53 research outputs found
Vaksinasi Upaya Komunitas Covid-19 Untuk Mencapai Kepatuhan Hukum Desa Kemang Manis
ABSTRACT Setelah menemukan vaksin oleh banyak semua Negara dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Rekomendasi agar negara-negara tersebut memvaksinasinya secara batch. Indonesia telah memasukkannya ke dalam peraturan tertulis melalui Perpres 99 dan Permenkes 2020 pada tahun 2020. Namun dalam hal ini terdapat kelebihan (dari kelompok yang patuh) dan kerugian (dari kelompok yang tidak patuh), meskipun Ini adalah langkah positif untuk memperbaiki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan hak warga negara untuk mematuhi hukum.(obey the law) saat menerima Vaksin covid19. Kemudian di menanggapi dengan kebijakan ini, banyak kelompok masyarakat yang menolak/tidak mengikuti anjuran vaksinasi yang dibenci penulis. meskipun hal ini harus disambut baik oleh masyarakat dan secara sadar dan adil berpartisipasi dalam mematuhi saran ini untuk memperbaiki situasi. Karena kekhawatiran tentang vaksin yang disediakan pemerintah saat ini (Sinovac), nilai efikasinya hanya 65% selama klinis uji di Indonesia, yang melanggar hukum.Tetapi, hal ini kekal harus dianggap sebagai upaya dan kontribusi partisipasi dan kerjasama masyarakat, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 (kemudian direvisi menjadi Peraturan Presiden Edisi 14, 2021), memutus mata rantai distribusi. Kata kunci: vaksinasi massal, taat hukum, Covid19. ABSTRACT After several countries developed vaccines, Visit WHO (World Health Organization) various execution country mass Vaccination. Indonesia issued President Regulation Number 99/2020 and the Ministry of Health 2020 to include That's in written regulations. However, in this case, there is advantages (Team from Legal Compliance) and disadvantages (From the Legal Compliance Team), although this is a positive step for improvement. In the study, the descriptive research methods were used to describe Citizens' right to obey the law when they receive Covid 19 vaccine. So in response To this policy, many community groups refused/did not comply with Vaccination recommendations, which Even makes me regret that this should have been a good thing. The public participates and adheres to these recommendations consciously and fairly to improve the situation. The author is able to fight the law because based on the vaccine version provided by the current government (Sinovac), when in clinical trials in Indonesia, the efficacy value is only 65%. However, along with community participation in breaking the chain of Presidential Regulation Number 99 of 2020, this has not yet materialized., then the amendment of Presidential Regulation No. 14 of 2021. Keywords: Massive vaccination, Obey the law, Covid1
PENYULUHAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA IBU TRIMESTER III DI KECAMATAN PEMATANGSIANTAR
ABSTRAK Pendahuluan: Menyusui merupakan salah intervensi yang efektif untuk mencegah kematian dan kesakitan pada neonatal. Bahkan dapat mengurangi 55-87% kejadian infeksi karena diare, sepsis neonatal, dan pneumonia. Secara global,pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang optimal dapat menghindari kematian lebih dari 800.000 balita setiap tahunnya. Pemebrian ASI pada bayi baru lahir memiliki implikasi penting bagi kesehatan saat ini dan masa depan, terutama pada Negara berkembang. Kolostrum merupakan ASI yang berwarna kekuningan dan lengketyang diproduksi pada akhir kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Inisiasi menyusu dini (IMD) didefinisikan sebagai pemberian ASI pada bayi baru lahir dalam waktu satu jam setelah kelahiran. Waktu inimerupakan saat kolostrum disekresikan dengan manfaat potensial. Pelaksanaan IMD ini memungkinkan bayi baru lahir untuk mendapatkan kolostrum, selanjutnya merangsang produksi ASI dan meningkatkan pelepasan oksitosin.Solusi Permasalahan : Penyuluhan adalah salah satu cara promosi kesehatan yang dilakukan pada ibu hamil trimester III untuk meningkatkan pengetahuan dan membangkitkan kesadaran ibu untuk menerapkan pelaksanaan IMD pada bayi baru lahiruntuk mendapatkan kolustrum.Metodologi Pelaksanaan: Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan, Tanya jawab, dan diskusi.Hasil: Sebelum diberikan penyuluhan pada ibu hamil trimester III sebanyak 30 orang didapat pengetahuan buruk pada saat pretes sebanyak 5 orang dan setelah dilakukan postes didapat tingkat pengetahuan ibu baik sebanyak 25 orang.Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan tentang IMD yang dilakukan pada ibu hamil meningkatkan pemahaman mereka tentang inisisi menyusui dini. Kata Kunci : Ibu Menyusui Dini ( IMD), Ibu Trimester III ABSTRACT Introduction: Breastfeeding is an effective intervention for prevent death and morbidity in neonates. It can even reduce 55-87% of infections were due to diarrhea, neonatal sepsis and pneumonia. Globaly, Providing optimal breast milk (ASI) can avoid more deaths of 800,000 toddlers every year. Providing breast milk to newborn babies has important implications for current and future health, especially in countries develop. Colostrum is breast milk that is yellowish and sticky which is produced at the end of pregnancy and the first few days after give birth to. Early initiation of breastfeeding (IMD) is defined as breastfeeding in newborns within one hour of birth. This time This is when colostrum is secreted with potential benefits. Implementation This IMD allows newborn babies to get colostrum, further stimulates breast milk production and increases the release of oxytocin. Problem Solution: Counseling is one way of health promotioncarried out on third trimester pregnant women to increase knowledge and raise awareness of mothers to implement IMD implementation for babies newborn to get colostrum. Implementation Methodology: Community service to be implemented using counseling, question and answer and discussion methods. Results: Before giving counseling to pregnant women in the third trimester, there were 30 people got bad knwledge during the pretest 10 people and after After conducting a post-test, it was found that the mother's knowledge level was good as many as 25 people.Conclusion: Health education about IMD is carried out for pregnant women improve their understanding of early initiation of breastfeeding. Keywords:Early Breastfeeding Mothers (IMD), Second Trimester Mothe
HUBUNGAN KADAR ASAM FOLAT DENGAN HOMOSISTEIN PLASMA PADA PREEKLAMPSIA DAN KEHAMILAN NORMAL
Salah satu penyebab kematian ibu adalah preeklampsia. Disfungsi endotel diduga menjadi penyebab patogenesis preeklampsia. Homosistein berperan dalam kerusakan vaskular pada preeklampsia. Defisiensi asam folat diperkirakan berkaitan dengan peningkatan homosistein. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar asam folat dengan homosistein pada preeklampsia dan kehamilan normal.
Desain penelitian adalah analitik potong lintang, observasional terhadap 46 orang ibu hamil preeklampsia dan kehamilan normal, usia 20-35 tahun di RSUP M. Djamil, RSUD Rasidin dan RST Reksodiwiryo Padang, Maret – Mei 2015. Sampel dipilih berdasarkan consecutive sampling. Pemeriksaan kadar asam folat dan homosistein dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand dengan metode ELISA. Uji normalitas data dengan One-Sample Kolmogorov Smirnov, uji T tak berpasangan untuk beda rerata dan uji korelasi Pearson untuk menilai hubungan asam folat dengan homosistein menggunakan SPSS versi 16.0.
Rerata kadar asam folat pada preeklampsia dan kehamilan normal adalah 39,53+9,40 ng/mL dan 47,04+ 13,20 ng/mL (p0,05). Terdapat korelasi negatif yang lemah dan tidak signifikan antara kadar asam folat dengan homosistein pada kehamilan normal (r=-0,222; p>0,05).
Kadar asam folat pada preeklampsia lebih rendah dibandingkan kehamilan normal. Kadar homosistein pada preeklampsia lebih tinggi dibandingkan kehamilan normal. Kadar asam folat rendah cenderung meningkatkan kadar homosistein pada preeklampsia. Kadar asam folat tinggi cenderung menurunkan kadar homosistein pada kehamilan normal.
Kata kunci: Asam Folat, Homosistein, Preeklampsia, Kehamilan Norma
Respon Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi COVID-19
Pendidikan di Indonesia mengalami dampak pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Pemerintah mengambil kebijakan dengan menutup perkuliahan tatap muka dan menggantinya dengan sistem dalam jaringan (daring). Hal ini mengubah cara dosen menyampaikan konten pembelajaran dan persiapan mahasiswa sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon mahasiswa Program Studi Kebidanan Pematangsiantar terhadap pembelajaran Daring pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif survei, dilakukan kepada 48 mahasiswa Program Studi Kebidanan Pematangsiantar pada Juli 2020. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Hasil penelitian ini mendapati bahwa telepon genggan (62,5%) sebagai media daring yang paling banyak digunakan, biaya yang dihabiskan berkisar Rp. 51.000-Rp.100.000,- (52,1%), sinyal internet kurang baik (52,1%), persipan diri sebelum daring (52,1%), aplikasi yang paling diminati adalah whatsapp group (39,6%), mahasiswa paham dengan materi (60,4%), ketercapaian tujuan teori (93,8%), ketercapaian tujuan praktek (45,8%), faktor penghambat adalah sinyal dan kuota internet (45,8%), faktor pendukung adalah kuota (47,9%). Efektifitas daring (64,6%), kemudahan pelaksanaan ujian (64,6%), metode ujian paling diminati adalah ujian tulis (72,9%), dan keinginan mahasiswa untuk tatap muka setelah pandemi (68,8%). Pembelajaran daring berlangsung efektif dan tatap muka tetap diperlukan meskipun ada daring
Stigma Tuberkulosis Paru di Asia Tenggara: Systematic Literatur Review
ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that remains a global health problem. Tuberculosis stigma is determinants of this disease. The purpose of this study was to find out the determinants of tuberculosis stigma in 4 Southeast Asian regions, namely Thailand, Cambodia, Vietnam and Indonesia. The research method used was a systematic literature review using PRISMA guidelines. From the 14 articles reviewed, it was found that tuberculosis stigma can be divided into two things, namely personal and negative views of the surrounding community. The impact of stigma is that patients choose to isolate themselves, feel embarrassed, and are discriminated against by the surrounding community. The stigma of tuberculosis in four regions make the problem of tuberculosis tend to be high. The author recommends providing education to communities that stigmatize tuberculosis patients. By providing education, the author hopes that the community can change their mindset and provide social support to tuberculosis patients. Keywords: Tuberculosis Stigma, Systematic Literatur Review, Southeast Asia. ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Salah satu faktor determinan dari penyakit ini dan adalah stigma tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini mencari tahu faktor determinan stigma tuberkulosis di 4 wilayah Asia Tenggara yaitu Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literatur review dengan pedoman PRISMA. Dari 14 artikel yang direview didapatkan bahwa stigma tuberkulosis dibedakan menjadi dua hal yaitu personal dan pandangan negatif masyarakat sekitar. Dampak yang ditimbulkan dari stigma yaitu pasien memilih untuk mengisolasi diri, merasa malu, dan terdiskriminasi dari lingkungan sekitar. Adanya stigma tuberkulosis di empat wilayah tersebut menjadikan masalah tuberkulosis cenderung tinggi. Penulis merekomendasikan pemberian edukasi pada masyarakat yang memberikan stigma kepada pasien tuberkulosis. Dengan adanya upaya pemberian edukasi, penulis berharap masyarakat dapat merubah pola pikir dan memberi dukungan sosial kepada pasien tuberkulosis. Kata Kunci: Stigma Tuberkulosis, Systematic Literatur Review, Asia Tenggar
Pelatihan Pengelolahan Sampah Anorganik pada Masyarakat Kelurahan Klamana, Kota Sorong Papua Barat
ABSTRAK Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbaharui. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam. Dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat jika sampah anorganik ini tidak dikelola dengan baik dalam jangka yang panjang maka dapat menyebabkan masalah Kesehatan. Pelatihan ini mengajarkan masyarakat untuk membuat kerajinan dari sampah dan memasarkan produk hasil dari daur ulang sampah . Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan praktek langsung.Terkumpul 40 ibu rumah tangga dan remaja putri yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini. Pelatihan Kemudian pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah yang dimulai dengan menyampaikan materi secara lisan tentang pengelolaan sampah yang dimulai dari penyuluhan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, dilanjutkan dengan materi tentang konsep 3R. Pada saat praktek, ibu-ibu peserta pelatihan di latih untuk membuat piring inke berbahan dasar plastik dari sampah gelas minuman air dalam kemasan. Diskusi juga dilakukan agar ibu rumah tangga lebih memahami materi yang diberikan serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk lebih aktif terlibat. Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melihat proses yang berlangsung. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti tahapan-tahapan pelatihan dari awal sampai akhir acara pelatihan. Sebagian besar peserta menginginkan program pelatihan ini berlanjut karena selain untuk mengisi waktu kosong di sela-sela kegiatan mengurus keluarga, juga membuka peluang untuk menambah pendapatan keluarga. Sementara faktor penghambat kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah terkait dengan waktu yang terbatas. Antusiasme peserta menjadikan waktu terasa singkat karena harus berakhir, disaat mereka telah memahami tentang sampah organik dan anorganik dan mulai lancar dalam praktek pembuatan produk daur ulang. Namun hampir semua berhasil menyelesaikan karya mereka dari sampah plastik tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk memberikan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk daur ulang bagi ibu-ibu rumah tangga di RT 03 RW 05 Kelurahan Klasaman Kota Sorong. peserta pelatihan dapat terus berlatih membuat aneka kerajinan berbahan sampah anorganik hingga menjadi mahir sehingga membuka peluang meningkatkan pendapatan keluarga. Kata Kunci: Sampah, Anorganik, Pengabdian Kepada Masyarakat ABSTRACT Inorganic waste comes from non-renewable natural resources. Most inorganic substances as a whole cannot be decomposed by nature. Negative impact on the environment and social life if this inorganic waste is not managed correctly in the long term, it can cause health problems. This training teaches the community to make handicrafts from waste and market products made from recycled wasteThe method applied in this activity is training and hands-on practice. Forty housewives and young women were involved in this training activity. Training Then, the movement was carried out using the lecture method, starting with delivering material orally about waste management, counselling on sorting organic and inorganic waste, followed by material on the 3R concept. During the practice, the mothers of the training participants were trained to make plastic-based ink plates from bottled water drink glass waste. Discussions were also held so that homemakers better understand the material provided and provide opportunities to be more actively involved. This community service activity is evaluated by looking at the ongoing process. The training participants were very enthusiastic about participating in the training stages from the beginning to the training event. Most of the participants wanted this training program to continue. Apart from filling their free time between taking care of the family, it also opened up opportunities to increase family income. Meanwhile, the inhibiting factor for this community service activity is related to the limited time. The participants' enthusiasm made the time seem short because it had to end when they understood organic and inorganic waste and started to be fluent in the practice of making recycled products. However, almost all of them completed their work from plastic waste. Community service activities provide training on the use of inorganic waste into recycled products for homemakers in Klasaman Village, Sorong City. Training participants can continue making various handicrafts made from inorganic waste until they become proficient at increasing family income opportunities. Keywords: Waste, Inorganic, Community Servic
Pengaruh Transparansi Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Dengan Persepsi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Sebagai Variabel Moderasi (Studi Di Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan)
The problem of ineffective use of village funds is caused by the community not being actively involved in managing village funds, and the results of previous research have linked the problem of community empowerment with the transparency factor of village fund management, so the author proposes a model for increasing community empowerment in village development by involving moderation of budget perceptions village income and expenditure on the influence of transparency on community empowerment.The survey was conducted on 99 people who work as government officials in 13 villages in Way Tuba District, Waykanan Regency, then analyzed using the partial least squares (PLS) program version 4.0. The results are in accordance with the proposed hypothesis that: (1) transparency influences the empowerment of village communities in Way Tuba District, Waykanan Regency, and (2) transparency influences the empowerment of village communities in Way Tuba District, Waykanan Regency, moderated by the Perception of the Village Income and Expenditure Budget. These results provide information to strategic decision makers at the village and sub-district levels about the importance of village community involvement and understanding of budgets in village development
Penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) terhadap Tingkat Kesadaran Pada Pasien Stroke di Rumah Sakit Jakarta
ABSTRACT Decreased consciousness in stroke patients can be caused by brain hypoxia due to blockage of blood vessels in ischemic strokes, while in hemorrhagic strokes, bleeding occurs in the brain accompanied by cerebral edema, increasing intracranial pressure (ICP) and causing narrowing of blood vessels and herniation of brain tissue. FAST sensory stimulation carried out by the family is more effective in influencing the patient's level of consciousness compared to stimulation carried out by nurses. FAST intervention, compared to other sensory stimulation, is a non-invasive method, with low risk, affordable cost, and simple in application, making it an attractive intervention and can be easily applied in patients with decreased consciousness. Data analysis in this paper applies univariate data analysis to observe demographic characteristics and changes in the level of awareness of each respondent. Next, statistical tests were used with the paired t-test to evaluate the effect of awareness level before and after implementing Familiar Auditory Sensory Training, with a significance level of 0.05. The author counted the number of respondents using G*Power Version 3.1 software (Kang, 2021) with a total of 11 respondents. Data analysis in this paper applies univariate data analysis to observe demographic characteristics and changes in the level of awareness of each respondent. Next, statistical tests were used with the paired t-test to evaluate the effect of awareness level before and after implementing Familiar Auditory Sensory Training, with a significance level of 0.05. The author counted the number of respondents using G*Power Version 3.1 software (Kang, 2021) with a total of 11 respondents. The characteristics of participants in the implementation of EBNP show that the majority are men (76.9%) with a high school education level (46.2%), Javanese ethnicity dominates (46.2%), and self-employed work dominates (53.8%). Participants' ages varied, with a mean of 53.1 years and a range of 42–67 years. The FAST intervention had a significant impact on patients' level of consciousness, with a mean increase from 10.1 to 11.6. These results show high statistical significance, and the implementation of FAST forms a standard operating procedure that can be adopted at PON hospitals. Keywords: Familiar Auditory Sensory Training (Fast), Level of Consciousness, Stroke Patients. ABSTRAK Penurunan kesadaran pada pasien stroke dapat disebabkan oleh kondisi hipoksia otak akibat sumbatan pembuluh darah pada stroke iskemik, sedangkan pada stroke hemoragik, terjadi perdarahan di dalam otak yang disertai edema serebri, meningkatkan tekanan intrakranial (TIK) dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah serta herniasi jaringan otak. Stimulasi sensori FAST yang dilakukan oleh keluarga lebih efektif dalam mempengaruhi tingkat kesadaran pasien dibandingkan dengan stimulasi yang dilakukan oleh perawat. Intervensi FAST, dibandingkan dengan stimulasi sensorik lainnya, merupakan metode non-invasif, dengan risiko rendah, biaya terjangkau, serta sederhana dalam aplikasinya, menjadikannya sebagai intervensi yang menarik dan dapat diterapkan dengan mudah pada pasien dengan penurunan kesadaran. Penerapan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti (EBNP) digunakan untuk memahami dampak penerapan FAST terhadap tingkat kesadaran pasien stroke. Analisis data dalam penulisan ini menerapkan analisis data univariat untuk mengamati karakteristik demografi dan perubahan tingkat kesadaran pada setiap responden. Selanjutnya, uji statistik digunakan dengan uji paired t-test untuk mengevaluasi pengaruh tingkat kesadaran sebelum dan setelah penerapan Familiar Auditory Sensory Training, dengan tingkat signifikansi 0,05. Penulis menghitung jumlah responden menggunakan perangkat lunak G*Power Versi 3.1 (Kang, 2021) dengan total 11 responden. Karakteristik peserta dalam implementasi EBNP menunjukkan mayoritas adalah laki-laki (76,9%) dengan tingkat pendidikan SMA (46,2%), suku Jawa mendominasi (46,2%), dan pekerjaan wiraswasta mendominasi (53,8%). Usia peserta bervariasi, dengan rata-rata 53,1 tahun dan rentang 42-67 tahun. Intervensi FAST memberikan dampak signifikan pada tingkat kesadaran pasien, dengan peningkatan rata-rata dari 10,1 menjadi 11,6. Hasil ini menunjukkan signifikansi statistik yang tinggi, dan penerapan FAST membentuk standar operasional prosedur yang dapat diadopsi di RUMAH SAKIT JAKARTA . Kata Kunci: Familiar Auditory Sensory Training (Fast), Tingkat Kesadaran, Pasien Strok
Bridging The Gap Of Information Source And Access To Dialysis Services With Klikdialisis.Com, As An Integrated Digital Communication Platform
ABSTRACTThe diagnosis and management of CKD, incredibly advanced CKD, can have a major impact on the patient's life due to the limitations of daily activities that the patient experiences, whether at work, traveling, or socializing. The author formulates the research design and methodology, as seen in Figure 2.2. In this research, both the external and internal analysis plays an important role in defining the clear gap of dialysis access and barriers and understanding the competitive advantages of klikdialisis.com. KlikDialisis.com is a health application platform based on socioeconomics by connecting patients, especially kidney patients, with dialysis service providers and other kidney health facilities
Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja Strategis, Job Relevant Information, Dan Kejelasan Peran Terhadap Kinerja Manajerial Perguruan Tinggi Swasta Di Bandar Lampung
Higher education is one of the educational institutions that are the main means in educating the nation. At this time many universities are established, managed, and developed by the government (state) or private. The main role of universities is to explore by conducting research and transmit knowledge by means of education. Managerial performance is a result of managerial activities that begin with planning, implementing, monitoring business, accountability reports, coaching, and monitoring. Managerial performance can be used to assess the processes and activities of managers in carrying out management functions which are calculated using indicators of planning, investigating, coordinating, evaluating, representing, negotiating, staffing, and supervising.The research design used in this research is explanatory research with a quantitative approach presented with numbers and analysis using statistics. Conducted from December 2021 to July 2022 on 7 private universities in Bandar Lampung where data collection using a questionnaire was then analyzed and presented in the form of a characteristic distribution table.From the results of research conducted by the author that the Strategic Performance Measurement System has a positive influence (O = 0.353) with the performance construct. the value of t – statistic in this construct relationship is 2.103 > 1.96, and the value of p – value is 0.031 1.96, and the value of p – value is 0.027 1.96, and the value of p – value is 0.025 < 0.05.Thus, it can be concluded that the influence of the strategic performance measurement system, job relevant information, and role clarity simultaneously have a significant effect on managerial performance. This shows that each variable is in accordance with what is expected so that managerial performance increases
- …
