1,021 research outputs found
Corona Mengintai Pemudik
This material was presented in a webinar organized by the Faculty of Social and Political Sciences, Medan Area University with the theme Corona Stalking Homecomers on May 15, 2020. The speakers at this webinar were Drs. Indra Muda, M.AP - Materi ini disampaikan pada webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area dengan tema Corona Mengintai Pemudik pada tanggal 15 Mei 2020. Adapun pembicara pada webinar ini adalah Drs. Indra Muda, M.A
The fate of street vendors in the midst of the Covid-19 pandemic
Artikel ini telah terbit pada media massa https://waspada.id/opini/nasib-pkl-di-tengah-pandemi-covid-19/ pada tanggal 11 mei 2020. Penulis adalah Drs. Indra Muda Hutasuhut, MAP, seorang Dosen FISIPOL Universitas Medan Area dan Mahasiswa Doktoral Studi Pembangunan Universitas Sumatera Utara.PKL, pedagang liar atau pedagang asongan merupakan bagian masyarakat yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19. Mereka tidak mungkin melakukan kegiatan dari rumah…
Wabah virus corona alias Covid-19 sudah semakin menyebar ke berbagai polosok tanah air. Upaya menemukan vaksin menghentikan penyebarannya masih terus dilakukan tenaga medis dari berbagai Negara. Namun hingga bulan April 2020 belum menunjukkan hasil menggembirakan, sehingga setiap hari jumlah pasien yang positif, ODP dan PDP terus bertambah
Students' Desire to Study in Class`
Artikel ini telah terbit di Media Massa https://waspada.id/opini/kerinduan-mahasiswa-belajar-di-kelas/ pada tanggal 7 juni 2020. Penulis adalah Drs. Indra Muda Hutasuhut, MAP, seorang Dosen FISIPOL Universitas Medan Area dan Mahasiswa Doktoral Studi Pembangunan Universitas Sumatera Utara.Sumatera Utara memasuki masa transisi setelah status tanggap darurat berakhir 29 Mei 2020. Gubsu Edy Rahmayadi menyatakan, belum mengizinkan siswa/mahasiswa kembali ke sekolah. Namun demikian, memasuki status new normal, akan dilakukan beberapa langkah seperti rapid test terhadap guru dan pegawai sekolah, melakukan sterilisasi secara periodik terhadap ruang kelas dan ruang guru.
BERARTI, pasca Idul Fitri setelah libur panjang, belum dapat kembali belajar di sekolah/kampus. Proses Belajar Mengajar (PBM) masih berlanjut melalui media yang dapat direkomendasikan seperti, aplikasi online. Belajar melalui media tersebut ternyata tidak selamanya menyenangkan, tidak selamanya praktis, karena murid, guru, atau dosen dan mahasiswanya dituntut harus memiliki perangkat seperti laptop, Handpone dan paket internet yang dapat mendukung belajar secara daring sehingga secara timbal balik siswa dan mahasiswa dapat mengakses materi pelajaran yang disampaikan oleh guru/dosen, sebaliknya guru/dosen juga dapat menanggapi berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh sang murid atau para mahasiswanya
Implementation of Indonesian Program Policy Smart (Pip) At Sultan Iskandar High School Medan City Youth
64 HalamanProgram Indonesia Pintar (PIP) merupakan rancangan pemerintah Indonesia dalam
memperhatikan kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia yang kurang mampu.
Permasalahan penelitian adalah bagaimana implementasi dan faktor penghambat dalam
program Indonesia pintar di SMA Sultan Iskandar Muda. Peneliti menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan teknik pengolahan data menggunakan
metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan sebanyak 4 orang. Hasil
didapatkan berdasarkan teori Van Horn dan Van Meter melalui beberapa indikator
implementasi dalam penelitian yaitu: Standar dan sasaran kebijakan sangat membantu
siswa kurang mampu dalam pendidikan. Sumber daya manusia cukup baik tetapi sarana
dan prasarana kurang memadai, dikarenakan tidak terdapatnya ruangan khusus
pelaksanaan PIP. Karakteristik organisasi pelaksana, SOP sudah cocok dengan kebijakan.
Kegiatan pelaksana, melaksanakan implementasi kebijakan dengan baik karena memahami
SOP. Sikap para pelaksana sudah baik mendorong berhasilnya kebijakan PIP. Lingkungan
kebijakan PIP mendapat dukungan dari pihak sekolah dan orang tua. Kesimpulan dari
penelitian yakni program indonesia pintar telah berjalan dengan cukup baik dengan
terpenuhi 5 dari 6 indikator, faktor penghambat program indonesia pintar yaitu pada
sumber daya. Smart Indonesia Program designed to underprivileged children. Problem is how implement
and inhibiting factors in smart Indonesia program. Researchers used qualitative methods
using techniques observation, interviews and documentation with 4 informants. Results
based on Van Horn and Van Meter theory, namely : Policy standards and targets really
help underprivileged students. Resources are good but infrastructure are inadequate.
Implementing organization characteristics, in accordance SOP. Implementing activities
has fullfilled SOP. Encourage is success. Environment has support of schools and parents.
Conclusion from the research is smart Indonesia program going well with 5 of 6 indicators
fulfilled, inhibiting factor is the resource
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN RASA TAKUT PADA PERAWATAN GIGI (DENTAL FEAR) (STUDI PADA PASIEN DI POLI GIGI RUMAH SAKIT TINGKAT III ISKANDAR MUDA)
ABSTRAKNama:Cut Indra YudhaProgram Studi:Kedokteran GigiJudul:Hubungan antaraFaktor Sosiodemografi denganRasa Takut pada Perawatan Gigi {Dental Fear) (Studi pada Pasien di Poli Gigi Rumah Sakit Tingkat III Iskandar Muda)Rasa takut pada perawatan gigi (dental fear) merupakan salah satu hambatan pasien remaja hingga dewasa dalam melakukan kunjungan perawatan gigi, sehingga berdampak pada kesehatan gigi dan mulut buruk. Dental fear akhimya juga menjadi hambatap bagi dokter gigi dalam usaha peningkatan kesehatan gigi masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi dental fear meliputi faktor endogen dan faktor eksogen, terdapat juga dugaan bahwa faktor sosiodemografi seperti jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan mempengaruhi dental fear. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan faktor sosiodemografi (jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan) dengan dental fear yang dilakukan pada 144 pasien di Poli Gigi Rumah sakit Tingkat III Iskandar Muda yang diberikan kuesioner berisi informasi tentang jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan serta rasa takut yang diukur menggunakan dental fear survey (DFS). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square menemukan bahwa jenis kelamin dan usia tidak memiliki hubungan dengan dental fear, walaupun rasa takut pada perempuan lebih besar dari laki-laki namun perbedaan tersebut tidak signiflkan (p=0,181) begitu juga dengan usia walaupun orang dewasa memilki rasa takut yang lebih besar dari remaja perbedaanya tidak signifikan (p=0,216). Hasil uji statistik hanya menemukan tingkat pendidikan yang berhubungan dengan dental fear (p=0.001), persentase dental fear paling tinggi ditemukan pada orang yang berpendidikan rendah, dan orang yang berpendidikan tinggi memiliki dental fear yang lebih tinggi dibanding orang yang berpendidikan menengah.Kata kunci:Faktor sosiodemografi, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dental fearABSTRACTName:Cut Indra YudhaDepartment:Dentistry departmentTitle:Relationship between SociodemograpicFactorswith Dental Fear(Study at Dental Polyclinic of 3rd Level Iskandar Muda Hospital)Dental fear is one of the obstacles of adolescent to adult patients in visitting dental treatments, in brings the impact to poor oral health. Finally dental fear also became obstacles for dentist in the effort improvement dental public health. The factors that influence dental fear is endogen and exogen factor, there is a notion that sosiodemographic factors such as gender, age, and education level influence dental fear. The aim of study was evaluated a relationship between sociodemographic factors (gender, age, and education level) with dental fear conducted to 144 patients of dental polyclinic of 3rd Iskandar Muda Hospital, they were asked to complete a quistionare about gender, age, education level, along with dental fear survey (DFS). The statistical results using chi-square found that gender, age do not have corelation with dental fear, altough the fear of women is higher than men, but differences was not significant (p=0,81), and the same case with age, although the fear of adult higher than adolescent but statistical analysis not found corelation (p=0216). The statistical result only found education level related to dental fear, the highest dental fear percentage was found to people with low education level, and dental fear to the people with high education level is higher than people with intermediate education level.Keywords:Sociodemographic factors, gender, age, education level, dental fea
Metafora metamorfosa : pameran dwi tunggal Ayu Arista Murti & Indra Widiyanto
Pameran dwi tunggal dua pelukis muda yang berada di naungan manajamen Edwin’s Gallery ini, Ayu Arista Murti dan Indra Widiyanto, lebih tepat dikatakan sebagai sebuah juktaposisi antar persona yang serupa. Selain itu perbedaan yang jelas kentara yaitu perbedaan jender, dilain hal keduanya secara mendasar merupakan probadi yang berbeda, dengan gaya, teknik dan pendekatan visual yang sangat berbeda, dan latar belakang pendidikan seni yang berbeda pula
Kesukarelawan Pendidikan Mahasiswa UMP bersama pelajar SMK Tengku Indra Putra 1
Seramai 90 pemimpin pelajar sekolah melibatkan Majlis Perwakilan Pelajar (MPP), Pegawas Sekolah, Pegawas Skim Pinjaman Buku Teks, Exco Asrama dan Pembimbing Rakan Sebaya berpeluang menyertai Kem Interaksi Pemimpin Muda (IN-TEAM) anjuran Sekolah Menengah Kebangsaan Tengku Indra Putra 1, Gua Musang Kelantan dengan kerjasama Kelab In-Smartive, Universiti Malaysia Pahang (UMP) pada 12 September 2015 yang lalu
Evaluasi Program Kerja Keluarga Berencana dalam Mengendalikan Angka Kelahiran di Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam
Judul penelitian ini adalah Evaluasi Program Kerja Keluarga Berencana dalam
Mengendalikan Angka Kelahiran di kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam.
Fokus penelitian yaitu perwujudan program keluarga berencana dalam
mengendalikan angka kelahiran di Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam
dan factor penghambat dalam menjalankan program Keluarga Berencana di
Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam. Penelitian dilaksanakan di
Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam. Pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara langsung dan dokumentasi yang berkaitan dengan
penelitian. Adapun yang menjadi narasumber yaitu untuk informen kunci dalam
penelitian ini penulis memilih Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana. Sedangkan yang menjadi informen
utama penelitian ini adalah Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Penyuluh
Keluarga Berencana Simpang Kiri dan untuk informan tambahan staf Penyuluh
Lapangan Keluarga Berencana Kecamatan, dan masyarakat kecamatan simpang
kiri Kota Subulussalam. Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas sesuai
dengan kebutuhan penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program
Keluarga berencana dalam mengendalikan angka kelahiran di kecamatan
Simpang Kiri Kota Subulussalam dilakukan dengan dua cara yaitu pelayanan
pemasangan alat kontrasepsi Keluarga Berencana dan pelayanan Komunikasi,
Informasi dan Edukasi atau Penyuluhan. Program ini masih belum berjalan
dengan efektif. Adapun yang menjadi penghambat pelaksanaan Program
Keluarga Berencana ini diantaranya faktor rendahnya pendidikan masyarakat
yang mempengaruhi pemahaman mereka, Kurangnya tenaga ahli maupun tenaga
penyuluh dalam mensosialisasikan Program Keluarga Berencana dan
Keterbatasan Biaya.The title of this research is Evaluation of Family Planning Program in Simpang
Kiri districts at Subulussalam city. The focus of the research is the realization of
family program in managing the birth rate in Kiri districts at Subulussalam City
and the running factors in Family Planning program in Simpang Kiri districts at
Subulussalam City. The research was conducted in Simpang Kiri districts at
Subulussalam City. Data collection is based, direct interview and documentation
related to the research. As for the informant is For information in this study the
authors chose the Head of Women Empowerment, Child Protection and Family.
While the main information is Family Planning and Family Planning Extension
Simpang Kiri districts and for more information from the staff rescue Family, and
community sub-district intersection Subulussalam City. To get more information
in accordance with the needs of the author. The result of the research shows that
Family planning program in controlling birth rate in Simpang Kiri districts at
Subulussalam City is done in two ways, namely service that is installed for Family
Planning and Communication, Information and Education or Counseling service.
This program is still not running effectively. The obstacles to the implementation
of this Family Planning Program are the factors of low public education affecting
them, the lack of experts or extension workers in socializing the Family Planning
Program and the Limitations of Cost
Field Work Lecture Report on Women's Quality of Life and Family Quality at the Office of Women's Empowerment and Child Protection in North Sumatra Province
39 HlmKesimpulan selama penulis melakukan kegiatan KKL di Dinas pemberdayaan perempuan dan
Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara 1 bulan lamanya tepatnya mulai tanggal 22 Juli
sampai dengan 24 Agustus 2019 banyak sekali pengalaman yang di dapat, mulai dari membuat
Surat, Nota Dinas, Nota Perjalanan Dinas, Surat Perintah perjalanan Dinas, Membuat Kata
Sambutan dan masih banyak lagi.
Dalam KKL ini penulis dapat melihat langsung bagaimana proses Pemerintahan itu
berjalan mulai dari aturan dalam menulis surat, aturan dalam stempel serta bagaimana cara
membuat suatu kegiatan itu.
SARAN, saran penulis untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak provinsi
Sumatera ini adalah lebih memperbaiki lagi siklus koordinasi dalam membuat kegiatan. Karena
Selama penulis berada di sana terkadang penulis melihatnya kurang nya koordinasi sesama
bidang saat melakukan kegiatan sehingga menimbulkan isu-isu yang tidak perlu
Implementasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Retribusi Pelayanan Kebersihan (Studi di Kecamatan Medan Tembung Kota Medan)
Penerapan yang dilakukan dalam pelayanan kebersihan yang diberikan kepada
masyarakat kurang puas akan pengangkatan sampah yang dilakukan sering
terlambat diangkat dari depan rumah, sehingga sampah menjadi bertumpuk dan
dapat mengganggu aktivitas masyarakat sehari- hari karena tingkat volume
sampah yang cukup tinggi, dengan permasalahan yang dihadapi oleh mayarakat
seperti ini, maka Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudah bagaimana
penerapan implementasi peraturan daerah nomor 10 tahun 2012 tentang retribusi
pelayanan kebersihan (studi di kecamatan medan tembung Kota Medan). Penulis
ingin melihat sudah bagaimana proses implementasi yang berjalan dalam
pelaksanaannya. Dimana banyak faktor yang dapat melihat sudah bagaimana
proses implementasi yang terjadi dalam suatu kebijakan atau peraturan daerah
yang sudah ditetapkan, Adapun beberapa faktor untuk melihat proses
implementasi yang berjalan dalam suatu daerah yaitu faktor komunikasi,
sumberdaya, disposisi, dan struktur organisasi. Masalah yang dihadapi dalam
penerapan peraturan daerah nomor 10 tahun 2012 tentang retribusi pelayanan
kebersihan di kecamatan medan tembung (Kota Medan) merupakan kesiapan
dalam infrastruktur yang kurang dalam pelaksanaan kerja nya seperti kurangnya
beberapa armada seperti becak motor, dan mobil typper yang masih kurang
dalam kebutuhan yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kualitatif, lokasi penelitian ini dilakukan di kecamatan medan tembung yang telah
dilakukan secara langsung di kantor kecamatan medan tembung dan bersama
masyarakat kecamatan medan tembung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian
yang cukup lama dan telah terkumpul data dan hasil wawancara maka dapat
disimpulkan bahwa implementasi peraturan daerah nomor 10 tahun 2012 tentang
retribusi pelayanan kebersihan (studi di kecamatan medan tembung Kota Medan)
berjalan cukup baik. Guna lebih meningkatkan proses implementasi penulis
memberi saran agar camat segera menyampaikan kepada pemerintah kota medan
tentang kurangnya armada yang diperlukan dalam proses kinerja pengangkatan
sampah.It is done in the service of cleanliness is given to the public is less smug in the
appointment of garbage by the late so often removed from the front of the house,
so the garbage to pile up and can interfere with activities of people everyday
because of the volume of waste is quite high with the problems in dealing with
people like this, the this research aims to know is how the application of the
implementation of the regulations the city of Medan, the number 10 in 2012 about
retribution service in the (study the district of Medan Tembung the city Medan).
Writers want to see is how the process of implementation that walks in its
implementation. Where is a lot of factors that could see was how the process of
implementation is going on in a policy or regulatory area that which is the
communication, resource, disposition, and the organizational structure. The
problem faced in the implementation of the regional regulation number 10 in
2012 about retribution service, hygiene in the district of Medan Tembung (the city
of Medan) a readiness in the implementation of the work such as lack of him some
fleets such as rickshaws, and the car tipper are still lacking in the necessary
needs. This study uses the method of descriptive qualitatively, the location of this
study was conducted in the district of Medan Tembung and with the district of
Medan Tembung. The data collection is done is interviews, observations
and documentation. After doing research for quite a long time and have been
collected data and interviews it can be concluded that the implementation of the
regional regulation number 10 in 2012 about retribution service in the study in
the district of Medan Tembung (the city of Medan) going pretty well. In order to
further improve the process of implementation of the author to provide advice to
the head immediately convey to the city of Medan, about the lack of fleets that are
needed in the process of performance of the garbage
- …
