1,721,153 research outputs found
SAGU : Mutiara Tellian
Prakata
Syukur ke hadrat Ilahi kerana akhirnya kami dapat menulis buku yang bertajuk Sagu: Mutiara Tellian ini. Buku ini dapat menjadi sumber rujukan kepada pembaca terutama kepada mereka yang ingin melakukan penyelidikan tidak mengira lapisan umur. Hasil penerbitan ini bukan sahaja bermanfaat kepada masyarakat di Mukah sendiri, malah di seluruh Sarawak dan Malaysia, bahkan dunia luar tentang peri pentingnya Mukah yang majoritinya didiami oleh Kaum Melanau yang kaya dengan adat-resam, amalan kepercayaan turun-temurun, sosio budaya dan kegiatan ekonomi yang unik dan mempesonakan bagi dikongsi dengan khalayak umum.
Buku ini merupakan hasil daripada kerja lapangan dalam bidang etnografi yang dilakukan di Kampung Tellian dan juga Kampung Tutus Hilir, Mukah. Setiap butiran dirakam dengan terperinci menerusi kaedah fotografi, videografi dan lakaran semasa proses temuramah dan kerja lapangan dijalankan. Hasilnya, masyarakat juga dapat memahami dengan lebih dekat mengenai sistem ekologi serta alam semulajadi yang menumpukan pokok rumbia sebagai sumber penghasilan tepung lemantak sekaligus pengeluaran sagu dan tebaloi yang terkenal di Tellian dengan menghayati setiap visual yang dilampirkan.
Setiap proses daripada penebangan pokok dan pantang-larangnya sehingga pemprosesan tepung lemantak dan sagu secara tradisional yang masih dikekalkan sehingga sekarang. Termasuklah perkakasan dan peralatan yang dibuat kebanyakannya daripada pokok rumbia dan hasil hutan yang terdapat di Sarawak seperti kayu pokok belian. Selain itu, visual sekitar Kampung Tellian dan masyarakat pelbagai generasi juga dikongsikan. Pemandangan kampung yang indah dan majoritinya membina penempatan di tebingan Sungai Tillian kerana ia menjadi sumber air pada ketika itu dan sumber utama dalam penghasilan tepung lemantak dan sagu. Sepanjang Sungai Tellian terdapat batang pokok rumbia yang telah dipotong dan direndam dalam sungai. Terdapat juga reka bentuk rumah tradisional Kaum Melanau yang masih dikekalkan di Kampung Tellian.
Penerangan daripada penulisan ini juga hasil daripada temuramah dengan penduduk kampung yang pakar dalam adat, budaya, perubatan dan segala pantang larang yang menjadi teras kehidupan daripada generasi terdahulu, yang memberi sumbangan dan pemahaman tentang amalan tradisional masyarakat Melanau di sana. Walaupun amalan seperti perubatan tradisional dan pengebumian melalui dakan, bebayoh, kubur gantung dan jerunai tidak lagi dipraktikkan, namun amalan-amalan ini masih diingati sehingga sekarang bukan sahaja masyarakat Melanau bahkan semua masyarakat di Sarawak. Peninggalan kubur gantung dan jerunai masih dapat dilihat kerana ia masih dikekalkan di Kampung Tellian. Terdapat juga adat, budaya dan warisan seperti adat pertunangan, persandingan dan bermukun yang masih dikekalkan kerana dilihat masih relevan dan tidak bercanggah dengan mana-mana agama. Kesemua butiran penulisan buku ini disokong dengan gambar-gambar yang menarik dan juga beberapa lakaran daripada para pelajar untuk tatapan pembaca.
Kami mengucapkan jutaan terima kasih kepada penduduk Kampung Tellian, Mukah atas kerjasama dan sambutan yang sangat baik ketika kami berkunjung di sana sejak tahun 1996, 2011 dan 2016. Kepada para pelajar kursus GKV3195 Etnografi Visual (2011), kerjasama anda semua dalam melaksanakan penyelidikan di Kampung Tellian ini dengan penuh dedikasi dan bersemangat tinggi ini amat kami hargai. Terima kasih tidak terhingga juga kepada pihak Dewan Bahasa dan Pustaka Cawangan Sarawak kerana sentiasa memberi peluang dan galakan untuk menulis buku ini. Setinggi-tinggi penghargaan juga ditujukan khas kepada ahli keluarga dan rakan-rakan kami yang sentiasa menyokong dan mendorong kami sehingga terhasilnya buku ini. Tanpa doa dan kasih sayang kalian, kerja-kerja penyelidikan dan penerbitan buku Sagu: Mutiara Tellian tidak dapat dilaksanakan dengan mudah.
ANUAR AYOB
ASLINA MOHD JAINAL
ZULKALNAIN ZAINAL ABIDIN
Fakulti Seni Gunaan dan Kreatif,
Universiti Malaysia Sarawa
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT MELALUI KELOMPOK TANI DI DESA LANTANG TALLANG KECAMATAN MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA
ABSTRAK
JAINAL 2019. Peningkatan kesejahteraan Petani Kelapa sawit Melalui Kelompok
Tani Di Desa Lantang Tallangkecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara.
Pembimbing I: Dr. Rahmawati, M.Ag. pembimbing II. Ilham,S.Ag.,MA.
Kata Kunci : kesejahteraan dan Kelompok Tani
Pemasalahan pokok dalam penelitian ini adalah 1. bagaimana peran kelompok
tani dalam meningkatkan pedapatan petani kelapa sawit dilihat dari aspek ekonomi
dan pendidikan di Desa Lantang Tallang Kec. Masamba Kab. Luwu Utara. 2. hal
apakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat peningkatan kesejahteraan
petani.
Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif.
Adapun sumber data dalam penelitan ini adalah data primer dan data sekunder.
Subjek penelitian ini adalah lembaga kelompok tani Tehnik pengumpulan data yaitu
dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik mengelolaan data
dengan cara editing data,. Data yang di peroleh akan diolah dan disusun secara data
Reduction, Display, Conclusion Drawing/verification.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Masyarakat Desa Lantang
Tallang dikategorikan sejahtera dilihat dari aspek Ekonomi dan Pendidikannya. Hal
penghambat Kurangnya campur tangan pemerintah serta karakter anggota kelompok
tani yang berbeda-beda, dan hal lain yang mendukung kegiatan kelompok tani yaitu
adanya bantuan dari pemerintah daerah dan pusat sehinggah terbinanya kelompok
tani tersebut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi Masyarakat Desa Lantang
Tallang dikategorikan sejahtera dilihat dari aspek Ekonomi dan Pendidikannya
sehinggah peranan kelompok tani memberikan dampak yang baik terhadap
kesejahteraan Masyarakat. Harapannya kepada pihak pemerintah agar lebih
memperhatikan kelembagaan kelompok tani agar lebih efektif dalam mengorganisir
anggota kelompok tani
Analisis kewenangan pemerintah melegitimasi kepengurusan partai politik studi kasus partai persatuan pembangunan (PPP) / Jainal Said
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
(KEASLIAN TULISAN BELUM ADA) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Layanan Jasa ojek online di Kabupaten Ponorogo
ABSTRAK
shahroni, jainal. 2020. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Layanan Jasa ojek online di Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I.
Kata Kunci : Akad Ija>rah, Wanprestasi
Skripsi ini berangkat dari latar belakang masalah tentang praktik pembayaran pada jasa ojek online yang ada di Kabupaten Ponorogo tentang adanya terkait pembayaran upah pada ojek online, dan juga adanya orderan fiktif yang diterima driver pada ojek online yang ada di Kabupaten Ponorogo.
Dari latar belakang tersebut, permasalahan yang perlu dibahas di antaranya adalah : 1) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik pembayaran jasa ojek online yang ada di Kabupaten Ponorogo?; 2)Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik adanya orderan fiktif yang di alami oleh driver pada jasa ojek online di Kabupaten Ponorogo?
Menurut jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: wawancara (interview) dengan Driver beserta Customer jasa ojek online di Kabupaten Ponorogo. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, kalsifikasi, verifikasi, analisis data dan penyimpulan.
Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti dalam penelitian di Kabupaten Ponorogo ini adalah, 1). Bahwa tinjauan hukum Islam terhadap pembayaran upah pada jasa ojek online yang ada di Kabupaten Ponorogo ini adalah sah menurut hokum. Karena walaupun pihak customer kadang merasa dirugikan dengan adanya prinsip ridha transaksi ini hukumnya menjadi sah. 2). Tinjauan hukum Islam terhadap adanya Orderan Fiktif yang dialami oleh Driver ojek online yang ada di Kabupaten Ponorogo ini adalah batal atau tidak sah menurut Hukum Islam, karena adanya wanprestasi tersebut bisa merugikan salah satu Pihak yang terkait yaitu pihak Driver
The determinants of derivative usage: a study of financial services in Malaysia / Farhana Jainal Ariffin
This paper aims to analyses the relationship between determinants of derivative usage
among financial services in Malaysia. The study used Multiple Linear Regression Model to
determined significant relationship between dependent and independent variables, covering
data for 14 companies with 5 years period which are from 2009 until 2013. The researcher
used five independent variables that affect the derivative usage which are debt, investment
growth, managerial ownership, liquidity and profitability. Debt consists of two proxy
variables which are leverage and debt to equity, investment growth consists of proxy
variables of capital expenditure and dividend payout ratio, managerial ownership with proxy
variable of number of shareholding, liquidity with proxy variables of current ratio and quick
ratio and profitability with proxy variables of return on assets and return on equity. The
empirical results have found there is positively significant relationship between derivative
usage and managerial ownership. The results of the study are valuable for both academic and
investor
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Beyond Boundaries : Exploring into Digital Art!
Welcoming the first batch of Foundation Computing students to PRL1053 Digital Art at UNIMAS is a significant milestone. The Digital Art course, offered by the Fine Arts Program since 2000, has traditionally been exclusive to Fine Arts students. This marks the first time it has been made available to students from another program at UNIMAS, broadening its reach and impact. This course equips students with foundational knowledge and skills to create remarkable artwork using digital media software and tools. Impressively, many of these students entered the course with no prior background in art. Yet, their creativity and passion have driven them to excel, producing exceptional work in every project.
By:
Aslina Mohd Jainal and Anuar Ayo
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
