1,721,755 research outputs found
Analisis karakter sufistik pada tokoh Batara Ismaya (Semar) dalam Wayang Golek : Studi penelitian di Padepokan Lingkung Seni Wayang Golek Giri Harja Bandung
Tasawuf dan kebudayaan merupakan dua hal yang memiliki peranan penting dalam proses Islamisasi di bumi Nusantara, keduanya menjadi gerbang awal atas masuk dan menyebarnya ajaran kebenaran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang saat ini menjadi keyakinan yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Di Pulau Jawa sendiri, ajaran Islam disebarkan oleh sembilan tokoh yang dikenal dengan sebutan Wali Songo. Dalam menyebarkan ajaran Islam, para Wali Songo sendiri diketahui menggunakan tasawuf sebagai metode pendekatan yang dimasukan ke dalam unsur-unsur kebudayan yang ada di masyarakat Pulau Jawa salah satunya melalui kesenian wayang. Selain memasukan nilai-nilai keislaman ke dalam cerita lakon pewayangan, Sunan Kalijaga juga menciptakan satu tokoh yang karakternya merepresentasikan nilai-nilai tasawuf dalam ajaran Islam; tokoh tersebut ialah Semar Badranaya yang memiliki nama asli Batara Ismaya. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait tokoh Batara Ismaya (Semar) dalam dunia pewayangan khususnya dalam Wayang Golek.
Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui profil dari tokoh Batara Ismaya (Semar) serta karakter sufistik yang terdapat pada tokoh Batara Ismaya (Semar) dalam Wayang Golek.
Dalam menyusun penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi terhadap beberapa aspek di lokasi penelitian, wawancara bersama Dalang serta dokumentasi. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini yaitu Dalang dari Padepokan Giri Harja, kemudian yang dijadikan sumber data sekunder yakni literatur-literatur baik dalam bentuk fisik dan digital serta dokumentasi pertunjukan Wayang Golek dalam bentuk video.
Karakter sufistik adalah cerminan dari nilai-nilai sufistik yang terdapat dalam sifat dan perilaku seorang individu. Karakter-karakter yang termasuk ke dalam karakter sufistik yaitu sabar, tawadhu, ikhlas, zuhud, tawakal, adil dan bijaksana, memiliki kepedulian tinggi, qana’ah, musahabah, serta mahabah.
Adapun hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa tokoh Batara Ismaya (Semar) dalam Wayang Golek menurut perspektif Padepokan Lingkung Seni Wayang Golek Giri Harja merupakan pengejawantahan dari sosok yang telah mencapai tingkat ma’rifat sehingga dirinya terhiasi dengan karakter-karakter sufistik seperti sabar, tawakal, zuhud, ikhlas, tawadhu, peduli, qana’ah, muhasabah, adil dan bijaksana, serta mahabah. Karakter-karakter tersebut digambarkan secara spesifik dalam beberapa lakon cerita seperti Sukma Sajati, Dewa Nurcahya, Kembang Cangkok Wijayakusuma, dan lain sebagainya
Pengaruh Event Virtual Concert Djajarta Warehouse Project V terhadap Reputasi Ismaya Live di Mata Masyarakat Jakarta
Djakarta Warehouse Project merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Ismaya Live secara luring. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, Djakarta Warehouse Project pada tahun 2020 (Djakarta Warehouse Project V) diselenggarakan secara virtual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya dan seberapa besar pengaruh acara konser virtual Djakarta Warehouse Project V terhadap reputasi Ismaya Live selaku penyelenggara. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel, yakni acara sebagai variabel X dan reputasi sebagai variabel Y. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan menguji regresi linear sederhana, koefisien persamaan regresi, uji anova, dan analisis korelasi. Data penelitian ini diambil dari 415 responden yang berumur antara 20 sampai 34 tahun dan telah menyaksikan acara konser virtual Djakarta Warehouse Project V. Hasil dari Pearson Correlation Product Moments menunjukkan bahwa sebesar 0,762 terdapat pengaruh positif dan kuat yang signifikan antara acara konser virtual Djakarta Warehouse Project V terhadap reputasi Ismaya Live selaku penyelenggara di mata masyarakat Jakarta. Penelitian ini juga menunjukkan seberapa besar pengaruh acara konser virtual Djakarta Warehouse Project V terhadap reputasi Ismaya Live selaku penyelenggara, yakni 58,1%. Dari semua dimensi pada event, yang paling berpengaruh terhadap Reputasi Ismaya Live adalah uniqueness
Tanggung Jawab Pelaku Usaha di Bidang Jasa Perparkiran Berdasarkan Hukum Perlindungan Konsumen (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Agung No. 2078 K/Pdt/2009)/ oleh I Putu Rai Ismaya Arweda
Klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan telah diterapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu badan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen. Pandangan MA tentang tanggung jawab pelaku usaha di bidang jasa perparkiran adalah parkir merupakan perjanjian penitipan. Jadi dalam hal ini klausula baku dapat dibuat sepihak oleh pelaku usaha, tetapi isinya tidak boleh mengarah pada klausula eksonerasi. Seperti contoh, kasus Sumito Y. Viansyah melawan PT. Securindo Packatama Indonesia tentang kehilangan sepeda motor milik Sumito Honda Tiger 2000 CW keluaran tahun 2006 dengan nomor polisi B 6858 SFL yang dikelola oleh tergugat di dalam area parkir Komplek Fatmawati Mas di jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Adapun permasalahannya Bagaimana bentuk klausula yang dilarang di bidang jasa perparkiran menurut Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Bagaimana pandangan Mahkamah Agung tentang tanggung jawab pelaku usaha di bidang jasa perparkiran menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penulisan skripsi ini mengunakan metode penelitian hukum normatif yang mengunakan pendekatan kasus dan pendekatan undang-undang ditambah hasil wawancara. Data penelitian analisis kasus Sumito Y. Viansyah mengindikasi terjadinya pelanggaran dalam pasal 18 ayat 1 a yang dilakukan oleh Pelaku Usaha yang dalam hal ini adalah PT Securindo Packatama, yaitu pencantuman klausula baku yang mengandung klausula eksonerasi. Sehingga konsumen dalam hal ini Sumito Y. Viansyah mengalami kerugian. Acuan : 19 (1986-2011) (F) Pembimbing Dr. A.M Tri Anggraini, SH, MH (G) Penulis I Putu Rai Ismaya Arwed
PENGARUH BIAYA BAHAN BAKU DAN BIAYA TENAGA KERJA TERHADAP VOLUME PRODUKSI PADA CV ISMAYA CITRA UTAMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja Terhadap Volume Produksi secara parsial maupun simultan pada CV Ismaya Citra Utama Periode 2010-2018.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi penelitian ini yaitu laporan keuangan tahunan CV Ismaya Citra Utama serta sampel diambil selama 9 tahun periode 2010-2018.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Biaya Bahan Baku berpengaruh signifikan terhadap Volume Produksi, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t dimana t-hitung lebih besar daripada t-tabel (5,415> 2,447) atau nilai signifikansi (0,002< 0,05). Kemudian Biaya Tenaga Kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap Volume Produksi, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t dimana t-hitung lebih kecil daripada t-tabel (-2,129< 2,447) atau nilai signifikansi (0,077> 0,05). Hasil uji F diperoleh F-hitung lebih besar daripada F-tabel (119,662>5,14) atau nilai signifikansi (0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwasecara simultan Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja berpengaruh signifikan terhadap Volume Produksi pada CV Ismaya Citra Utam
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AKUNTANSI PADA SPBU ISMAYA PUTROMIAGA SAMPANG
SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum) merupakan prasarana umum yang disediakan oleh PT. Pertamina untuk masyarakat luas guna memenuhi kebutuhan akan bahan bakar. Pada umumnya SPBU menjual bahan bakar sejenis premium, solar, pertamax dan pertamax plus. SPBU ISMAYA PUTROMIAGA yang berada di Jl. Diponegoro Sampang mempunyai sistem informasi penjualan yang sangat sederhana. Data penjualan, pembelian, dan stok BBM masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Office Excel dan Microsoft Office Word. Sebagai sebuah SPBU dengan lisensi dari PT.Pertamina sudah seharusnya mempunyai sistem yang terkomputerisasi.Selain itu SPBU ISMAYA PUTROMIAGA di Jl. Diponegoro Sampang juga memiliki komoditas lain yang dijual di dalam SPBU seperti LPG, OLI, BBM Dan Cuci Mobil sehingga akan membuat pengolahan data secara manual akan menjadi semakin rumit. Belum lagi jika terjadi penjualan yang mengalami peningkatan dari waktu ke waktu maka semakin banyak sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat dan mengatur manajemen keuangannya. Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan perangkat lunak akuntansi. Salah satu cara untuk mengavaluasi perangkat lunak akuntansi ini adalah melalui persepsi penggunaannya karena evaluasi kepuasan pengguna akhir informasi dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan system (Istianingsih dan Wijanto, 2008; Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia).Kata kunci : system informasi penjualan, persepsi, kepuasan
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR PKn MATERI GLOBALISASI KELAS IV SD DI GUGUS ISMAYA
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah pendidikan pengetahuan, sikap
mental, nilai-nilai dan perilaku yang menjunjung tinggi demokrasi. Berdasarkan
pra penelitian di kelas IV SD di gugus Ismaya Banyumas bahwa hasil belajar
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi globalisasi masih rendah, ditunjukan
guru belum terbiasa menggunakan model pembelajaran inovatif, belum dapat
menciptakan pembelajaran kritis, karena guru masih cenderung menggunakan
metode ceramah dan diskusi. Rumusan adalah apakah model pembelajaran
Kooperatif tipe Two Stay Two Stray(TSTS) lebih efektif dibandingkan dengan
metode ceramah dan diskusi terhadap hasil belajar PKn materi globalisasi kelas
IV SDN di gugus Ismaya?Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn
materi globalisasi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two
Stay Two Stray (TSTS) di kelas IV SDN di gugus Ismaya?.Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two
Stray(TSTS) lebih efektif diibandingkan dengan metode ceramah dan diskusi
terhadap hasil belajar PKn materi globalisasi kelas IV SDN di gugus Ismaya.
Untuk mengetahui aktifitas siswa dalam pembelajaran PKn materi Globalisasi
dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray
(TSTS) di kelass IV SDN di gugus Ismaya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau quasi
eksperimen. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas IV SDN gugus
Ismaya yang terdiri dari 5 SD. Kemudian 5 SD tersebut diambil sebagai sampel 2
SD yaitu kelas IV SDN Piasa 01 dan SDN Mengangkang 01. Variabel bebas dan
terikat. Teknik pengumpulan data yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Teknik
analisis data yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji perbedaan rata-rata, Ngain.
Hasil perhitungan dimana harga t-hitung sebesar 3,702 dan 3,718 lebih
besar dibandingkan dengan harga t-tabel yaitu sebesar 2,000 (3,702 < 3,718) dan
signifikasi (0,000 < 0,05), artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil
uji gain nilai gain kelas eksperimen yaitu 0,503 termasuk kategori sedang,
sedangkan kelas kontrol 0,287 termasuk kategori rendah.
Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray
(TSTS) efektif digunakan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
materi Globalisasi siswa kelas IV SDN di Gugus Ismaya. Saran peneliti adalah
guru menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) sebagai salah
satu model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk mengembangkan
keterampian siswa dalam berbicara dan bersosialisasi dengan teman
Analisis dan Optimalisasi Sistem Reservasi dan pengadaan di Ismaya Group
Laporan ini merupakan hasil dari program magang yang dilakukan di ISMAYA Group, salah satu perusahaan terkemuka di bidang hospitality dan F&B di Indonesia. Alasan pemilihan perusahaan ini adalah karena ISMAYA memiliki sistem operasional yang kompleks dan dinamis, sehingga menjadi wadah yang ideal untuk mengembangkan keterampilan analisis bisnis dan pemecahan masalah sistem informasi. Selama menjalani magang sebagai Business Analyst Intern, penulis terlibat dalam proyek pengembangan sistem reservasi berbasis barcode dan optimalisasi proses procurement melalui platform Odoo. Dalam pelaksanaannya, penulis menghadapi beberapa kendala seperti kesulitan memahami sistem awal yang belum terdokumentasi dengan baik, perbedaan istilah antara tim teknis dan non-teknis, serta keterbatasan akses terhadap sistem internal perusahaan. Untuk mengatasi kendala tersebut, solusi yang diterapkan antara lain adalah dengan melakukan diskusi rutin bersama tim, menyusun flowchart, wireframe, dan user story yang jelas, serta menggunakan tools kolaboratif seperti Taiga dan Figma dengan pendekatan agile. Magang ini memberikan pemahaman yang mendalam mengenai proses bisnis digital serta meningkatkan kemampuan teknis, komunikasi, dan kerja sama tim di lingkungan kerja profesional
- …
