44 research outputs found
Kajian pola dan distribusi sebaran cemaran udara (NO2) menggunakan model-K dengan metode beda hingga
Telah dilakukan penelitian pengkajian model prediksi pola dan distribusi sebaran NO2 menggunakan model-K dengan metode beda hingga. Upaya pemantauan kualitas udara yang sering dilakukan dengan metode pengukuran langsung, diperlukan lebih banyak biaya dan waktu. Sehingga dipergunakan model prediksi untuk mengetahui pola dan distribusi sebaran pencemaran. Model-K berbasis pada persamaan difusi dan aliran gas, metode penyelesaian model secara numerik dengan beda hingga.
Sumber pencemaran NO2 berasal dari cerobong asap PT. Fumira Semarang. Hasil perhitungan numerik dan peta Isokonsentrasi hasil prediksi dikerjakan dengan pemrograman MATLAB versi 6.1. Nilai konvergensi numerik yang dipergunakan dx=dy=20 m dan dt=0,5 detik, dengan waktu simulasi 3600 detik dan luas daerah simulasi 1000 m x 1000 m.
Pola dan distribusi sebaran yang dihasilkan dipengaruhi kondisi stabilitas udara daerah penelitian, yang berpengaruh pada luas sebaran NO2 di atmosfer. Kecepatan angin berpengaruh pada arah dan luas sebaran NO2 serta nilai konsentrasi NO2 di titik pantau. Hasil prediksi konsentrasi NO2 di titik pantau I adalah 19,82 ggr/ m3 ketika angin bertiup dari Timur Laut dengan kecepatan dominan 3 m/dt, 67,49 ggr/ m3 di titik pantau II ketika angin bertiup dari Utara¬Timur Laut dengan kecepatan dominan 1,5 m/dt dan 12,16 ggr/ m3 di titik pantau III ketika angin bertiup dari Utara-Barat Laut dengan kecepatan dominan 2 m/dt.
Study on "The Modelling for predicting distribution of NO2 dispersion system use K-Model with a finite difference methods" has been conducted. Usually, Air pollutant monitoring have been done by measuring the air pollutant concentration at each point, this method needed a lot of time, staff and cost. So, the predicting model used to know distribution of the dispersion air pollutant system. K-Model based on diffusion and flow gas equation, and also used numeric methods with finite difference methods for making solution of the model equation.
Air pollutant (NO2) which come from plume of PT. Fumira Semarang. Numeric computing and mapping of predicting isoconcentration done with MATLAB version 6.1 program. Value of numeric convergent are dx=dy=20 m and dt=0.5 second, the simulation time is 3600 second and the width of simulation zone is 1000 m x 1000 m.
The dispersion system from the research, influenced by atmosphere stability and velocity of wind. The atmosphere stability influence on wide of dispersion NO2 at the atmosphere. The direction and velocity of wind influence on direction and width of dispersion NO2 and also concentration value of NO2 at a monitoring place. The result of this research are : at the place of monitoring I are 19,82 Agri m3, when direction of wind come from North East with the dominant velocity are 3 m/s, and at the place of monitoring 11 are 67,49 pgr/ m3, when direction of wind come from North-North East with the dominant velocity are 1.5 m/s, and also at the place of monitoring III are 12,16 !Agri m3, when direction of wind come from North-North West with the dominant velocity are 2.0 m/s.
v
A Monitoring System of Battery LiFePO4 for Assessment Stand-Alone Street Light Photovoltaic System Based on LabVIEW Interface for Arduino
The paper presents monitoring and assessment system of battery LiFePO4 performance that applied on a stand-alone photovoltaic system. A stand-alone photovoltaic system is constructed by photovoltaic module 50 Watt Peak, Pulse Width Modulation solar controller, battery module LiFePO4 battery (12 Volt 21 Ah), and street light 10 watt. To overcome the data acquisition, a simple monitoring system has been designed using LabVIEW Interface for Arduino. The voltage divider, current sensing type ACS712, temperature and humidity sensor, and light intensity sensor were used to collect the data. The data processed by a dual microcontroller (ATmega-2560 and ATmega-328) and LabVIEW software on Personal Computer. The assessment of stand-alone photovoltaic system includes battery LiFePO4 performance (State of Charge, voltage, and current) during charging and discharge condition, the power efficiency, and environmental condition (temperature, humidity and solar radiation). In the discharge condition, voltage battery and State of Charge decreased about 40% after 12 hours operated. In the charge condition, the current battery fluctuated in the range of 0.10 A-1.95 A and the State of Charge increased up to 25% after 8 hours operated. It indicates that the power of the battery has always lacked
Analisis Pengaruh Variasi Dopan Lantanum pada Lapisan TipisBarium Strontium Titanat Terhadap Struktur Kristal
Barium Strontium Titanate (BST) and Lanthanum doping BST (BSLT) thin films have been
successfully grown by sol gel method on the substrate Pt / Si which were prepared with spin
coater. Thin layer of BST and BSLT made of 3 layers with mole ratio of Barium (Ba) and
Strontium (Sr) 0.8:0.2 and mole prosentage variation of composition Lanthanum (La) as dopant
1%, 3% and 5%. The thin film samples of BST and BSLT were characterized by XRD (X-ray
Diffraction) and do refinement process by GSAS software.XRD characterization showsthat
along with the increase in mole prosentage of composition Lanthanum (La) as dopant ,the
difraction angle shifts to the left (smaller). Lattice parameter values from refinement process
showsthat a thin layer of BST and BSLT have a tetragonal structure.
Keyword :BST, BSLT, sol gel, spin coater, lattice paramete
Pembuatan Prototipe Sensor Cahaya Menggunakan Bahan Ferroelektrik Ba1-xSrxTiO3
Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe sensor cahaya dengan menggunakan bahan ferroelektrik berupa lapisan tipis Ba1-xSrxTiO3 (BST). Pembuataan lapisan tipis BST menggunakan metode Chemical Solution Deposition dengan bahan dasar berupa Barium Asetat [Ba(CH3COO)2], Strontium Asetat [Sr(CH3COO)2], Titanium Isopropoksid [Ti(C12O4H28)] dan Acetic Acid dan Ethylene Glycol sebagai bahan pelarut. Bahan dasar dan pelarut dicampur dengan cara diaduk dan dipanaskan untuk membentuk sol-gel BST. Sol-gel BST diletakan pada spin coater di atas substrat silikon (Si) dan diputar dengan kecepatan 4000 rpm. Proses thermal dilakukan berupa hydrolisis, phyrolisis dan annealing untuk pembentukan kristal BST. Pada tahun pertama, komposisi BST yang telah dibuat adalah Ba0,8Sr0,2TiO3, Variasi yang telah dilakukan meliputi : suhu annealing 7000 C, 8000 C dan 9000 C, dan waktu tahan 1, 2, 3, 4 jam, serta variasi jumlahlapisan 3 dan 5 lapis BST.
Pengujian sifat material dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy – Energy Dispersi X-Ray (SEM EDX) dihasilkan komposisi penyusun BST, terbentuk kristal BST dan ketebalan lapisan tipis untuk BST 3 lapis memiliki ketebalan 302,02 ± 2,29 nm dan 523,23 ± 3,71 nm untuk BST 5 lapis . Hasil karakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction XRD dan dengan bantuan analisa (General Structure Analysis System) dan data Base ICDD (International Center for Diffraction Data) diperoleh hasil bahwa BST yang terbentuk berupa kristal tetragonal dengan space group P 4 m m. Tingkat kekristalan yang terbaik dihasilkan oleh BST yang dibuat pada suhu annealing 8000 C, dan waktu tahan 3 jam.
Pengujian sifat listrik dilakukan dengan terlebih dahulu menghubungkan lapisan tipis BST dengan elektroda alumunium (Al) menggunakan metode evaporasi thermal untuk membentuk konfigurasi Metal Ferroelectric Metal (MFM). Hasil pengukuran nilai RCL nilai kapasitansi BST tidak berubah secara signifikan terhadap perubahan intensitas cahaya, sedangkan nilai Resistansi (R) mengalami perubahan secara linear. Dengan pemberian intensitas cahaya antara 160 -1120 lux dihasilkan nilai resistansi 3,5 ~ 5,7 MΩ untuk 3 lapis BST dan 3,2 ~2,7 MΩ untuk 5 lapis BST, sedangkan nilai Kapasitansi (C) stabil pada 100 PF untuk 3 maupun 5 lapis BST. Integrasi sensor dengan pemberian sinyal pulsa pada tegangan 1 volt dan frekuensi 100 kHz, dan dihubungkan dengan resistor 100 KΩ, sehingga membentuk rangkaian diferensiator, pemberian cahaya dengan intensitas 160 ~ 1120 lux, akan menyebabkan perubahan tegangan pada sensor menjadi 155 mvolt~180 mvolt untuk 3 lapis BST dan 160 ~190 mvolt untuk 5 lapis BST
Study of imbalanced internal resistance on drop voltage of LiFePO<sub>4</sub> battery system connected in parallel
Assessment of LiFePO4 Battery Performance in Stand Alone Photovoltaic Street Light System
Pembuatan Material Feroelektrik Barium Titanat (BaTiO3) Menggunakan Metode Solid State Reaction (Halaman 59 S.d. 61)
Pembuatan material feroelektrik Barium titanat (BaTiO3) berhasil dilakukan menggunakan metode solid state reaction (reaksi padatan). Barium carbonat (BaCO3) dan Titanium oksida (TiO2) dihomogenisasikan kemudian dipadatkan hingga berbentuk bulk. Sampel disintering pada temperatur 9000C dengan variasi waktu 5 dan 6 jam. Karakterisasi dilakukan dengan peralatan X-Ray Diffraction (XRD) Bruker D8 Advance bersumber radiasi Cu dengan panjang gelombang 1,54187 Å. Sampel dianalisa dengan International Commission Data Diffraction (ICDD) data base dan dilakukan penghalusan menggunakan metode Rietvield. Hasil analisa BaTiO3 pada waktu sintering 5 jam diperoleh nilai a dan b = 4,005895 serta nilai c = 4,030629. Nilai tetragonalitas 1,0061744, kristalinitas 94,50%, Full Width Half Maximum (FWHM) 0,2994 dan ukuran kristal 6,7243 nm. Waktu sintering 6 jam diperoleh nilai a dan b=4,000434 serta c= 4,021041, tetragonalitas 1,0051512, kristalinitas 79,91%, FWHM 0,26021 dan ukuran kristal 6,1207 nm
