87,707 research outputs found
Pembuktian Terhadap Tindak Pidana Pemalsuan Situs Klikbca.Com Melalui Internet Oleh Yosef Iskandar Agung
abstrak (A) Nama : Yosef Iskandar Agung (NIM : 205000015). (B) Judul Skripsi : Pembuktian Terhadap Tindak Pidana Pemalsuan Situs Klikbca.Com Melalui Internet. (C) Halaman : ix + 116 + 33 + 2006 (D) Kata Kunci : Pembuktian, Pemalsuan Situs. (E) Isi : Pesatnya pertumbuhan teknologi informasi disertai sistem transaksi secara elektronis atau digital menjadikan industri teknologi informasi menjadi industri yang paling diunggulkan di masa sekarang. Namun perkembangan Teknologi Informasi ini sering menimbulkan masalah, khususnya pada pembuktian terhadap tindak pidana pemalsuan situs melalui internet. Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian normatif. Data penelitian memperlihatkan adanya kelemahan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia mengenai masalah pembuktian terhadap tindak pidana pemalsuan situs melalui internet. Kelemahan ini menyebabkan timbulnya masalah sehingga menyulitkan proses pembuktian pada setiap kasus tindak pidana internet. Sebaiknya pemerintah Indonesia dapat segera menyempurnakan terbentuknya Undang-Undang yang mengatur mengenai masalah tindak pidana internet. (F) Acuan : 29 (1977 ? 2005) (G) Pembimbing Soetan Budi Satria S., S.H. (H) Penulis Yosef Iskandar Agun
Iskandar à la chasse : Ahmedi, Iskander nameh
Papier, 297 f., 36 x 25 cmImitée de Nezâmi, la geste d'Alexandre (Iskandar dans le monde islamique), composée en turc par Ahmedi, connut une grande fortune. Le conquérant est représenté ici en train de chasser avec ses compagnons. Des rabatteurs autour de lui font surgir une multitude d'animaux tout autour d'eux. Divertissement princier, les scènes de chasse sont fréquentes dans les manuscrits persans.téléchargeabl
Pengaruh Tingkat Pendidikan Guru dan Mutasi Terhadap Prestasi Kerja Guru pada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan terhadap prestasi kerja guru, pengaruh
mutasi terhadap prestasi kerja guru, dan pengaruh tingkat pendidikan dan mutasi terhadap prestasi kerja guru pada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan, sebagai bahan masukkan untuk meningkatkan prestasi kerja khususnya guru. Populasi dalam penelitian ini adalah guru sma dan smk pada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil menyebar kuesioner kepada 55 responden guru sma dan guru smk Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan februari samapi bulan juli. Teknik analisa menggunakan uji hipotesis, tehnik analisis data dan regresi linear berganda. Hasil penelitian
ini adalah bahwa secara bersama-sama Variabel Tingkat Pendidikan diperoleh nilai T hitung > T tabel
(10.408 > 2.006), sehingga dapat disimpulkan tingkat pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja guru pada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Mudan Medan. Variabel mutasi diperoleh T hitung > T tabel (3.490 > 2.006). Sehingga dapat disimpulkan mutasi berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja guru pada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Mudan Medan. Berdasarkan data diperoleh niali F hitung sebesar 132,469 dengan tingkat signifikan 0,00. Jadi F hitung > F tabel (132,469 > 3,18) dengan demikian hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan mutasi berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja guru pada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan
Pengaruh insentif terhadap kualitas pelayanan di RSUD Otto Iskandar Di Nata Soreang
Penelitian dalam rangka penulisan skripsi ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Insentif terhadap Kualitas Pelayanan Di RSUD Otto Iskandar Di Nata Soreang. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan terkait dengan kualitas pelayanan publik yang dibuktikan dengan adanya beberapa ulasan Google dari masyarakat terkait dengan buruknya kualitas pelayanan dan nilai IKM pada RSUD Otto Iskandar Di Nata paling rendah diantara RSUD yang ada di Kabupaten Bandung.
Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun secara simultan Insentif terhadap Kualitas pelayanan di RSUD Otto Iskandar Di Nata Soreang. Dalam penelitian ini menggunakan teori insentif yang dikemukakan oleh Rivai (2009) dan teori kualitas pelayanan publik oleh Tjiptono (1997).
Metode yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan non-probabilitas dengan menggunakan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang ditetapkan yaitu pegawai RSUD Otto Iskandar Di Nata Soreang bagian farmasi, bagian pelayanan pemdaftaran, dan bagian radiologi yang berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan informasi menggunakan metode penyebaran angket kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linier sederhana, uji parsial (uji-t), Uji F (simultan), dan uji koefisien korelasi, serta uji koefisien determinasi.
Hasil dari penelitian ini memperlihatkan adanya pengaruh positif secara signifikan antara variabel insentif terhadap variabel kualitas pelayanan hal ini diperlihatkan dengan adanya uji secara simultan, di mana nilai F hitung lebih besar dari F tabel (25,964 >4,16) dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05) yang artinya berpengaruh secara signifikan. Pengaruh variabel insentif pegawai terhadap variabel kualitas pelayanan yaitu sebesar 44,4% yang termasuk dalam kategori sedang atau cukup kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh insentif terhadap kualitas pelayanan di RSUD Otto Iskandar Di Nata Soreang berpengaruh secara signifikan.
Research in the context of writing this thesis was conducted to analyze the effect of incentives on service quality at Otto Iskandar Hospital in Nata Soreang. This research is motivated by the existence of problems related to the quality of public services as evidenced by the existence of several Google reviews from the community related to the poor quality of service and the IKM value at Otto Iskandar Di Nata Hospital is the lowest among hospitals in Bandung District.
The purpose of this study was to determine the effect of either partially or simultaneously incentives on service quality at Otto Iskandar Hospital in Nata Soreang. This study uses the incentive theory proposed by Rivai (2009) and the theory of public service quality by Tjiptono (1997).
The method used is a quantitative method with an associative approach. The sampling technique used was non-probability by using purposive sampling method, based on the established criteria, namely the employees of RSUD Otto Iskandar Di Nata Soreang, the pharmacy department, the registration service department, and the radiology department, totaling 34 people. The technique of collecting information uses the method of distributing questionnaires. The data analysis technique used validity test, reliability test, simple linear regression test, partial test (t-test), F test (simultaneous), and correlation coefficient test, as well as the coefficient of determination test.
The results of this study show that there is a significant positive effect between the incentive variables on the service quality variable, this is shown by the simultaneous test, where the calculated F value is greater than F table (25.964 > 4.16) and the significance value is less than 0, 05 (0.000 < 0.05) which means it has a significant effect. The influence of the employee incentive variable on the service quality variable is 44.4% which is included in the moderate or strong enough category. So it can be concluded that the effect of incentives on the quality of service at the Otto Iskandar Hospital Di Nata Soreang has a significant effect
Proses Penanganan Tindak Pidana Atas Penganiayaan Yang Menyebabkan Kematian Terkait Dengan Putusan Pengadilan Negeri Nomor 2376/PID.B/2007/PN. JKT. BAR./ oleh Oktavia Iskandar
abstrak (A)Nama : OKTAVIA ISKANDAR (NIM: 205060026) (B)Judul Skripsi: Proses Penanganan Tindak Pidana Atas Penganiayaan Yang Menyebabkan Kematian Terkait Dengan Putusan Pengadilan Negeri Nomor 2376/PID.B/2007/PN. JKT. BAR. (C)Halaman : vii + 100 halaman + lampiran, 2011 (D)Kata Kunci : Penganiayaan (E)Isi : Kejahatan terjadi terus menerus dan semakin beragam bentuknya serta tidak dapat dihilangkan dari dunia ini. Fenomena kejahatan yang terus saja terjadi di dalam masyarakat dewasa ini bukan merupakan hal yang baru. Kejahatan telah ada semenjak munculnya peradaban manusia dimuka bumi ini dan ternyata semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Kejahatan memang akan tetap terjadi, namun manusia selalu mendambakan kehidupan yang aman, damai, tentram dan sejahtera. Manusia memikirkan jalan keluar untuk mencegah atau menanggulangi kejahatan melalui usaha-usaha yang berupa pencegahan terhadap kejahatan yang sudah terlanjur terjadi. Bagaimana proses penanganan perkara yang dilakukan oleh penyidik dalam Putusan Pengadilan Negeri No.2376/PID.B/2007/PN.JKT.BAR? dan Bagaimana proses pembuktian sebagai dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri No.2376/PID.B/ 2007/PN.JKT.BAR? metode yang digunakan adalah metode penelitian normatif, hasil penelitian bahwa hakim telah bertindak salah dalam menangani kasus Masudin, yang menjadikan penyidik menjadi saksi dalam persidangan, kesimpulan adanya salah tangkap dari awal dan pembuktiannya tidak sesuai dengan KUHAP, penyidik,hakim,jaksa, penasihat hukum untuk lebih tanggap dalam kasus Masudin. (F)Acuan : 22 (1980 ? 2009) (G)Pembimbing : Dr. Dian Adriawan DG Tawang, S.H., M.H. (H)Penulis : Oktavia Iskanda
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt Iskandar Indah Printing Texstile Di Surakarta
The purpose of this study the influence of leadership style and work motivation on employee performance of PT. Iskandar Indah Printing Texstile in Surakarta.
This research was conducted at PT. Iskandar Indah Printing Texstile in Surakarta, with the population in this study were employees of PT. Iskandar Indah Printing Texstile in Surakarta as many as 67, with a sample of 40 respondents and sampling methods that are representative sample size. The analytical tool used multiple linear regression analysis, t test, F test and the coefficient of determination (R2).
The results obtained by t test analysis of leadership style and motivation on the performance of individual employees and the F test results showed leadership style and work motivation on employee performance of PT. Iskandar Indah Printing Texstile in Surakarta simultaneously
Pelaksanaan Produksi Kain Grey Pada PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta
ABSTRAK Akbar Hervy Fernando, D1514005, PELAKSANAAN PRODUKSI KAIN GREY PADA PT. ISKANDAR INDAH PRINTING TEXTILE SURAKARTA, Tugas Akhir, Program Studi Manajemen Administrasi, Program Diploma III, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, 2017. Pengamatan ini ditulis untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan produksi kain grey di Pt. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Latar belakang yang mempengaruhi penulis untuk menulis pengamatan ini adalah kegiatan proses pelaksanaan produksi diharapkan dapat berjalan dengan efektif dan efisien, juga sesuai dengan kualitasnya masing-masing. Perencanaan, Pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan sangat diperlukan untuk mencapai proses produksi yang efektif dan efisien. Manfaat dari pengamatan ini memberikan informasi serta gambaran tentang pelaksanaan proses produksidi Pt. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Tinjauan pustaka yang digunakan dari pengamatan ini yaitu hal – hal yang berkaitan dengan pelaksanaan, produksi, dan kain grey yang meliputi pengertian pelaksanaan, definisi pelaksanaan, faktor – faktor penunjang pelaksanaan, pengertian produksi, jenis – jenisproduksi, ciri – ciri proses produksi, fungsi produksi, kain grey, jenis kain grey. Jenis pengamatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif yaitu dengan pengamatan observasi berperan aktif yaitu penulis ikut berperan aktif dalam kegiatan di Pt. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta dengan menggambarkan keadaan sesuai dengan fakta – fakta yang terjadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, mengkaji dokumen yang ada di Pt. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa proses produksi pembuatan kain di PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta di lakukan melalui beberapa tahap yaitu proses Warping, proses Sizing, proses Reaching, proses Palet, proses Weafing, proses Inspecting, serta proses Folding. Sedangkan mesin yang digunakan yaitu mesin Toyoda, Picanol, dan RRT untuk kegiatan proses produksi melalui alat warping, sizing, reaching, palet, weafing, inspecting, dan folding. Kata Kunci : Textile, kain grey, tahap produksi
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Rana rufipes Inger & Stuart & Iskandar 2009, SP. NOV.
RANA RUFIPES SP. NOV. <p>(Previously referred to as Padang Large morphotype)</p> <p> <i>Rana</i> cf. <i>chalconota</i> Inger & Iskandar, 2005: 138; Stuart <i>et al.</i>, 2006: 473.</p> <p> <i>Holotype</i></p> <p>FMNH 268580 (field no. 15864), an adult female from Limau Manis, 373 m (0°54′S / 100°28′E), Padang, West Sumatra, Indonesia. Collected in a disturbed forest 7.vii.2001, by Djong Hon-Tjong and David Gusman.</p> <p> <i>Paratypes</i></p> <p>FMNH 268572, 268578-79, two adult females and one juvenile collected at same site and elevation as holotype on 3.vii. and 7.vii.2001; FMNH 268573-77, 268581-83, four adult males, four adult females from same locality as holotype, but at 405 m on 4.vii. and 10–11.vii.2001; FMNH 268584, 268587-88 two adult males, one adult female from Padang Jernih (0°52′S / 100°28′E) 255–340 m, Padang, West Sumatra, 26.vii.2001; FMNH 268585-86, one adult male, one juvenile from Sikayan Ubi (0°53′S / 100°27′E) 292 m, Padang, West Sumatra, 23.vii.2001. All with same collectors as holotype.</p> <p> <i>Etymology</i></p> <p> Specific name from <i>rufus</i>, L., meaning reddish, and <i>pes</i>, L., meaning foot, referring to the reddish tinge on the underside of the webbing in life.</p> <p> <i>Diagnosis</i></p> <p> A large form of the <i>Rana chalconota</i> group, adult females 46–64 mm SVL, males with nuptial pads 44–48 mm. Dark spots present on back. Nuptial pad of males not constricted. Humeral gland of males visible only by dissection. Tympanum relatively small, TYM/ SVL of females usually <0.068, of males usually <0.106.</p> <p> <i>Description</i></p> <p>Habitus moderately slender, head slightly wider than trunk, legs long. Head triangular, slightly longer than broad; snout obtusely pointed, projecting slightly beyond lower jaw, longer than diameter of eye; nostril on side of snout, closer to tip of snout than to eye; canthus angular, not constricted; lores vertical, concave; interorbital wider than upper eyelid and wider than internarial; pineal body faintly visible between anterior corners of upper eyelids; tympanum distinct, about diameter of eye in females, slightly larger in males, inner portion slightly depressed; vomerine teeth in short, oblique groups, distance between groups equal to distance from choanae.</p> <p>Fingers long, length of third finger equal to distance from rear of eye to nostril; without webbing; second and third fingers with narrow, movable fold of skin on medial margins; tips of three outer fingers with wide discs, that of third finger three-quarters or more the diameter of the tympanum in females, disc of first finger about half width of disc of second finger, all discs with circummarginal grooves; subarticular tubercles conspicuous; bases of third and fourth fingers with one or two supernumerary tubercles, base of second finger with one; finger lengths 3> 4> 2> 1. Tips of toes expanded into discs smaller than those of fingers, but with circummarginal grooves; webbing extensive, to base of discs on lateral margins of first three toes and on medial margin of fifth, medial edge of fourth toe fully webbed to just beyond the distal subarticular tubercle; narrow dermal ridge along medial edge of distal joint of first toe and along lateral edge of distal joint of fifth toe; a low, oval inner metatarsal tubercle, shorter than distance to subarticular tubercle of first toe; a distinct, round outer metatarsal tubercle.</p> <p>Skin of back granular in females, in males granules tipped with colourless asperities or spinules; similar spinules present on lores in some males, the variation probably an artefact of preservation; a distinct, low dorsolateral fold; rear of abdomen rugose, rest of venter smooth.</p> <p>Males with paired vocal sac openings on floor of mouth. Whitish, velvety nuptial pad on dorsal and medial surfaces of first finger, not constricted. The humeral gland is detectable only by cutting and folding back the skin of the upper arm.</p> <p>Colour in preservative medium brown dorsally and on sides; side of head dark brown, upper lip white; dorsal surfaces with small dark spots; ventral surfaces of body whitish, unmarked; dark crossbars visible on hind limb only in a few individuals; ventral surface of webbing reddish, the colour fading in preservative.</p> <p>Measurements (mm) of holotype: SVL 62.0, tibia 34.3, head width 18.9, head length 23.2, tympanum diameter 4.8, width of disc of third finger 4.1.</p> <p> <i>Variation</i></p> <p> Females 53.8–64.4 mm, mean 60.58 ± 1.55 mm (<i>N</i> = 6); males 43.7–48.4 mm, mean 45.36 ± 0.51 mm (<i>N</i> = 8). In the following data on body proportions, <i>N</i> = 7 for both sexes. T / SVL 0.537 –0.591, median 0.560 (<i>N</i> = 12), HW/ SVL of females 0.267 –0.312, of males 0.287 –0.309, HL/ SVL of females 0.360 –0.397, of males 0.370 –0.389, TYM/ SVL of females 0.065 –0.077, of males 0.097 –0.108; DF3/ SVL 0.053 –0.072, median 0.062 (<i>N</i> = 11).</p> <p> <i>Comparisons</i></p> <p> <i>Rana rufipes</i> differs conspicuously from the form with which it co-occurs in West Sumatra, <i>R. parvaccola</i> (see below), in size, coloration of the webbing (Inger & Iskandar, 2005), relative size of the tympanum (TYM / SVL) and width of the disc of the third finger (DF 3/ SVL) (see Tables 2 and 6). The uncorrected pairwise sequence divergence between <i>R. rufipes</i> and the cooccurring <i>R. parvaccola</i> (see below) is 14.75–14.93% (Table 4).</p> <p> <i>Rana rufipes</i> is one of the largest members of this species group, with males larger than those of any other form and females larger than those of any other except the Javan species (Tables 2 and 6). This new species has the relatively smallest tympanum in the group, differing from all except males of <i>R. labialis</i> in TYM/SVL (Tables 2 and 6). It is also the only member of the group in which the ventral surface of the webbing is reddish.</p>Published as part of <i>Inger, Robert F., Stuart, Bryan L. & Iskandar, Djoko T., 2009, Systematics of a widespread Southeast Asian frog, Rana chalconota (Amphibia: Anura: Ranidae), pp. 123-147 in Zoological Journal of the Linnean Society 155 (1)</i> on pages 137-138, DOI: 10.1111/j.1096-3642.2008.00440.x, <a href="http://zenodo.org/record/5445984">http://zenodo.org/record/5445984</a>
- …
