1,729,185 research outputs found
Jabbar und Sattar Kheiri
Biographische Notizen zu Jabbar Kheiri \ Literaturangaben zu Sattar Kheir
INTERVIEW of JAVED JABBAR
JAVED JABBAR, A FORMER FEDERAL MINISTER AND SENATOR, FOUNDING PRESIDENT BAANHN BEL
Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabbar di Bandung 1962-2005
Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabar di Bandung (1962-2005) merupakan sebuah gerakan sosial keagamaan elementer, berupa gerakan sosial keagamaan fenomena religoius berlatar ajaran tarekat. Ajaran tarekat Abdul Jabbar berbeda dengan ajaran-ajaran tarekat yang ada. Tarekat ini berkembang pesat di Bandung pada masa-masa revolusi, kekisruhan, dan adanya kristenisasi. Pada tahun 1952 terdapat larangan kepada pendiri untuk tidak lagi mengajarkan tarekat. Pada tahun 1962 pendiri tarekat meninggal dunia. Dalam perjalanannya banyak mendapatkan tantangan, banyak yang mengkatagorikan sebagai ajaran bid’ah, disamakan dengan ajaran Hikmah dan Kebatinan, disamping bahwa kalangan Abdul Jabbar sendiri sebagai ajaran yang tertutup, dan memegang prinsip bukan ajaran yang mesti dipublikasikan, namun yang terpenting adalah pelaksanaan ibadah. Walaupun pendirinya sudah tiada, namun gerakan sosial keagamaannya terus berlanjut sebagai fenomena religius elementer lanjutan. Pada tahun 1962-2005, instrumen-instrumen ajaran banyak yang dibukukan dan pada tahun 2005 ajaran inti Lafdhul Jalalah disalin ulang untuk disebarluaskan kepada para penganutnya.
Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah, sebagai berikut, pertama, Bagaimana Sejarah Berdirinya Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005), kedua, Bagaimana Instrumen-instrumen Ajaran Abdul Jabbar dalam Gerakan Sosial keagamaannya, di Bandung (1962-2005) dan ketiga, Bagaimana Implementasi Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar, di Bandung (1962-2005).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Berdirinya Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005), Instrumen-instrumen Ajaran Abdul Jabbar dalam Gerakan Sosial keagamaannya, di Bandung (1962-2005), dan Implementasi Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar, di Bandung tahun 1962-2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dilakukan dengan empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Adapun landasan teoritis yang digunakan adalah filsafat sejarah Rakean Darmasiksa dan Sociological history (sejarah sosial) pada fenomena Religius Durkheim.
Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa, pertama Sejarah Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabar di Bandung (1962-2005) adalah fenomena religius elementer lanjutan yang didirikan oleh mama Amilin pada tahun 1928, berlatar ajaran tarekat. Tarekat ini awalnya bernama tarekat Ruhul Kudus, kemudian berubah menjadi tarekat Ruhul Kamal, dan pada akhirnya bernama Asma Abdul Jabbar. Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005) sudah memakai nama Asma Abdul Jabbar. Kedua, Instrumen ajaran Abdul Jabbar terdiri dari dua yaitu Kalimah Lafdhul Jalalah (zikir) dan Tauhid Penerangan Islam (pengetahuan tauhid). Ketiga, Implementasi gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005), diimplementasikan pada tiga bagian utama yaitu kedigjayaan, pengobatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit serta dakwah ajaran, yang dibagi dalam tiga periode yaitu periode tahun 1962-1970, tahun 1970-1998 dan periode tahun 1998-2005
TAKWIL DALAM PERSPEKTIF ABDUL JABBAR (Sebuah Tawaran Hermeneutika al-Qur’an)
Abstract; Takwil is one of the ways to interpret Qur’an that is maintained and developed by Muktazilah. As that reason, this study focuses on Takwil initiated by Abdul Jabbar, the last Muktazilah figure. This study discussed theoretical background, object and method that are used by Abdul Jabbar in his takwil. Then, this researcher is summed up Abdul Jabbar Takwil is growing rapidly. As the reason, his takwil is in line with modern hermeneutics principals and Abdul Jabbar is one of interpreter that sees inherence between natural meaning and interpreter subjectivity.Keywords : Takwil, al-Qur’an, Abdul Jabbar</jats:p
Analisis Stilistika Dalam Kumpulan Puisi Airmata Batu Karya Fakhrunnas Ma Jabbar
Literature is a work of art that produces beautiful creative works that can be poured or created by humans. The beauty of language is easily seen in literary works, especially by using stylistic analysis. Therefore, the author is interested in conducting a research entitled "Analysis of Stylistics in a Collection of Poetry Tears of Batu by Fakhrunnas Ma Jabbar". The problems in this study (1) how is the stylistic analysis of lexical elements in the poem Airmata Batu by Fakhrunnas Ma Jabbar? (2) how is the stylistic analysis of rhetorical means in the poem Airmata Batu by Fakhrunnas Ma Jabbar?. This study aims to find and analyze the lexical elements and rhetorical means contained in the poem Airmata Batu by Fakhrunnas Ma Jabbar. The theory used in this study is the theory of Nurgiantoro (2014) about stylistics, and several other supporting theories. The data of this research was taken from the collection of poetry Airmata Batu by Fakhrunnas Ma Jabbar. The method used in this research is descriptive method. The approach used in this research is a qualitative approach. This type of research is library research. Data collection techniques using hermeneutic techniques. The data analysis technique is that the data that has been obtained are grouped and presented, the grouped data is processed using the listed theories, text analysis, data interpretation, and concludes the data. The results of this study are as follows. First, the lexical elements contained in the poem Airmata batu are 7 data, the sound aspect is 7 data, and the meaning aspect is 7 data. Second, the means of rhetorical figurative language in simile comparisons contains 3 data, metaphor, 6 data, personification 17 data, allegory 2 data, figurative language linking metomini the author cannot find it, synecdoche 5 data. Rhetoric means visual imagery 5 data, auditory imagery 8 data, motion imagery 6 data, tactile imagery 4 data and olfactory imagery 4 data
NAQD IBN TAIMIYAH LIL-QADHI ABDEL JABBAR FI RU'YATILLAH TA'ALA
permasalahan melihat Allah adalah permasalahan yang sudah ada sejak permulaan masa Mu’tazilah dan masa Ahmad bin Hanbal. Permasalahan tersebut terus berlanjut sampai masa Al-Qadhi Abdul Jabbar dan Ibnu Taimiyyah. Melihat Allah adalah sebuah permasalahan akal, oleh karena itulah beberapa kelompok dan madzhab saling berbeda pendapat dalam menetapkan persoalan ini, sebagian mereka mengatakan bahwasanya Allah tidak dapat dilihat di dunia dan di akhirat dan sebagian lainnya menetapkan bahwa Allah dapat dilihat ketika di akhirat nanti. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hakekat permasalahan ini melalui kritik Ibnu Taimiyyah terhadap pemikiran Al-Qadhi Abdul Jabbar tentang melihat Allah dan mengetahui metode apa yang digunakan oleh keduanya.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan memaparkan argumentasi Al-Qadhi Abdul Jabbar tentang melihat Allah dan metode analisis dengan menganalisis pemikiran Al-Qadhi Abdul Jabbar dalam permasalahan tersebut, kemudian menganalisis kritik Ibnu Taimiyyah terhadap argumentasi Al-Qadhi Abdul Jabbar tentangpermasalahan melihat Allah yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-HadistSetelah melakukan penelitian secara mendalam, peneliti menemukan beberapa metode yang digunakan oleh Al-Qadhi Abdul Jabbar di dalam membahas akidah yaitu : mengedepankan akal dari pada naql, menjadikan akal sebagai dalil, menolak khabar wahid dan memakai dalil dari ta’wil al kalamiy. Sedangkan metode Ibnu Taimiyyah dalam membahas masalah aqidah yaitu mengedepankan naql dari pada akal, menjadikan khabar wahid sebagai dalil , menolak ta’wil al-kalamiy, dan memakai dalil yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist Shahih
Kareem Abdul-Jabbar
Kings-Bucks-Omaha: Bucks\u27 Kareem Abdul-Jabbar (33) towers above Kings\u27 Sam Lacey (44) on a Bucks\u27 scoring play, during the 1st half of the Kansas City-Omaha Kings-Milwaukee game 3/6. Milwaukee won, 111-99.https://digitalcommons.chapman.edu/upi_african_american/1053/thumbnail.jp
Vorträge und Publikationen Jabbar Kheiris in Berlin
Programm der Arbeitsgemeinschaft der Deutschen Gesellschaft für Islamkunde für den Sommer 1922 \ Informationen zur Gründung der Zeitschrift Islam durch Jabbar Kheir
Sistem pelayanan Masjid Raya Al Jabbar sebagai destinasi wisata religi dan pusat kegiatan keagamaan: Studi deskriptif di Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini berdasarkan asumsi dari sebuah model Manajemen Pelayanan merupakan kegiatan yang diteruskan oleh organisasi atau perseorangan kepada konsumen yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki, konsumen yaitu masyarakat yang mendapat manfaat dan aktivitas yang dilakukan oleh organisasi yang memberikan pelayanan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang memiliki tujuan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. Adapun teknik yang dilakukan penulis yaitu dengan pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam suatu Masjid atau organisasi memerlukan sistem pelayanan yang memadai, melalui pelayanan yang baik pada jamaah akan memberikan keberhasilan sesuai dengan target yang diinginkan. Wakil Masjid Raya Al Jabbar kebijakan tentang standar pelayanan yang mampu memaksimalkan pelayanan yang ada, standar pelayanan publik ini didesain untuk memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada publik sehingga masyarakat dimudahkan menjangkau pelayanan dasar yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat. Masjid Raya Al Jabbar memiliki perencanaan terhadap permasalahan yang terjadi atau yang akan terjadi.
Pihak Masjid Raya Al Jabbar mendapatkan informasi dari berbagai pihak. Beberapa permasalahan terkait fasilitas yang disediakan saat ini. Hambatan dari biaya yang kurang memadai sehingga masih banyak fasilitas Masjid yang belum tersedia di Masjid Raya Al Jabbar, kepuasan Masjid Raya Al Jabbar sangat berperan penting dalam meningkatkan tingkat pelayanan yang diberikan. Kepuasan jamaah terhadap Masjid Raya Al Jabbar.
ENGLISH:
The research method used in this research is a descriptive method using a qualitative approach which aims to systematically describe the facts or characteristics of a particular population or a particular field factually and carefully. The technique used by the author is collecting data through observation, interviews and documentation. The results of the research conducted show that a mosque or organization requires an adequate service system, through which good service to the congregation will provide success in accordance with the desired targets. Good service will make the congregation feel safe and comfortable so that it can increase the reputation of the mosque and the level of satisfaction of the congregation who come will increase not only for traveling but carrying out other religious activities. Service Period, a policy on service standards that can maximize existing services, this public service standard is designed to provide the widest possible access to information to the public so that the public is facilitated in reaching basic services that lead to community welfare. The Al Jabbar Grand Mosque has a plan for problems that occur or will occur. The Al Jabbar Grand Mosque receives information from various parties, such as information from the Mosque security, from the local community or worshipers who visit the Mosque and then report to the information section and will be followed up by waiting for further direction from superiors. Several problems related to the facilities currently provided. Obstacles from inadequate costs so that there are still many Mosque facilities that are not yet available at the Al Jabbar Grand Mosque, the satisfaction of the Al Jabbar Grand Mosque plays a very important role in improving the level of service provided. Congregation satisfaction with the Al Jabbar Grand Mosque
- …
