411 research outputs found

    Telaah rindu dalam kumpulan puisi angin apa ini dinginnya melebihi rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto: kajian semiotika riffaterre

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “ Telaah Rindu dalam Kumpulan Puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu Karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto : Kajian Semiotika Riffaterre”, berlatar belakang banyak sekali makna yang tersirat di dalam kumpulan puisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “rindu” yang terdapat pada kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto dengan menggunakan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik yang akan dilanjutkan matriks, model, varian menjurut kajian semiotika Riffaterre. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang memfokuskan “rindu” dalam kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto. Data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto yang diterbitkan oleh penerbit Interlude di Yogyakarta tahun 2015. Berdasarkan pembacaan heuristik terhadap struktur kebahasaan terhadap kumpulan puisi Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu karya Ramayda Akmal, Asef Saeful Anwar, Fitriawan Nur Indrianto ditemukan adanya berbagai makna yang belum sesuai dengan tata bahasa, sehingga pembaca mengalam kesulitan untuk memaknainya. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pembacaan hermeneutik yang memberikan konvensi sastranya. Setelah mendapatkan dari pembacaan heuristik dan hermeneutik dilanjutkan dengan pencarian matriks, model, varian, sehingga dapat ditemukan makna rindu yang berbeda-beda di dalam sepuluh puisi. “Pucuk Kenangan”, “Bunga Rindu”, “Catatan Sewaktu Bulan Purnama” karya Fitriawan Nur Indrianto. “Angin Apa Ini Dinginnya Melebihi Rindu” karya Asef Saeful Anwar. “Mencintai Masa Lalu”, “Pantai dan Kerang”, “Pelukan yang Tidak Sampai”, “Malam di Bawah Kipas Angin”, “Sajak Rindu”, “Pulang” karya Ramayda Akmal

    PENCEGAHAN BROWNING FASE INISASI KALUS PADA KULTUR MIDRIB DAUN KLON KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG) PB 330

    Get PDF
    Perbaikan teknik perbanyakan dan mutu bibit klonal karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Kendala teknik tersebut diantaranya masih tingginya intensitas browning pada tahap inisiasi kalus. Browning umumnya disebabkan oleh senyawa fenolik yang biasanya muncul dan terakumulasi ketika eksplan dilukai. Penelitian ini bertujuan mengetahui metode eliminasi browning yang efektif diantara perlakuan perendaman eksplan dalam asam askorbat, arang aktif+sukrosa, subkultur berulang yang diinkubasi dalam ruang gelap dan terang. Bahan eksplan yang digunakan adalah eksplan midrib daun klon karet PB 330 yang ditanam pada media induksi kalus MS+2,4-D 5 ppm. Masing-masing menggunakan 10 botol sebagai ulangan dan ditanam sebanyak 2 eksplan per botol. Pengamatan meliputi waktu awal browning, waktu rata-rata eksplan mengalami browning, intensitas browning dan jumlah eksplan browning hingga 35 hari setelah tanam (HST). Data dari 10 eksplan untuk masing-masing perlakuan selanjutnya dianalisis dengan analisis ragam dari Rancangan Faktorial dan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test untuk data yang berbeda nyata. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perendaman eksplan dalam 100 mg/L asam askorbat steril selama 30 menit, yang diinkubasi dalam ruang gelap efektif menurunkan intensitas browning hingga 7,5% dengan jumlah eksplan yang mengalami browning dapat ditekan hingga 30%. Diterima : 6 Januari 2016 / Direvisi : 30 Mei 2016 / Disetujui : 24 Juni 2016 How to Cite : Admojo, L., & Indrianto, A. (2016). Pencegahan browning fase inisasi kalus pada kultur midrib daun klon karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) PB 330. Jurnal Penelitian Karet, 34(1), 25-34. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/22

    Sumbangan Kekuatan Otot Tungkai, Tinggi Badan dan Panjang Lengan Terhadap Kemampuan Smash Bolavoli Pada Mahasiswa UKM Bolavoli Putra UNS Tahun 2017

    Get PDF
    Tesar Indrianto. K5612075. The Contribution Of Lower Limb Muscle Power, Body Height and Arm Length to Volleyball Smash Ability In The Students Of Male Volleyball Student Activity Unit Of UNS In 2017. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Surakarta Sebelas Maret University, July 2017. This research aimed to find out the contribution of lower muscle power to lower limb muscle power to volleyball smash ability, the contribution of body height to volleyball smash ability, the contribution of arm lenght to volleyball smash ability, the contribution of lower limb muscle power, body height and arm lenght to volleyball smash ability in the students of male volleyball student activity unit of UNS. This research employed a descriptive method with correlational study. this research was conducted for a day on April 19, 2017 at 06.30 - 10.00 p.m. The sample of research was the members of volleyball student activity unit consisting of 33 students. Techniques of collecting data used were test and measurement of lower limb muscle power, body height, arm lenght and smash volleyball ability. The result of research showed that there was a contribution of lower muscle power to lower limb muscle power to volleyball smash ability in the students of male volleyball student activity unit of UNS with the score of 39, 10%, there was a contribution of body height to volleyball smash ability in the students of male volleyball student activity unit of UNS with the score of 24,29%, there was a contribution of arm lenght to volleyball smash ability in the students of male volleyball student activity unit of UNS with the score of 16,81%, and there was a contribution of lower limb muscle power, body height and arm lenght simultaneously to volleyball smash ability in the students of male volleyball student activity unit of UNS with the score of 80.2%. Keywords: volleyball smash, lower limb muscle power, body height, arm lenght

    ANALISIS PEMUATAN CONTAINER DI MV. STRAIT MAS

    Get PDF
    ABSTRAKSI Indrianto, Agung Prasetyo Yudha, 52155553 N, 2020, “Analisis Pemuatan Container di MV. Strait Mas”, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. H. S. Sumardi, S.H., M.M.,M.Mar, Pembimbing II: Darul Prayogo M.Pd. Transportasi laut menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proses kegiatan ekspor dan impor. Dalam pelaksanaan kegiatan pengangkutan barang tidak terlepas dari kegiatan bongkar muat baik yang dilakukan di pelabuhan awal maupun yang dilakukan di pelabuhan tujuan. Kapal Container, kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut muatan berupa container seperti muatan pada kapal MV. STRAIT MAS. Maka dari itu cara penanganan muatannya pun penting untuk diperhatikan Container adalah kotak besar dari berbagai ukuran dan terbuat dari berbagai jenis pembangunan yang kegunaannya untuk pengangkutan barang-barang baik melalui darat, laut maupun udara. Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yang diambil adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan riset lapangan yang meliputi wawancara dan observasi, serta studi pustaka dan dokumentasi, sehingga didapatkan teknik keabsahan data triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penataan dan pengaturan muatan meruakan hal yang penting, serta sistem pengamanan yang baik agar menyatu dengan badan kapal hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan awak kapal, barang atau muatan serta kapal itu sendiri. (2) Penanganan Reefer container harus dilakukan dengan cermat. Sebelum dimuat diatas kapal harus di cek secara detail kembali keseluruhan kondisi muatan terutama pada pengaturan suhu dan sirkulasi karena setiap jenis muatan berbeda setting temperature. Suhu muatan harus dipantau secara berkala, hal ini dilakukan agar muatan didalamnya tidak mengalami kerusakan dan sampai dipelabuhan tujuan dengan kondisi yang bagus Dengan mengetahui hasil dari penelitian tersebut diharapkan agar penanganan muatan container akan berjalan lebih baik dan mencegah kerugian yang ditimbulkan baik dari perusahaan, crew kapal, ataupun pengirim. ABSTRACT Indrianto, Agung Prasetyo Yudha, 52155553 N, 2020, “Analysis Container Loading in MV. Strait Mas”, Minithesis of Technical Department, Diploma IV Program of Merchant Marine Polytechnic Semarang, Mentor I: Capt. H. S. Sumardi, S.H., M.M.,M.Mar, Mentor II: Darul Prayogo M.Pd. Sea transportation is a top priority in the process of implementing export and import activities. In carrying out the activities of transportation of goods can not be separated from the loading and unloading activities carried out at the initial port and carried out at the port of destination. Container ships, ships specifically designed to carry containers such as cargo on the MV. STRAIT MAS. Therefore, how to handle loading it is also important to note Containers are large boxes of various sizes and are made from various types of development for the purpose of transporting goods by land, sea or air. The method of this research is to study qualitative and descriptive research designs. Sources of research data taken are primary and secondary data. The technique of collecting data through field research which includes interviews and observations, as well as literature studies and documentation, so that the data triangulation technique is obtained. The results of the study show that (1) the arrangement and arrangement of the cargo is important, and a good security system so that it is integrated with the hull, this is done to protect the safety of the ship, goods or loading the ship itself. (2) The handling of Reefer containers must be done carefully. Back to the top more information Temperature settings. The temperature of the load must be monitored regularly, this is done so that the load inside does not contain damage and until the destination port is in good condition By knowing the results of this study it is hoped that the handling of container loads will run better and avoid losses caused by both the company, the crew, and shipping

    Pengembangan Trainer Kendali Kecepatan Motor DC dengan Fuzzy Controller Untuk Matakuliah Praktikum Sistem Kendali di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Indrianto, Maul. 2015. Pengembangan Trainer Kendali Kecepatan Motor DC Dengan Fuzzy Controller untuk Matakuliah PraktikumSistemKendali di JurusanTeknikElektroUniversitasNegeri Malang. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. (2) M. RodhiFaiz, S.T., M.T. Kata Kunci :Pengembangan,Trainer, Fuzzy logic, Motor DC,LabVIEW Pada matakuliah Praktikum Sistem Kendali terdapat pokok bahasan tentang sistem kendali. Dalam pokok bahasan tersebut, sesuai katalog Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang (2013:101) menjelaskan bahwa tujuan dari matakuliah tersebut yaitu memahami konsep sistem kontrol dan mengimplementasikan pengontrolan sistem fisik. Dalam penerapannya, penulis memilih menggunakan jenis motor DC magnet permanen sebagai pengaplikasian dari sistem kendali dikarenakan disamping mudah dalam cara pengendalian putaran motor, namun juga lebih mudah ditemui di dalam peralatan elektronik. Salah satu sistem yang dapat digunakan untuk kendali kecepatan motor DC adalah sistem fuzzy logic yang mampu mendefinisikan nilai diantara keadaan yang konvensional seperti benar atau salah, ya atau tidak, putih atau hitam dan lain-lain. Trainer yang dikembangkan sesuai dengan materi yang diajarkan pada matakuliah praktikum sistem kendali disertaijobsheet dan buku petunjuk penggunaan. Model pengembangan TrainerKendali Kecepatan Motor DC  menggunakan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIEterdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) Analisis, (2) Desain, (3)Pengembangan, (4) Implementasi, (5)Evaluasi. Proses validasi dilaksanakan oleh ahli media, ahli materi, dan melakukan implementasi pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Validasi bertujuan untuk mengukur kelayakan produk yang dikembangkan. Validasi menggunakan angket rating scale yang kemudian dianalisis. Analisis data yang diperoleh digunakan untuk menentukan kelayakan media sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Produk yang dikembangkan pada penelitian ini berupaTrainerKendali Kecepatan Motor DC yang disertai dengan jobsheet, dan buku petunjuk penggunaan trainer. Tahap pertama dilakukan validasi oleh para ahli yang kemudian dilanjutkan dengan mengujicobakan trainerpada mahasiswa. Sampel yang digunakan dalam ujicoba adalah mahasiswa angkatan 2011 dan 2012 Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang yang sudah menempuh matakuliah Praktikum Sistem Kendali. Persentase yang diperoleh pada validasi ahli media 82.50%, ahli materi 96,15%, dan hasil uji coba kelompok kecil 85%, kelompok besar 88,26%. Dari hasil validasi dan uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid secara keseluruhan. Dari kriteria yang didapatkan menunjukkan produk dinyatakan layakdan sangat baik digunakan serta dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran

    Flavonoid Production in Callus Cultures from Mesocarp of Stelechocarpus burahol

    Get PDF
    Stelechocarpus burahol is one of the medicinal plants that contains flavonoids. The study was carried out to know flavonoid production of cultures in vitro S. burahol from mesocarp explants. Mesocarp explants were cultured on MS medium containing different combination and concentration of plant growth regulators i.e. picloram (5, 7.5 and 10 mg/L) and 2, 4-D (10, 15 and 20 mg/L) under dark condition. Induction of callus formation started on the 20.29th to the 29.86th days. Medium supplemented with Picloram and dark state proved to be the best condition for optimum callus induction from mesocarp explants of S. burahol. Callus grown on medium with the addition of 7.5 mg/l Picloram produces the highest flavonoid. The maximum production of the secondary metabolite was obtained from 8 weeks old callus. However, by the time of callus ageing, its output has declined. It could be concluded that callus cultures from mesocarp S. burahol can be used for flavonoid production. How to CiteHabibah, N. A., Moeljopawiro, S. Dewi, K. &amp; Indrianto, A. (2016). Flavonoid Production in Callus Cultures from Mesocarp of Stelechocarpus burahol. Biosaintifika: Journal of Biology &amp; Biology Education, 8(2), 214-221.</p

    Growth Pattern and Copper Accumulation in Callus of Datura metel

    Get PDF
    This experiment was aimed to evaluate the copper accumulation using callus culture of Datura metel L. The culture was established from leaves onto MS contained NAA 2.5 mg/L and Kinetin 0.5 mg/L as the control. The exposure of the culture was carried out by 2 copper compounds as treatment, i.e. CuCl2.2H2O and Na2CuEDTA at level concentration 0.; 0.1; 5; 10; 15; and 20 µM. The growth pattern of callus in control showed increasing growth rate in 36 days, whereas exponential stage was reached at 12-20th doi*. Whilst, after 10 doi, the treatment showed constant growth pattern. The absorption rate of the culture was increased by the addition of the CuCl2.2H2O at 5 – 15 µM of level concentration but declined at 20µM. The maximum rate of accumulation of Cu (0,1519 mg g-1) was obtained at 15 µM. Instead, the addition of Na2CuEDTA at 5 – 20µM of level concentration showed the significant increment while the maximum accumulation was obtained at 20µM (0,1420 mg g-1). The existence of chelator in copper compound reduced the rate of toxicity while all tolerance index values were between 66,24 and 97,28 %.The results suggested the role of callus of D. metel as  that fairly absorbed and accumulated Cu2+. Exposure with CuCl2.2H2O indicated higher accumulation than Na2CuEDTA.How to CiteNurchayati, Y., Santosa, S., Nugroho, L. H., &amp; Indrianto, A. (2016). Growth Pattern and Copper Accumulation in Callus of Datura metel. Biosaintifika: Journal of Biology &amp; Biology Education, 8(2), 135-140. </p

    Acquisition Data System Through the Internet Networking Case Study Room With Temperature Measurement Sensor DS1621

    No full text
    Sensor in industrial and other much needed because with the sensor adannya industrial areascan be easily able to control equipment remotely. The sensor can be used if there is a series ofADC and DAC, and required a calibration for the sensor can measure an exact quantity. Byusing DS1621 sensors then it is not necessary because the DS1621 is a sensor that 'smart'(Intelegent Sensor). DS1621 does not require the microcontroller and does not requirecalibration.Temperature Measuring Equipment Design Room With DS1621 Sensor Networks ThroughInternet-Based Personal is a tool for censorship that uses DS1621 temperature. Data sent bythe temperature sensor can be retrieved through the Internet network so that this equipmentcan be accessed from anywhere as long as it is connected with the Internet. This circuit has atemperature of -20 C. .......+ 125 Software used to display the results of temperaturemeasurement is HTML. Use the Windows 2000 server as a server on this design is veryhelpful. Because it makes nearly all computer activity becomes easier, faster and fullyintegrate with the Internet because there are DNS (Domain Name System) and IIS (InternetInformation Service)

    INTERFACE DESIGN FOR CONTROL USING COMPUTER stoplight

    No full text
    programs of a general nature only, such as: Word, Exel and the lainya.sebenarnya computercan be used widely as a controller or an external regulator, such as traffic light controllers,temperature measurement and the other.Computers communicate with the "outside world" must first pass through the interfacemeans (interface). Interface is a tool to bridge between the computer and the outside world. Inorder for an interface is not a problem inside the computer it is necessary to place a specifiedaddress into the computer interface.The interface is often used in the design is a Programmable Peripheral Interface IC 8255 (PPI8255), because price is cheap and easy to use. Interface inside the computer can not runwithout the software. Software at the traffic light controller is used to mengendlikan trafficlights to match the desired light conditions. So, with that traffic lights may reduce congestionon the roads at junction terutuama

    Aplikasi Amorik (Animasi Gerak Motorik Tubuh) Sebagai Media Sosialisasi Teknologi Animasi di Lingkungan Pesantren Tahfidz Darussofa Bogor

    No full text
    Pengabdian kepada Masyarakat STT-PLN yang dilaksanakan di lingkungan Pesantren yaitu dengan mengajarkan pembuatan animasi menggunakan software Amorik2D. Pelatihan akan diadakan selama 4 hari dimana 2 hari siswa secara langung diberikan tutorial dan praktek sedangkan 2 hari selanjutnya akan dilaksanakan evaluasi terhadap siswa untuk mengetahui sejauh mana mereka menguasai teknik pembuatan animasi dan video animasi. Animasi ialah suatu seni untuk memanipulasi gambar menjadi seolah-olah hidup dan bergerak, yang terdiri dari animasi 2 dimensi maupun 3 dimensi. Animasi 2D membuat benda seolah hidup dengan mengunakan kertas atau komputer. Pada pengabdian ini metode yang digunakan yaitu pertama membentuk&nbsp; model kemudian model tersebut diberi warna, serta dibuat scenario dari model yang telah dibuat. Seluruh proses pembuatannya dari awal hingga akhir dikerjakan di komputer. Pada pelatihan Animasi ini siswa akan diarahkan untuk tujuan pendidikan yang berguna untuk memperjelaskan tentang koordinasi gerak, di mana dalam satu gerakan badan diperlihatkan gerakan tulang-tulang serta sendi tertentu serta hubungannya dengan gerak otot, yang mana otot yang meregang serta otot mana yang melakukan gerakan menarik. Dalam pembuatan video animasi ini pelatihan menggunakan software Amorik2D yang dibuat dan dikembangkan oleh instruktur tim. Aplikasi grafik dan pembuatan video animasi bertujuan agar Siswa mampu membuat gerakan animasi yang baik dan mampu mengelola pembuatan animasi&nbsp;&nbsp; secara beregu. Pesantren Tahfidz Darussofa Desa Ciburayut Bogor bergerak di bidang pendidikan khususnya melatih santri dan calon hafidz dan sesuai dengan perkembangan jaman, para santri dituntut untuk bisa menguasai teknologi informasi yang nanti dapat mendukung dalam proses belajar
    corecore