1,721,113 research outputs found
Sixty nine revolution: bagaimana internet marketer mendulang sukses
Buku kedua dari Indra Permana ini berisi tentang: bagaimana membangun kekayaan dari internet, mencetak blueprint miliaran, dan rahasia pola pikir miliarder, bagaimana secara ideal dan gamblang memiliki, mengatur, dan mengawasi karyawan, atau agar bisnis jalan anda jalan-jalan, enam komponen percepatan bisnis yang harus dimiliki setiap pebisnis/internet marketer untuk terus bertumbuh, bagan roda bisnis sederhana ala indra permana yang membuat bisnis anda survive dan terus berputar, sepuluh cara menjual banyak yang belum dikupas di mana pun yang terbukti menghasilkan miliaran, empat kunci jangka panjang memuluskan sinergi ke partner, investor, supplier, atau karyawan agar bisnis anda tidak hanya profitable tapi juga scalable, rahasia di balik rahasia tentang personal branding agar mudah boosting diri ataupun produk
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN MODEL ADDIE BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL SUKU BADUY
ABSTRAK
Indra Permana (2020) Pengembangan Bahan Ajar Matematika Sekolah Dasar Menggunakan Model Addie Berdasarkan Kearifan Lokal Suku Baduy
Kearifan lokal masyarakat Baduy memiliki nilai sejarah dan budaya yang masih sangat kental dalam kehidupannya, diantaranya adalah nilai kesederhanaan, kekeluargaan, gotong royong, dan menjaga alam. Masyarakat Baduy sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut sehingga mereka dapat hidup berdampingan dengan alam serta dapat melestarikan kekayaan alam setempat dengan baik. Bahan ajar merupakan alat yang dapat membantu siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan yang berisikan materi serta alat evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa. Kenyataannya, masih terbatas bahan ajar yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal. Hal inilah yang melandasi peneliti untuk membuat pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal masyarakat Baduy agar dapat diintegrasikan dengan pembelajaran matematika pada materi bangun datar di kelas IV Sekolah Dasar dalam bentuk permainan geo card. Sampel data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kearifan lokal masyarakat Baduy mencakup 2 jenis kerangka etnografi, yaitu sistem teknologi dan organisasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi sebagai cara peneliti untuk mendapatkan data temuan. Data yang diperoleh dari sistem teknologi adalah rumah adat dan leuit Baduy. Sedangkan dari sistem organisasi sosial adalah aturan dan adat istiadat. Penelitian dilanjutkan dengan membuat bahan ajar matematika pada materi bangun datar di kelas IV Sekolah Dasar. Peneliti menggunakan desain pengembangan model ADDIE dalam pembuatan bahan ajar matematika. Dalam prosesnya model ADDIE memiliki 5 tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.
ABSTRACT
Indra Permana (2020) The Development of Mathematical Teaching Materials of Elementary School Using an ADDIE Model Based on Baduy’s Local Wisdom
Baduy’s local wisdom has historical and cultural value that is still rich in his life amoung them is simple value of social cooperation and preservation of nature. Baduy people hold such values that they can coexist with nature and preserve the local wealth of natural life. Teaching material is a tool that can help students to be able to understand expected learning goals, that contains as well as the evaluation tools to measure level of success students have achieved. In reality, teaching material is based on local prudence values. This is what led researchers to create development of teaching materials based of Baduy’s local wisdom that can be integrated with mathematical study at plane figure in grade 4 elementary school as a geo card games. Data sample used in this study is local Baduy community’s that includes two types of ethnographic framework, its technological system and social organization. This study is used qualitative approach and ethnography methods as a way of researchers to get data. Data obtained form technological system is a tribal house and Baduy’s leuit. Form social organization systems is rules and mores. This study followed up with mathematical teaching material on plane figure in grade 4 elementary school. This study is used ADDIE model for design in the construction of mathematical teaching materials. In the process, ADDIE model has five stages is Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation
SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS WEB DENGAN FRAMEWORK CODEIGNITER DAN POSTGRESQL DI SMA NEGERI 1 NGAGLIK
SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS WEB
DENGAN FRAMEWORK CODEIGNITER DAN POSTGRESQL
DI SMA NEGERI 1 NGAGLIK
Oleh
Punky Indra Permana
NIM 07520244090
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Membuat Sistem Informasi
Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 1 Ngaglik ditinjau dari pencarian buku,
pendataan buku, pendataan anggota, peminjaman dan pengembalian buku, serta
pembuatan laporan operasional. (2) Mengimplementasikan Sistem Informasi
Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 1 Ngaglik. (3) Mengetahui tingkat
kelayakan Sistem Informasi Perpustakaan SMA Negeri 1 Ngaglik.
Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 1 Ngaglik telah
dikembangkan dengan menggunakan PHP framework Codeigniter dan PostgreSql
dengan tahapan pengembangan sistem yang digunakan adalah análisis kebutuhan
perangkat lunak, perancangan desain, generasi kode dan pengujian terhadap
sistem. Pengujian terhadap sistem menggunakan stándar ISO 9126 dengan
menggunakan 6 faktor pengujian, yaitu faktor Functionality, faktor Security,
faktor Usability, faktor maintainability, faktor Portability, dan faktor Efficiency.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan dari Sistem
Infromasi Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 1 Ngaglik dilihat dari faktor
functionality bernilai baik karena semua fungsi yang diuji dapat berjalan, dari
faktor security bernilai baik setalah melakukan uji keamanan dengan Website
Malware Scanner seperti sucuri sitecheck, webcruiser, websicherheit, dan rizk
analyzer. Faktor usability menunjukan bahwa sebanyak 95,57 % pengguna
mengatakan bahwa sistem informasi mudah digunakan. Pengujian Faktor
maintainability menunjukkan bahwa sistem dikembangkan dengan baik, mudah
untuk diperbaiki dan memiliki desain yang konsisten. Pengujian faktor portability
menunjukan bahwa sistem kompatible dengan semua web yang diuji baik berbasis
desktop maupun mobile. Sedangkan pengujian faktor efficiency didapatkan hasil
bahwa 95% halaman website memiliki grade B dengan skor diantara 80 – 89,
sehingga minimal sebanyak 84% pengguna tidak akan meninggalkan halaman
website.
Kata Kunci : Sistem Informasi Perpustakaan, framework codeigniter, postgresq
PENGELOLAAN TENAGA PERPUSTAKAAN MADRASAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KOTA CIREBON
Indra Permana Darmawan (21086010066) : Pengelolaan Tenaga Perpustakaan Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Cirebon
Keberhasilan pendidikan di sekolah tidak terlepas dari peran perpustakaan sekolah karena perpustakaan sekolah merupakan sumber ilmu dan sumber belajar. Perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan informasi ke dalam proses belajar mengajar di sekolah. Berdasarkan fungsi perpustakaan sekolah tersebut maka dibutuhkan seorang yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk mengelola perpustakaan tersebut. Orang yang diberi tugas mengelola perpustakaan adalah tenaga perpustakaan. Oleh karena itu tenaga perpustakaan harus memiliki kompetensi yang memadai dan jumlah yang mencukupi agar dapat mengelola perpustakaan dan melayani pemustaka dengan baik. Dengan keberadaan tenaga perpustakaan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitas akan dapat membantu dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu pimpinan lembaga pendidikan perlu melakukan pengelolaan tenaga perpustakaan sekolah.
Penelitian ini berfokus pada pengelolaan tenaga perpustakaan sekolah. Untuk dapat mendayagunakan tenaga perpustakaan sekolah maka diperlukan pengelolaan tenaga perpustakaan sekolah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan tenaga perpustakaan dalam peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Cirebon, mengetahui bagaimana kendala pengelolaan tenaga perpustakaan, mengetahui upaya apa saja yang telah dilakukan kepala sekolah dalam mengatasi kendala pengelolaan tenaga perpustakaan dan untuk mengetahui manajemen perpustakaan di perpustakaan sekolah MAN I Kota Cirebon.
Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam pembahasan topik masalah ini digunakan metode yang bersifat deskriptif analisis. Adapun dalam pengumpulan data, peneliti akan menggunakan jenis data Field Research. Untuk mendapatkan data dan informasi yang objektif, penulis mengadakan observasi di lapangan atau ke tempat yang menjadi objek penelitian. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan ialah deskriptif dan dengan pendekatan kualitatif guna mengetahui pengelolaan tenaga perpustakaan di perpustakaan sekolah MAN 1 Kota Cirebon.
Hasil penelitian ini yakni kepala sekolah belum melaksanakan pengelolaan tenaga perpustakaan dengan baik. Hal ini terbukti dengan tidak adanya anggaran khusus untuk perpustakaan sekolah. kepala sekolah yang belum memiliki perencanaan mengenai pengadaan rekrutmen tenaga perpustakaan sekolah, pembinaan tenaga perpustakaan sekolah yang kurang maksimal terbukti dari kinerja tenaga perpustakaan sekolah yang masih belum berkompeten dalam melaksanakan tugas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
Kata Kunci : pengelolaan, tenaga perpustakaan, madrasa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
