1,722,603 research outputs found

    The summary dataset for prevalence of UTI in DM patient

    No full text
    This data provide a distribution of age, gender, duration of DM, diagnosis, urine culture result and antibiotics pattern from microorganisms isolated in urine cultur

    Makalah Transparansi Pada Pelayanan Publik - Meita Indriati

    No full text
    Transparansi dalam penyelenggaraan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang bersifat terbuka, mudah, dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan serta disediakan secara memadai dan mudah dimengerti oleh semua penerima kebutuhan pelayanan. Untuk mencapai hal di atas, diperlukan kondisi aktual seperti : manajemen dan pelaksanaan pelayanan publik harus diinformasikan dan mudah diakses oleh masyarakat; prosedur pelayanan harus dibuat dalam bentuk Bagan Alir; persyaratan teknis dan administratif pelayanan harus diinformasikan secara jelas pada masyarakat; kepastian rincian biaya pelayanan harus diinformasikan secara jelas pada masyarakat; kepastian dan kurun waktu penyelesaian pelayanan harus diinformasikan secara jelas pada masyarakat; pejabat/ petugas yang berwenang dan bertanggung jawab memberikan pelayanan harus ditetapkan secara formal berdasarkan SK; lokasi pelayanan harus jelas; janji (motto) pelayanan harus tertulis secara jelas; standar pelayanan publik harus realistis dan dipublikasikan pada masyarakat; serta informasi pelayanan harus dipublikasikan dan disosialisasikan pada masyarakat melalui media. Selain itu, diperlukan juga sejumlah faktor penunjang seperti dukungan kebijakan, ketersediaan teknologi, kemampuan pegawai, dukungan dan kesadaran warga, kecukupan anggaran, komitmen pegawai, pengawasan dan sanksi, budaya kerja, dan pola pelayanan yang tepat

    Makalah Transparansi Pada Pelayanan Publik - Meita Indriati

    No full text
    Transparansi dalam penyelenggaraan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang bersifat terbuka, mudah, dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan serta disediakan secara memadai dan mudah dimengerti oleh semua penerima kebutuhan pelayanan. Untuk mencapai hal di atas, diperlukan kondisi aktual seperti : manajemen dan pelaksanaan pelayanan publik harus diinformasikan dan mudah diakses oleh masyarakat; prosedur pelayanan harus dibuat dalam bentuk Bagan Alir; persyaratan teknis dan administratif pelayanan harus diinformasikan secara jelas pada masyarakat; kepastian rincian biaya pelayanan harus diinformasikan secara jelas pada masyarakat; kepastian dan kurun waktu penyelesaian pelayanan harus diinformasikan secara jelas pada masyarakat; pejabat/ petugas yang berwenang dan bertanggung jawab memberikan pelayanan harus ditetapkan secara formal berdasarkan SK; lokasi pelayanan harus jelas; janji (motto) pelayanan harus tertulis secara jelas; standar pelayanan publik harus realistis dan dipublikasikan pada masyarakat; serta informasi pelayanan harus dipublikasikan dan disosialisasikan pada masyarakat melalui media. Selain itu, diperlukan juga sejumlah faktor penunjang seperti dukungan kebijakan, ketersediaan teknologi, kemampuan pegawai, dukungan dan kesadaran warga, kecukupan anggaran, komitmen pegawai, pengawasan dan sanksi, budaya kerja, dan pola pelayanan yang tepat

    Treatment Patterns of Covid-19 in Patients at Indriati Boyolali Hospital

    Full text link
    Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit baru yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Pandemi ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan kasus-kasus baru yang terus bermunculan di Negara-negara seluruh dunia, termasuk di Negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gambaran penggunaan obat pasien rawat inap yang terjangkit Covid-19 pada Rumah Sakit Indriati Boyolali, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan desain retrospektif berupa rekam medis periode Maret 2020 hingga Oktober 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang terjangkit Covid-19 dan dirawat inap di RS Indriati Boyolali. Sampel yang digunakan sesuai dengan kriteria yaitu pasien yang terjangkit Covid-19. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan jenis obat yang diberikan pada pasien   yaitu golongan antibiotik (15%); Penggunaan suplemen (12%); Golongan obat mukolitik (9,2%); Golongan obat antihipertensi (8,9%); Golongan antidiabet (8,6%); Golongan obat analgetik (5,7%); Golongan obat antivirus (2,5%); Dan penggunaan sedatif (0,9%); Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran penggunaan obat pada pasien rawat inap di RS Indriati Boyolali mengunakan antibiotik terbanyak yaitu levofloksasin (5,7%); penggunaan suplemen terbanyak yaitu vitamin C (19%); penggunaan antihipertensi terbanyak yaitu amlodipine (3,3%); penggunaan antidiabetes terbanyak yaitu metformin (4,5%); dan penggunaan mukolitik terbanyak yaitu asetilsistein (6%)

    Gambaran Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Askep di Rawat Inap Rumah Sakit Indriati Solo Baru

    Full text link
    The performance of nurses is a crucial indicator in achieving health service goals, including the stages of assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The study aimed to describe the nurse's performance in documenting nursing care in the inpatient room of Indriati Solo Baru Hospital. The investigation employed a quantitative approach, with a sample of 18 nurses selected through the total sampling method. Data were collected utilizing a questionnaire and analyzed using the univariate method. The findings indicated that the overall performance of nurses in nursing care documentation within the Sakura inpatient room of Indriati Solo Baru Hospital was rated as good, achieving a score of 72.2%. An age analysis revealed that most nurses were aged between 20 and 30 years (88.9. Furthermore, all respondents werfe female (100%). Regarding educational qualifications, a significant proportion of the nurses held a Ners degree (66.7%). Regarding their professional experience, most nurses in the Sakura room had over one year of work experience (77.8%). The assessment results indicate a classification of "good" in the following categories: overall assessment (100%), diagnosis (100%), age-related interventions (100%), implementation (100%), and evaluation (88.9%).   Abstrak Kinerja perawat merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan dimulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implmentasi, dan evaluasi.  Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kinerja perawat dalam pendokumentasian di rawat inap Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Jenis penelitian ini kuantitatif. Sampel dalam penelitian adalah 18 perawat yang dipilih secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan analisa data yang digunakan analisa univariate. Hasil penelitian menunjukkan pendokumentasian di rawat inap Sakura Rumah Sakit Indriati Solo Baru keseluruhan dalam kategori baik (72,2%), berdasarkan usia sebagian berusia 20-30 tahun (88,9%), berdasarkan jenis kelamin semua perawat berjenis kelamin perempuan(100%), berdasarkan pendidikan sebagian besar latar belakang pendidikan Ners (66,7%), berdasarkan lama kerja perawat di  ruang sakura memiliki pengalaman kerja >1 tahun (77,8%), berdasarkan pengkajian dalam kategori baik (100%), berdasarkan diagnosa dalam kategori baik (100%), berdasarkan usia berdasarkan intervensi dalam kategori baik (100%), berdasarkan implementasi dalam kategori baik (100%), berdasarkan evaluasi dalam kategori baik (88,9%). Implikasi praktis berdasarkan hasil penelitian digunakan sebagai masukan untuk instansi atau rumah sakit untuk dapat mempertahankan kinerja dalam melakukan pendokumentasian askep di ruangan sakura maupun ruang lain Rumah Sakit Indriati Solo Baru

    GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PEMERIKSAAN MRI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT INDRIATI SOLO BARU

    Full text link
    Kecemasan dapat terjadi kapan dan dimana saja, salah satunya ketika sebelum pemeriksaan MRI. Faktor-faktor seperti kondisi ruang MRI, pengalaman pasien menjalani MRI, dan jenis pemeriksaan menjadi faktor utama timbulnya kecemasan dalam pemeriksaan MRI. Tujuan: Untuk mengetahui persentase tingkat kecemasan pasien secara keseluruhan dan berdasarkan faktor-faktor penyebab kecemasan dalam pemeriksaan MRI di instalasi radiologi RS Indriati Solo Baru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel non-probability dengan teknik purposive sampling pada 36 sampel. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner STAI kemudian di analisis menggunakan metode distribusi frekuensi dengan bantuan aplikasi statistika. Hasil pengolahan data tentang tingkat kecemasan pasien pada pemeriksaan MRI di instalasi radiologi RS Indriati Solo Baru paling banyak mengalami kecemasan sedang sebesar 77,8%, sementara itu pasien dengan kecemasan ringan berjumlah 22,2% dan tidak ada pasien yang mengalami kecemasan berat. Pasien pada faktor kondisi ruang mengalami kecemasan sedang sebesar 38.9%, kecemasan ringan 55,6%, dan kecemasan berat 5,6%. Faktor pengalaman pasien dengan kecemasan sedang 77,8%, kecemasan ringan 19,4%, dan kecemasan berat 2,8%. Faktor jenis pemeriksaan di dominasi oleh kecemasan sedang 80,6%, kecemasan ringan 16,7%, dan kecemasan berat 2,8%. Tingkat kecemasan pasien pemeriksaan MRI di instalasi radiologi RS Indriati Solo Baru didominasi oleh kategori kecemasan sedang dan jenis pemeriksaan adalah faktor yang memiliki kontribusi besar terhadap munculnya kecemasan sedang hingga berat

    PENERAPAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT INDRIATI SOLO BARU

    Full text link
     Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal, tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg. Relaksasi autogenik merupakan salah satu teknik relaksasi yang bersumber dari diri sendiri berupa kata-kata atau kalimat pendek ataupun pikiran yang bisa membuat tentram. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan teknik relaksasi autogenik pada pasien hipertensi terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RS Indriati Solo Baru serta menyusun hasil temuan dalam bentuk karya tulis ilmiah . Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pre- test dan post-test design. Sampel penelitian sebanyak 2 pasien hipertensi yang dirawat di Rumah Sakit Indriati, penerapan dilakukan selama 3 kali  pertemuan dengan durasi 10-15 menit. Hasil pengkajian didapatkan klien I berumur 57 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SD, pekerjaan ibu rumah tangga, terdapat riwayat penyakit hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Sedangkan pada klien II berumur 60 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SD, pekerjaan ibu rumah tangga, terdapat riwayat penyakit hipertensi sejak 4 tahun yang lalu. Sebelum penerapan tekanan darah pada klien I 170/90mmHg dan pada klien II 180/90mmHg. Setelah penerapan tekanan darah pada klien I menurun menjadi 140/80mmHg dan tekanan darah pada klien II menurun menjadi 148/80mmHg atau berada pada rentang hipertensi stadium 1. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya penurunan tekanan darah setelah pemberian terapi relaksasi autogenik pada kedua klien hipertensi di Rumah Sakit Indriati Solo Bar

    Pengaruh Karakteristik Individu, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Terhadap Loyalitas Pasien Di Rs. Indriati Solo Baru

    Full text link
    This study aims to analyze the Effect of Individual Characteristics, Service Quality, Satisfaction on Patient Loyalty at Rs. Indriati Solo Baru. The sample in this study amounted to 102 consumers at Rs. Indriati Solo Baru using a questionnaire for data collection. The sampling technique using probability convenience sampling method. The data analysis technique uses path analisis. The results of this study indicate that: 1) The Effect of Service Quality on patient satisfaction. 2) The Effect of Service Quality on Patient Loyalty. 3) The Effect of Patient Satisfaction on Patient Loyalty. 4) Satisfaction can mediate between service quality and patient loyalty. 5) There is a Relationship between the Quality of Health Service Quality and Patient Loyalty

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore