48 research outputs found
IMPROVING THE STUDENTS’ ENGLISH SPEAKING ABILITY USING STORYTELLING (A classroom Action Research at the Eighth Grade of MTs Raudlatul Muta’allimin Wilangan Nganjuk in 2009/2010 Academic Year)
Anik Indramawan, “IMPROVING THE STUDENTS’ ENGLISH SPEAKING
ABILITY USING STORYTELLING (A Classroom Action Research in the
Eighth Grade Students of MTs Raudlatul Muta’allimin Wilangan Nganjuk
in Academic Year of 2009/2010)”. A Thesis: English Education of Graduate
School, Sebelas Maret University, Surakarta, 2012.
The objectives of the research are: (1) to describe whether the use of
storytelling can improve the students’ speaking ability; and (2) to describe the
effective of teaching-learning process when storytelling is implemented in the
speaking class.
This research was carried out to MTs Raudlatul Muta’allimin Wilangan
Nganjuk. It was conducted from December 2009 up to July 2010. The research
method was Classroom Action Research and it was conducted in three cycles. In
collecting the data, the writer used questionnaire, interviews, observation, diaries,
and test. Having collected the data, she analyzed them both qualitative and
quantitative data. The qualitative data were analyzed by using Constant
Comparative Method: comparing incident applicable to each category, integrating
categories and their properties, delimiting the theory, and writing the theory. The
quantitative data were analyzed by descriptive statistics to calculate the mean
scores of pre-test, test in cycle 1, test in cycle 2, and test in cycle 3.
The research findings show that storytelling can improve: (1) the students’
speaking ability: (a) The students could pronounce some English words correctly;
(b) They could produce grammatical sentences; (c) They could use appropriate
vocabularies; (d) They could express their idea fluently; and (e) The content of
their expression could be understood; and (2) the effectiveness of teaching
learning process when storytelling is implemented. It shows that: storytelling can
improve the teaching-learning process, in terms of, (a) creating live teaching
atmosphere; (b) increasing students’ participation; (c) improving students’
interest, motivation, and self-confidence.
This research shows that there is improvement not only in the speaking
ability of the students involved of the study but also the effectiveness of teaching-
learning process. It can be stated that the speaking class is more effective and
alive when the teacher uses storytelling to teach the speaking ability. Therefore, it
is recommended that the English teacher should be: (1) creative to guide the
students in teaching materials so that they are able to understand them; (2) active
to create an interesting atmosphere because storytelling can build up the students’
interest, motivation and self-confidence
Studi komparasi tentang tindak pidana kekerasan secara massal yang mengakibatkan kematian dalam pasal 170 ayat (2) bis ke 3 KUHP menurut fiqh jinayah dan kriminologi
Skripsi ini adalah hasil penelitian literatur. Penelitian ini guna menjawab pertanyaan tentang bagaimana tinjauan fiqh jinayah dan kriminologi tentang kekerasan secara massal yang mengakibatkan kematian serta bagaimanakah persamaan dan perbedaan diantara keduanya (fiqh jinayah dan kriminologi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode pendekatan yuridis nonnatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumenter. Peneliti menggali data melalui Undang-undang, Al-Qur'an atau Al-Hadist dan buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan mengenai tindak pidana kekerasan secara massal, penelitian ini menggunakan pola pikir komparatif yaitu membandingkan tindak pidana kekerasan secara massal antara fiqihjinayah dan kriminologi. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwasanya, 1) kekerasan menurut hukum pidana Islam merupakan perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama, baik melalui kesepakatan atau kebetulan, menghasut, menyuruh orang lain, memberi bantuan atau keluasan dengan berbagai bentuk. Sedangkan kekerasan menurut kriminologi menunjuk kepada setiap perpektif yang membahas ihwal pengendalian tingkah laku manusia, yang mana membahas kejahatan dikaitkan dengan variabel variabel yang bersifat sosiologis antara lain keluarga, pendidikan, kelompok dominan. 2) Persamaan dari hukum pidana Islam dan kriminologi mengenai kekerasan massal terletak pada kejahatan, yaitu perbuatan/tingkah laku yang diancam pidana Sedangkan perbedaannya terletak pada objeknya. Sejalan dengan kesimpulan, maka peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas permasalahan tentang kekerasan secara massal yang mengakibatkan hancurnya barang orang lain ataupun mengakibatkan luka pada orang lain, terlebih lagi sampai mengakibatkan kematian. Dan kepada para praktisi huk:um di Indonesia khususnyapara penegak huk:um agar lebih tegas dan adil dalam menindaklanjuti perbuatan tindak pidana dan memberikan huk:uman yang setimpal khususnya bagi para pelaku tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara massal yang mengakibatkan kematian
Rekayasa Proses Untuk Mengurangi Waktu Proses Pengadaan Dan Penyimpanan Pada Perusahaan Penyedia Menara Telekomunikasi
Meningkatnya perkembangan industri telekomunikasi, termasuk didalamnya perusahaan penyedia menara telekomunikasi mengharuskan perusahaan menyelesaikan proyek pembangunan menara sesuai dengan yang diinginkan pelanggan. Metodologi Business Process Engineering (BPR) digunakan untuk mempersingkat waktu pengadaan dengan bantuan metode IDEF0, peta proses melalu i wawancara dan Forum Group Discussion dengan enam orang pakar. Dengan metode ESIA, penelitian ini menghasilkan As-Is dan To-Be proses pengadaan pada proyek pembangunan menara dan dapat mempersingkat waktu proses empat puluh enam persen. Kata Kunci : Proses Pengadaan dan Penyimpanan, Business Process Engineering, IDEF0, Forum Group Discussion, Metode ESIA, As-Is, To-B
KONTRIBUSI KELINCAHAN, KOORDINASI MATA TANGAN, KECEPATAN DAN POWER LENGAN TERHADAP KETEPATAN FOREHAND DRIVE ATLET PERSATUAN TENIS MEJA (PTM) TT 27 YOGYAKARTA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kelincahan, koordinasi mata tangan, kecepatandan power lengan terhadap ketepatan forehand drive atlet persatuan tenis meja (PTM) TT 27 Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknikpengambilan datanya menggunakan tes dan pengukuran. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian iniadalah purposive sampling. Yaitu berjumlah 21 atlet putra klub TT 27 Yogyakarta. Populasi pada penelitian iniadalah atlet tenis meja putra klub TT 27 Yogyakarta yang berjumlah 21 atlet. Teknik analisis datamenggunakan uji korelasi regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Ada kontribusi yang efektif padakelincahan terhadap kemampuan forehand drive atlet tenis meja TT 27 sebesar 13,65%. (2) Ada kontribusiyang efektif pada koordinasi mata tangan terhadap kemampuan forehand drive atlet tenis meja TT 27 sebesar33,73%. (3) Ada kontribusi yang efektif pada kecepatan terhadap kemampuan forehand drive atlet tenis mejaTT 27 sebesar 14,21%. (4) Ada kontribusi yang efektif power lengan terhadap kemampuan forehand drive atlettenis meja TT 27 sebesar 24,51%. Dengan demikian terdapat kontribusi yang efektif pada kelincahan,koordinasi mata tangan, kecepatan dan power lengan terhadap ketepatan pukulan forehand drive tenis mejaatlet putra TT 27 Yogyakarta. Kata Kunci: Kelincahan, Koordinasi Mata Tangan, Kecepatan, Power Lengan, Ketepatan Forehand Drive Abstract The research intends to determine the contribution of agility, hand- eye coordination, speed and armpower towards forehand drive accuracy of table tennis association (PTM) TT 27 Yogyakarta. This researchwas correlational. The method used was by survey with data collection technique using test and measurement.The sampling technique in this research was by purposive sampling. The TT 27 Yogyakarta Club consisted of21 male athletes. The population in this research was male table tennis athletes of TT 27 Yogyakarta Club,which had 21 athletes. The data analysis technique was by using regression correlation test. The results showthat: (1) there is a effective contribution to the agility towards the forehand drive ability of TT 27 table tennisathletes at 13.65%, (2) there is a effective contribution to the hand-eye coordination towards the forehanddrive ability of TT 27 table tennis athletes at 33.73%, (3) there is a effective contribution of the speed towardsthe forehand drive ability of TT 27 table tennis athletes at 14.21%, (4) there is a effective contribution to thearm power towards forehand drive ability of TT 27 table tennis athletes at 24.51%. Thus, there is a effectivecontribution to the agility, hand-eye coordination, speed, and arm power towards the accuracy of forehanddrive of the male table tennis athletes in TT 27 Yogyakarta. Keywords: Agility, Hand- Eye Coordination, Speed, Arm Power, Forehand Drive Accurac
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI OBAT TABLET DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT MDF
PT MDF is a company that moving in pharmaceutical manufacturing industry which have tablet and capsule as product. The number of defects medicinal tablets product when tabletting process become one of problems that exist in the company. Identifying the root cause of the problem is carried out in order to control the quality of medicinal tablets product. The method that used to control the quality is with implementation of Six Sigma to improve the quality of medicinal tablets product produced by the company. Quality improvement of medicinal tablets product is carried out by implementing Six Sigma method with DMAIC. In phase D (Define) is carried out by specify the types of defects and determination of CTQ. Phase M (Measure), measurements were taken in the form of UCL, CL, LCL, DPMO and Sigma Levels. The DPMO value in August to November 2018 is 1.800 DPMO with sigma level 4,41. Phase A (Analyze), the determination of the dominant type of defect was carried out with pareto diagrams and cause-effect analysis using fishbone. Based on the Pareto diagram, the dominant type of defects is Broken Tablet. Hereafter, cause and effect diagram (fishbone) is carried out with five main factors causing defects of Broken Tablet including Man (Lack of training, not careful), Machine (Lack of maintenance), Material (Low quality of raw materials), Method (Lack of procedures application), Environment (Work area is thermal). Phase I (Improve) is carried out with corrective actions from the results of the analysis using 5W+1H method. Last, phase C (Control) with control over the improvements that have been made.Keywords : DMAIC, Six Sigma, Quality Control, Fishbone, Medicinal Tablets, DPM
Penggunaan Kotoran Ayam Yang Difermentasi Effective Microorganisms 4 (Em4) Sebagai Subtitusi Pakan Komersial Terhadap Pertambahan Berat Badan Konsumsi Dan Konversi Pakan Ayam Ras Pedaging Jantan
Penelitian bertujuan untuk menurunkan kandungan serat kasar yang tinggi dan meningkatkan kandungan protein kasar kotoran ayam dengan cara fermentasi menggunakan EM4 berbagai dosis. Penelitian selanjutnya digunakan untuk mengetabui pengaruh pemberian pakan komersial yang disubstitusi kotoran ayam yang difermentasi EM4 1 % terhadap pertambahan berat badan, konsumsi dan konversi pakan ayam ras pedaging jantan. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Penelitian pertama yaitu fermentasi pada kotoran ayam, digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan pemberian EM4 pada kotoran ayam sebanyak 12 sampel dengan dosis 0%, 0,5%, 1 % dan 1,5% yang diinkubasi selama empat hari. Selanjutnya dilakukan analisis proksimat terhadap serat kasar dan protein kasar. Setelah diketabui dosis optimal dalam menurunkan kandungan serat kasar, dilanjutkan pada penelitian kedua yaitu perlakuan pada hewan coba, digunakan 24 ekor ayam ras pedaging jantan strain Arbor acres (CP 707). Penelitian tabap ini digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan pemberian substitusi kotoran ayam yang difermentasi dalam pakan komersial taraf 0%, 5%, 10% danl5% setelah ayam berumur tiga minggu sampai enam minggu. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa fermentasi kotoran ayam dengan EM4 dapat menurunkan kandungan serat kasar dan meningkatkan kandungan protein kasar. Dosis optimal fermentasi dalam menurunkan kandungan serat kasar adalah sebesar 1 % dan peningkatan kandungan protein kasar tidak berbeda nyata diantara keempat periakuan. Pada penelitian kedua menunjukkan bahwa pemberian pakan komersial yang disubstitusi kotoran ayam terfermentasi EM4 1 % tidak memberikan perbedaan yang nyata diantara keempat perlakuan (p>0,05) terhadap pertambahan berat badan, konsumsi dan konversi pakan ayam ras pedaging jantan
PERANCANGAN JADWAL FABRIKASI PRESSURE VESSEL YANG OPTIMAL DENGAN METODE C.P.M.
Keberhasilan suatu proyek bisa dicapai bila dalam proses pelaksanaannya bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Perencanaan proyek yang baik, terutama jadwal kerja harus dibuat seoptimal mungkin. PT. Sinar Sakti Jaya yang merupakan perusahaan jasa kontruksi, dalam pelaksanaan proses kerjanya sering mengalami keterlambatan waktu penyelesaian pekerjaan yang sudah disepakati dalam kontrak dengan pihak pemesan, sehingga perlu adanya acuan yang jelas dalam pengontrolan waktu penyelesaian pekerjaan. Critical Path Method (CPM) adalah salah satu metode yang dapat dijadikan acuan dalam pembuatan jadwal kerja yang optimal. Pada penelitian ini, dilakukan perencanaan (planning) dengan melakukan pembuatan WBS, menyusun urutan proses kerja, dan menentukan durasi aktivitas yang dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan untuk digunakan sebagai dasar untuk menentukan jalur kritis dan waktu penyelesaian pekerjaan mengunakan metode CPM pada proses fabrikasi Air Receiver Tank Cap. 25m3. Jadwal kerja dibuat menggunakan program Microsoft project berdasarkan lintasan jalur kritis dari CPM dengan mempertimbangkan alokasi sumber daya manusia yang optimal, sehingga tidak terjadi penumpukan aktivitas dalam waktu yang bersamaan. Hasil penelitian menunjukan lintasan kritis dari metode CPM adalah kegiatan A-B-C-E-F-P-Q-R-ST-V-W-U-X dengan total waktu 404 jam atau 50,5 hari kerja, lebih cepat 19,5 hari dibandingkan dengan waktu penyelesaian yang disyaratkan dalam kontrak. Jadwal kerja yang dibuat dengan menggunakan program Microsoft project selesai tanggal 29 November 2016, lebih cepat dari waktu yang ditetapkan dalam kontrak yaitu 15 Desember 2016, dengan total pemakaian SDM 142 Man days. Kata kunci : WBS, CPM, Microsoft Project, Pressure Vesse
Business simulation: An abstraction of simulation games to a dynamic system model
Business simulation: An abstraction of simulation games to a dynamic system mode
Context : Student project on urban context in architecture and urban workshop
93hlm.;bib.;ill
Self-Efficacy, Meaning of Work as Vocation, and Work Engagement of High School Teachers in Surabaya
A teacher with self-efficacy is more able to accomplish any task from the management so that he is engaged to his work, and a teacher who regards his work as a calling has the proper motivation to work better. The aim of this study was to find whether there is a correlation between teacher’s self-efficacy and work engangement and whether there is a correlation between the meaning of work as a calling and work engagement of private high school teachers in Surabaya. The subjects (N = 87) were teachers from three private schools in Surabaya. The data was collected through close-ended statements scales with five options of answer that were later analyzed through a nonparametric correlation test with SPSS 19.00. The result showed a correlation between teachers’ self-efficacy and work engagement (r = .08; p < .05) and a correlation between the meaning of work as a calling and work engagement (r = .612; p < .05). Based on the result, it could be concluded that teachers’ self efficacy and meaning of work as a calling could not be treated as one unit, but each correlated independently with their work engagement
