39 research outputs found
Pesan dakwah dalam webtoon JOYful Delight karya Chairunnisa Puspasari: Analisis semiotika Charles Sanders Pierce
Komik merupakan bentuk karya seni gambar yang di dalamnya mengandung jalan cerita yang menarik bagi pembacanya. Perkembangan zaman menjadikan teknologi berkembang dengan begitu pesat. Pada saat sekarang ini, komik tidak hanya dicetak menjadi buku saja melainkan sudah disebarluaskan ke dalam bentuk digital, salah satunya ialah applikasi Line Webtoon. Pada aplikasi tersebut banyak sekali cerita dengan genre yang berbeda, misalnya adalah komik bergenre romantis dengan judul JOYful Delight karya Chairunnisa Puspasari. Bercerita mengenai seorang perempuan bernama Joy yang belum pernah merasakan jatuh cinta, kemudian tiba-tiba dilamar oleh seorang chef ganteng berasal dari Turki.
Webtoon JOYful Delight sangat menarik untuk menjadi bahan penelitian karena tidak banyak webtoon official/resmi bergenre romantis yang didalamnya terdapat pesan dakwah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi pesan dakwah, objek pesan dakwah, dan interpretasi pesan dakwah dalam webtoon JOYful Delight.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Charles Sanders Pierce, dimana teori ini melihat suatu tanda yang memiliki makna. Tanda-tanda tersebut oleh Pierce dilihat dengan menggunakan teori tandanya yang dikenal dengan triangle meaning semiotics atau teori segitiga makna yaitu representasi, objek, dan juga interpretasi.
Dalam penelitian ini metodenya menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Pierce yang bertujuan untuk mengkaji tanda atau simbol yang berupa ilustrasi gambar ataupun teks yang ada dalam webtoon JOYful Delight, dengan melihat tanda berdasarkan representasi, objek, dan interpretasi. Menggunakan pendekatan kualitatif yaitu data primer (melalui observasi pada webtoon JOYful Delight, serta wawancara kepada author webtoon tersebut), dan data sekunder didapat dari studi literatur buku, jurnal, maupun internet juga karya-karya dari Chairunnisa Puspasari selain webtoon JOYful Delight.
Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah bahwasanya webtoon berjudul JOYful Delight mengandung nilai-nilai keislaman, yaitu pesan dakwah yang dapat menjadikan para pembacanya secara tidak langsung memahami hal yang erat kaitannya dengan ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadis, yang berdasarkan pada: representasi pesan dakwah, objek pesan dakwah (ikon, indeks, dan simbol), dan interpretasi (makna pesan dakwah) pada setiap gambar dan alur cerita yang terdapat dalam webtoon JOYful Delight
Gambaran Paru-paru pada Pemeriksaan Radiografi Thorax Pasien Covid-19 Terkonfirmasi di Ruang Perawatan ICU Covid-19 dan Non-ICU Covid-19 RSUD Raden Mattaher Jambi
ABSTRACT
Background: The emergence of the Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) in December 2019 caused the CoronaVirus Disease-2019 (Covid-19) pandemic, which is an acute disease that attacks mainly the respiratory system. Chest Radiography is considered capable of describing the condition of the lungs in Covid-19 patients. The purpose of this study was to see the description and location of pulmonary infiltrates on chest radiography examinations in confirmed Covid-19 patients. Methods: This study uses a descriptive research method with a retrospective approach that uses secondary data, namely data from the radiology work station computer. Results: The radiographic examination of the thorax was in the form of minimal infiltrates, infiltrates, and consolidation in the lungs, while the location of the infiltrates was found in bilateral perihilar, bilateral perihilar and paracardial lung, upper and middle lung fields, mid- and lower-pitched fields. lungs, the entire field of both lungs, especially the peripheral side. Conclusion: The most of the chest radiographic images of ICU and non-ICU patients were infiltrates. The location of the most infiltrates in ICU patients is throughout the fields of both lungs, especially the peripheral side, while non-ICU patients are in the middle and lower lungs. The gender of the majority of ICU patients are male, while the majority of non-ICU patients are female. The average age of ICU patients is 55 years, while the average age of non-ICU patients is 52 years.
Keywords: Chest radiography, Covid-19, pneumonia
ABSTRAK
Latar belakang: Kemunculan virus corona Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) di bulan Desember 2019 menyebabkan pandemik CoronaVirus Disease-2019 (Covid-19), yaitu penyakit yang memiliki sifat akut menyerang terutama pada sistem pernapasan. Radiografi thorax dianggap mampu menggambarkan kondisi paru-paru pada pasien Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran dan lokasi infiltrat paru di pemeriksaan radiografi thorax pada pasien Covid-19 terkonfirmasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospeksif yang menggunakan data sekunder, yaitu data dari komputer work station bagian radiologi. Hasil: Gambaran pemeriksaan radiografi thorax adalah berupa infiltrat minimal, infiltrat, dan konsolidasi di paru, sedangkan untuk lokasi infiltrat ditemukan pada perihiler bilateral paru, perihiler dan parakardial bilateral paru, lapangan atas dan tengah paru, lapangan tengah dan bawah paru, seluruh lapangan kedua paru terutama sisi perifer. Kesimpulan: Gambaran radiografi thorax terbanyak pasien ICU dan non-ICU berupa infiltrat. Lokasi infiltrat terbanyak pada pasien ICU adalah diseluruh lapangan kedua paru terutama sisi perifer sedangkan pasien non ICU adalah tengah dan bawah paru. Jenis kelamin mayoritas pasien ICU yaitu laki laki, sedangkan mayoritas pasien non ICU yaitu perempuan. Usia rata rata pasien ICU yaitu berusia 55 tahun sedangkan pasien non ICU rata rata usianya yaitu 52 tahun.
Kata kunci: Radiografi thorax, Covid-19, pneumoni
Prediction of Islamic Banking Bankruptcy in Indonesia: Comparative Study of Altman Z-Score and Springate Models
Aim of this research is to calculate, measure, analyze, and evaluate predictions of potential bankruptcy of Islamic banking using the modified Altman Z-Score and Springate models and identify differences in the predicted results. This research uses descriptive quantitative analysis. Model analysis used is the Modified Altman Z-Score and Springate models. The research object used is 12 Islamic banks in Indonesia 2013-2019 and data collection includes literature study and observation.Modified Altman Z-Score model predicts that 1.19% of Islamic banking is in gray area and 98.81% is in a non-bankrupt position. Meanwhile, the Springate model predicts 38.10% of Islamic banking is in a bankrupt position and 61.90% is in a non-bankrupt position. This research only analyzes and compares the prediction results of the potential bankruptcy of Islamic banking with the modified Altman Z-Score and Springate models.This research can be used as an evaluation material for Islamic Banking in Indonesia in the face of potential bankruptcy so that companies can immediately improve their management and company performance
PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PERJANJIAN KERJA ANTARA PERUSAHAAN PENYEDIA JASA OUTSOURCING DENGAN PEKERJA OUTSOURCING (Studi di PT. Gada Perkasa Sakti Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung)
Abstrak Perjanjian kerja outsourcing adalah perjanjian antara
perusahaan penyedia jasa outsourcing dengan perusahaan pengguna
jasa dan dengan pekerja outsourcing. PT. Gada Perkasa Sakti adalah
perusahaan penyedia jasa outsourcing yang bergerak di bidang jasa
satpam dan berbentuk badan hukum, perusahaan PT. Gada Perkasa .
Sakti mempekerjakan satpam menggunakan sistem perjanjian kerja
waktu tertentu (PKWT). Berdasarkan latar belakang di atas rumusan
masalah penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan akad perjanjian
kerja antara PT. Gada Perkasa Sakti dengan pekerja outsourcing?
Bagaimana perspektif hukum ekonomi syariah terhadap akad
perjanjian kerja antara PT. Gada Perkasa Sakti dengan pekerja
outsourcing di Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung? Penelitian ini
bertujuan menjawab semua rumusan masalah yaitu untuk mengetahui
pelaksanaan akad perjanjian kerja antara PT. Gada Perkasa Sakti
dengan pekerja outsourcing serta untuk mengetahui perspektif hukum
ekonomi syariah terhadap akad perjanjian kerja antara PT. Gada
Perkasa Sakti dengan pekerja outsourcing di Labuhan Ratu, Kota
Bandar Lampung.
Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis menggunakan metode
penelitian lapangan (field research), artinya penelitian yang datanya
diambil dan dikumpulkan dari lapangan. Teknik pengumpulan data
yang penulis gunakan adalah observasi atau melakukan pengamatan
langsung terhadap penerapan outsourcing PT. Gada Perkasa Sakti
dengan pekerja outsourcing, wawancara dan dokumentasi kemudian
diolah dengan cara editing, organizing dan menganalisis
menggunakan kaidah, ijtihad ulama dan dalil yang berkaitan dengan
teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian di PT. Gada Perkasa Sakti (GPS) ini ditemukan
bahwasanya dalam isi kontrak tersebut sudah sangat jelas, kedua belah
pihak telah rela untuk melakukan perjanjian tersebut, objek atau
pekerjaan yang diberikan sudah jelas yakni sebagai keamanan
swakarsa (satpam) di PT. Indo American Seafoods, dalam pemberian
upah juga sudah diberikan. Namun dalam praktik yang ada dalam
pemberian upah ternyata tidak s esuai dengan yang ada dalam isi surat
perjanjian kerja yaitu pemotongan upah 7% setiap kali upah diberikan
dan tidak didasarkan pada kesepakatan kedua belah pihak. Jika praktik
ini ditinjau dengan hukum ekonomi syariah perjanjian kerja ini
termasuk perjanjian kerja yang tidak sesuai karena tidak terpenuhinya
rukun dan syarat ijarah yaitu ijab qabul tidak sesuai dengan gaji yang diberikan, pihak jasa outsourcing dalam pemberian upah tidak sesuai
dengan kesepakatan yang terjadi di kontrak perjanjian sebelumnya.
Kata kunci :Perjanjian, Upah,Outsourcing
MANAJEMEN BADAN PENASEHAT PEMBINAAN DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) DALAM MENGATASI PERCERAIAN DIKANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN BPR RANAU TENGAH KABUPATEN OKU SELATAN
ABSTRAK
Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan
(BP4) merupakan badan atau suatu lembaga yang tugas dan fungsinya
adalah memberi bimbingan kepada calon pengantin sebelum
pernikahan dan mendamaikan suami istri yang sedang berselisih.
Badan ini tidak menangani masalah perceraian karena masalah
perceraian di tangani langsung oleh Pengadilan Agama. BP4 KUA
Kecamatan BPR Ranau Tengah Kabupaten Oku Selatan Kmasih
menerima laporan perceraian, untuk itu di perlukan adanya
manajemen BP4 yang tepat dalam meminimalisir tingkat perceraian.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Manajemen BP4 dalam
mengurangi tingkat perceraian di Kantor Urusan Agama Kecamatan
BPR Ranau Tengah Kabupaten Oku Selatan.
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu
berdasarkan data-data valid yang diproleh dilapangan sebagai data
utama yang sumber datanya berasal dari wawancara, observasi dan
dokumentasi dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan peneliti
dan data sekunder. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini
adalah wawancara tidak terstruktur yakni pedoman wawancara yang
digunakan hanya garis-garis besar permasalahan yang akan
ditanyakan. Narasumber yang peneliti pilih sesuai pada bidang
keahliannya yakni terdiri dari: Ketua KUA/BP4, Wakil BP4, Penyuluh
Agama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manajemen BP4 dalam
mengurangi tingkat perceraian di Kantor Urusan Agama Kecamatan
BPR Ranau Tengah Kabupaten Oku Selatan sudah cukup baik.
Perubahan serta perbaikan BP4 di Kantor Urusan Agama Kecamatan
BPR Ranau Tengah Kabupaten Oku Selatan harus bersamaan dengan
mengevaluasi kembali semua aturan yang berkaitan dengan
pembinaan dan pelestarian perkawinan. BP4 Kantor Urusan Agama
Kecamatan BPR Ranau Tengah Kabupaten Oku Selatan hendaknya
lebih meningkatkan koordinasi dan kemitraan dengan instansi
pemerintah di pusat dan daerah serta organisasi kemasyarakatan dalam
melaksanakan kegiatan gerakan keluarga sakinah.
Kata kunci: Manajemen, BP4, Perceraian.
ABSTRACT
Advisory Board for the Development and Preservation of
Marriage (BP4) is an agency or an institution whose duties and
functions are to provide guidance to prospective brides before
marriage and reconcile husbands and wives who are in dispute. This
agency does not handle divorce issues because divorce issues are
handled directly by the Religious Courts. BP4 KUA BPR Ranau
Tengah South Oku Selatan is still receiving divorce reports, for this
reason it is necessary to have proper BP4 management in minimizing
the divorce rate. This study aims to describe BP4 Management in
reducing the divorce rate in the Office of Religious Affairs BPR Ranau
Tengah South Oku Selatan.
The method used by researchers is based on valid data obtained
in the field as the main data whose data sources come from interview,
observations and document in collecting the data. The interview used
in the research is an unstructured interviewthat is the interviewguide
used only outlines the problems that will be asked. The resource
selected by the researcher were according to their field of expertise,
namely: Head of Religious Affairs Office, Deputy Religious Affairs
Office and Religious Instructor
The results showed that BP4 Management in reducing the
divorce rate at the BPR Ranau Tengah South Oku Selatan Religious
Affairs Office could it’s good enough. Changes and improvements to
BP4 at the BPR Ranau Tengah South Oku Selatan Religious Affairs
Office must coincide with re-evaluating all regulations relating to
fostering and preserving marriage. BP4 Office of Religious Affairs
BPR Ranau Tengah South Oku Selatan should further improve
coordination and partnership with central and regional government
agencies as well as community organizations in implementing the
sakinah family movement activities.
Keywords: Management, BP4, Divorce
KOMUNIKASI KOERSIF ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN MENTAL SPIRITUAL ANAK DI KELURAHAN GUNUNG AGUNG KECAMATAN LANGKAPURA BANDAR LAMPUNG
HARMONI DALAM TRADISI: ANALISIS KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA TRADISI SUROAN DI DUSUN WONOSARI 1 DESA PONCOKRESNO KECAMATAN NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi
antar budaya dalam pelaksanaan tradisi suroan yang diselenggarakan
oleh masyarakat Dusun Wonosari 1, Desa Poncokresno, Kecamatan
Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran. Tradisi ini merupakan salah satu
bentuk interaksi sosial yang melibatkan berbagai latar belakang
keyakinan yang berbeda, sehingga menimbulkan dinamika komunikasi
antar budaya di dalamnya. Permasalahan yang terjadi di dalam
penelitian ini yaitu adanya proses komunikasi yang berlangsung antar
individu di dalam sebuah tradisi yaitu suroan, dengan melibatkan
beberapa keyakinan seperti buddha,kristen,dan islam. Tradisi suroan
merupakan suatu warisan budaya yang dilakukan oleh masyarakat
dusun wonosari 1 yang dilakukan setiap bulan muharram atau suro,
suroan di ikuti dengan berbagai keyakinan dengan dilakukan di salah
satu pertigaan jalan dusun wonosari 1 masyarakat berkumpul dan
membuat perayaan sederhana dengan meliputi kumpul bersama, makan
bersama atau kendurian dan berdoa bersama yang biasa disebut doa
lintas agama, tujuan dilaksanakan tradisi ini sebagai ucapan rasa syukur
dan ucapan terima kasih kepada leluhur, selain itu bertujuan
mempertahankan keharmonian yang telah terjadi dalam sebuah tradisi.
Penelitian ini mencakup dua bentuk teori proses komunikasi antar
budaya primer dan proses komunikasi antar budaya sekunder.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (Field Research. Penelitian ini bersifat penelitian
deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan
melalui wawancara semi terstruktur,observasi,wawancara,dan
dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik
wawancara,observasi dan dokumetasi, dan penelitian ini menggunakan
teknik analisis data yaitu pengumpulan data, pengolahan data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam
pelaksanaan tradisi Suroan terdapat unsur-unsur komunikasi antar
budaya yang mencakup tiga unsur komunikasi primer, yaitu yang
meliputi bahasa,simbol,dan isyarat. Menggunakan bahasa Jawa sebagai
alat proses komunikasi dan sebagai bahasa sehari-hari, simbol tumpeng
sebagai representasi doa dan harapan, serta isyarat gerakan tubuh khas
v
dari masing-masing agama saat doa lintas agama. Selain itu, satu unsur
komunikasi sekunder juga teridentifikasi melalui penggunaan surat
undangan tertulis sebagai media penyampaian informasi. Tradisi ini
melibatkan partisipasi aktif masyarakat lintas agama Islam, Buddha,
dan Kristen yang mencerminkan keragaman budaya toleransi aktif,nilai
moral dan keadilan sosial. Meskipun tidak seluruh aspek teori
komunikasi antar budaya dan teori harmoni terwujud sepenuhnya,
pelaksanaan tradisi Suroan terbukti efektif dalam menciptakan
masyarakat yang rukun, beradab, dan menjunjung tinggi nilai
kebersamaan.
Kata Kunci : Harmoni,Komunikasi Antar Budaya,Tradisi Suroan
ABSTRACT
This study aims to analyze the intercultural communication
process in the implementation of the Suroan tradition carried out by the
community of Dusun Wonosari 1, Poncokresno Village, Negeri Katon
Subdistrict, Pesawaran Regency. This tradition represents a form of
social interaction involving various religious backgrounds, resulting in
dynamic intercultural communication within it. The main issue explored
in this research is the communication process that occurs between
individuals during the Suroan tradition, which includes the
participation of people from different faiths such as Buddhism,
Christianity, and Islam. Suroan is a cultural heritage tradition
practiced by the local community every Muharram (Suro month), held
at a three-way intersection in Dusun Wonosari 1. Community members
gather to celebrate simply by sharing meals (kendurian) and
participating in interfaith prayers. The purpose of this tradition is to
express gratitude to God and ancestors, as well as to preserve the
harmony that has long existed within the tradition.
This study applies two forms of intercultural communication
theory: primary and secondary communication processes. Using a
qualitative approach with field research methods, the researcher
directly participated in the implementation of the Suroan tradition. This
is a descriptive study, and data were collected through semi-structured
interviews, observation, and documentation. The data analysis process
involved identifying relevant information, eliminating irrelevant data,
presenting the data in tables for easier understanding, and drawing
conclusions based on the analysis to verify the validity of the findings.
The results show that the Suroan tradition reflects intercultural
communication elements, consisting of three dimensions of primary
communication: the use of Javanese language, symbolic representation
through the tumpeng (as a form of prayer and hope), and nonverbal
gestures specific to each religion during interfaith prayers. One form of
secondary communication was also identified, namely the use of written
invitations by local leaders to inform residents about the event. The
tradition involves active participation across religious communities—
vi
vii
Islam, Buddhism, and Christianity—demonstrating tolerance,
inclusiveness, and social justice. Although not all dimensions of
intercultural communication theory and harmony theory are fully
realized, the Suroan tradition effectively fosters a peaceful, civilized
society that upholds unity and togetherness. In addition to reinforcing
Javanese cultural identity, this tradition also serves as a means of
cultural education for the younger generation in preserving ancestral
heritage. Therefore, Suroan functions as a strong foundation for
building social harmony based on local culture.
Keywords: Harmony, Intercultural Communication, Suroan Traditio
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ DIFFICULTIES IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT AT THE FIRST SEMESTER OF THE TENTH GRADE OF SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG IN 2020/2021 ACADEMIC YEAR
ABSTRACT
Writing is one of the important skills in English. However, English
writing is considered difficult for foreign learners because it is
different from Indonesian language in its structure, spelling, and
lexical meaning. Based on the preliminary research the researcher
found that students had difficulties in writing, organize the idea, and
lack of vocabulary. Therefore, the researcher was interested to know
the students’ difficulties in writing descriptive text at the first semester
of the tenth grade of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. The
objective of this research is to find and to know the dominant problem
faced by students in writing descriptive text at SMA Muhammadiyah
2 Bandar Lampung.
This research was descriptive qualitative research. The sample was
choosen based on purposive sampling, the researcher choose X IPS 3
as the subject of the researcher, because the students of X IPS 3 got
the lowest score in writing descriptive text. The number of X IPS 3
was 25 students. The researcher used documents, interview, and
questionnaire to gather the data. To analyze the data, researcher used
three steps by Miles and Huberman, they are: data reduction, data
display, and conclusion drawing verification.
The result showed there were five aspects of problem faced by
students in writing descriptive text such as: content (5.8%),
vocabulary (19.94), organization (3.58%), language (36.82%), and
then mechanics (61.63%). It means that, the most dominant problem
in writing descriptive text is mechanics.
Keywords: Analysis, Descriptive, Difficulties, Writin
MENGEMBANGKAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI TK ASSALAM II SUKARAME BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditunjukan bagi anak sejak lahir sampai anak usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, karena disamping berfungsi sebagai alat untuk mengungkapkan fikiran dan perasaan kepada orang lain. Perkembangan dalam aspek bahasa dimulai dalam peniruan bunyi dan suara, berlanjut dengan meraba. Pada masa awal sekolah berkembang kemampuan berbahasa sosial yaitu bahasa untuk memahami perintah, ajakan serta hubungan anak dengan teman-temannya. Metode cerita merupakan alat satu metode mengajar, yaitu suatu strategi belajar- mengajar yang dilaksanakan di dalam kelas ataupun diluar kelas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan bahasa anak di TK.Assalam II Sukarame Bandar Lampung. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 1 oarang guru dan anak kelompok B1 TK. Assalam II Sukarame Bandar Lampung, dengan jumlah 18 orang dengan objek bahasa. Dalam mengumpulkan data yang diperlukan penulis menggunakan sumber data yang terdiri dari observasi dan interview dengan guru, teknik pengumpulan data, wawancara yang di lakukan oleh guru, dokumentasi untuk memberikan bukti yang akurat, serta teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan adanya mengembangkan Bahasa Anak melalui media gambar dengan potongan kertas origami sebagai berikut : 1) Guru memilih media gambar yang akan digunakan untuk menyusun kartu huruf. 2) Guru menyediakan alat dan bahan untuk kegiatan menyusun kartu huruf. 3) Guru memberikan pengarahan mengenai tahapan- tahapan dalam proses kegiatan menyusun kartu huruf. 4) Guru melakukan pengawasan dan pengamatan pada kegiatan menyusun Kartu Huruf. 5) Guru memberikan penilaian hasil kegiatan menyusun Kartu Huruf. Hal ini menunjukan bahwa lima langkah pedoman guru dalam memperkenalkan menyusun Kartu Huruf ini dapat diterapkan pada anak usia dini dalam mengembangkan perkembangan Bahasa. Pendidik tidak harus menekan ataau memaksa
iianak, karena tingkat keberhasilan anak tidak harus melihat setiap kemampuan yang dimiliki anak karena kemampuan anak berbeda- beda.
Kata Kunci :Bahasa, Cerita, Media Gambar
