25 research outputs found
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CLIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI MIPA 2 SMAN 2 KARANGANYAR
ABSTRAK Nur Intan Mahanani. K2313054. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CLIS PADA MATERI FLUIDA DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI MIPA 2 SMAN 2 KARANGANYAR. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 2 Karanganyar dengan menerapkan model CLIS. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 2 Karanganyar tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data adalah teknik non tes yang meliputi observasi, wawancara dan kajian dokumen, serta dianalisis menggunakan teknik analisa kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa penerapan model CLIS dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas XI MIPA 2 SMAN 2 Karanganyar. Peningkatan tersebut diketahui dari hasil observasi keterampilan proses sains siswa serta didukung wawancara dan kajian dokumen. Pada tahap Siklus I, ketujuh aspek keterampilan proses sains telah mengalami peningkatan meskipun belum mencapai target. Kemudian, pada refleksi Siklus I direncanakan beberapa perbaikan dalam pembelajaran Siklus II, seperti mengontrol waktu pembelajaran, memberikan apersepsi berupa demonstrasi langsung, memberikan pertanyaan yang mengarahkan siswa dalam menyusun hipotesis, mewajibkan siswa menuliskan kesimpulan kelompok dalam buku catatan, dan memotivasi siswa untuk lebih percaya diri dalam melakukan presentasi, berpendapat dan bertanya. Setelah dilanjutkan pembelajaran Siklus II, didapatkan hasil bahwa seluruh aspek keterampilan proses sains siswa telah mencapai target. Kata Kunci: Keterampilan Proses Sains, CLI
(UPLOAD ULANG, 1. TAMBAHKAN WATERMARK, 2. LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN DI STEMPEL, 3. LEMBAR PERSETUJUANN PUBLIKASI TTD ASLI/SCAN DOKUMEN)... Model Toleransi Dalam Lagu "Hagia" Karya Barasuara (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough)
Mahanani, Intan Dwi. 2021. Model Toleransi Dalam Lagu “Hagia” Karya Barasuara. (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muchlis Daroini, M. Kom.I.
Kata Kunci :Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, Tolransi, Lagu Hagia, Barasuara.
Musik merupakan salah satu media untuk berkomunikasi, melalui musik manusia dapat menyampaikan pendapat ataupun kritiknya seperti halnya Barasuara, melalui lagu “Hagia” yang diciptakan oleh Iga Massardi pada tahun 2012. Lagu ini menyoal tentang toleransi dan kemanusiaan. Melalui bait yang singkat dan berulang lagu ini diharapkan dapat melawan sikap intoleransi yang banyak terjadi di Indonesia.
Lagu “Hagia” adalah gambaran dari sebuah sikap toleransi, Untuk mengetahui makna yang terdapat dalam lirik lagu “Hagia”, penulis merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana makna teks, discourse practice, dan sosiocultural practice dalam lagu “Hagia” karya Barasuara? (2) Bagaimana Model Toleransi dalam lagu “Hagia” karya Barasuara?
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna toleransi dalam lagu “Hagia” secara rinci
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penguraian dari dokumentasi berupa lirik lagu “Hagia”. Dalam proses analisis data penulis menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough melalui tiga dimensi yaitu teks, discourse practice, dan sosiocultural practice.
Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yaitu subjek penulis lagu memposisikan diri dalam sudut pandang yang sama dengan pendengar bahwa mereka menyembah Tuhan yang sama. Kemudian terciptanya lagu “Hagia” dilatar belakangi oleh pengalaman pencipta lagu bahwa kasus Intoleransi di Indonesia masih sangat tinggi. Secara garis besar pencipta lagu ingin menyuarakan bahwa semua makhluk di dunia menyembah Tuhan yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan sudah selayaknya manusia hidup dengan damai atas perbedaan yang ada. Hal tersebut serupa dengan model toleransi yang diajarkan dalam Islam
(LENGKAPI STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)...Model Toleransi Dalam Lirik Lagu "Hagia" Karya Barasuara (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough)
ABSTRAK
Mahanani, Intan Dwi. 2021. Model Toleransi Dalam Lagu “Hagia” Karya Barasuara. (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muchlis Daroini, M. Kom.I.
Kata Kunci :Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, Tolransi, Lagu Hagia, Barasuara.
Musik merupakan salah satu media untuk berkomunikasi, melalui musik manusia dapat menyampaikan pendapat ataupun kritiknya seperti halnya Barasuara, melalui lagu “Hagia” yang diciptakan oleh Iga Massardi pada tahun 2012. Lagu ini menyoal tentang toleransi dan kemanusiaan. Melalui bait yang singkat dan berulang lagu ini diharapkan dapat melawan sikap intoleransi yang banyak terjadi di Indonesia.
Lagu “Hagia” adalah gambaran dari sebuah sikap toleransi, Untuk mengetahui makna yang terdapat dalam lirik lagu “Hagia”, penulis merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana makna teks, discourse practice, dan sosiocultural practice dalam lagu “Hagia” karya Barasuara? (2) Bagaimana Model Toleransi dalam lagu “Hagia” karya Barasuara?
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna toleransi dalam lagu “Hagia” secara rinci
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penguraian dari dokumentasi berupa lirik lagu “Hagia”. Dalam proses analisis data penulis menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough melalui tiga dimensi yaitu teks, discourse practice, dan sosiocultural practice.
Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yaitu subjek penulis lagu memposisikan diri dalam sudut pandang yang sama dengan pendengar bahwa mereka menyembah Tuhan yang sama. Kemudian terciptanya lagu “Hagia” dilatar belakangi oleh pengalaman pencipta lagu bahwa kasus Intoleransi di Indonesia masih sangat tinggi. Secara garis besar pencipta lagu ingin menyuarakan bahwa semua makhluk di dunia menyembah Tuhan yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan sudah selayaknya manusia hidup dengan damai atas perbedaan yang ada. Hal tersebut serupa dengan model toleransi yang diajarkan dalam Islam
Model Toleransi Dalam Lirik Lagu "Hagia" Karya Barasuara (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough)
ABSTRAK
Mahanani, Intan Dwi. 2021. Model Toleransi Dalam Lagu “Hagia” Karya Barasuara. (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Muchlis Daroini, M. Kom.I.
Kata Kunci :Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, Tolransi, Lagu Hagia, Barasuara.
Musik merupakan salah satu media untuk berkomunikasi, melalui musik manusia dapat menyampaikan pendapat ataupun kritiknya seperti halnya Barasuara, melalui lagu “Hagia” yang diciptakan oleh Iga Massardi pada tahun 2012. Lagu ini menyoal tentang toleransi dan kemanusiaan. Melalui bait yang singkat dan berulang lagu ini diharapkan dapat melawan sikap intoleransi yang banyak terjadi di Indonesia.
Lagu “Hagia” adalah gambaran dari sebuah sikap toleransi, Untuk mengetahui makna yang terdapat dalam lirik lagu “Hagia”, penulis merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana makna teks, discourse practice, dan sosiocultural practice dalam lagu “Hagia” karya Barasuara? (2) Bagaimana Model Toleransi dalam lagu “Hagia” karya Barasuara?
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna toleransi dalam lagu “Hagia” secara rinci
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penguraian dari dokumentasi berupa lirik lagu “Hagia”. Dalam proses analisis data penulis menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough melalui tiga dimensi yaitu teks, discourse practice, dan sosiocultural practice.
Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yaitu subjek penulis lagu memposisikan diri dalam sudut pandang yang sama dengan pendengar bahwa mereka menyembah Tuhan yang sama. Kemudian terciptanya lagu “Hagia” dilatar belakangi oleh pengalaman pencipta lagu bahwa kasus Intoleransi di Indonesia masih sangat tinggi. Secara garis besar pencipta lagu ingin menyuarakan bahwa semua makhluk di dunia menyembah Tuhan yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan sudah selayaknya manusia hidup dengan damai atas perbedaan yang ada. Hal tersebut serupa dengan model toleransi yang diajarkan dalam Islam
Pengembangan Bahan Ajar Materi Reaksi Redoks dan Elektrokimia Menggunakan Pendekatan Saintifik dengan Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis
ABSTRAK Mahanani, Intan. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Materi Reaksi Redoks dan Elektrokimia Menggunakan Pendekatan Saintifik dengan Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS) dan Berpikir Kritis. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D (2) Dr. Yahmin, S.Pd., M.Si. Kata kunci: pendekatan saintifik, hakikat sains, berpikir kritis, Implementasi Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan mengaplikasikan materi kurikulum. Materi reaksi redoks dan elektrokimia merupakan salah satu materi yang sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisa terhadap bahan ajar materi reaksi redoks dan elektrokimia yang tersedia saat ini menunjukkan bahan ajar belum relevan dengan konsep pendekatan saintifik yang diimplementasikan dalam Kurikulum 2013. Untuk mendukung implementasi Kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik yang efektif diperlukan pengembangan bahan ajar yang memuat langkah-langkah pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, hakikat sains dan berpikir kritis secara eksplisit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar yang memudahkan peserta didik dalam memahami materi reaksi redoks dan elektrokimia dengan menggunakan pendekatan ilmiah, hakikat sains, dan berpikir kritis. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Model pengembangan 4D terdiri atas empat tahapan yaitu, pembatasan (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Dalam pengembangan bahan ajar ini hanya sampai tahap pengembangan (develop). Bahan ajar yang telah dikembangan kemudian divalidasi menggunakan instrumen berupa angket checklist oleh validator ahli materi dan ahli pembelajaran. Data hasil validasi ini kemudian dianalisis secara kualitatif untuk data berupa komentar/saran dan kuantitatif untuk skor Likert yang diperoleh. Bahan ajar layak digunakan apabila skor dari data kuantitatif ³ 61%. Bahan ajar hasil pengembangan terdiri atas buku siswa dan buku guru. Buku siswa memuat tiga subbab yaitu, penyetaraan reaksi redoks, sel elektrokimia, dan sel elektrolisis yang materinya telah disesuaikan dengan langkah-langkah pendekatan saintifik serta memuat aspek hakikat sains (NOS) dan indikator berpikir kritis. Buku guru dilengkapi dengan pedoman penggunaan buku guru, RPP, dan instrumen penilaian. Dari hasil validasi diperoleh nilai rata-rata 89,9% untuk buku siswa dengan kriteria sangat layak dan 86,3% untuk buku guru dengan kriteria sangat layak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bahan menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains dan berpikir kritis pada materi redoks dan elektrokimia sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran
PENGARUH BEBAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. ARLENE JAYA MANDIRI DI CIKARANG
ABSTRACT TARUMANAGARA UNIVERSITY
FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS JAKARTA
(A) ZENITA DIAN MAHANANI (115200323)
(B) THE INFLUENCE OF WORKLOAD, WORK MOTIVATION AND COMMUNICATION ON JOB SATISFACTION AT PT. ARLENE JAYA INDEPENDENT IN CIKARANG.
(C) XVII + 68 Pages, 26 Tables, 1 Pictures, 15 Attachments
(D) HUMAN RESOURCES MANAGEMENT
(E) Abstract: This research aims to determine the influence of workload, work motivation, and communication on job satisfaction at PT. Arlene Jaya Mandiri in Cikarang. The number of respondents to this research was 150 people, employees of PT. Arlene Jaya Mandiri who has worked for at least 1 year. Data collection was carried out using a questionnaire with Google form which was distributed via social media. The data was checked, and the data processing method was carried out using the SmartPLS 4.0 application. In this research, the research method the author uses is a quantitative research method, the research design uses a descriptive design with a cross-sectional temporal approach. In this research the author used a non-probability sampling research method using a purposive sampling technique. The research results show through hypothesis testing that the workload variable has a positive and insignificant effect on job satisfaction at PT. Arlene Jaya Mandiri in Cikarang, work motivation has a positive and significant effect on job satisfaction at PT. Arlene Jaya Mandiri in Cikarang, Communication has a positive and significant effect on job satisfaction at PT. Arlene Jaya Mandiri in Cikarang.
(F) Reference 34 (1976-2023)
(G) Joyce Angelique Turangan S.E., M.Pd.
ABSTRAK UNIVERSITAS TARUMANAGARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JAKARTA
(A) ZENITA DIAN MAHANANI (115200323)
(B) PENGARUH BEBAN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA PT. ARLENE JAYA MANDIRI DI CIKARANG.
(C) XVII + 68 Halaman, 26 Tabel, 1 Gambar, 15 lampiran
(D) MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
(E) Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, motivasi kerja, dan komunikasi terhadap kepuasan kerja pada PT. Arlene Jaya Mandiri di Cikarang. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 150 orang, karyawan PT. Arlene Jaya Mandiri yang telah bekerja minimal 1 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan Google form yang disebar melalui media sosial. Data diperiksa, dan metode pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan temporal cross-sectional. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian non-probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan melalui pengujian hipotesis bahwa variabel beban kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Arlene Jaya Mandiri di Cikarang, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Arlene Jaya Mandiri di Cikarang, Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Arlene Jaya Mandiri di Cikarang.
(F) Daftar Acuan 34 acuan (1976-2023)
(G) Joyce Angelique Turangan S.E., M.Pd
Pemikiran Ki Bagus Hadikusuma tentang islam dan negara dalam perumusan dasar negara Indonesia (1945-1953)
AbstrakWacana negara Islam dan penerapan syariat Islam telah menjadi isu tak berujung untuk dibahas. Sejarah mencatat masalah ini telah dimulai sejak perumusan dasar negara Indonesia. Ada yang menginginkan syariat Islam harus ditegakkan dan ada juga yang menggunakan sikap toleransi kebangsaan dalam perumusan dasar negara. Para tokoh yang berbicara dalam hal tersebut antara lain: Mohammad Yamin, Mohammad Hatta, Ki Bagus Hadikusuma, Supomo, Sukarno, dan tokoh-tokoh lainnya. Tulisan ini mencoba untuk mengeksplorasi pemikiran Ki Bagus Hadikusuma mengenai Islam dan Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini juga menggunakan beberapa pendekatan, antara lain: sosiologis, politik dan agama. Ki Bagus Hadikusuma adalah salah satu tokoh intelektual, pejuang, politikus, sekaligus ulama di Indonesia. Perjuangan Ki Bagus Hadikusuma dalam menegakkan syariat Islam terlihat saat keikutsertaannya dalam panitia BPUPKI dan PPKI. Latar belakang keislaman membuat Ki Bagus Hadikusuma ingin menerapkan syariat Islam dalam dasar negara. Awal perumusan dasar negara, Ki Bagus Hadikusuma mempertahankan 7 kata dalam dasar negara yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” yang kemudian terjadi penghapusan 7 kata tersebut. Ki Bagus Hadikusuma menanggalkan pemikiran tentang dasar negara Islam dan menerima Pancasila sebagai dasar negara.Kata kunci: Ki Bagus Hadikusuma, Islam, dan negara
Sustainable Entrepreneurship dalam Pengelolaan Business Plan: Membangun Pondasi Bisnis Berkelanjutan
Dalam era globalisasi yang semakin maju, bisnis tidak hanya diukur dari seberapa besar
keuntungan finansial yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak sosial dan lingkungan yang
dihasilkan. Fenomena ini mengilhami konsep sustainability yang menjadi pusat perhatian dalam
dunia bisnis modern. Saat ini, banyak sekali model bisnis yang memanfaatkan kekayaan alam tapi
melupakan sustainability dari masyarakat dan alam itu sendiri. Masih banyak perusahaan yang
mengeruk hasil bumi tanpa peduli dengan lingkungan atau dampak yang ditimbulkannya. Salah
satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan beralih ke strategi bisnis yang menggunakan
sustainable entrepreneurship (Purnomo et al., 2022)
