1,720,966 research outputs found
Itibar Al-quran: peran tulang ekor dalam proses penciptaan dan kebangkitan manusia
Tulang berukuran kecil yang memiliki peranan penting dalam proses kehidupan manusia dari mulai ia diciptakan sampai nanti ia kembali ke asalnya yakni tulang ekor. Dari tulang tersebutlah manusia diciptakan dan akan dibangkitkan kembali. Manusia seringkali meremehkan hal-hal yang kecil, padahal kita dapat menemukan tangan-Nya atau menarik pandangan i’itibar darinya. Karena, tidak ada sesuatu pun yang Allah Swt ciptakan itu tidak memiliki manfaat. Dan dari ciptaan-Nya itulah kita bisa merasakan adanya kehadiran Allah Swt disetiap fenomena. Metode tematik dipilih untuk membahas secara gamblang untuk menjelaskan dan memperkuat fakta-fakta tentang keajaiban tulang ekor dan peran-peranannya serta dilengkapi dengan ayat-ayat al-Qur‟an dan Hadits Nabi. Al-Qur‟an dan sains terintegrasi dalam kajian ilmiah Islam sesuai dengan tujuan al-Qur‟an untuk memberi petunjuk kepada manusia, menetapkan aturan hidup mereka meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Qur‟an yang diturunkan pada 14 abad silam itu mengandung berbagai fakta ilmiah. Dengan keberadaannya, semua makhluk dapat mengenal Allah Swt dan keagungan-Nya. Meskipun ilmu pengetahuan kini berkembang sedemikian pesat, tak satupun teori ilmiah tersebut yang bertentangan dengan al-Qur‟an
NILAI ESTETIS TARI PA’BITTE PASSAPU’ DI DESA TANA TOA KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA
ABSTRAK
Jenis dari penelitian ini adalah kualitatif yang
bersifat deskriptif dengan tekhnik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi,
wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Pa’bitte Passapu’ adalah tari
yang sifatnya hiburan yang ditarikan oleh penari laki-laki yang berjumlah 4 orang, dimana tarian ini
menggambarkan atau menceritakan tentang bagaimana alur dari pa’bitte manu (sabung ayam) dimasa
lampau. Tari Pa’bitte Passapu’ merupakan tari yang memilih tempo gerak yang sedikit cepat, gerak
didalam tarian ini lebih banyak gerakan kaki dan passapu’ yang dimainkan. Nilai estetis tari Pa’bitte
Passapu terdapat pada enam unsur dari Sembilan unsur yang memenuhi syarat estetis yaitu kesatuan,
keragaman, pengulangan, urutan, keseimbangan dan harmoni. Nilai estetis tari juga dapat dilihat dari
makna filosofis yang terkandung didalamnya. Tari Pa’bitte Passapu’ merupakan tari tradisional yang
biasa ditarikan pada acara adat seperti pernikahan, khitanan, pakkatere dan acara-acara adat lainnya.
Tari Pa’bitte Passapu mempunyai urutan struktur gerak diantaranya hille’ (ammiti’), pasilele manu’ , soe
saunggu’-unggu’, anngasa taji, abbulang taji, pa,bittte passapu, dan pappulikang. Tari Pa’biitte Passapu
mempunyai karakteristik dalam geraknya yaitu gerak yang ringan dan santai tanpa ada penekanan otot
sedikitpun. Arah hadap penari juga senantiasa selalu berhadapan dan membentuk pola searah jarum ja
Pengaruh Current Ratio Dan Earning Pershare Terhadap Harga Saham Dengan Price Earning Ratio Sebagai Variabel Moderasi
Tujuan Studi : Untuk menganalisis pengaruh current ratio terhadap harga saham, dan untuk menganalisis price earning ratio memoderasi hubungan antara current ratio dan earning pershare dengan harga saham.
Metodologi : Teknik yang digunakan adalah purposive sampling dan jumlah sampel yang digunakan adalah 19 perusahaan. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan analisis regresi moderasi dengan bantuan software IBM SPSS 25 dalam megolah data.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, earning pershare berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, dan price earning ratio bukan sebagai variabel moderasi yang memoderasi hubungan antara current ratio dan earning pershare terhadap harga saham.
Manfaat : Untuk informasi dalam mengambil keputusan investasi serta dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam peningkatkan kinerja perusahaan
The Capability of Kepok Banana Peel (Musa paradisiaca) to Triglyceride Level Decrease in Diabetic Rats
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Suhu Annealing dan Konsentrasi MgCl2 terhadap Spesifisitas Amplikon dengan Primer CSSM018
Polymerase chain reaction (PCR) is a technique of DNA amplification which its success depends on the wider range of several factors, e.g., the annealing temperatures and MgCl2 concentrations. The aim of this study was to determine the effect of annealing temperatures and MgCl2 concentrations on the amplicon specificity of CSSM018 primer. Annealing temperatures of 50oC to 60oC were used in this study while MgCl2 concentrations were in the range of 1.0mM to 2.5 mM. DNA genome of Garut sheep was used as DNA template. PCR products were visualized by a method of 8% ND PAGE. The findings showed that the annealing temperature of 60oC presented the most specific band of the CSSM018 primer at the right size of 116-134bp. Annealing temperatures that were less than 60oC showed the weaker and non-specific bands. A concentration of 1.25 mM MgCl2 showed the best band of the CSSM018 primer with size of 116-134bp. While concentrations of 1.5; 1.75; 2.0 and 2.5 mM MgCl2 showed sharper with some bands seemed noisy, those indicated non-specific products. This study suggests that annealing temperature of 60oC and MgCl2 concentration of 1.25 mM resulted specific amplicon for CSSM018 primer
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Metode Sensitif untuk Identifikasi Pencemaran Babi pada Makanan Tanpa Diolah dengan Teknik Amplifikasi PCR
Pada era globalisasi akhir-akhir ini, tidak mungkin menghindar dari masuknya bahan
makanan olahan atau tanpa diolah dari luar negeri. Tujuan penelitian ini yaitu menguji
sensitivitas (kerentanan) teknik PCR untuk deteksi kandungan rendah kontaminan daging babi
pada daging sapi mentah. Sebanyak 5 tingkat kontaminan daging babi (0,05; 0,10; 0,15; 0,20
dan 0,25%) dalam 5 gram berat total campuran daging telah diuji. Ke lima campuran daging
dan 100% daging sapi serta 100% daging babi, dikoleksi DNA nya menggunakan kit DNA
(QIAGEN). Satu pasang primer spesifik untuk porcine Leptin digunakan dalam amplifikasi
DNA dengan kit PCR. Suhu annealing ditentukan dengan optimasi PCR terlebih dahulu. Dua
siklus PCR (25 dan 35) diaplikasikan dalam amplifikasi. Produk PCR divisualisasi pada
10ï€20% gradient PAGE untuk spesifik porcine Leptin. Hasil menunjukkan bahwa ukuran
potongan Leptin (152pb) telah teridentifikasi pada ke lima sampel sampuran maupun pada
control positif (pork), namun tidak terindikasi pada kontrol negatif (daging sapi). PCR dengan
35 siklus menghasilkan tampilan pita lebih baik dari 25 siklus. Studi ini menyarankan bahwa
PCR dengan 35 siklus dapat digunakan sebagai metode cepat untuk identifikasi pencepamaran
daging babi dengan dengan tingkat sensitivitas pencemaran daging babi sampai 0,05%
- …
