5 research outputs found
Optimasi Proses Penyulingan Minyak Sereh Desa Sungai Jalau, Kampar, untuk Meningkatkan Mutu Produk dan Proses
Tanaman sereh merupakan salah satu komoditas agraris yang berpotensi di dalam meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia, khususnya melalui produksi minyak atsiri. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak atsiri terbesar di skala internasional. Sebagai salah satu desa yang memiliki banyak perkebunan tanaman sereh, Desa Sungai Jalau memiliki potensi di dalam berkontribusi bagi Indonesia untuk menghasilkan minyak sereh. Desa Sungai Jalau memiliki satu unit proses penyulingan minyak atsiri yang beroperasi secara berkala yang terdiri dari beberapa perangkat yang tersusun secara terintegrasi: ruang pembakaran, tungku penyulingan, kolom penukar panas, dan pemisah gravitasi. Saat analisa awal dilakukan, proses penyulingan tersebut masih belum optimal. Efisiensi energi masih dipandang rendah akibat kebocoran uap dari tungku. Di samping itu, ampas hasil ekstraksi masih menumpuk dan tidak dikelola dengan baik. Optimasi proses dilakukan dengan mendesain ulang tungku dan meneliti kandungan organik dan inorganik di dalam ampas guna menentukan manfaat ampas tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah kebocoran aliran uap berkurang dan kuantitas rendeman minyak atsiri meningkat. Di samping itu, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kelompok usaha lain di Desa Sungai Jalau untuk turut berkontribusi di dalam memproduksi minyak atsiri dari tanaman sereh
Optimization process condition for deacidification of palm oil by liquid-liquid extraction using NADES (Natural Deep Eutectic Solvent)
Thermogravimetric Analysis of Eucalyptus Leaves as An Alternative Fuel for Rural Areas
The utilization of biomass waste as a substitute for conventional energy sources has gained popularity, and one possible source is the litter generated by eucalyptus plantations. The present study used thermogravimetric analysis (TGA) gain insight into the thermochemical characteristics of eucalyptus leaves. It was identified by heating the sample in a nitrogen environment from ambient temperature to 850oC at a rate of 10 oC/minute. Eucalyptus leaves have a high volatile matter (VM) content and a calorific value (CV) of 17.26 MJ/kg, according to the ultimate and proximate analysis. Additionally, the TGA results showed that eucalyptus leaves had a lower ignition temperature than other biomasses. Eucalyptus leaves began to devolatilize at 119 oC, reaching a peak temperature of 326 oC, and losing 68% of their weight as a result
Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Organik Sisa Dapur menjadi Eco Enzyme dengan Teknik Persuasif kepada Masyarakat di Perumahan Griya Rumaisha Tenayan Raya
Jenis dan variasi sampah dapat menunjukkan jumlah dan tingkat perekonomian penghuninya. Tingginya timbulan dan variasi sampah sering menjadi masalah pada beberapa perumahan. Kondisi rumah yang berdekatan, lahan kosong yang sedikit, kondisi TPS yang terbuka serta pengelolaan sampah yang kurang menjadi permasalahan bagi penghuni yang tinggal di perumahan tersebut. Kondisi ini dapat menjadi penyebab munculnya penyakit, bau busuk, serta lingkungan yang tidak sedap dipandang. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini bermaksud untuk memberikan informasi tentang sampah hasil rumah tangga, jenis pengelolaan yang sesuai, serta hasil pengelolaan jika sampah tersebut dapat diolah dan menjadi income. Teknik yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan persuasif dalam pemilahan, pewadahan, dan pengumpulan sampah dari sumbernya. Fokus kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Perumahan Griya Rumaisha yang melibatkan ibu-ibu perumahan tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu mengenai pengelolaan sampah yang dibuktikan dengan adanya perubahan di lingkungan perumahan Griya Rumaisha. Hasil pengelolaan ini juga nantinya dimanfaatkan sebagai pendapatan baru di pemukiman tersebut dengan membuat cairan eco enzym
PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI TEMPAT KERJA: PANDUAN PRAKTIS UNTUK LINGKUNGAN KERJA YANG AMAN
Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Tempat Kerja: Panduan Praktis untuk Lingkungan Kerja yang Aman membahas pentingnya penerapan prinsip K3 sebagai upaya sistematis untuk melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. K3 merupakan aspek fundamental dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap kesejahteraan pekerja.
Buku ini menguraikan konsep dasar K3, termasuk definisi, tujuan, dan ruang lingkup keselamatan dan kesehatan kerja. Pembahasan mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta pengendalian risiko yang mungkin timbul dari aktivitas kerja, peralatan, bahan, maupun lingkungan kerja. Pembaca diperkenalkan pada berbagai potensi bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, dan psikososial yang sering ditemukan di tempat kerja, baik di sektor industri, perkantoran, maupun jasa.
Selain aspek teoretis, buku ini menekankan penerapan K3 secara praktis melalui penyusunan prosedur kerja aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta pentingnya pelatihan dan edukasi K3 bagi pekerja. Peran manajemen dan partisipasi aktif seluruh tenaga kerja dijelaskan sebagai kunci keberhasilan budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan
