10 research outputs found
Makna Simbolik Ragam Gerak Tari Terbang Rudat Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Astuti, Indri Yuni. 2013. Makna Simbolik Ragam Gerak Tari Terbang Rudat Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Endang Wara Suprihatin Dyah P, M.Pd (II) Drs. Supriyono Kata kunci: Makna Simbolik, Ragam Gerak, Tari, Terbang Rudat, Pasuruan Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang masyarakatnya religius dan mempunyai banyak kesenian, kesenian yang masih berkembang di Kabupaten Pasuruan adalah Tari Terbang Rudat. Alasan penelitian ini dilakukan karena saat ini guru tari memberikan materi tari hanya sebatas ragam gerak tanpa memperhatikan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Selain itu, makna simbolik yang sarat akan nilai agama Islam bisa disampaikan melalui ragam gerak tari kepada siswa yang biasanya disampaikan melalui kata-kata. Tujuan penelitian yaitu: 1) Mendeskripsikan struktur ragam gerak Tari Terbang Rudat di Kabupaten Pasuruan; 2) Mendeskripsikan makna simbolik yang terdapat pada ragam gerak tari Terbang Rudat di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data menggunakan flow model yang mana analisa dilakukan selama dan setelah proses penelitian yang dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) struktur ragam gerak Tari Terbang Ruda terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup, (2) Makna simbolik ragam gerak Tari Terbang Rudat mengajak umat untuk memasuki agama Islam (makna religi) yang terdapat pada ragam gerak jalan masuk dan ragam gerak jengket/duduk, makna kepahlawanan tergambar pada ragam gerak pencakan serta yang terakhir makna sosial yang terdapat pada ragam gerak hormat, roda berputar dan mbabat alas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, struktur ragam gerak Tari Terbang Rudat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Makna simbolik ragam gerak secara garis besar adalah mengajak umat untuk memasuki agama Islam yang terdapat pada ragam gerak jalan masuk dan ragam gerak jengket/duduk, makna simbolik kepahlawanan tergambar pada ragam gerak pencakan serta yang terakhir makna simbolik untuk menghormati leluhur dan menjaga kehidupan sosial terdapat pada ragam gerak hormat, roda berputar dan mbabat alas. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan untuk menjadi perhatian dan pemahaman terutama para guru tari untuk menyampaikan makna simbolik di dalam satu gerak tari kepada sisiwa. Seperti pentingnya menghormati leluhur, menjaga silaturahim, serta beriman kepada Allah SW
PENGARUH FIRM SIZE, PROFITABILITAS, CORPORATE GOVERNANCE, DAN LAVERAGE TERHADAP TAX AVOIDANCE (Penghindaran Pajak) (Studi Empiris Pada Perusahaan Perdagangan, Layanan, Dan Investasi Sub Sektor Perdagangan Besar/Grosir Di Bei Tahun 2017 – 2019)
Tax avoidance (penghindaran pajak) adalah rekayasa ‘tax affairs’ yang masih tetap berada di dalam bingkai ketentuan perpajakan (lawful). Wajib Pajak melakukan penghindaran pajak dengan mentaati aturan yang berlaku yang sifatnya legal dan diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan perpajakan. Pemerintah tidak bisa melakukan penuntutan secara hukum, meskipunpraktik penghindaran pajak ini akan mempengaruhi penerimaan negara dari sektor pajak. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti masalah ini.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk menganalisa pengaruh Firm Size terhadap Tax avoidance, (2) untuk menganalisa pengaruh Provitabilitas terhadap Tax avoidance, (3) untuk menganalisa pengaruh Leverage terhadap Tax avoidance, dan (4) untuk menganalisa pengaruh Corporate Governance terhadap Tax avoidance. Pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS.20.
Hasil penelitian menyebutkan: (1) Firm size tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Hal ini bararti bahwa peningkatan firm size tidak dapat meningkatkan tax avoidance. (2) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap tax avoidance. Peningkatan profitabilitas akan meningkatkan upaya tax avoidance. (3) leverage tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Peningkatan leverage tidak dapat meningkatkan tax avoidance. (4) Corporate governance tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Corporate governance tidak mempengaruhi upaya tax avoidance
PROSEDUR PELAKSANAAN PEMUNGUTAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN RETRIBUSI HARIAN PASAR UMUM PADA UNIT PASAR GEBANG DINAS PASAR KABUPATEN JEMBER
Retribusi Daerah merupakan salah satu penyumbang Kas Daerah, salah
satunya adalah Retribusi Pasar Umum. Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata dilakukan di
Dinas Pasar Kabupaten Jember. Tujuan dari Praktek Kerja Nyata ini adalah untuk
mengetahui pelaksanaan Retribusi Harian Pasar Umum khususnya pada Unit Pasar
Gebang, serta untuk mengetahui sejauh mana instansi tersebut melaksanakan
kewajiban perpajakan yang dilaksanakan di Dinas Pasar Kabupaten Jember yang
telah di atur dalam Undang-undang yang berlaku saat ini.
Kegiatan Praktek Kerja Nyata meliputi: 1)Membantu tugas
administrasi yang ada di kantor, 2). Mempelajari materi dan Undang-undang yang
terkait dengan Retribusi Harian Pasar Umum meliputi Proses pembuatan Surat Ijin
Menempati, 3) Pembayaran pembuatan SIM, Pemungutan, Penyetoran dan
Pelaporan yang dilakukan pegawai Unit Pasar Gebang dan Karyawan Dinas Pasar
kabupaten Jember.
Sistem pemungutan yang digunakan dalam menentukan besarnya Retribusi
Harian Pasar Umum dapat ditentukan menggunakan jenis kelas masing-masing Pasar,
Letak Tempat Usaha (LTU) dan luas tempat.
(Dilaksanakan dengan Surat Tugas Nomor 3420/UN25.1.2/SP/2012, DIII
Perpajakan Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Jember
PROSEDUR PELAKSANAAN PEMUNGUTAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN RETRIBUSI HARIAN PASAR UMUM PADA UNIT PASAR GEB ANG DINAS PASAR KABUPATEN JEMBER
Retribusi daerah merupakan salah satu penyumbang Kas Daerah, salah satunya adalah Retribusi Pasar Umum. Sistem Pemungutan yang digunakan dalam menentukan besarnya Retribusi Harian Pasar Umum, dapat ditentukan menggunakan jenis kelas masing-masing Pasar, Letak Tempat Usaha dan luas tempat
Evaluasi Pelaksanaan Tugas Dinas Perhubungan Dalam Mengawasi Angkutan Umum Di Kota Pekanbaru
This research aims to know and explain the implementation of Department of transportation field transport in overseeing public transport in the city of Pekanbaru. Then in this
study the author sets the sample as many as 43 people with simple random sampling technique. Of data analysis it can be concluded that the implementation of the tasks in the field of Transport Department of Transportation oversees public transport in the city of Pekanbaru has already effectively and efficiently. It can be proved by percentage as much as 48% of the overall assessment of indicator which clearly state the author stated already done well. This means that
the execution of the duties of Department of transportation the transport field in Pekanbaru City overseeing public transport in the city of Pekanbaru has shown maximum results, it is evidenced the relationship part of public transport Service with already over most of the monitoring
programs based on the applicable local number 8 year 2008 on the establishment of the order of the Organization, the position and Duty of Department of City Government Soweto
Surroundings
PENGARUH METODE DRILL TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN BOLAVOLI MINI PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Sports activities on the younger generation has the objective to finalize the change or human resources. This sport consists of sports education, sports recreation, sports achievement, amateur sports, professional sports and sports persons with disabilities. In this case the author discusses sports education means the physical education and sport carried out as part of the educational process of regular and continuing to acquire knowledge, personality, ability, health and physical fitness of the students who take part in the sport. Drill method is better. The method was applied to students of State Elementary School 14 Jambak District of Koto Kampung Padang Kota Tangah and more effective than the method of playing the mini volleyball playing skills.</jats:p
Pengaruh Metode Drill terhadap Keterampilan Bermain Bolavoli Mini pada Siswa Sekolah Dasar
Sports activities on the younger generation has the objective to finalize the change or human resources. This sport consists of sports education, sports recreation, sports achievement, amateur sports, professional sports and sports persons with disabilities. In this case the author discusses sports education means the physical education and sport carried out as part of the educational process of regular and continuing to acquire knowledge, personality, ability, health and physical fitness of the students who take part in the sport. Drill method is better. The method was applied to students of State Elementary School 14 Jambak District of Koto Kampung Padang Kota Tangah and more effective than the method of playing the mini volleyball playing skills
Application of the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Learning Model in the Student Measurement and Evaluation Test Course in the Department of Sports Education
This research is motivated by the problems encountered in the field, which include students’ inability to think critically, construct learning materials, and effectively utilize technology to support learning. As a result, a learning model is required to design by integrating three major aspects: technology, pedagogy, and content. The measurement and evaluation test course are the learning model that will be developed in this study using technological pedagogical content knowledge (TPACK). Because this course requires students to have pedagogical knowledge, technological knowledge, and content knowledge from lectures; students must also be able to practice using instruments and analyze all information obtained from the measurement process. The classroom action research method was used in two cycles with 20 students. Each cycle comprises three parts: action planning, observation, and reflection. Data collection methods include tests, and data analysis methods include quantitative descriptive statistics. Improving measurement test learning outcomes and evaluating student physical education through the TPACK approach, which has a positive influence or impact as indicated by an in-crease from the pre-cycle
GARAP GENDERAN GENDING GENDHIYENG LARAS SLENDRO PATHET MANYURA KENDHANGAN CANDRA
“Garap Genderan Gending Gendhiyeng Laras Slendro Pathet Manyura Kendhangan Candra” membahas cengkok genderan yang tepat untuk diaplikasikan bagi Gending Gendhiyeng laras slendro sesuai dengan pathetnya. Gender barung memiliki peran yang signifikan dalam sajian karawitan, yakni sebagai pamangku lagu. Oleh sebab itu, ketepatan tafsir garap akan sangat mempengaruhi baik dan tidaknya sebuah penyajian gending.Penelitian tentang kajian garap penyajian Gending Gendhiyeng gaya Yogyakarta merupakan upaya memperkaya khasanah garap dalam gending-gending tradisi gaya Yogyakarta, khususnya garap lirihan. Berdasarkan hasil penelitian, Gending Gendhiyeng sebagai objek analisis dalam konteks kajian garap balungan Gending Gendhiyeng mempunyai spesifikasi balungan tersendiri sehingga menarik untuk diteliti dan digarap.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi tafsir dari balungan gending. Tafsir dilakukan terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan garap musikal, antara lain pathet, ambah-ambahan, serta cengkok genderan barung yang akan dipergunakan. Agar tafsir yang didapat memenuhi harapan, maka penulis melengkapinya dengan memperbanyak referensi baik berupa data tertulis, audio, maupun wawancara. Dengan modal berbagai cara tersebut diharapkan penyajian Gending Gendhiyeng Laras Slendro Pathet Manyura dapat memenuhi kwalitas yang ideal.Garap Genderan Gending Gendhiyeng Laras Slendro Pathet Manyura Kendangan Candra "Garap Genderan Gending Gendhiyeng Laras Slendro Pathet Manyura Kendhangan Candra" discusses the correct gender bend to be applied to Gending Gendhiyeng slendro tunings according to the pathet. Gender barung has a significant role in karawitan presentations, namely as pampangku song. Therefore, the accuracy of working on interpretation will greatly affect whether or not a piece of music is presented.Research on the study of working on the presentation of Yogyakarta-style Gending Gendhiyeng is an effort to enrich the repertoire of works on traditional Yogyakarta-style repertoires, especially those of lyrical compositions. Based on the research results, Gending Gendhiyeng as an object of analysis in the context of the study of working on balungan Gending Gendhiyeng has its own balungan specifications so it is interesting to study and work on.The method used in this study is the method of interpreting the description of balungan gending. Interpretation is carried out on various issues related to musical work, including pathet, ambah-ambahan, and crooked genderan barung which will be used. In order for the interpretation obtained to meet expectations, the author completes it by adding more references in the form of written data, audio, and interviews. With these various methods, it is hoped that the presentation of Gending Gendhiyeng Laras Slendro Pathet Manyura can meet the ideal quality
ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU POST SECTIO CAESAREA (SC) HARI KE-0 DENGAN FOKUS STUDI PENGELOLAAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Sectio Caesarea Dengan Fokus Studi Pengelolaan Gangguan Mobilitas FisikDewi Restika Rini *Yuni Astuti, S.Kep, Ners, M.Kes**Tutik Setyowati, S.Kep, Ners, M.Kes****Mahasiswa Program Studi D III Keperawatan BloraProgram Studi D III Keperawatan Blora XV+ 111 + 1 tabel + 1 gambar + 5 lampiran.Latar belakang, Sectio Caesarea pada umumnya dilakukan apabila terdapat indikasi medis tertentu, sebagai tindakan mengakhiri kehamilan dan komplikasi. Masalah yang sering dialami pasien post SC adalah gangguan mobilitas fisik salah satunya yaitu cara melakukan teknik mobilisasi dini dan range of montion pasif sesuai tahapannya. Tujuan, mampu melakukan dan mendokumentasikan asuhan keperawatan pada ibu post sectio caesarea dengan pengelolaan gangguan mobilitas fisik. Metode, penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus, penulis mendiskripsikan dengan cara menganalisa pelaksanaan asuhan keperawatan pada ibu dengan pengelolaan gangguan mobilitas fisik. Penelitian menggunakan 2 pasien dengan indikasi oligohidramnion dan dirawat di RSUD Sunan Kalijaga Demak dan RSUD Soetidjono Blora. Pengambilan data dilakukan selama 2 minggu pada bulan April saat praktik klinik maternitas.Hasil, pengkajian dilakukan secara anamnesa pada 2 pasien sehingga muncul masalah pengelolaan gangguan mobilitas fisik. Intervensi masalah tersebut menggunakan lima intervensi dan implementasi dilakukan selama tiga hari sesuai dengan tujuan yang sudah dibuat penulis, setelah itu evaluasi melakukan evaluasi dengan hasil masalah teratasi. Kesimpulan, pasien yang mengalami dalam pengelolaan ganggaun mobilitas fisik dapat diberikan asuhan keperawatan dengan cara melatih pasien melakukan teknik mobilisasi dini dan range of montion pasif.Kata kunci : Post Sectio Caesarea, Pengetahuan, Cara melakukan mobilisasi dini dan rom pasifABSTRACTNursing Care for Post Sectio Caesarean Mothers With Focus on Study of Management of Physical Mobility DisordersDewi Restika Rini * Yuni Astuti, S.Kep, Ners, M.Kes ** Tutik Setyowati, S.Kep, Ners, M.Kes ****D Nursing Blora Study Program Students*** Lecturer of Study Program D III of Blora NursingXV + 111 + 1 table + 1 picture + 5 attachments. Background, Caesarean Sectio is generally performed when there are certain medical indications, as an act of ending pregnancy and complications. The problem that is often experienced by post SC patients is impaired physical mobility, one of which is how to do early mobilization techniques and passive range of montion according to the stages. The aim is to be able to perform and document nursing care in post-sectio caesarean mothers by managing physical mobility disorders. Methods, qualitative research in the form of case studies, the authors describe by analyzing the implementation of nursing care to mothers with the management of physical mobility disorders. The study used two patients with oligohydramnios indication and were treated at Sunan Kalijaga Demak Regional Hospital and Soetidjono Blora Regional Hospital. Data was collected for 2 weeks in April during maternity clinic practice.As a result, the study was conducted anamnesically on 2 patients so that problems arose in managing physical mobility. Intervention of the problem uses five interventions and implementation is carried out for three days in accordance with the objectives that have been made by the author, after that the evaluation evaluates with the results of the problem resolved.Conclusion, patients who experience physical mobility management can be given nursing care by training patients to do early mobilization techniques and passive range of montion.Keywords : Post Sectio Caesarea, Knowledge, How to do early mobilization and passive RO
