21 research outputs found

    Analisis Variasi Holding Time Peleburan Terhadap Kekuatan Impak, Cacat Makro, dan Struktur Mikro pada Pengecoran Logam Al-Si

    No full text
    ABSTRAK Dika, Johan Wayan. 2016. Analisis Variasi Holding Time Peleburan Terhadap Kekuatan Impak, Cacat Makro, dan Struktur Mikro pada Pengecoran Logam Al-Si. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H Putut Murdanto, S.T., M.T. (II) Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci : Al Si, Holding Time Peleburan, Kekuatan Impak, Cacat Makro, Struktur Mikro Aluminium murni merupakan logam yang mempunyai sifat ringan, tahan korosi, kekuatan yang dapat ditingkatkan dan mampu cor yang baik. Dari beberapa penelitian menjelaskan bahwa cara untuk meningkatkan sifat mekanis dari aluminium, diantaranya ialah dengan menambahkan unsur paduan seperti tembaga, silisium, magnesium, mangan, dan nikel serta memberikan holding time pada peleburan yang meningkatkan nilai kekerasan yang sifatnya berbanding terbalik dengan ketangguhan. Untuk itu, perlu dilakukan analisis holding time pada peleburan terhadap kekuatan impak, cacat makro, dan mikro struktur pada hasil coran Al-Si, dengan variasi holding time 0 menit, 15 menit, 25 menit, dan 35 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Mengetahui harga kekuatan impak akibat holding time pada peleburan coran Al-Si; (2). Mengetahui bentuk cacat makro akibat holding time pada peleburan coran Al-Si; (3). Mengetahui bentuk struktur mikro akibat holding time pada peleburan coran Al-Si. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimental dengan jenis pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang dilakukan dengan cara merangkum hasil penelitian berdasarkan pengamatan dan uji laboratorium yang telah dilakukan. Data yang berupa nilai dan kemudian diolah dengan pengambilan nilai rerata dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram sehingga mudah untuk dibaca. Pengujian ketangguhan menggunakan mesin uji takik dengan metode Charpy dan standart ASTM E23. Pengamatan cacat makro diamati dengan foto makro dan untuk struktur mikro diamati dengan foto mikro. Harga impak coran Al-Si akibat holding time peleburan dengan variasi waktu 0 menit, 15 menit, 25 menit, dan 35 menit, didapatkan harga impak yang menurun dari 0,335 joule/mm2 ke 0,247 joule/mm2 dan meningkat hingga 0,277 joule/mm2, hal ini terjadi akibat cacat porositas hasil coran Al-Si. Patahan getas terjadi pada semua spesimen. Ukuran butir struktur mikro semakin kecil seiring dengan lamanya holding time. Pada penelitian ini, menegaskan bahwa harga impak mempunyai hubungan yang terbalik dengan cacat porositas, semakin tinggi harga impak semakin rendah cacat porositasnya, dan semakin rendah harga impak semakin tinggi cacat porositasnya. Berdasarkan pengamatan struktur mikro pada coran Al-Si akibat holding time peleburan dengan variasi waktu 0 menit, 15 menit, 25 menit, dan 35 menit didapatkan ukuran butir yang semakin kecil. Semakin lama holding time, maka ukuran dari Al-Si semakin kecil

    PENINGKATAN KINERJA TURBIN PELTON MELALUI VARIASI BERAT ROTOR PADA SISTEM ENERGI MIKROHIDRO

    Full text link
    Turbin Pelton merupakan salah satu jenis pembangkit energi yang memanfaatkan potensi energi dari perbedaan ketinggian aliran air. Teknologi ini dapat berperan sebagai alternatif sumber energi untuk memenuhi kebutuhan daya. Untuk mengoptimalkan performanya, salah satu aspek penting yang perlu dianalisis adalah dimensi dan bobot runner turbin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi massa rotor terhadap daya keluaran dan efisiensi turbin Pelton, guna menentukan konfigurasi bobot yang paling optimal. Metode penelitian mencakup pengumpulan data eksperimental dari tiga variasi bobot rotor, yaitu 50%, 75%, dan 100%, dengan dua kondisi debit air (discharge) yang diatur melalui bukaan katup penuh dan setengah. Perhitungan daya dan efisiensi dilakukan berdasarkan parameter gaya, kecepatan rotasi, tekanan, serta laju aliran air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bobot rotor secara signifikan mempengaruhi daya dan efisiensi turbin. Daya maksimum sebesar 12,449-watt dicapai pada bobot 100% dengan katup terbuka penuh, sementara daya minimum sebesar 8,101-watt terjadi pada bobot 50% dengan bukaan katup setengah. Efisiensi tertinggi tercatat sebesar 52% pada bobot 100% dengan bukaan katup setengah, sedangkan efisiensi terendah sebesar 26,8% diperoleh pada bobot 50% dengan katup terbuka penuh.Turbin Pelton merupakan salah satu jenis pembangkit energi yang memanfaatkan potensi energi dari perbedaan ketinggian aliran air. Teknologi ini dapat berperan sebagai alternatif sumber energi untuk memenuhi kebutuhan daya. Untuk mengoptimalkan performanya, salah satu aspek penting yang perlu dianalisis adalah dimensi dan bobot runner turbin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi massa rotor terhadap daya keluaran dan efisiensi turbin Pelton, guna menentukan konfigurasi bobot yang paling optimal. Metode penelitian mencakup pengumpulan data eksperimental dari tiga variasi bobot rotor, yaitu 50%, 75%, dan 100%, dengan dua kondisi debit air (discharge) yang diatur melalui bukaan katup penuh dan setengah. Perhitungan daya dan efisiensi dilakukan berdasarkan parameter gaya, kecepatan rotasi, tekanan, serta laju aliran air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bobot rotor secara signifikan mempengaruhi daya dan efisiensi turbin. Daya maksimum sebesar 12,449-watt dicapai pada bobot 100% dengan katup terbuka penuh, sementara daya minimum sebesar 8,101-watt terjadi pada bobot 50% dengan bukaan katup setengah. Efisiensi tertinggi tercatat sebesar 52% pada bobot 100% dengan bukaan katup setengah, sedangkan efisiensi terendah sebesar 26,8% diperoleh pada bobot 50% dengan katup terbuka penuh. Kata kunci: Turbin Pelton, Efisiensi, Energ

    Budidaya Anggrek Melalui Smart Garden sebagai Teknologi Tepat Guna Berbasis Internet of Think

    Full text link
    Badan Pusat Statistik kota Batu menyatakan bahwa Batu merupakan tempat budidaya tanaman terbaik di Jawa Timur. Salah satu jenis tanaman yang dibudidayakan adalah anggrek. Namun, dengan berkembang pesatnya kebutuhan tanaman hias selain anggrek, membuat habitat anggrek menjadi kurang terawat dan pertumbuhannya menjadi kurang optimal. Kelompok tani budidaya anggrek Sidomulyo merupakan mitra pada pengabdian ini. Permasalahan yang terdapat pada mitra adalah kurang diperhatikannya anggrek yang tumbuh di persawahan sidomulyo. Hal ini menyebabkan anggrek yang masih kecil tidak terawat dan rentan membusuk. Bentuk kurang diperhatikannya tanaman anggrek tersebut adalah tidak adanya waktu dan tenaga untuk mengurus tanaman anggrek seperti melakukan pengairan yang baik, pemupukan yang teratur dan pengusiran hama pada tanaman anggrek. Solusi yang tepat untuk mengatasai permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan teknologi tepat guna berbasis IoT untuk optimalisasi pertumbuhan anggrek di pertanian budidaya anggrek sidomulyo Kota Batu. Teknologi ini dikembangkan dengan tujuan membantu seluruh kebutuhan anggrek dalam beberapa aktivitas berupa pengairan, pemupukan dan pengusiran hama

    Effectiveness of Service Training Based on Education and Training Model On-In-On-In for Dual Skills Program

    Full text link
    The focus in this article is to reveal: (1) The purpose of participating in dual skills programs; (2) Effectiveness of In Service Training 1 (In-1); (3) Effectiveness of In Service Training 2 (In-2); (4) Competence Pedagogic and Dual Professional Teacher Skills. Dual Skills Program is the addition of assignments and functions of teachers from normative and adaptive teachers plus the task of teaching productive expertise competencies, carried out for 12 months using the On-In-On-In learning model. Type of case study research with multi-case study design. The results of this study (1) Motivation of teachers to participate in dual skills programs to obtain educator certificates and anticipate shortages of hours; (2) Implementation of In-Service Training 1 is quite effective; (3) Implementation of In Service Training 2 (In-2) is quite effective;  (4) In general On-In-On-In training is quite effective; (5) Teacher competency after training is quite good. Constraints that occur are difficult to divide the teaching time and tasks from training dual skills programs which are quite a lot. To the development of science, especially vocational education, the results of this study are expected to be used as one of the comparative studies on the theory of the effectiveness of On-In-On-In training in obtaining dual related skills: (a) The purpose of participating in a dual expertise program (b) Effectiveness of In Service Training 1 (In-1), (c) Effectiveness of In Service Training 2 (In-2), (d) Competence of Dual Skills Teachers Post-On-In-On-In Training

    Gamifikasi dalam Pemrograman CNC: Pengaruh terhadap Perolehan Keterampilan dan Motivasi dalam Lingkungan Pembelajaran Berbasis Simulator

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi elemen gamifikasi dalam pembelajaran pemrograman CNC berbasis simulator CAMotics terhadap peningkatan performa kognitif, teknis, dan motivasi belajar mahasiswa. Dengan menggunakan desain pra-eksperimental tipe one-group pre-test post-test, sebanyak 28 mahasiswa Teknik Mesin dilibatkan dalam intervensi gamifikasi selama empat minggu. Elemen gamifikasi yang diimplementasikan mencakup leveling, poin, badge, umpan balik instan, dan leaderboard, yang disisipkan ke dalam modul simulasi CNC CAMotics. Evaluasi dilakukan menggunakan tes tertulis, kuesioner motivasi, dan data log simulator (time-on-task, error rate, dan revisi file). Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada skor post-test (p 2,8), serta peningkatan skor motivasi belajar. Korelasi positif antara motivasi intrinsik dan performa teknis juga ditemukan secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa gamifikasi tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa, tetapi juga menghadirkan pendekatan evaluatif berbasis data teknis yang valid dan relevan dalam pembelajaran teknik berbasis simulator. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis terhadap penerapan pembelajaran berbasis teknologi digital dalam pendidikan vokasional teknik mesin

    GAMIFIED CNC PROGRAMMING THROUGH LOG-BASED SIMULATION: A DATA-DRIVEN FRAMEWORK FOR VOCATIONAL ENGINEERING LEARNING

    No full text
    This study evaluates the effectiveness of integrating gamification into CNC programming instruction using the CAMotics simulator. Twenty-eight Mechanical Engineering students participated in a four-week gamified intervention combining leveling, points, badges, instant feedback, and leaderboards. Data were collected through pre/post-tests, motivation questionnaires, and simulator log metrics (time-on-task, error rate, and revisions). Results show significant improvements in post-test scores (p < 0.001) and substantial reductions in completion time and syntax errors (Cohen’s d > 2.8). Motivation scores also increased, with intrinsic motivation positively correlating with technical performance. Theoretically, this study extends technology-enhanced learning by positioning simulator log data as a performance-based evaluation framework for vocational gamification design. Although the study was conducted without a control group, the findings provide preliminary evidence of the effectiveness of gamified simulator learning in vocational engineering contexts. Practically, it offers an evidence-driven model for integrating digital gamified learning into mechanical engineering education.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi elemen gamifikasi dalam pembelajaran pemrograman CNC berbasis simulator CAMotics terhadap peningkatan performa kognitif, teknis, dan motivasi belajar mahasiswa. Dengan menggunakan desain pra-eksperimental tipe one-group pre-test post-test, sebanyak 28 mahasiswa Teknik Mesin dilibatkan dalam intervensi gamifikasi selama empat minggu. Elemen gamifikasi yang diimplementasikan mencakup leveling, poin, badge, umpan balik instan, dan leaderboard, yang disisipkan ke dalam modul simulasi CNC CAMotics. Evaluasi dilakukan menggunakan tes tertulis, kuesioner motivasi, dan data log simulator (time-on-task, error rate, dan revisi file). Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada skor post-test (p < 0,001), penurunan waktu simulasi dan kesalahan sintaksis dengan efek sangat besar (Cohen’s d > 2,8), serta peningkatan skor motivasi belajar. Korelasi positif antara motivasi intrinsik dan performa teknis juga ditemukan secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa gamifikasi tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa, tetapi juga menghadirkan pendekatan evaluatif berbasis data teknis yang valid dan relevan dalam pembelajaran teknik berbasis simulator. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis terhadap penerapan pembelajaran berbasis teknologi digital dalam pendidikan vokasional teknik mesin
    corecore