1,721,672 research outputs found

    Jesslyn Parrish Interview

    Full text link
    This interview was conducted as part of the Fall 2021 HIS3600, Professionalizing History Majors, class. McKenna Honeck interviews Jesslyn Parrish, a 31-year-old graduate student that studies Text and Technology, via Zoom about the impact of COVID-19 on her life. Jesslyn was in the second year of her PhD program when the COVID-19 pandemic became prevalent. Her coursework and work moved to online, allowing her more control of her work-life balance and ability to care for her mental health. She lives with her mother and her biggest concern during the pandemic was keeping her mother safe. Although now vaccinated, Jesslyn expresses concern about people wanting to return to normal before COVID-19 is gone, and hopes that once the pandemic is over, people remember both the intolerance that was exposed, and the hope and possibility for change that was revealed

    PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL JESSLYN K. CAKES

    Full text link
    PERANCANGAN ULANG IDENTITAS VISUAL JESSLYN K. CAKES - Perancangan ulang, identitas visual, Jesslyn K. Cakes, bakery and caffee

    Perancangan komunikasi visual sebagai sarana pendukung promosi Jesslyn K Cakes Surabaya

    No full text
    Jesslyn K Cakes adalah sebuah perusahaan yang menjual produk berupa roti dan kue. Jesslyn K Cakes adalah perusahaan yang terus melangkah maju untuk meningkatkan perkembangan usahanya. Kesimpulan dari setiap pengumpulan data dan survey akan menjadi pedoman dalam melakukan kegiatan promosi Jesslyn K Cakes. Tema utama yang akan disampaikan dalam perancangan promosi ini adalah Jesslyn K Cakes sebagai perusahaan yang menawarkan produk roti dan kue yang lembut, hal ini menjadi pedoman utama perancangan promosi ini

    Analisis asosiasi merek pada Jesslyn K Cakes di Surabaya

    No full text
    Melihat semakin banyaknya peminat roti di Indonesia, membuat semakin banyak para pengusaha yang mengembangkan bisnis pada produk roti sehingga banyak merek-merek bakery baru bermunculan. Munculnya konsep franchise yang makin marak di Indonesia, membuka pintu bagi merek bakery baru termasuk merek asing ikut bersaing dengan merek yang sudah ada terlebih dahulu. Tidak dapat dipungkiri, dengan semakin banyaknya merek baru yang muncul pasti akan berdampak pada bakery lokal yang ada sebelumnya. Karena Jesslyn K Cakes merupakan salah satu bakery lokal yang tetap dapat bertahan menghadapi persaingan yang masuk dalam perindustrian makanan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam asosiasi merek bakery Jesslyn K Cakes di benak konsumennya di Surabaya. Asosiasi tersebut terbagi dalam asosiasi kekuatan merek, kesukaan dan keunikan merek. Selain itu juga dapat mengetahui segmen pelanggannya, dapat diketahui keterkaitan antara asosiasinya dengan sisi demografis, psikografis, dan sisi perilaku konsumsi (usage) konsumennya. Secara keseluruhan, asosiasi merek Jesslyn K Cakes di Surabaya tebagi atas segmen yang lebih mementingkan sistem distribusi; segmen konsumen loyal serta segmen konsumen yang lebih mementingkan kualitas terhadap merek Jesslyn K Cakes. Konsumen diwakili oleh responden dalam penelitian ini adalah mayoritas perempuan yang berusia muda, dengan status pegawai swasta dan mahasiswa, yang dalam aktivitasnya selalu bertemu dengan hal-hal baru dan menyukai untuk mencoba kreasi- kreasi baru suatu produk

    Analisis Brand Awareness Masyarakat Pada Produk Jesslyn K. Cakes

    Full text link
    Analisis Brand Awareness Masyarakat Pada Produk Jesslyn K. Cake

    Jesslyn Thomas, soprano, Thursday, April 26, 2012

    No full text
    In partial fulfillment of the requirements for the degree of Master of Musi

    Perlindungan korban terkait dengan terpidana narkotika yang dipandang sebagai suatu kejahatan yang serius serious crime / Jesslyn

    No full text
    Perlindungan korban adalah pemberian hak-hak yang diberikan kepada subjek hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melihat terpidana terkait tindak pidana narkotika yang dipandang sebagai suatu kejahatan yang serius (serious crime) diberikan grasi oleh presiden dari hukuman pidana mati menjadi hukuman pidana seumur hidup tidak membuat terpidana nerkotika tersebut jera sehingga melakukan tindak pidana lagi sebagai perantara perdagangan narkotika internasional yang mana mendapatkan hukuman pidana mati berdasarkan Putusan Kasasi Nomor 2435k/Pid.Sus/2015, menimbulkan suatu pandangan terkait tindak pidana yang dilakukannya itu tentu menimbulkan korban baru sehingga menimbulkan masalah yakni bagaimana perlindungan korban narkotika terkait dengan terpidana yang telah mendapatkan grasi dari Presiden? Dalam hal ini Penulis menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan viktimologi yang didukung dengan data primer, sekunder dan tersier baik berupa wawancara, dan undang-undang serta putusan pengadilan terkait perlindungan korban narkotika. Menurut dari analisis Penulis, korban dari tindak pidana narkotika adalah masyarakat luas yakni sebagai pecandu atau pemakai atau pengguna narkotika yang mana menurut pandangan viktimologi pecandu atau pengguna atau pemakai narkotika merupakan pelaku sekaligus korban tindak pidana narkotika sehingga termasuk dalam tipologi korban yakni Self Victimizing. Berdasarkan Pasal 103 UU Narkotika hakim berhak memutuskan atau menetapkan untuk memerintahkan korban tersebut melakukan rehabilitasi sehinga bentuk perlindungan hukum pada korban narkotika adalah rehabilitasi. Hal ini sebagai upaya bahwa terhadap pecandu narkotika bukanlah harus diberikan sanksi tegas berupa sanksi pidana, melainkan harus dengan upaya-upaya yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi atau keadaan si pecandu atau pemakai narkotika dalam hal ini merupakan korba

    PENGARUH BRAND TRUST, BRAND AWARENESS, DAN PERCEIVED QUALITY TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA PRODUK PRIVATE LABEL DI JAKARTA

    No full text
    ABSTRACT UNIVERSITAS TARUMANAGARA FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS JAKARTA (A) JESSLYN LEISLEE 115200233 (B) THE EFFECT OF BRAND TRUST, BRAND AWARENESS, AND PERCEIVED QUALITY ON PURCHASE INTENTION OF PRIVATE LABEL’S PRODUCT IN JAKARTA (C) XVIII + 85 Pages, 22 Tables, 10 Pictures, 7 Attachments (D) MARKETING MANAGEMENT (E) Abstract: This study aims to examine the effect of brand trust, brand awareness, and perceived quality on purchase intention. The sample is 131 consumers who knew Indomaret private label’s product in Jakarta. Purposive sampling method was used by distributing questionnaires which were then processed using PLS-SEM. The result of this study shows that brand trust has a positive and significant effect on purchase intention. Brand awareness has a positive and significant effect on purchase intention. Perceived quality has a positive and significant effect on purchase intention. (F) Keywords: Brand Trust, Brand Awareness, Perceived Quality, Purchase Intention. (G) References 44 (1984–2023) (H) M. Tony Nawawi Drs., M.M. ABSTRAK UNIVERSITAS TARUMANAGARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JAKARTA (A) JESSLYN LEISLEE 115200233 (B) PENGARUH BRAND TRUST, BRAND AWARENESS, DAN PERCEIVED QUALITY TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA PRODUK PRIVATE LABEL DI JAKARTA (C) XVIII + 85 Halaman, 22 Tabel, 10 Gambar, 7 Lampiran (D) MANAJEMEN PEMASARAN (E) Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh brand trust, brand awareness, dan perceived quality terhadap purchase intention. Sampel yang diambil adalah 131 konsumen yang mengetahui produk private label Indomaret di Jakarta. Metode purposive sampling digunakan dengan cara menyebarkan kuesioner yang kemudian diolah menggunakan PLS-SEM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa brand trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Perceived quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. (F) Kata Kunci: Brand Trust, Brand Awareness, Perceived Quality, Purchase Intention. (G) Daftar Acuan 44 (1984–2023) (H) M. Tony Nawawi Drs., M.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore