1,721,440 research outputs found

    RAHMAH ELYUNUSIYAH DAN ISNANIAH SALEH

    No full text
    Rahmah el Yunusiyyah dan Isnaniah Saleh relatif sama dalam konsistensinya, tetapiberbeda di dalam mengekspresikan gaya kepemimpinan. Perbedaan tersebut lebih dikarenakan latarbelakang masa lalu masing-masing yang berdampak terhadap watak dan kepribadian keduanya.Dalam hal ini, Rahmah adalah sosok pemimpin kharismatik dengan penampilan cenderungsederhana, tenang dan lembut. Akan tetapi, di balik penampilannya terdapat kekuatan. Isnaniah,adalah juga seorang pemimpin yang konsisten, berwibawa dengan ekspresi lebih hidup.Kelebihannya juga terletak di sini. Walaupun demikian, keduanya cenderung emosional dan“mengalah”, dalam artian positif, terutama bila berhadapan dengan “orang-orang dalam” sendiri, dandi sini merupakan titik lemah bagi keduanya. Hal ini, ternyata berimplikasi terhadap warisan yangditinggalkannya

    An Analysis of Speech Acts by Woody Pride in the Movie Toy Story 3

    Get PDF
    Isnaniah, 2015. An Analysis of Speech Acts by Woody Pride in the movie Toy Story 3,Thesis, English Education Department. Faculty of Tarbiyahand Teachers Training. Advisor:Puji Sri Rahayu, MA This research deals with the analysis of speech act used by Woody in the movie Toy Story 3. The objectives of the study are to find types of speech act and the most dominant type that found in the movie. The research on this thesis was on descriptive qualitative design. The sources of data werederived from the script of Woody’s dialogue.The data are presented descriptively because it describes and explains speech acts used by the main character in “Toy Story 3” such as describes the types of speech acts found in this movie. From the analysis, the writer finds five types of speech act used by Woody as main character in the movie Toy Story 3. They are representative (claiming, asserting, arguing, complaining, informing, and describing). Directive (ordering, asking, forbidding, requesting, asking, commanding, insisting and suggesting). Commissive (committing, refusing, wishing, promising, predicting, and hoping). Expressive (deploring, thanking, praising, regretting, welcoming, and apologizing). Declarative (declaring, confirming, approving and confirming) Directive is the dominant type of speech act used by Woody in the movie Toy story 3 becausethe speaker to get the hearer to do something, e.g. asking, advising, begging, forbidding, ordering, requesting, suggesting, recommending, demanding, insisting, and permitting. Keywords: Speech Act, Toy Story

    An Error Analysis of Using Conditonal Sentence by The Eleventh Grade Students of SMAN 4 Barabai Hulu Sungai Tengah Regency Academic Year 2009/2010

    Get PDF
    Isnaniah. 2010. An Error Analysis of Using Conditonal Sentence by The Eleventh Grade Students of SMAN 4 Barabai Hulu Sungai Tengah Regency Academic Year 2009/2010. Thesis. English Department, Tarbiyah Faculty, Advisor: (1) Dra. Hj. Nida Mufidah, M.Pd, (2) Nurlaila Kadariyah S.Ag. This research tells about an analysis of error in using the right form of conditional sentence. The problem’s formulations of this research are 1) How is the students’ mastery in using conditional sentence, and 2) What kinds of error in using Conditional Sentence are made by the Eleventh Grade Students of SMAN 4 Barabai Hulu Sungai Tengah Regency in the academic year 2009/2010. Based on the problem formulations, this research is intended to know the students’ mastery in using conditional sentence and to analyze the kinds of error in using Conditional Sentence. The population of this research is the eleventh grade students of SMAN 4 Barabai with the total number of students are 121 students. The sample of this research is 30 students which is taken 25% from the population. The writer uses proportional random sampling for taking the sample. The data of this research are collected through written test, observation, interview, and documentary. All of the collected data are processed through editing, coding, tabulating and interpreting. The data are analyzed by quantitative descriptive way and concluded inductively. The result of the research shows the percentage of the mastery in using conditional sentence by the eleventh grade students of SMAN 4 Barabai is 70% in low category. Kinds of error that have been found such as: Error in type 1(Error in the use of present and future tense), Error in type 2 (Error in the use of simple past and future tense), and Error in type 3 (Error in the use of past perfect tense). It shows that the most students have minimum knowledge in using the right form of conditional sentence

    Meningkatkan Kemampuan Membaca Surah-surah Pendek Dengan Strategi Guided Teaching Pada Siswa Kelas 1 SDN Salat Makmur Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Isnaniah, 2011. Meningkatkan Kemampuan Membaca Surah-surah Pendek Dengan Strategi Guided Teaching Pada Siswa Kelas 1 SDN Salat Makmur Kabupaten Banjar. PTK Jurusan Pendidkan Agama Islam, Fakultas Tarbiah Pembimbing: Prof. Dr. H. Syaifuddin Sabda, M.Ag Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan karena kurangnya motivas terhadap mata materi membaca surah-surah pendek pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan strategi Guided Teaching diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi membaca surah-surah pendek mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksankan oleh guru. Desain penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksankan sebanyak dua siklus dengan strategi Guided Teaching dalam rangka meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam terutama pada materi membaca Surah-Surah pendek melalui Guided Teaching di kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Salat Makmur Kabupaten Banjar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Salat Makmur Kabupaten Banjar pada semester 1 tahun pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi, wawancara, diskusi antar guru dan studi dokumentasi. Setelah pembelajaran dilaksanakan dengan strategi Guided Teaching dalam rangka meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam hasilnya adalah sebagai berikut: hasil belajar siswapada siklus I rata-rata nilai yaitu 6,87 dan pada siklus II yakni 8,73 Berdasarkan hasil analisis data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah pembelajaran dengan menggunakan strategi Guided Teaching pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Meningkatnya minat dan motivasi belajar siswa mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam oleh karena itu strategi pembelajaran ini sangat baik untuk digunakan dalam setiap pembelajaran agar mendapatkan hasil yang maksimal

    Penggunaan Metode Drill dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Huruf Kapital di Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala.

    Get PDF
    Isnaniah, 2016, Penggunaan Metode Drill dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Huruf Kapital di Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Aswan, M.Pd. Kata Kunci: Penggunaan, Metode Drill, Huruf Kapital. Penelitian ini membahas tentang bagaimana penggunaan metode drill dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi huruf kapital di Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode drill dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi huruf kapital dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dalam bidang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Karenanya, untuk memperoleh data yang diperluakan penulis melakukan survei kelapangan. Melalui teknik analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan: Pertama: metode drill dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi huruf kapital di Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala, meliputi: a) Perencanaan, b) Pelaksanaan, c) Kesesuaian langkah-langkah metode drill dengan materi huruf kapital, d) evaluasi. Kedua: faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan metode drill dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala, meliputi: guru dan peserta didik. Saran-saran: Untuk meningkatkan penggunaan metode drill dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala, dan penulisan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak pemerhati dalam hal ini, maka penulis mengemukakan beberapa saran-saran sebagai berikut: 1. Kepada pihak Madrasah Ibtidaiyah Ni’matul Aziz Jelapat I Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala agar dapat melengkapi beberapa sarana pembelajaran, khusus terkait pembelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga guru lebih mudah dalam kegiatan pembelajaran. 2. Kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia agar kiranya metode drill yang digunakan divariasikan dengan strategi-strategi yang bervariasi sehingga dapat lebih meningkatkan mutu pembelajaran. 3. Bagi peserta didik agar selalu memicu semangat di dalam belajar guna membangun kemampuan berfikir yang kreatif, inovatif dan berdaya guna menuju perubahan zaman. 4. Untuk kepala sekolah agar dapat memberikan motivasi, arahan atau saran kepada para guru agar dapat memaksimalkan lagi penggunaan metode drill pada setiap materi pembelajaran yang memang sesuai dan dapat menggunakan metode drill tersebut terutama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk kelengkapan buku kamus Bahasa Indonesia, spidol, papan tulis, penghapus, kipas angin, agar lebih diperhatikan lagi agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar

    PENGGUNAAN GAMBAR CERITA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BICARA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS DASAR I DI SLB NEGERI TANAH PASER KABUPATEN PASER KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Isnaniah 2014. Penggunaan media gambar cerita dalam meningkatkan kemampuan bicara anak tunagrahita ringan kelas dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Skripsi. Dibimbing oleh Drs. Mufa’adi, M.Si dan Drs. Djoni Rosyidi, M.Pd. Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya kemampuan bicara anak tunagrahita ringan kelas dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan media gambar cerita dalam meningkatkan kemampuan bicara anak tunagrahita ringan kelas dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan bicara anak tunagrahita ringan melalui penggunaan media gambar cerita kelas dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah murid tunagrahita ringan kelas dasar I yang berjumlah 3 orang di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penggunaan media gambar cerita dapat meningkatkan kemampuan bicara pada Murid Tunagrahita Ringan Kelas Dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur, Hal tersebut dapat dilihat dari Kemampuan bicara pada murid tunagrahita ringan kelas dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur sebelum penggunaan media gambar cerita berada pada kategori kurang, kemampuan bicara pada murid tunagrahita ringan kelas dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timur setelah penggunaan media gambar cerita berada pada kategori baik dan terdapat peningkatan kemampuan bicara pada murid tunagrahita ringan kelas dasar I di SLB penggunaan media gambar cerita dari kategori kurang menjadi kategori baik. Hal ini berarti bahwa penggunaan media gambar cerita terbukti dapat meningkatkan kemampuan bicara pada murid tunagrahita ringan kelas dasar I di SLB Negeri Tanah Paser Kabupaten Paser Kalimantan Timu

    Korelasi Antara Absensi Elektronik Sidik Jari Dengan Kinerja PNS dI IAIN Antasari Banjarmasin

    Get PDF
    Isnaniah, 2013. Korelasi Antara Absensi Elektronik Sidik Jari Dengan Kinerja PNS dI IAIN Antasari Banjarmasin Jurusan Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M. Ma’ruf Abdullah, S.H., M.M. (2) Hj. Rabiatul Adawiyah, M.Ag. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya sebuah fasilitas media elektronik untuk melakukan absen kehadiran setiap hari dan bagaimana dengan kinerja para pegawai PNS dengan adanya pengabsenan kehadiran melalui media elektronik ini. Masalah yang diteliti mengenai apakah terdapat hubungan dan seberapa jauh hubungan antara absensi elektronik sidik jari dengan kinerja PNS yang ada di IAIN Antasari Banjarmasin serta bagaimana persepsi/pandangan Islam terhadap absensi elektronik sidik jari tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh hubungan antara absensi elektronik sidik jari dengan kinerja PNS yang ada di IAIN Antasari Banjarmasin dan apakah ada hubungan atau tidak ada hubungan antara absensi elektronik sidik jari terhadap kinerja PNS yang ada di IAIN Antasari Banjarmasin serta Untuk mengetahui persepsi atau pandangan Islam terhadap absensi elektronik sidik jari tersebut. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research). Sifat penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 100 orang pegawai atau karyawan yang PNS yang akan menjadi responden baik itu dari dosen, karyawan administrasi, pustakawan dan lain-lain yang berada dilingkungan IAIN Antasari Banjarmasin. Dari hasil penelitian dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman melalui program komputer SPSS 19 for windows diketahui bahwa tidak adanya hubungan antara absebsi elektronik sidik jari dengan kinerja PNS di IAIN Antasari Banjarmasin. Dengan tingkat hubungan pada signifikansinya yakni sebesar 0,329 yang artinya tingkat hubungannya rendah. Adapun pandangan Islam/Syariah mengenai absensi kehadiran ini yaitu dibolehkan saja (mubah), dan bisa menjadi wajib apabila ketentuan tersebut merupakan ketentuan dari pimpinan atau ulil amri’ karena menaati pimpinan sama halnya kita menaati Allah SWT dan juga Rasul-Nya, selama ketentuan dan ketetapan tersebut tidak melanggar ajaran agama Islam. Mengenai kinerjanya juga harus melihat dan meninjau kadar keadaan dan kesanggupan kita saat memilih pekerjaan. Agar pekerjaan tersebut dijalankan dengan hati yang tulus dan ikhlas sehingga menghasilkan kualitas dan kuantitas kerja yang maksimal dan memuaskan serta bermanfaat

    Meningkatkan Kemampuan Praktek Wudhu Dalam Pembelajaran Fiqih Melalui Penerapan metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas I MIN Muara Halayung Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Isnaniah.2011. Meningkatkan Kemampuan Praktek Wudhu Dalam Pembelajaran Fiqih Melalui Penerapan metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas I MIN Muara Halayung Kabupaten Banjar, Penelitian Tindakan Kelas, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Jurusan Tarbiyah. Pembimbing: Drs.H. Hilmi Mizani, M.Ag Metode Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau menunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, prsoses bekerjanya sesuatu, proses menggunakan atau mengerjakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Rendahnya hasil belajar siswa terhadap pembelajaran Fiqih sehingga menyebabkan kemampuan siswa dalam mempraktekkan tata cara wudhu khususnya, membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan masalah; Apakah pembelajaran Fiqih melalui penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan praktek wudhu dan Bagaimanakah sikap siswa terhadap penerapan metode demonstrasi tersebut. Penelitian ini berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Muara Halayung Kabupaten Banjar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I yang berjumlah 12 orang terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan praktek wudhu, dan hasil belajar terhadap pembelajaran fiqih melalui penerapan metode demonstrasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, Wawancara dan dokumenter. Teknik pengolahan data dan interprestasi data. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan dalam mengambil kesimpulan menggunakan metode induktif dengan teman sejawat. Penerapan pembelajaran melalui metode demonstrasi dalam upaya meningkatkan kemampuan praktek Wudhu dan hasil belajar siswa tentang materi wudhu pada mata pelajaran Fiqih berjalan dengan sangat baik sesuai dengan yang direncanakan oleh guru karena setiap akhir kegiatan selalu diadakan refleksi untuk diadakan perbaikan. Hal tersebut bisa dilihat dari: (1) peningkatan aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran sebesar 28,00%, yaitu dari 70,00% pada pertemuan pertama siklus I menjadi 95,00% pada pertemuan kedua siklus II; (2) peningkatan aktivitas siswa yang cukup signifikan yaitu dari skor rata-rata 20,00% (aktif) pada pertemuan pertama siklus I, meningkat menjadi 98,00% (sangat aktif) pada pertemuan kedua siklus II; (3) adanya peningkatan hasil belajar, yaitu dari nilai rata-rata 6,00 pada pertemuan pertama siklus I, menjadi rata-rata 8,75 pada pertemuan kedua siklus II. Ketuntasan belajar pun juga mengalami peningkatan yang sangat baik yaitu dari hanya 57,14% menjadi 100%, dengan pelaksanaan pembelajaran materi wudhu melalui penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran Fiqih sangat positif

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore