1,721,049 research outputs found
PENERAPAN METODE MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENTINGNYA MENGONSUMSI BUAH DAN SAYUR BAGI KESEHATAN DI KELAS VII MTs NEGERI WATES
PENERAPAN METODE MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENTINGNYA MENGONSUMSI BUAH DAN SAYUR BAGI KESEHATAN DI
KELAS VII MTs NEGERI WATES Oleh :
Isna Nur Fitriana 11511241037
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pelaksanaan
pembelajaran Prakarya dengan metode mind mapping, 2) gambaran awal pengetahuan siswa tentang pentingnya mengonsumsi buah dan sayur bagi kesehatan, 3) pengetahuan siswa tentang pentingnya mengonsumsi buah dan sayur bagi kesehatan setelah penerapan metode mind mapping dan 4) gambaran pola makan siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian pre test dan post test group. Tempat penelitian di MTs Negeri Wates pada bulan Januari 2015 hingga bulan Maret 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebanyak 32 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes pilihan ganda (pre test) dan (post test), food recall 2x24 jam, dokumentasi dan wawancara. Uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus spearman brown dan product moment belahan dua. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan pembelajaran menggunakan mind mapping pada hari pertama sebesar 87,3-90,4%, dan hari kedua sebesar 93,65-95,23%; (2) gambaran awal pengetahuan siswa tentang pentingnya mengonsumsi buah dan sayur bagi kesehatan berada pada cukup (68,75%); (3) pengetahuan siswa tentang pentingnya mengonsumsi buah dan sayur bagi kesehatan setelah penerapan metode mind mapping berada pada kategori baik (50,00%), terjadi kenaikan pengetahuan sebesar 390,91%; dan (4) pola makan siswa berdasarkan jenis bahan makan berada pada kategori buruk (55,56%); frekuensi makan hari pertama berada pada kategori baik (70,37%) dan hari kedua berada pada kategori baik (48,15%); variasi menu yang dikonsumsi siswa berada pada kategori tidak bervariasi (66,67%); jumlah makan (tingkat energi) berada pada kategori buruk (100%).
Kata Kunci : Metode Mind Mapping, Pengetahuan Siswa, Buah dan
Sayu
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DAN TINGKAT KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA BROKEN HOME DI SMP NEGERI 1 TANGGUNGGUNUNG
Isna Nur Tasya Fauziana, 2024. “Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Tingkat Kemandirian Belajar Siswa Broken Home di SMP Negeri 1 Tanggunggunung”. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Citra Ayu Kumala Sari, M.Psi
Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak dalam berinterakasi. Perceraian orang tua mengakibatkan anak merasa bahwa dirinya merasa diasingkan dan merasa hidup sendiri. Sebuah dukungan merupakan hal yang dibutuhkan oleh anak dari keluarga broken home. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat dukungan sosial pada siswa broken home di SMP Negeri 1 Tanggunggunung 2) mengetahui tingkat kemandirian belajar pada siswa broken home di SMP Negeri 1 Tanggunggunung 3) mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan tingkat kemandirian belajar siswa broken home di SMP Negeri 1 Tanggunggunung. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan jenis penelitian survei dengan populasi siswa broken home seluruh kelas IX yang berjumlah 34 siswa. Pada proses pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan sampling jenuh (sensus) dengan menjadikan seluruh populasi yaitu 34 siswa sebagai sampel. Data menggunakan dua skala likert yaitu dukungan sosial dan kemandirian belajar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji instrumen, uji asumsi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat dukungan sosial terdapat 5 anak kategori tinggi, 23 anak kategori sedang, dan 6 anak kategori rendah. 2) Tingkat kemandirian belajar terdapat 4 anak berkategori tinggi, 28 anak kategori sedang, dan 4 anak kategori rendah. 3) Hasil uji hipotesis dengan analisis korelasi pearson product moment yaitu 0,310 dengan nilai signifikansi 0,074>0,05 artinya tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dan tingkat kemandirian belajar. Banyaknya dukungan sosial yang diperoleh siswa broken home di SMP Negeri 1 Tanggunggunung tergolong dalam tingkat rendah. Tingkat kemandirian belajar yang diperoleh siswa broken home di SMP Negeri 1 Tanggunggunung tergolong rendah. Maka dengan asumsi bahwa dukungan sosial tidak ada hubungannya dengan kemandirian belajat siswa broken home di SMP Negeri 1 Tanggunggunung.
Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kemandirian Belaja
PERSEPSI DAN MINAT MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP BANK SYARIAH (Studi Kasus pada Komunitas LDII Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Skripsi dengan judul "Persepsi dan Minat Masyarakat Muslim terhadap Bank Syariah (Studi Kasus pada Komunitas LDII Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung)" yang ditulis oleh Isna Nur Ilmiah, jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, NIM. 12401173404, dengan pembimbing Dr. Zulfatun Ni'mah, SHI, M. Hum.
Bank syariah muncul dan tumbuh atas dasar keinginan masyarakat Muslim yang berusaha untuk menghindari unsur riba. Bank syariah dijalankan dengan menggunakan prinsip-prinsip Islam meliputi prinsip keadilan, kemaslahatan, serta terbebas dari unsur gharar, maysir, dan riba. Beragamnya aktivitas ekonomi masyarakat Muslim serta pengetahuan mengenai Islam yang dimiliki akan mendorong mereka untuk melakukan transaksi dan menjadi nasabah bank syariah. Namun, ditemukan kenyataan bahwa pada masyarakat LDII di Kecamatan Bandung lebih banyak yang menjadi nasabah bank konvensional. Sehingga perlu diketahui persepsi dan minat yang dimiliki oleh masyarakat Muslim terhadap bank syariah, khususnya pada masyarakat LDII di Kecamatan Bandung.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana persepsi masyarakat LDII di Kecamatan Bandung terhadap bank syariah?, (2) Bagaimana minat masyarakat LDII di Kecamatan Bandung terhadap bank syariah?, sehingga memiliki tujuan: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis persepsi masyarakat LDII di Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung terhadap bank syariah, (2) Untuk mengetahui dan menganalisis minat masyarakat LDII di Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung terhadap bank syariah.
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung. Data penelitian bersumber dari data primer dan sekunder, serta menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat LDII di Kecamatan Bandung memiliki persepsi bahwa perbankan syariah lebih Islami dan lebih menguntungkan dibandingkan perbankan konvensional, ini dibuktikan dengan masyarakat yang mengetahui gambaran umum mengenai bank syariah meliputi prinsip yang digunakan, perbedaannya dengan bank konvensional, serta mengetahui bahwa bank syariah menerapkan prinsip menghindari riba. (2) Masyarakat LDII di Kecamatan Bandung memiliki minat yang kurang untuk menjadi nasabah bank syariah, karena minimnya pengetahuan mereka mengenai produk bank syariah, keunggulan fasilitas serta kurang strategisnya letak bank syariah. Bank syariah diharapkan mampu untuk meningkatkan promosi, melakukan inovasi produk, serta memperluas kantor cabang, sehingga persepsi masyarakat dapat sejalan dengan minat untuk menjadi nasabah bank syariah.
Kata Kunci: Persepsi, Minat, Masyarakat Muslim, Bank Syaria
Pengembangan Media E-Learning XHTML Editor (EXE) Berbasis Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa SMK Negeri 1 Sukoharjo
Luthfi Isna Nur Aini. 2017. Pengembangan Media E-Learning XHTML Editor (EXE) Berbasis Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa SMK Negeri 1 Sukoharjo. Tesis. Pembimbing: Prof. Dr. Siswandari, M. Stats., Kopembimbing: Dr. Hery Sawiji, M. Pd. Program Studi Magister Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektivan media pembelajaran E-learning XHTML Editor (EXE) berbasis Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa akuntansi perusahaan jasa SMK Negeri 1 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D). Prosedur penelitian pengembangan media eXe berbasis ARCS ini menggunakan prosedur Borg dan Gall, yang telah dimodifikasi yaitu: 1) tahap studi pendahuluan, 2) tahap pengembangan, 3) tahap pengujian, dan 4) tahap penyebarluasan. Analisis data yang digunakan selama proses penelitian dan pengembangan adalah: 1) analisis statistik deskriptif berdasarkan skor kriteria untuk penilaian kelayakan produk, dan 2) analisis statistik inferensial untuk mengukur tingkat keefektivan media dari motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) media pembelajaran eXe berbasis ARCS yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak ditinjau dari ahli materi, bahasa, media, dan praktisi; 2) media efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa di SMK Negeri 1 Sukoharjo dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 14,42% pada kelas eksperimen dan sebesar 11,83% pada kelas kontrol, serta uji-t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 1,994 (ttabel), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol; serta 3) media yang dikembangkan efektif meningkatkan motivasi belajar akuntansi perusahaan jasa dengan peningkatan rata-rata motivasi belajar sebesar 11,56% atau 26,89 poin dan uji paired sample t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata motivasi belajar siswa saat pre-test dan post-test Media eXe berbasis ARCS yang efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa diharapkan dapat dikembangkan pada kompetensi dasar lainnya. Kata Kunci: eXe, ARCS, motivasi belajar, hasil belaja
Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Pada Pembelajaran IPA Berbasis Proyek Untuk Siswa SMP/MTs Kelas VII
ABSTRAK Isna Nur Fityana. 2017. Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik pada Pembelajaran IPA Berbasis Proyek untuk Siswa SMP/MTs Kelas VII. Tesis. Pembimbing: Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si. Kopembimbing: Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. Program Studi Magister Pendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Proses pembelajaran IPA tidak terlepas dari penilaian yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menghendaki siswa menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran untuk menyelesaikan tugas pada situasi yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan instrumen penilaian autentik pada pembelajaran IPA berbasis proyek untuk siswa SMP kelas VII (2) menganalisis kelayakan instrumen penilaian autentik pada pembelajaran IPA berbasis proyek untuk siswa SMP kelas VII. Instrumen penilaian yang dikembangkan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 pada materi Pencemaran Lingkungan. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan yaitu: (a) tahap define (pendefinisian); (b) tahap design (perancangan); (c) tahap develop (pengembangan); (d) tahap disseminate (penyebaran). Tahap define dilakukan dengan teknik angket, wawancara dan observasi. Pada tahap design dirancang instrumen penilaian autentik untuk kompetensi sikap ilmiah, pengetahuan dan keterampilan. Pada tahap develop instrumen penilaian dikembangkan melalui validasi oleh ahli, reviewer, dan peer reviewer. Hasil revisi instrumen diujicobakan skala kecil pada 25 siswa dan direvisi kembali. Selanjutnya diujicobakan skala besar pada 50 siswa melalui pembelajaran berbasis proyek. Pada tahap disseminate, instrumen penilaian disebarkan pada 5 guru IPA dan 300 siswa untuk mendapatkan respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang terdiri dari pedoman penilaian kompetensi sikap ilmiah, pengetahuan, dan keterampilan disertai lampiran perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP dan LKS layak digunakan dilihat dari: (1) hasil analisis data validasi, yaitu nilai rata-rata validasi isi pedoman penilaian autentik pada tahap validasi sebesar 3,65 (sangat baik); nilai rata-rata validasi isi lampiran perangkat pembelajaran sebesar 3,58 (sangat baik); (2) hasil analisis uji coba skala kecil yang terdiri dari uji kualitas dan reliabilitas tes pengetahuan dengan hasil reliabilitas tes sebesar 0,23 (rendah); (3) hasil analisis data uji coba skala besar yang terdiri dari: (a) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi sikap ilmiah sebesar 0,782; (b) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi pengetahuan sebesar 0,58 (cukup); (c) reliabilitas instrumen penilaian kompetensi keterampilan sebesar 0,733; (3) hasil analisis data tahap penyebaran yang terdiri dari: (a) uji kualitas dan reliabilitas tes pengetahuan menunjukkan semua butir tes baik dengan reliabilitas sebesar 0,83 (tinggi); (b) respon terhadap penilaian sikap ilmiah menunjukkan rata-rata nilai 3,65 (sangat baik); (c) respon terhadap penilaian keterampilan menunjukkan rata-rata nilai 3,80 (sangat baik). Kata kunci: pencemaran lingkungan, penilaian autentik, pembelajaran berbasis proye
HAK GUGAT ORGANISASI (LEGAL STANDING) PADA PERKARA HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA (Studi Kasus pada Putusan Nomor 19/Pdt.G/2019/PN Tgl)
ABSTRAK
Andica, Isna Nur. Hak Gugat Organisasi (Legal Standing) Pada Perkara Hukum Perlindungan Konsumen Di Indonesia (Studi Kasus pada Putusan Nomor 19/Pdt.G/2019/PN Tgl). Skripsi. Tegal: Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Pancasakti Tegal. 2019.
Munculnya beberapa kasus gugatan perwakilan kelompok, khususnya legal standing ke pengadilan merupakan salah satu fenomena baru dalam praktik peradilan perdata di Indonesia. Secara prosedural gugatan legal standing belum diatur secara jelas dalam perundang-undangan (hukum acara perdata). Persoalannya apakah pihak penggugat yang mengajukan gugatan secara hukum mempunyai kapasitas mengatasnamakan kepentingan publik atau kelompok masyarakat yang diwakilinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hak gugat organisasi (legal standing) pada perkara hukum perlindungan konsumen di Indonesia dan penerapan gugatan legal standing dalam hukum perlindungan konsumen sengketa utang piutang pada putusan nomor 19/Pdt.G/2019/PN Tgl. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber datanya adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data dokumentasi dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dianalisa secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengaturan hak gugat organisasi (legal standing) pada perkara hukum perlindungan konsumen di Indonesia diatur dalam Pasal 46 Ayat (1) Huruf c Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Dengan syarat LSM yaitu terdaftar pada pemerintah kabupaten/kota dan bergerak di bidang perlindungan konsumen sebagaimana tercantum dalam anggaran dasarnya, berbentuk badan hukum atau yayasan, dalam anggaran dasarnya menyebutkan dengan tegas bahwa tujuan didirikannya organisasi tersebut adalah untuk kepentingan perlindungan konsumen dan telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan anggaran dasarnya. Penerapan gugatan legal standing dalam hukum perlindungan konsumen sengketa utang piutang pada putusan Nomor 19/Pdt.G/2019/PN Tgl, yaitu Yapeknas Kabupaten Tegal mengajukan gugatan legal standing terhadap Pimpinan Cabang PT BRI Cabang Tegal. Pengajuan gugatan tersebut dilakukan karena adanya pengaduan masyarakat bernama Gunawan Agung Supriyanto yang diduga hak-haknya dilanggar oleh tergugat. Penerapan gugat legal standing tidak apat diterima, karena dalam mengajukan gugatannya tidak bertindak untuk kepentingan umum.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal.
Kata Kunci: Legal Standing, Hukum Perdata, dan Perlindungan Konsumen
===============================================================================================================
ABSTRACT
Andica, Isna Nur. Legal Standing in Legal Cases of Consumer Protection in Indonesia (Case Study in Decision Number 19/Pdt.G/2019/PN Tgl). Skripsi. Tegal: Law Faculty Faculty of Law Study Program, Tegal Pancasakti University. 2019.
The emergence of several cases of group representation lawsuits, especially legal standing to court is one of the new phenomena in the practice of civil justice in Indonesia. Procedurally, legal standing lawsuits have not been clearly regulated in legislation (civil procedural law). The issue is whether the plaintiff who filed the lawsuit has the capacity to act on behalf of the public interest or the group of people he represents.
This study aims to determine the organization's legal standing arrangements (legal standing) in consumer protection law cases in Indonesia and the application of legal standing lawsuits in the consumer protection law for debt and dispute disputes in decision number 19/Pdt.G/2019/PN Tgl. The type of research used is library research. The data source is secondary data with the method of collecting documentation data and library research. Data analysis method used is a qualitative method that is analyzed normatively qualitatively.
The results of this study concluded that the organization's legal standing arrangement in the consumer protection law case in Indonesia is regulated in Article 46 Paragraph (1) Letter c of the Consumer Protection Act. With the requirements of NGOs, namely registered with the district / city government and engaged in consumer protection as stated in its articles of association, in the form of legal entities or foundations, the articles of association expressly state that the purpose of the establishment of the organization is in the interests of consumer protection and has carried out activities in accordance with its articles of association. The application of the legal standing lawsuit in the consumer protection law for the debt dispute in the decision Number 19/Pdt.G/2019/PN Tgl, namely Yapeknas Tegal Regency filed a legal standing suit against the Branch Manager of PT BRI Tegal Branch. The filing of the lawsuit was made because of a public complaint named Gunawan Agung Supriyanto whose rights were allegedly violated by the defendant. The application of a legal standing lawsuit is not acceptable, because in filing a lawsuit it does not act in the public interest.
Based on the results of this study are expected to be material information and input for students, academics, practitioners, and all parties in need in the Faculty of Law, University of Pancasakti Tegal.
Keywords: Legal Standing, Civil Law, and Consumer Protectio
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
