1,720,991 research outputs found

    Fungsi Tangsi Belanda Setelah Revitalisasi 2018 di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak dalam Bidang Pendidikan dan Sosial Ekonomi

    Full text link
    Siak Sri Indrapura is one of the capitals in Riau province, Siak is a developing area and is known for its Malay historical sites which are still very thick, this statement is supported by various historical facts, that's why the Siak Regency Government introduced the slogan Siak The Truly Malay at the Tour de Siak event in 2013. The government realizes the potential of Siak which is rich in traditional, historical and cultural values, the government proposes this area as a heritage city area or a city that has cultural and historical richness that must be preserved. One of the historical relics that are still enjoyed today, both local and foreign, are the Siak Palace and the Dutch Tangsi. The Dutch Tangsi also has a very high architectural value because the building has a European nuance which is equipped with small rooms for weapons storage, prison rooms, and office spaces. The purpose of this research; (1) To analyze how the history and purpose of the Dutch Tangsi was built. (2) To analyze how the function of the Dutch Tangsi after the revitalization. (3) To analyze how the impact of the revitalization of the Dutch Tangsi in the field of education. (4) To analyze how the impact of the revitalization of the Dutch Tangsi in the socio-economic field. In this study, the author uses a qualitative research method. This research study uses a qualitative descriptive approach, namely an approach that in data management since reducing, presenting and verifying and concluding data, does not use systematic and statistical calculations, but rather emphasizes interpretative studies. The method refers to the techniques used in research such as surveys, interviews and observations

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Pengunjung Objek Pariwisata Sejarah Lobang Jepang di Bukittinggi

    No full text
    The Japanese hole is a protection tunnel built by the Japanese occupation army around 1942. Japanese hole or Japanese hole (Minang language designation) is a tourist attraction located in the West Sumatra area, precisely in the middle of a panoramic garden in Sianok Gorge under Bukittinggi City. This Japanese hole has a length of 1,470 meters and is winding. This tunnel is located about two meters below the ground level of the city of Bukittinggi. The Japanese hole in the city of Bukittinggi is the longest tunnel in Southeast Asia with 21 passageways with various functions. This Japanese hole is a long historical tunnel for the Indonesian people in general because this Japanese hole is a refuge or hiding place for Japanese soldiers in the face of war. The Japanese hole was built with the aim of defending the Japanese army in World War II and the Greater East Asia War. This study will discuss (1) the Effect of the Covid-19 Pandemic on Visitors of the Japanese Lobang Historical Tourism Object in Bukittinggi; (2) Management of Japanese Hole Historical Tourism Objects During the Covid-19 Pandemic; and (3) Preventive Measures taken by the Management of the Japanese Lobang Tourism Object during the Covid-19 Pandemic. In this study, researchers used quantitative methods. The data collection instrument used in this study was a questionnaire consisting of 29 statements. The population in this study are visitors who come to the historical tourist attraction of the Japanese hole. Sampling in this study used incidental sampling technique. The results showed that there was an influence between the covid-19 pandemic on visitors to the historical tourism object of the Japanese hole in Bukittinggi. This is evidenced by a simple linear regression analysis. It is known that the value of Fcount is greater than the value of Ftable (4.002 > 3.868), the value of tcount is greater than the value of ttable (2.001 > 1.966). In addition, the value of sig. 0.046 or less than 0.05. Thus, Ho is rejected and Ha is accepted. This means that the COVID-19 pandemic significantly affects visitors to the historical tourism object of the Japanese hole

    Perbedaan Motivasi Belajar Siswa Antara Jurusan IPA dan IPS Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Pekanbaru

    Full text link
    Permasalahan motivasi belajar siswa antara jurusan IPA dan IPS terjadi di SMAN 1 Pekanbaru. Perbedaan motivasi antara kedua jurusan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam diri siswa (internal) maupun dari luar diri siswa (eksternal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa jurusan IPA dan IPS pada kelas XI mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan penelitian ex post facto dengan pengumpulan data survei menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling menggunakan rumus Slovin, dimana diperoleh sampel sebanyak 74 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t independen. Hasil analisis independent sample t-test terhadap motivasi belajar siswa jurusan IPA dan IPS pada siswa kelas XI sejarah di SMAN 1 Pekanbaru dengan probabilitas (sig. [2-tailed] diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0,047 (p = < 0,05) sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar siswa jurusan IPA dan IPS pada siswa kelas XI mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Pekanbaru

    Eksistensi Gereja GPIB Bethel sebagai Situs Cagar Budaya di Kota Tanjung Pinang (1992-2020)

    Full text link
    Gereja GPIB Bethel termasuk Gereja tertua di Kepulauan Riau. Gereja ini terletak di Jln. Gereja No 1, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Gereja menjadi salah satu Situs Cagar Budaya di Kota Tanjungpinang dan menjadi salah satu bukti peninggalan Bangsa Belanda yang datang ke Tanjungpinang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui sejarah awal pendirian Geraja GPIB Bethel Tanjungpinang, (2) untuk mengetahui eksistensi dan keunikan dari Gereja GPIB Bethel Tanjungpinang sebagai Situs Cagar Budaya Tanjungpinang, dan (3) untuk mengetahui peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberadaan gereja GPIB Bethel Tanjungpinang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode sejarah atau Historical Research.  Metode sejarah merupakan proses rekonstruksi peristiwa masa lampau melalui langkah-langkah yang mengacu pada merode sejarah. Metode ini terdiri dari beberapa tahap antara lain heuristik, verifikasi, interpretasi, dam historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah eksistensi dari Gereja GPIB Bethel ini dari segi sebagai situs cagar budaya dengan dua aspek yaitu adanya perlindungan dan pengembangan, dari segi Tempat Ibadah yang hingga kini masih digunakan sejak didirikan ataupun sejak diresmikan sebagai situs cagar budaya, dan terakhir dari segi pariwisata yang banyak didatangi oleh wisatawan dari mancanegara. Tidak hanya itu, terdapat peran pemerintah dan masyarakat mengenai Gereja ini

    KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU TERHADAP KINERJA GURU SDN SEKECAMATAN KUBU KABUPATEN ROKAN HILIR

    Full text link
    Guru menjadi salah satu unsur sumber daya yang sangat menentukan keberhasilan dalam pendidikan di sekolah, karena guru merupakan unsur manusiawi yang sangat dekat dengan peserta didik dalam pendidikan sehari-hari di sekolah. Depdikbud menyatakan bahwa guru merupakan sumberdaya manusia yang mampu mendayagunakan faktor-faktor lainnya sehingga tercipta proses belajar mengajar yang bermutu dan menjadi faktor utama yang menentukan mutu pendidikan. Oleh karena itu, para pendidik (guru) harus dapat meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas karena pendidikan di masa yang akan datang menuntut keterampilan profesi pendidikan yang bermutu. Sehingga kinerja guru yang profesional dapat menjadi angin segar bagi keberhasilan dalam dunia pendidikan di masa yang akan datang. Latar belakang permasalahan pada penelitian ini terdapat guru yang mengajar di kelas masih berdasarkan pengalaman masa lalunya dari waktu kewaktu sehingga merasa menguasai materi diluar kepala dan tidak mau mengubah kepada hal-hal yang baru termasuk metode pembelajaran, penggunaan media, sistem penilaian yang kurang dipahami dan mengajar secara hafalan atau tanpa persiapan mengajar sebelumnya. Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru-guru dikatakan bahwa kepala sekolah belum menerapkan fungsi kepemimpinan secara optimal untuk memimpin bawahannya. Selain itu ditemukan fenomena terkait permasalahan yang ada di lapangan mengenai kinerja guru yang dapat diidentifikasi masalahnya, diantaranya: 1) Kemampuan guru mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tidak maksimal sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang kurang menarik. 2) Kemampuan dalam pengelolaan kelas masih kurang, sehingga belum tercipta suasana kondusif dikelas dan proses pembelajaran yang menyenangkan. 3) Guru belum maksimal dalam memanfaatkan media sehingga hasil dalam meyalurkan pesan (materi pelajaran) kepada siswa tidak maksimal. 4) Selain itu guru tidak memvariasikan metode pembelajaran, sehingga terjadi kejenuhan dalam diri siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dari fenomena tersebut bahwa pentingnya kinerja guru dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, untuk itu perlunya peningkatan kemampuan guru dalam hal mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), mengelola kelas, serta memanfaatkan media dan metode pembelajaran dengan baik. Berdasarkan pada latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa masalah pada penelitian ini sebagai berikut: 1) Apakah gaya kepemimpinan berkontribusi terhadap kinerja guru? 2) Apakah motivasi berkontribusi terhadap kinerja guru? 3) Apakah gaya kepemimpinan dan motivasi berkontribusi terhadap kinerja? Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi gaya kepemimpinan terhadap kinerja guru, untuk menganalisis kontribusi motivasi terhadap kinerja guru dan untuk menganalisis kontribusi gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dengan 129 responden dari 98 orang guru SDN Sekecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir yang dipilih secara acak sebagai sampel menggunakan rumus Slovin. Metode penelitian dilakukan yaitu responden memberikan tanggapan terhadap kuesioner dalam bentuk skala likert. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan dari analisis data ditemukan gaya kepemimpinan berkontribusi terhadap kinerja guru. semakin baik gaya kepemimpinan yang diberikan akan mempengaruhi semakin efektifnya kinerja guru. ini berarti bahwa gaya kepemimpinan merupakan variable penting untuk diperhatikan agar kinerja guru bisa meningkat. Motivasi berkontribusi terhadap kinerja guru. semakin tinggi motivasi guru yang di digambarkan dengan etos kerja yang tinggi akan menunjang kinerja guru yang lebih baik. oleh karena itu motivasi guru merupakan variable penting untuk diperhatikan didalam meningkatkan kinerja guru. Dan gaya kepemimpinan dan motivasi guru berkontribusi terhadap kinerja guru. semakin baik gaya kepemimpinan dan tingginya motivasi guru meningkatkan kinerja gur

    The Development of Local History Learning Model Based on Progressivism to Promote Historical Thinking Skills

    No full text
    The issue is that history is generally taught in schools in a conventional manner, relying solely on textbook explanations and attempting to gather facts about what happened in the past. As a result, history classes have always come to be associated with memorization and recollection of past events, making it harder for students to acquire higher-order thinking abilities like historical thinking. To distribute the potential that students must possess, relevant paradigms, methods, tactics, models, and processes must be used to develop historical thinking abilities. The goal of this research is to develop a local history learning model based on the progressivism paradigm that will aid students in improving their historical thinking abilities. This study is a development studies project based on Thiagarajan, Semmel, and Semmel's 4D development design. The research stage is modified according to the needs and goals of the study. Interviews, open questionnaires, validation sheets, and historical thinking skills tests were used to gather data for the study. This study enlisted the participation of 160 students from Riau University's history education program. Our study's findings show that the local history learning model based on the progressive paradigm was valid and reliable as a learning model in local history learning and had a significant impact on students at Riau University's think historically. The summative evaluation indicated that the progressivism-based local history learning model was extremely effective in improving higher-order thinking abilities like historical thinking. Therefore, educators, including lecturers and teachers, may utilize this progressiv

    Pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Komitmen Pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis; 1) pengaruh lingkungan kerja terhadap komitmen pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau, 2) pengaruh budaya organiasai terhadap komitmen pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau, 3) pengaruh lingkungan kerja dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap komitmen pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau dengan jumlah 105 orang pegawai. sampel dalam penelitian ini adalah 83 pegawai dari total keseluruhan populasi. 83 sampel tersebut di ambil secara acak berdasarkan undian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan kuisioner. Penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Pengolahan data untuk analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS versi 25 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen pegawai (Y). Semakin tinggi lingkungan kerja dan budaya organisasi yang dimiliki pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau, maka semkin tinggi pula komitmen pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau. Hal ini menandakan bahwa untuk dapat meningkatkan komitmen pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau maka dapat dilakukan dengan peningkatakan lingkungan kerja dan budaya oragnisasi pegawai secara bersama-sama

    Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Nasional bagi Guru SMA Sederajat di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau

    Full text link
    This service activity aims to improve understanding and practice writing skills and submit scientific articles to national journals for high school teachers and equivalent in Tanah Putih sub-district, Rokan Hilir Regency. This activity was carried out using workshop method and continued with online guidance. In the field workshop, material was presented on the definition of scientific articles and journals, why teachers are required to have the ability to research and write articles, write scientific articles and training in submitting scientific articles to online journals. The results of the training showed an increase in the ability of participants to understand the procedures for writing scientific articles and the procedure for submitting articles to national journals. The core achievement can be seen from the enthusiasm of the participants who were very good during the training and there were articles from participants who had succeeded in being submitted to reputable National Journals
    corecore