interaction as Writing. [Studies in English Language Series] Cambridge, Cambridge University Press, 2010. ISBN 978-0-521-83541-1 hardbac
Impoliteness
When is language considered 'impolite'? Is impolite language only used for anti-social purposes? Can impolite language be creative? What is the difference between 'impoliteness' and 'rudeness'? Grounded in naturally-occurring language data and drawing on findings from linguistic pragmatics and social psychology, Jonathan Culpeper provides a fascinating account of how impolite behaviour works. He examines not only its forms and functions but also people's understandings of it in both public and private contexts. He reveals, for example, the emotional consequences of impoliteness, how it shapes and is shaped by contexts, and how it is sometimes institutionalised. This book offers penetrating insights into a hitherto neglected and poorly understood phenomenon. It will be welcomed by students and researchers in linguistics and social psychology in particular.</jats:p
(Im)politeness and mixed messages
This chapter maps out the space occupied by phenomena that do not belong to either politeness or impoliteness, but in some sense fit both. It focuses on mixed or mismatching interpersonal messages that are incongruous on at least one level of interpretation or generate a sense of interpretive or evaluative dissonance. They encompass phenomena that typically attract labels such as sarcasm, banter and teasing. The authors discuss the pragmatic background of such mixed messages, especially drawing on approaches to irony, how they figure in classic politeness theories, and, in particular, how they work. This part of the chapter considers their metapragmatics, the constituents of the ‘mix’ of messages, how particular ‘mixes’ become conventionalised, their functions and also how they are perceived
Strategi Ketidaksantunan Jonathan Culpeper pada Acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu
Skripsi ini berjudul “Strategi Ketidaksantunan Jonathan Culpeper pada Acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu”. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah apa sajakah strategi ketidaksantunan pada tuturan dalam acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu. Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan strategi ketidaksantunan pada tuturan dalam acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua tuturan yang terdapat dalam acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu yang terindikasi mengandung strategi ketidaksantunan. Data tersebut didapat dari video yang peneliti unduh dari kanal YouTube Narasi Newsroom yang berjudul “Ragu-Ragu Perpu (FULL VERSION) – Mata Najwa” yang ditayangkan pada Rabu, 9 Oktober 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode ini memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan pragmatis dengan daya pilah pragmatis sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok sebagai teknik lanjutan. Penelitian ini menggunakan teori strategi ketidaksantunan Jonathan Culpeper. Dalam teorinya, Culpeper membagi ketidaksantunan menjadi lima strategi, yaitu ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan negatif, sarkasme atau kesantunan semu, dan menahan kesantunan. Setelah dianalisis, hasil penelitian selanjutnya disajikan secara informal.
Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa tuturan yang terindikasi mengandung strategi ketidaksantunan. Total ada 22 percakapan yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan. Strategi yang terkandung meliputi strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif. Dalam setiap strateginya, tuturan tersebut memiliki indikasi atau subkategori tersendiri, seperti menghina, mencemooh, menggunakan sebutan tidak tepat, membuat mitra wicara merasa tidak nyaman, dan lain-lain. Umumnya, faktor yang memengaruhi ketidaksantunan adalah keinginan untuk merusak citra dari mitra wicara. Selain itu, faktor emosi atau kemarahan juga cukup memengaruhi penutur menuturkan tuturan yang mengandung ketidaksantunan
Introduction
This introductory chapter sets the scene for the following chapters on politeness and impoliteness, briefly acknowledging the various ways in which (Im)politeness is conceptualised, and then discussing why a handbook of linguistic (Im)politeness is needed at this time. The structure of the handbook is overviewed, followed by brief discussion of where the field may be heading next
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Bentuk Ketidaksantunan Berbahasa Jonathan Culpeper dalam Kolom Komentar Di Aplikasi Detikcom tentang Pemeriksaan Habib Rizieq Shihab (Kajian Pragmatik)
Skripsi ini berjudul “Bentuk Ketidaksantunan Berbahasa Jonathan Culpeper dalam Kolom Komentar Di Aplikasi Detikcom tentang Pemeriksaan Habib Rizieq Shihab (Kajian Pragmatik)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komentar tidak santun sesuai teori ketidaksantunan Culpeper dalam kolom komentar berita di aplikasi detikcom tentang kasus kerumunan massa Habib Rizieq Shihab di Petamburan Jakarta.
Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik dengan pendekatan ketidaksantunan Culpeper. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan objek komentar berita di aplikasi detikcom pada 10 November 2020 sampai 12 Desember 2020. Data dasar pada penelitian ini adalah komentar tidak santun yang terdapat dalam kolom komentar di aplikasi detikcom terkait kasus kerumunan massa oleh Habib Rizieq Shihab di Petamburan Jakarta. Data penunjang pada penelitian ini diambil dari kolom komentar berita yang terdapat di aplikasi detikcom tanggal 10 November 2020 – 12 Desember 2020 dengan kata kunci ‘Habib Rizieq Shihab’. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap serta teknik catat. Metode analisis data pada penelitian ini yaitu metode padan pragmatis dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan hubung banding menyamakan. Hasil analisis data pada penelitian ini disajikan secara informal.
Hasil penelitian ini adalah diperoleh 37 data pada 28 berita yang terdapat ketidaksantunan berbahasa. Peneliti mengklasifikasikan data menjadi ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan positif, dan ketidaksantunan negatif. Rincian hasil dari penelitian ini adalah: (a) 14 data ketidaksantunan langsung, (b) 4 data ketidaksantunan positif, (c) 19 data ketidaksantunan negatif. Faktor yang memengaruhi ketidaksantunan tersebut adalah kekuatan sosial antar penutur dan keinginan penutur. Kekuatan sosial antar penutur yaitu penutur yang memiliki kekuatan sosial yang lebih tinggi menyerang penutur yang memiliki kekuatan sosial yang lebih rendah, keinginan penutur yaitu adanya kesengajaan untuk menyerang wajah penutur ataupun lawan tutur
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
