1,720,982 research outputs found

    MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU KINERJA PEGAWAI BIDANG PEMBINAAN KETENAGAAN DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI BENGKULU

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis manajemen peningkatan mutu kinerja pegawai bidang pembinaan ketenagaan di  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Subyek penelitian adalah Kepala  Dinas, Kepala Bidang ketenagaan, Kepala seksi, dan pegawai di bidang ketenagaan Dikbud Provinsi Bengkulu. Teknik Pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, angket atau kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan deskriptif kualitatif, hasil penelitian antara lain : 1. rencana program kerja dan program kegiatan Bidang Ketenagaan cukup tersusun dengan baik meskipun kurang begitu sempurna dalam penerapannya. Namun perencanaan yang tersusun dalam bentuk laporan tertulis tersebut cukup mengarah dan merepresentasikan tujuan yang hendak dicapai, 2. pengorganisasian Bidang Ketenagaan belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Kenyataan ini didukung dengan fakta sudah adanya bagan struktur organisasi dalam ruangan Bidang Ketenagaan meskipun Bidang Ketenagaan telah melakukan penunjukkan dan bahkan juga sudah diputuskan dalam SK yang ditanda tangani oleh Gubernur Provinsi Bengkulu. 3. secara umum Pembinaan Bidang Ketenagaan sudah memenuhi standar kualitas minimal, seperti yang direkomendasikan kementrian pendidikan nasional. Hanya saja hampir separuh dari sarana dan prasarana mengalami kerusakan dan belum diperbaiki hingga kini.dan 4. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan juga lebih berorientasi pada bimbingan dan pemahaman terhadap kondisi permasalahan yang dihadapi dan bagaimana mencarikan alternative solus

    The Development of Comparative Grammatical Material between the Two Doctrines of Kufa and Basra/تطوير المادة النّحوية المقارنة بين مذهبي الكوفة والبصرة

    No full text
    The aims of this research are: 1) to reveal the different elements of Nahwu between Basrah and Kufa. 2) Develop Nahwu teaching materials based on the differences between the two schools of thought. 3) Measuring the effectiveness of implementation of developed teaching materials.‎ This research uses research and development type. This study started with Borg and Gall's adaptation model with the steps; needs analysis process, initial product development, expert validation and its revisions, small and large group trials. The researcher conducted a pretest and posttest which was analyzed using the T test formula. The results of this study are: 1) Differences of opinion about Nahwu between Bashrah and Kufa are found in words, terms and sentence structure comments. 2) Teaching materials were developed based on needs analysis, expert validation which was tested in small groups and large groups with three major themes, namely the first chapter of differences in tarkib, second differences in ‎I'rab, third differences in 'amil with deductive approach and with bahasapatterns of language effectiveness about Nahwu rules. 3) The results of the T test using SPSS 24 showed that the teaching materials developed were "very effective in learning Nahwu based on the differences between Basrah and Kufah."

    Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas IPB 3S Pada Beberapa Sistem Jajar Legowo

    Full text link
    Rice is the main staple food for Indonesian people where it is cultivated in the paddy field. Considering the population growth in Indonesia is increasing, it requires an effort to increase rice production to meet the needs of the growing population. One of the efforts is through planting superior varieties such as IPB 3S with a planting system which is known as Jajar Legowo. This research was conducted from January to April 2018 in Puloe Iboih Village, Kuta Makmur Sub-district, North Aceh and Agroecotechnology Laboratory, Malikussaleh University. The purpose of this research is to discover the impact of the Jajar Legowo planting system on the growth and production of IPB 3S variety. This research used  Randomized Block Design (RBD) Non-Factorial with planting system Jajar Legowo (3:1 and 4:1) which have plant spacing 25cmx25 cm with space between plants 40 cm. These treatments had 3 replications. The results revealed that planting system Jajar Legowo significantly increased the number of tillers at 50 and 60 days after planting, plant height at 30 days after planting, the amount of chlorophyll at 60 days after planting, grain weight, yield, and harvest index. From this research, it is found that the best plant spacing in the Jajar Legowo planting system was 3:1

    Aplikasi Biochar dengan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)

    Full text link
    The main aim of this study is to investigate the effect of the use of biochar and cow manure and their interaction with peanut production and growth. This research was conducted in Reuleut Barat Village, Muara Batu Sub-district, North Aceh Regency which conducted from April to September 2015. This research used Factorial Randomized Block Design with 3 replications. Two factors  studied: biochar (B) and manure cow (K), each consisting of B0 (without biochar), B1 (biochar 5 tons / ha) and K0 (without manure), K1 (manure 5 tons / ha), K2 (manure 10 tons / ha). The results showed that the use of biochar (B) had no significant effect on plant height, stem diameter, number of leaves, number of branches, amount of ginofor, weight of pod per plant, dry weight of 100 seeds and dry weight of seed per plot. But it gives a significant influence on the root length. Furthermore, the application of cow manure (K) has a very significant effect on plant height at age 15 days after planting. There is interaction to plant height at 15 days after planting and plant height at 30 days after planting. The application of biochar gave an effect significantly on the growth of peanut crops and the application of cow manure also affected the growth of peanut crops. There is an interaction between the application of biochar and cow manure to the growth of peanut crop

    Aplikasi Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Nanas Dan Pukan Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao, L.)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi kulit nanas organik dan kotoran sapi terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suka Mulia, Kecamatan Rantau Kabupaten, Aceh Tamiang pada bulan Juli sampai Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 4x3 dan ulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi POC kulit nanas dengan 4 taraf yaitu: 0, 75, 150, dan 225 ml L-1 air. Faktor kedua adalah dosis kotoran sapi dengan 3 taraf yaitu 0, 5, dan 10 ton/ha. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, luas daun, bobot batang basah, bobot batang kering, dan laju asimilasi bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa konsentrasi pupuk organik cair kulit nanas hanya pada variabel laju asimilasi bersih yang berbeda nyata, sedangkan pada variabel lainnya tidak berbeda nyata. Konsentrasi POC 75 ml/liter cenderung memberikan pertumbuhan terbaik untuk semua variabel. Pemberian kotoran sapi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua variabel yang diamati, namun dosis 10 ton/ha menunjukkan hasil pertumbuhan lebih bai

    Respon Perakaran Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Akibat Pemberian Konsentrasi Biourin Sapi Dan Dosis Pupuk NPK

    Full text link
    Bibit kelapa sawit berkualitas dicirikan dengan memiliki pertumbuhan terutama perakaran yang baik. Pupuk organik mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Biourin sapi sebagai pupuk organik mengandung hormon dan unsur yang mendukung perkembangan akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK juga dapat mendukung pertumbuhan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi dan NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Reuleut, Kabupaten Aceh Utara dan Laboraturium Pertanian Universitas Malikussaleh menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi biourin sapi terdiri dari 0, 50, 75, dan 100 cc/Liter. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK terdiri dari 0, 2, dan 3 gram/polybag. Peubah yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourin sapi meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, dan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Pupuk NPK meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, jumlah daun, berat segar akar dan berat kering akar. Interaksi dari pemberian biourin sapi dan pupuk NPK meningkatkan jumlah daun dan panjang akar bibit kelapa sawit. Konsentrasi biourin sapi 100 cc/Liter dan dosis pupuk NPK 2 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik

    Karakteristik Agronomi Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Kompos Kulit Biji Kopi (Coffea)

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kompos kulit biji kopi terhadap pertumbuhan beberapa varietas jagung. Penelitian dilakukan di Tambon Tunong dan  Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan Oktober 2020-Januari 2021. Pada percobaan ini digunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan dengan 3 ulangan.  Faktor pertama adalah varietas yaitu Provit A-1, Pulut Uri, Gumarang, Sukmaraga. Faktor kedua adalah kompos kulit biji kopi yang terdiri dari 0 g/polybag, 15 t/h (75 g/polybag), 20 t/h (100 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas dengan kompos cangkang kopi menunjukkan adanya interaksi dengan pertumbuhan jumlah daun dengan nilai rata-rata 2,63 helai. Namun belum memperlihatkan adanya interaksi yang nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, dan waktu munculnya bunga. Penggunaan varietas Sukmaraga pada pemberian kompos cangkang kopi 100 g/polybag menunjukkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman rata-rata 210,70 cm, jumlah daun 12,58 helai, diameter batang 27,30 mm, dan waktu munculnya bunga betina 45,50 HST dan bunga jantan pada 48,03 HST

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore