29 research outputs found
مشاكل تعليم علم الصرف لدى الطلاب مدرســة الإرشــاد تنجاران 8 المـــتوســطة الإســلاميــة بمعهد بكة مرتابورا كـاليــمــنتان الجــنــوبــيــة
وكان علم الصرف تعليما من تعاليم بمدينة مرتابورا فيها معهد بكة مرتابورا كاليمنتان الجنوبية، وهو تركيز على تحفيظ القرآن وفيه طلاب يوجبون حفظ القرآن، وفيه مدرســة الإرشــاد تنجاران 8 المـــتوســطة الإســلاميــة. وقد قابل الباحث المدير فيصل عبد الرحيم والمعلم الصف التاسع محمد حافظ أنصاري أن وجد مشاكل تعليم علم الصرف لدى الطلاب فيها.
هذا البحث هو بحث ميداني (field research)يطبق بحثا كيفيا بمدخل دارسة الحالة، ومصادر بيانات التي جمعت من خلال ثلاث تقنيات الـملاحظة والـمقابلة والتوثيق. ذاتي هذا البحث هو طلاب متخرجي المـــدرسة الإبتدائية العامة ولهم حفظ ثلاثة أجزاء من القـرآن ومعلمو الصرف الذي يعلّم خمس سنين فيها وموضوع البحث مشاكل تعليم علم الصرف أي تصريف الأفعال في كتاب التصريف من المجلد الأول والثاني والثالث.
نتائج هذا البحث العلمي هي: 1) تعليم علم الصرف وعناصره. الهدف طلاب يستطيعون تغيير الكلمة بتصريف. المواد هي تركيز على كتاب التصريف. والطرق تستخدم الطريقة السمعية والشفهية. والوسائل هي الكتب والسبورة وقلم الحبر. والتقويم يشمل تقويم نتيجة التعلم وتقويم عملية التعليم. 2) مشاكل تعليم علم الصرف في هذه المدرسة ثلاث وعشرون مشكلة التي عرقل تعليم علم الصرف في مدرســة الإرشــاد تنجاران 8 المـــتوســطة الإســلاميــة بمعهد بكة مرتابورا كـاليــمــنتان الجــنــوبــيــة.
Ilmu shorof banyak diajarkan di sekolah-sekolah serta pondok-pondok
pesantren Indonesia, salah satu diantara banyaknya pembelajaran ilmu shorof
terdapat di kota Martapura pada Ma’had Bakkah Martapura Kalimantan Selatan.
Ma’had Bakkah berfokus pada Tahfizul Qur’an, didalamnya para siswa diwajibkan
menghafal qur’an dan di dalamnya terdapat MTs Al-Irsyad Tengaran 8. Peneliti
telah melakukan wawancara dengan Faisal Abdurrahim Kepala Sekolah MTs Al-Irsyad Tengaran 8 dan Muhammad Hafidz Anshari guru shorof kelas 9 bahwasanya
didapatkan problematika pembelajaran shorof pada siswa didalamnya.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang menerapkan
penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, sumber data yang dikumpulkan
melalui 3 cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah
siswa dari lulusan sekolah dasar umum yang memiliki hafalan 3 juz Al-Quran dan
guru shorof yang telah mengajar 5 tahun di MTs Al-Irsyad Tengaran 8 Ma’had
Bakkah dan Objek penelitian ini adalah Problematika Pembelajaran Shorof.
Hasil penelitian ini adalah: 1) Pembelajaran shorof beserta komponen-komponennya, Tujuannya adalah siswa mampu mengubah kata dengan tashrif.
Materi berfokus pada Kitab Al-Tashrif. Media yang digunakan buku, papan tulis
dan spidol. Metode yang digunakan Metode Al-Sam’iyyah Al-Syafahiyyah.
Evaluasi meliputi evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses pembelajaran. 2)
Problematika pembelajaran ilmu shorof pada sekolah ini ada 23 problematika yang
menghambat pembelajaran ilmu shorof di MTs Al-Irsyad Tengaran 8 Ma’had
Bakkah Martapura Kalimantan Selatan
MASYĀKILU TA’LĪMI ‘ILMI AL-ṢORFI BI MADRASAH AL-IRSYĀD AL-MUTAWASSIṬAH AL-ISLĀMIYYAH
Knowledge Sharf is widely taught in schools and Islamic boarding schools in Indonesia, one of the many learning sciences Sharf located in the city of Martapura in Ma'had Bakkah Martapura, South Kalimantan. Ma'had Bakkah focuses on the Tahfizul Qur'an, in which students must memorize the Quran and there is MTs Al-Irsyad Tengaran 8. Researchers have conducted interviews with Faisal Abdurrahim, Principal of MTs Al-Irsyad Tengaran 8 and Muhammad Hafidz Anshari, teacher Sharf grade 9 found learning problems Sharf to the students. This field research applies qualitative research with the case study method, the source of data collected through 3 ways: observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were students from public elementary school graduates who had memorized 3 chapters of the Quran and Sharf teachers who had taught for 5 years at MTs Al-Irsyad Tengaran 8 Ma'had Bakkah and the object of this research was learning problems Sharf is tashrif al-af’al on book kitab al-tashrif from volume 1, 2, 3. The results of this study are: 1) Learning Sharf and its components. The goal is that students can change words with tashrif. The material focuses on the Book of Al-Tashrif. The media used are books, blackboards, and markers. The method used MethodAl-Sam’iyyah Al-Syafahiyyah. Evaluation includes evaluation of learning outcomes and evaluation of the learning process. 2) There are 23 learning problems for students at this Islamic junior high school
Analisis semiotik Foto 9 Months Karya Diah Kusumawardani Wijayanti
Foto jurnalistik dapat dijadikan media dalam menyiarkan agama Islam dalam bentuk pesan visual. Dalam hal. ini foto-foto karya Diah yang dipamerkan di The Plaza Semanggi adalah foto-foto bagian dari kehidupan manusia yang terus menerus terjadi, yaitu kehamilan yang dialami setiap perempuan. Gambar yang terekam tidak hanya mengangkat sisi dokumentasi semata, tetapi memberikan informasi kepada khalayak khususnya kaum hawa bahwa hamil bukanlah yang harus ditakuti. Dan justru harus disyukuri atas anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Latar belakang pameran yang sangat menarik karena sangat jarang wanita yang melakukan ekspresi kebahagiaan saat mengandung. Berdasarkan latar belakang di atas, maka muncul pertanyaan sebagai berikut. Apa makna denotatif, apa makna konotatif, dan juga apa makna mitos yang terkandung pada foto karya Diah Kusumawardani Wijayanti yang bertema 9 months pada pameran di Plaza Semanggi tahun 2007 ? Teknik analisis data adalah dengan menggunakan semiotik model Roland Barthes (1915) yang menitik beratkan pada makna denotasi, konotasi dan mitos. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil foto penyaringan foto yang telah dipilih peneliti. Dalam katalog, tercetak 21 foto, dan hanya lima foto yang dianggap cukup mewakili foto-foto yang ada dalam katalog pameran 9 months. Dalam penelitian ini data diperoleh dari wawancara kepada fotografer yang karyanya akan diteliti, Diah Kusumawardani Wijayanti, juga menambahkan referensi dari buku-buku, ensiklopedia, artikel, internet atau tulisan yang berkaitan dengan penelitian. Dari data yang dikaji dengan metode analisis semiotik tipe Roland Bharthes, diperoleh beberapa data, yaitu: makna denotasi yang memberikan gambaran kepada mayarakat tentang ibu hamil yang tetap modis walau perutnya buncit. Analisis makna konotasi mengungkapkan citra seorang ibu hamil yang bahagia menanti kelahiran anaknya walaupun beban yang dihadapinya sangat berat. Dari analisis makna mitos, dapat diketahui wanita tidak harus terlihat feminim dan mengurangi aktifitasnya saat masa kehamilan. Ibu hamil pun mempunyai cara sendiri untuk menjaga si cabang bayi dan menghibur dirinya. Dari hasil penelitian ini juga kembali dibuktikan bahwa dalam foto terungkap jelas dari hasil jepretan Diah secara objektif atas suatu moment, juga tersirat pandangan subjektif sang fotografer. Foto yang ditampilkan bukan hanya sekedar foto narsis, tetapi foto-foto Diah berbicara ketangguhan ibu hamil dari berbagai tantangan disaat masa kehamila
RANCANG BANGUN APLIKASI UNTUK MENGELOMPOKKAN TOPIK TWEET DARI TWITTER DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN AUTHOR-TOPIC MODEL (STUDI KASUS: AKUN TWITTER POLITISI INDONESIA)
Twitter merupakan sebuah platform untuk berhubungan satu sama lain agar
tetap berkomunikasi dan tetap terhubung dengan mengirim pesan cepat dan daring.
Pada Twitter juga dapat membuat tweet yang berisi foto, video, tautan, atau teks.
Pada aplikasi Twitter pengguna cenderung lebih mengutarakan isi hati yang
sebenarnya dibandingkan dengan platform media sosial lainnya. Pada tahun 2020
ini telah terjadi wabah atau pandemi Covid-19 dan pada akhir tahun bulan
Desember akan diselenggarakan pilkada serentak seluruh Indonesia. Dari hal
tersebut dibutuhkannya sebuah platform yang mampu memberikan informasi visual
terhadap aktivitas politisi dalam hal mengutarakan isi hatinya di media sosial
Twitter dengan melakukan topic modelling terhadap aktivitas politisi tersebut
ketika membuat sebuah tulisan atau tweet menggunakan metode Author-Topic
Models. Penelitian ini dikhususkan untuk menganalisa data tweet akun Twitter
politisi di Indonesia, proses pengambilan data dilakukan dengan cara crawling data
pada user timeline aplikasi Twitter. Setelah data didapatkan kemudian akan
dianalisa dengan menggunakan Author-Topic Models dan dilakukan visualisasi
terhadap topik pembahasan berdasarkan tweet yang telah dibuat oleh masingmasing akun Twitter politisi. Melalui proses topic modelling, telah didapatkan hasil
terbaik berupa 3 topik. Model 3 topik tersebut dikatakan terbaik karena memiliki
nilai perplexity terendah diantara jumlah topik lain yang diuji. 3 topik yang
terbentuk dianalisis dan diterjemahkan ke dalam label kategori, yaitu “Rakyat Tolak
RUU Cipta Kerja”, “Ucapan Syukur saat Pandemi”, “Kondisi Ekonomi saat
Pandemi” dengan jumlah data tweet yang digunakan adalah 24846 data tweet dari
36 akun Twitter politisi.
Kata kunci: Twitter, Tweet, Politisi, Topic Modelling, Author-Topic Model
Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Al-Quran (Telaah Konsep Pendidikan Islam)
Muhammad Rifqi Fachrian: Toleransi Antar Umat Beragama dalam Al-Quran (Telaah Konsep Pendidikan Islam), di bawah bimbingan I: Dr.H.Burhanuddin Abdullah, M.Ag, dan II: Dr.H. Abdul Basir, M.Ag. Tesis, Program Studi Pendidikan Agama Islam, pada Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin, (2017).
Kata kunci : Toleransi, Antar Umat Beragama, Al-Quran, Pendidikan Islam.
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya dan agama yang berbeda-beda. Melalui UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah disebutkan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya". Dengan berbagai macam latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda seharusnya berbagai unsur ini memahami posisi dan porsinya masing-masing, akan tetapi pada kenyataannya sampai sekarang masih ada masyarakat pada umumnya, dan kaum muslimin pada khususnya, belum memahami batasan toleransi yang baik dan benar sesuai dengan UUD, dan bagi kaum muslimin tentunya yang sesuai dengan pedoman Al-Qurandan Sunnah. Dalam hal ini pendidik, guru/dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tentunya bertanggung jawab terhadap pemahaman siswa/mahasiswa akan toleransi yang baik dan benar, sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Hal ini menjadi perhatian yang penting dalam dunia pendidikan, peserta didik yang dihadapi terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda, dengan adanya pemahaman tentang toleransi, seluruh komponan pendidikan mampu bersikap, baik sesama Muslim maupun non Muslim, baik dilingkungan sekolah, maupun masyarakat.
Fokus penelitian adalah membahas toleransi antar umat beragama dalam Al-Quran yang ditelaah melalui konsep Pendidikan Islam. Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan dan menelaah sejumlah data penelitian melalui bahan-bahan pustaka. Pembahasan penelitian ini ditelusuri dengan melakukan studi tafsir terhadap ayat-ayat Al-Quran tentang toleransi antar umat beragama melalui telaah konsep Pendidikan Islam. Untuk mendapatkan ayat-ayat tersebut, penulis menggunakan metedologi tafsir tematik (maudlû’i). Penulis pada penelitian ini menetapkan topik masalah terlebih dahulu dengan kata kunci “toleransi”, kemudian mencari dan mengklasifikasian ayat-ayat yang berhubungan dan membahas tentang toleransi, meskipun secara tersurat kata toleransi tidak terdapat di dalam teks ayat, akan tetapi isi maupun subtansi kontekstual daripada ayat tersebut apabila berkenan dengan toleransi, maka akan dimasukkan ke dalam kategori ayat yang akan di bahas. Dalam hal ini penulis menemukan kata-kata lainnya yang berkenaan dengan pembahasan toleransi/ tasâmuh, diantaranya Agama/Ad-Dîn, pemaksaan/Ikrâh, Adil, Nasrani dan Yahudi/ Ahlu Al-Kitâb, Tuhan/ Ilâh,Râb. Kemudian penulis menyusun urutan-urutan ayat tadi sesuai dengan masa turunnya dengan memisahkan periode Makkiyah dan Madaniyyah. Berikutnya penulis mencoba memahami kolerasi ayat-ayat tersebut dalam surahnya masing-masing, dilanjutkan dengan melengkapi pembahasan dengan hadis-hadis yang relevan dengan masalah yang dimaksud. Langkah berikutnya penulis mencoba menyusun pembahasan dalam rangka yang
ii
sempurna, lalu melakukan studi tentang ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun ayat-ayat yang mempunyai pengertian yang sama atau mengkompromikan antara yang ‘âm dengan yang khâsh , yang muthlaq dan muqayyad atau yang kelihatan bertentangan sehingga semuanya bersatu dalam satu muara tanpa perbedaan atau pemaksaan dalam pemberian arti, dan langkah terakhir yaitu menyusun kesimpulan-kesimpulan yang menggambarkan jawaban Al-Quran terhadap toleransi antar umat beragama melalui telaah konsep Pendidikan Islam, yang terdiri dari pengertian, tujuan, ruang lingkup dan implementasinya.
Hasil temuan tentang pembahasan toleransi antar umat beragama dalam Al-Quran adalah sebagai berikut.Terdapat beberapa ayat dalam Al-Quran mengenai toleransi diantaranya Al-Kâfirûn,109/18:1-6; Yûnus,10/51:99; Al-Baqarah,2/87:256;Al-An’âm,6/55:108; As-Syûrâ,42/62:15;Al-‘Ankabût,29/85: 46; dan Al-Mumtahanah,60/91: 7-9. Toleransi pada masa awal dakwah Rasulullah menegaskan tentang penguatan dan batasan nilai-nilai akidah, hal ini tercermin dari kronologi diturunkannya sûrat Al-Kâfirûn,109/18:1-6, Yûnus,10/51:99, Al-An’âm,6/55: 108, As-Syûrâ,42/62:15, dan Al-‘Ankabût,29/85:46 pada periode Makkiyyah. Kemudian pada periode selanjutnya yaitu Madaniyyah, ketika Islam sudah mulai berkembang dan kokoh, turunlah sûrat Al-Baqarah,2/87:256 dan Al-Mumtahanah,60/91: 7-9 yaitu tentang ancaman dan hubungan interaksi sosial antar umat beragama. Adapun keseluruhan daripada ayat-ayat toleransi diatas merupakan bagian dari ayat-ayat Muhkam. Melalui telaah Pendidikan Islam dapat disimpulkan pengertian toleransi antar umat beragama yang terkandung dalam Al-Quran yaitu Pertama,bertanggung jawab terhadap keyakinan dan pebuatan, Kedua, kebebasan memilih dan menjalankan keyakinan tanpa adanya paksaan, Ketiga, saling menghargai dan menghormati keyakinan, Keempat, berlaku adil dan berbuat baik sesama manusia. Pendidik dan peserta didik pada toleransi antar umat beragama dalam Al-Quran terdiri dari Allah sebagai sebenar-benarnya pendidik, Rasulullah sebagai peserta didik sekaligus juga sebagai pendidik, dan begitu juga seluruh manusia (orangtua, guru, dan masyarakat) sebagai umatnya. Toleransi antar umat beragama sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam Al-Quran merupakan jalan hidup untuk mencapai derajat Abdullah dan Khalifatullah. Allah menyeru dan membimbing toleransi kepada manusia melalui Al-Quran untuk Bertanggung jawab terhadap keyakinan dan pebuatan, kebebasan memilih dan menjalankan keyakinan tanpa adanya paksaan, saling menghargai dan menghormati keyakinan, berlaku adil dan berbuat baik sesama manusia. Semua hal tersebut merupakan kewajiban manusia sebagai Abdullah dan Khalifatullah yaitu untuk memelihara kerukunan dan perdamaian seluruh dinamika kehidupan di muka bumi.
iii
ABSTRACT
Muhammad Rifqi Fachrian: Inter-Religious Tolerance in the Koran (Assessing concept of Islamic Education), under the guidance I: Dr.H.Burhanuddin Abdullah, M.Ag and II: Dr.H. Abdul Basir, M.Ag. Thesis, Department of Islamic Religious Education, the Graduate IAIN Antasari Banjarmasin, (2017).
Keywords: Tolerance, Inter-Religious, The Koran, Islamic Education.
Indonesia is a country that consists of various ethnic, cultural and religious vary. Through the 1945 Constitution article 29, paragraph 2 has stated that "the State guarantees the freedom of each citizen to embrace their own religion and to worship according to his religion or belief". With a wide variety of ethnic backgrounds, cultures, and religions of different should the various elements is to understand the position and portions of each, but in fact, until now there are still people in general and Muslims in particular, do not understand the limits of tolerance good and right in accordance with the Constitution, and for the Muslims of course, that in accordance with the guidelines Koran and Sunnah. In this case educators, teachers / lecturers of Islamic Religious Education (PAI) which of course responsible for the understanding of the pupil / student for tolerance is good and right, according to Koran and Sunnah.
The focus of the research was to discuss religious tolerance in the Koran are analyzed through the concept of Islamic education. This research shaped library research (library research), which collects and examines a number of research data through library materials. Discussion This study traced by studying the interpretation of the verses of Koran about religious tolerance through the study of the concept of Islamic education. To obtain these verses, the author uses metedologi thematic interpretation (maudlû'i). Authors on the study establishes subject matter beforehand with the keyword "tolerance", then find and passages that relate and talk about tolerance, although it expressly said tolerance is not present in the text of the verse, but the content and substance of contextual than a paragraph the if pleased with tolerance, it will be put in the category of verse that will be discussed In this case I find other words with regard to the discussion of tolerance / tasâmuh, including; Religion / Ad-Dîn, coercion / Ikrâh, Fair, Christianity and Judaism / Ahlu Al-Kitâb, God / Ilâh,Râb.Then the writer compose sequences in accordance with the last paragraph with the decrease in future periods separating the Makkiyyah and Madaniyyah. Next the author tries to understand the correlation verses in surah respectively, followed by completing discussions with the traditions relevant to the issues in question. The next step the author tried to organize the discussion in order to perfect, then do a study of the verses as a whole by way of collecting verses that have the same understanding or compromise between the 'am (general) with the khâsh (specific), which mutlaq and muqayyad or that seem contradictory so that they come together in one estuary without distinction or coercion in the sense of giving, and the last step is compiling the conclusions that the answer to Koran against inter-religious
iv
tolerance through the study of the concept of Islamic education, which consists of understanding, purpose, scope and implementation.
The findings of the discussion of religious tolerance in the Koran are as follows. There are several verses in Koran about tolerance among Al-Kâfirûn, 109/18: 1-6; Yûnus 10/51: 99; Al-Baqarah, 2/87: 256; Al-An’âm, 6/55: 108; As-Syûrâ, 42/62: 15; Al-'Ankabut, 29/85: 46; and Al-Mumtahanah, 60/91: 7-9. Tolerance in the early days of the Prophet insists on strengthening propaganda and limit values of faith, which is reflected in the chronology of revelation of Al-Kâfirûn , 109/18: 1-6, Yûnus, 10/51: 99, Al-An'am, 6 / 55: 108, As-Shura, 42/62: 15, and Al-'Ankabut, 29/85: 46 in the period Makkiyyah. Then in the next period that is Madaniyyah, when Islam has begun to develop and sturdy, fell Surah Al-Baqarah, 2/87: 256 and Al-Mumtahanah, 60/91: 7-9 is about the threat of social interaction and relations between religious communities , As for the overall tolerance than the verses above are part of the verses Muhkam. Through the study of Islamic education can be inferred understanding of inter-religious tolerance embodied in Koran;First, responsible for the conviction and action;Second, freedom to choose and live their faith without coercion;Third, mutual respect and respect for beliefs;Fourth, to be fair and do good neighbor. Educators and students on inter-religious tolerance in the Koran consists of God as a true educator, Rasulullah as learners as well as educators, and so are all human beings (parents, teachers, and communities) as his own. Religious tolerance as God has described the Koran is a way of life to achieve the degree of Abdullah and Khalifatullah. Allah calls and guiding tolerance to humans through the Koran to take responsibility for and pebuatan beliefs, the freedom to choose and live their faith without coercion, mutual respect and respect beliefs, to be fair and do good neighbor. All of it is the responsibility of man as Abdullah and Khalifatullah is to maintain harmony and peace all over the dynamics of life on earth
Dyslexia in Reading Arabic Script among Arabs
This study examines the barriers to learning to read Arabic script among female students of Arab descent who have dyslexia at MI Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banjarmasin. The main focus of the study is to identify the type of dyslexia experienced and to explore effective alternative methods for overcoming these difficulties. Using a descriptive qualitative approach with case studies, data was collected through observation, interviews, and documentation, which was then analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that the students experience visual (diseidetis) and verbal (linguistic) dyslexia, which causes an inability to consistently recognize Arabic letters and accurately associate sounds with letters. These challenges led to a reliance on Latin letters and significant difficulties in mastering the Arabic alphabet. Multisensory learning methods, the use of interactive media such as flashcards and digital applications, and the “reading without spelling” approach were found to be effective in reducing learning difficulties. Active parental involvement and psychological support also played crucial roles in the learning process. This study underscores the need for inclusive, personalized, and adaptive learning strategies for children with dyslexia, particularly in the context of Arabic script learning. These findings contribute significantly to the development of intervention models and the improvement of Arabic language education quality for children with special needs
Interpretation of structures on Menapo Sungai Melayu II, The Muarajambi National Cultural Heritage Area: Use of the Wenner Configuration Method: Interpretasi struktur di Menapo Sungai Melayu II, Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi: Penerapan Metode Konfigurasi Wenner
Menapo Sungai Melayu II is located in the Muarajambi National Cultural Heritage Area. The study aims to determine the layer and structure under the surface based on the value of resistivity. The measurements of resistivity configuration are conducted by Werner’s method. Six trajectories are placed around the using flat base electrodes to minimize the risk of damaging the structure. Based on the measurements, there are three kinds of soil formations. The resistivity value that ranging from 1,07–3,84 Ωm is indicated as water-saturated sand, the value of 4,95–13,8 Ωm is indicated as sand clay, while the highest resistivity with a value of 17,84–49,90 Ωm is interpreted as a brick. The six cross-sections have an average resistivity value of around 1,07-49,90 Ωm which indicates a brick structure that exists below the surface. Based on the results of the resistivity method, some patterns can be interpreted as main structure, as roving fence, and gateway
MIGRATION, COLONIALISM, AND SOCIAL IDENTITY: Mandailing Ethnic Group in Indonesia and Malaysia Since the 19th Century
In the mid-19th century, a significant number of Mandailing ethnic groups migrated to Malaysia. Therefore, this study aimed to investigate the factors of Mandailing migration to Malaysia and examine how the decision to migrate impacted social identity development. A comparison was also made with social identity of Mandailing ethnic group in Indonesia. This study was based entirely on secondary data from books and scientific articles. The results showed significant differences in the development of Mandailing ethnic social identity in Indonesia and Malaysia, particularly in relation to the definition of ethnicity and various cultural aspects. These differences became more pronounced with the strengthening of the Dutch and British colonial powers, with each adopting different policies toward the indigenous population. Regarding ethnicity, the policies continued largely unchanged after both countries gained independence. More recently, after the 1990s, there has been a significant strengthening of ethnic awareness and the consolidation of several aspects of Mandailing ethnic social identity on both sides of Malacca Strait.Keywords: Mandailing, ethnicity, social identity, Indonesia, Malaysi
THE HISTORICAL FOOTPRINT OF INDIA-MUSLIMS IN NORTH SUMATRA: History and Management of the Al-Mukhlish Tebingtinggi Mosque
Abstract: This study aims to analyze Al-Mukhlis Mosque as an Indian-Muslims heritage at Tebing Tinggi City. Data were based on Religious Court documents and interviews of the mosque’s managers. Reliable history of the mosque could be established only since 1920s. Its historical milestones includes 1) the first waqf in 1920 by Kuti Kaka, 2) change of name to Al-Mukhlis Mosque in 1950, 3) main restoration in 1978, 4) legal waqf status by Religious Court in 1986, and 5) a total renovation in 2014. Al-Mukhlis Mosque current management is appointed by the Ministry of Religious Affairs. The mosque activities include worship, Islamic education, and general social activities. Finally, its Indian identity remains socially acknowledged because of the presence of the Indian-Muslim community as its organizer and funder. The mosque might become the starting point for the revival of Indian-Muslims’ roles of the city.Keywords: Indian-Muslim, Mosque, East Sumatra, North Sumatra, Islam</p
