41 research outputs found

    Analisis Pengukuran dan Perbaikan Supply Chain Dengan Metode Sistem Dinamis (Studi Kasus : Div. HANDAKKOM PT.PINDAD (Persero))

    No full text
    Salah satu aspek fundamental dalam supply chain management adalah manajemen kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan. Untuk menciptakan manajemen kinerja yang efektif diperlukan sistem pengukuran yang mampu mengevaluasi kinerja supply chain secara holistik. Salah satu upaya untuk memperbaiki kinerja rantai pasok adalah dengan melakukan pengendalian persediaan pada masing-masing rantai pasok. Dengan penelitian ini akan dilakukan pengukuran kinerja supply chain management, hasil dari pengukuran nantinya diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menentukan strategi yang akan dijalankan di masa mendatang untuk mencapai tujuan yang dinginkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui performansi kinerja supply chain existing dari Div. HANDAKKOM PT.PINDAD (Persero). Dengan mengetahui performansi kinerja saat ini diharapkan Div. HANDAKKOM dapat melakukan perbaikan untuk kinerja-kinerja yang menghambat tercapainya tujuan perusahaan yaitu dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. Div. HANDAKKOM belum pernah melakukan pengukuran performansi terhadap supply chainnya sebelumnya. Oleh karena itu dengan adanya supply chain management, akan sangat membantu perusahaan bagaimana agar proses dalam memenuhi kebutuhan dapat berjalan efisien untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Setelah dilakukan pengukuran, dilakukan perbaikan dan perbaikan yang dilakukan adalah dengan melakukan pengurangan persediaan atau inventory reduction. Hasilnya adalah nilai untuk tiap kinerja supply chain management dan kebijakan yang sebaiknya dilakukan untuk mencapaian nilai tersebut. Saat ini performansi supply chain existing Div. HANDAKKOM dikatakan sudah cukup baik karena memiliki nilai 0.65 untuk skala 0-1. Sebagian besar dari metriks-metriks yang diukur mempunyai skor yang cukup bagus,sehingga performansi supply chain di Div. HANDAKKOM secara keseluruhan mempunyai nilai yang baik. Akan tetapi terdapat beberapa metriks yang perlu diperhatikan oleh pihak perusahaan karena mempunyai skor atau nilai yang cukup rendah, yaitu dibawah 0.60. Untuk kinerja yang nilainya kurang baik diberikan usulan alternatif perbaikan untuk meningkat kinerja di masa yang akan datang. Setelah dilakukan perbaikan kemudian akan disimulasi berdasarkan kebijakan yang dihasilkan dari perbaikan ataupun dengan kebijakan yang lain. Model perbaikan yang disimulasikan adalah kinerja yang memiliki nilai performansi yang kurang dari ratarata atau dapat juga dikatakan untuk kinerja-kinerja yang masih memiliki nilai yang buruk, sedangkan untuk kinerja-kinerja yang sudah memiliki nilai yang baik tidak dilakukan perbaikan. Skenario yang dilakukan untuk perbaikan adalah dengan melakukan pengurangan waktu inventory days of supply dari 165.64 hari menjadi 150 hari dan 120 hari dan juga meningkatkan inventory turn over sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Dengan dilakukannya perbaikan ini diharapkan nilai performansi supply chain perusahaan Div.HANDAKKOM dapat meningkat. Supply chain, pengurangan persediaan, kinerja rantai suplai, sistem dinamis

    Penyimpangan Fungsi Media Massa “Obor Rakyat” Sebagai Alat Propaganda Politik Pilpres 2014

    No full text
    Political activity will never escape media attention. Same thing with the arrival of a Obor Rakyatin the new president of the year 2014 .Obor Rakyatis one of the media who attended as a means of political communication.The media is alleged to have committed an offense and deviating from its major function .Because language in the text containing a message of political propaganda. Hence the author wants to see if the media Obor Rakyatof deviating from its major function and used as an instrument of political propaganda. In analyzing the torch the author using methods of contents analysis In a unit of this research is that language in the media over the 1stand 2nd edition. To analyze the media and using the indicators are functional measurementcode of journalistic ethics. The analysis conducted using nine of the propaganda.Supported bythe propaganda put forward by lasswell and lippmann.Analysis of the results Obor Rakyatseen from the function newsmaking, socialization, persuasion, and agenda setting has committed an offense. The media is also used as an instrument of political propaganda in 2014 to drop the name of jokowi presidential election. How to spread news that is not true that the chinese jokowi non-musli

    FAKTOR LINGKUNGAN BIOTIK DALAM KEJADIAN LUAR BIASA LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN TANGERANG, BANTEN, INDONESIA

    No full text
    Leptospirosis is a zoonotic disease caused by Leptospira . Leptospirosis is a public health problem throughout the world, including in Indonesia. The case of leptospirosis in Tangerang District in 2015 was increased the most cases located in the area of Puskesmas Kronjo . Environmental factors affect the spread of leptospirosis disease one of the biotic factors. The aim of the study to analyze the relationship of biotic environmental factors to the incidence of leptospirosis in Tangerang Regency. The research was conducted by cross sectional with location observation approach, and observation by questionnaire of biotic environment of resident's house. The number of house samples for biotic environmental inspection were 35 houses.The data collected includes the presence of pets at home, and plants around the house. Data on the success of rat catching was done by catching rat at the site. Data were analyzed descriptively and bivariate analysis. The results showed that vegetation (OR = 1,103, 95% CI = 0,987-1,234, p = 0,579) and pets (OR = 0,567; 95% CI = 0,47-6,895; p = 0,653) were statistically unrelated to the incidence of leptospirosis. The high trap success at the study site may be a potential risk for leptospirosis events.     &nbsp

    Modification Finance of Salam and the Implications for Salam Accounting Treatment in Indonesia

    No full text
    AbstractBank Indonesia has set standardization of Salam and PSAK No. 103. The theoretical study results showed that the non-application of Salam contract in the Islamic Banking includes: fear of the banks on dishonesty or farmers’ harvest failure, the risks that brought by Salam contract and the lack of socialization of Salam contract to the farmers. The modified solutions made to eliminate the problem at Salam contract is to establish agricultural banks, providing socialization and education to farmers, giving option to the payment system of Salam and the amount of farmers’ credit are not the basic price of farmers’ harvest
    corecore