1,720,969 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pengelolaan Harta Anak Yatim Dalam Perspektif Hadis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja hak dan kewajiban seorang wali dalam mengelola harta anak yatim.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi hadits. Metode ini digunakan untuk menguraikan hasil pengumpulan data secara jelas dan sistematis mengenai hadits yang relevan dengan pembahasan atau masalah penelitian.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa seorang wali harus malakukan kewajibannya, antara lain; Menahan diri dari memakan harta anak yatim, dan barangsiapa yang miskin maka ia boleh makan harta itu menurut yang wajar. Seorang wali tidak boleh memiliki niat untuk menguasai harta anak yatim. Mengurus urusan harta anak yatim secara patut adalah baik, jika mengurus harta anak yatim untuk hal-hal yang tidak baik (dzalim) adalah tidak boleh. Boleh menggunakan harta anak yatim dengan tujuan yang lebih bermanfaat, bukan untuk menghabiskan hartanya. Memakan harta anak yatim secara dzalim adalah termasuk dari tujuh perkara yang dapat membinasakan manusia. Adapun hak bagi seorang wali anak yatim adalah pertama, diperbolehkan mengambil atau memakan harta anak yang ada dalam perwaliannya, dengan catatan bahwa wali adalah golongan fakir miskin. Kedua, wali berhak mengelola harta anak yatim dengan tujuan yang baik; bukan atas dasar ingin menguasai atau memakan harta anak yatim secara dzalim.Â

    Landasan Qur’ani Tentang Zikir dalam Ajaran Tarekat

    No full text
    Inti ajaran yang dikembangkan dalam tarekat selalu berlandaskan Alquran meskipun harus melalui proses penafsiran yang dipaksakan seperti dalam ajaran zikir. Ada tiga jenis orang yang berzikir, yaitu:  Orang yang berzikir kepada Allah dengan lisannya sedang hatinya lalai; Orang yang lain berzikir kepada-Nya dengan lisan disertai dengan hadirnya hati;dan yang ketiga adalah orang yang berzikir kepada Allah dengan hatinya  sedangkan lisannya tidak mengucapkan apa pun. Diantara ayat al-Qur ’an yang dijadikan landasan zikir dalam ajaran tarekat adalah: QS 33:4142, QS. 3:191, QS.29:45, QS 2:152, QS 59:19, QS 43: 36, dan QS 58:19

    Relasi Al-Quran dan alam: Studi integrasi sains dalam tafsir ilmi Kemenag RI

    Get PDF
    Perkembangan tafsir ilmi sejalan dengan perkembangan sains dan teknologi. Al-Qur’an sebagai Kalam Allah dan Alam sebagai Khalq Allah memiliki relasi saling melengkapi dan saling menguatkan. Tafsir Ilmi Kemenag RI disusun oleh sebuah tim yang terdiri dari pakar tafsir dan pakar sains yang di fasilitasi Kemenag RI. Upaya integrasi sains dalam Tafsir Ilmi oleh kedua pakar yang meiliki latar belakang keilmuan yang berbeda menarik untuk diteliti, baik bangunan metodologis maupun kontruksi penafsirannya sebagai model Integrasi antara Agama dan Sains. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif pada studi kepustakaan (Library Reseach) dengan metode konten analisis. Objek kajian utama yang diteliti adalah karya Tafsir Ilmi Tematik kemenag RI yang berjumlah 19 jilid yang disusun sejak tanun 2009 sampai 2016 hasil kerjasama LPMQ dengan LIPI. Teori yang digunakan adalah teori ilmu tafsir dan teori integrasi agama dan sains menurut Ian G. Barbour. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bangunan metodologis dan bangunan integrasi sains dalam Tafsir Ilmi Kemenag RI. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tafsir Ilmi Kemenag RI merupakan Tafsir Ilmi Maudlui (tematik) pertama yang disusun oleh sebuah tim yang terdiri dari Tim Syar’I dan Tim Kauni. Karakteristik Tafsir Ilmi Tematik Kemenag RI mengintegrasikan temuan sains dengan Tafsir Al-Qur’an. Pendekatan ini menuntut penggunaan metodologi ilmiah yang sistematis, meliputi analisis teks dan pendekatan kritis, untuk menggali makna ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fenomena alam pendekatan sains. Ada tiga prinsip integrasi yang jadi basis karya tafsir ini, yakni: Pertama, tafsir ilmi sebagai salah satu pola integrasi agama dan sains; Kedua, teologi sebagai basis integrasi, Ketiga, tafsir ilmi sebagai upaya menghadirkan nilai-nilai etika. Berdasarkan Teori Ian G. Barbour, Tafsir Ilmi Kemenag RI cenderung berada dalam model independensi dan dialog. Perlu Upaya serius untuk mencapai model integrasi. Upaya ini melahirkan dua pendekatan model integrasi, yaitu Teology Natural dan Teology of Nature. Tafsir Ilmi Kemenag RI berusaha menjelaskan bagaimana konsep-konsep ilmiah dapat ditemukan dalam teks suci dan bagaimana ajaran agama dapat memberikan perspektif teologis dan etis terhadap penemuan ilmiah. Tafsir ilmi tidak hanya memperkaya pemahaman terhadap Al-Qur’an tetapi juga membuka jalan bagi dialog konstruktif antara ulama dan ilmuwan. Tafsir Kemenag RI dipandang memiliki kebenaran korespodensi dan pragmatism, tetapi secara koherensi, dalam beberapa kasus terdapat ketidakkonsistenan dalam prinsip-prinsip tafsir

    ANALISIS SEMANTIK PADA KATA AHZÄ€B DAN DERIVASINYA DALAM AL-QURAN

    Get PDF
    Dengan melihat kepentingan terhadap pemaknaan Alquran yang tepat dan sesuai dengan maksud dan tujuan pemberi wahyu agar Alquran dapat dipahami oleh manusia, dalam hal ini pemaknaan yang tepat terhadap kata AhzÄb  dalam Alquran, maka menjadi sangat urgen untuk meneliti secara keseluruhan kata-kata yang berbicara tentang AhzÄb  agar memperoleh makna ahzÄb  secara utuh. Metode penelitian ini menggunakan analisis komponen semantik dan analisis kombinasi semantik ahzÄb. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep kata ahzÄb  dalam Alquran berdasarkan tinjauan semantik. Dalam penelitian ini, kata ahzÄb  dianalisis berdasarkan teori semantik, baik dari segi kontekstual maupun makna-maknanya dengan menginventarisir derivasinya dalam Alquran. Kata ahzÄb  dalam Alquran diulang sebanyak 17 kali dalam 13 surat dalam berbagai bentuk gramatikalnya. Kata ahzÄb  jika dilihat dari penggunaanya dalam Alquran dengan bentuk dan gramatikal yang bervariasi, ini memunculkan makna kata yang berbeda pula, sehingga menyebabkan adanya tendensi makna yang beragam. Diantara makna AhzÄb  dan derivasinya dalam Alquran adalah: AhzÄb dengan pengertian golongan yang ekslusif, ahzÄb  dengan pengertian golongan yang bersekutu, ahzÄb  dengan pengertian golongan yang berserikat, AhzÄb  dengan pengertian sekutu, ahzÄb  dengan pengertian pengikut agama

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore