11,776 research outputs found

    Ramadan Fasting Did Not Lessen Vegetable and Fruit Consumption, Sleep Duration, and Physical Activity on Adolescents in Al-Azhar Indonesia University

    Get PDF
    AbstractMuslims do Ramadan fasting for around 12 hours (between dawn and sunset). Apart from changing meal times, Ramadan fasting also has the potential to change sleep duration due to sahoor (before the dawn) activities that must be done. The ideal amount and frequency of vegetables and fruit consumption in the national guideline were illustrated by the three main meals a day. The different conditions occurred when doing Ramadan fasting, which was predicted to have less vegetable and fruit consumption than the normal days, especially Muslim adolescents. This research analyzed the difference between the consumption of vegetables and fruit, sleep duration, and physical activity during and after Ramadan fasting among adolescents in Universitas Al-Azhar Indonesia. The research used a quasi-experimental study without a control group, with thirty-five samples. The data collection used a structured 2 x 24-hour recall questionnaire and the Wilcoxon Test to identify the differences. Results showed there were no significant differences between vegetable and fruit consumption, sleep duration, and physical activity during and after Ramadan fasting. Based on the results, the conclusion is that Ramadan fasting had no impact on reducing vegetable and fruit consumption, sleep duration, and physical activity among adolescents in Universitas Al-Azhar Indonesia. Keywords: Adolescent, Ramadan fasting, food consumption. AbstrakUmat muslim melaksanakan puasa Ramadan selama kurang lebih 12 jam (dari matahari terbit hingga tenggelam). Aktivitas puasa Ramadan selain mengubah jam makan, juga berpotensi mengubah pola tidur karena aktivitas sahur yang harus dijalani. Dalam pedoman gizi seimbang, frekuensi konsumsi sayur dan buah digambarkan melalui 3 kali waktu makan utama dalam sehari. Kondisi yang berbeda terjadi saat menjalankan ibadah puasa yang berpotensi dapat mengurangi asupan sayur dan buah dibandingkan hari biasa khususnya pada remaja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan antara konsumsi sayur dan buah, durasi tidur, serta aktivitas fisik, saat dan setelah puasa Ramadan pada remaja di Universitas Al-Azhar Indonesia Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen semu tanpa kelompok kontrol, dengan melibatkan 35 mahasiswa/i di Universitas Al-Azhar Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner recall 2 x 24 jam dan menggunakan uji beda Wilcoxon untuk menganalisis perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara konsumsi sayur dan buah, durasi tidur, serta aktivitas fisik, saat dan setelah puasa Ramadan.Puasa Ramadan tidak berdampak terhadap penurunan konsumsi sayur dan buah, durasi tidur, serta aktivitas fisik pada remaja di Universitas Al-Azhar Indonesia.   Kata Kunci: Remaja, puasa Ramadan, konsumsi makana

    Kekerasan Militer di Indonesia

    No full text
    This paper points out that the state defense doctrine based on the military historical experience which is dominated by the Hobbesian paradigm is one of the roots of military violence in Indonesia. The ius ad bellum doctrine principle is not applied in the Indonesian state defense doctrine. Although the application of the ius ad bellum doctrine created a chance to develop a state defense strategy that considers morality as an important aspect, there is nevertheless no military actor in Indonesia paying attention to this matter. Consequently, there is a high tendency to use war instruments immorally. This reality is categorized as military violence. Undoubtedly, military violence can lead to a rise in human rights violations. The author argues that military violence in Indonesia can be minimized by developing a state defense strategy which 1) considers morality as an important aspect; 2) gives priority to exploring all conflict resolution alternatives before using military instruments; and 3) civil society is no longer included in the application of the Indonesian defense strategy

    Peranan Andi Sultan Daeng Raja Dalam Perjuangan Kemerdekaan RI di Bulukumba (1945-1949)

    Get PDF
    Skripsi ini membahas tentang peran Andi Sultan Daeng Raja Dalam memperjuankan Kemerdekaan Indonesia di Bulukumba (1945-1949) Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran Andi Sultan Daeng Raja dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan di Bulukumba. penelitian ini merupakan penelitian tokoh, dengan menggunakan metode pengumpulan data Library research (pustaka). Penulis mengkritik dan menginterpretasi sumber yang telah terkumpul sehingga menjadi sebuah Rekontruksi sejarah yang mudah dipahami bagi setiap pembaca. Adapun pendekatan yang digunakan adalah historis, sosiologi dan politik, Rumusan masalah dalam skripsi ini, pertama Bagaimana Kondisi sosial politik di Bulukumba menjelang kemerdekaan. Kedua Apa usaha Andi Sultan Daeng Raja dalam memperjuangkan kemerdekaan di Bulukumba. Ketiga Pengaruh Perjuangan Andi Sultan Daeng Raja dalam kemerdekaan di Bulukumba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang pejuang kemerdekaan RI yang berperang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan di Bulukumba dan ditetapkan sebagai pahlawan Nasional. Usaha yang dilakukannya terutama dalam bidang kelaskaran serta turut dalam organisasi kepemudaan seperti Budi Utumo bahkan turut serta dalam panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPPKI). Andi Sultan Daeng Raja merupakan tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, hal tersebut terbukti lewat pembentukan Persatuan Pergerakan Nasional Indonesia (PPNI), merupakan wadah untuk memperkuat barisan rakyat yang cinta pada kemerdekaan. Dari PPNI lahir kelaskaran di daerah Bulukumba yang disebut Laskar Pemberontak Bulukumba Angkatan Rakyat (LPBAR), dari perjuangan tersebut maka Andi Sultan Daeng Raja ditangkap dan di Asingkan ke Manado pada tanggal 2 Desember 1945 dan baru mendapat kebebasan pada tanggal 8 Januari 1950. Beberapa penhargaan diberikan pada beliau diantaranya adalah Tanda jasa pahlawan dari Persiden RI Ir. Soekarno, piagam tanda kehormatan dari Persiden dalam kedudukanya sebagai Panglima Tertinggi dalam LPBAR, tanda jasa ini diberikan oleh menteri pertama Ir. Juanda pada tanggal 14 agustus 1962

    Patti Smith and Andi Ostrowe in a hotel room, Washington, D.C., July 1978

    No full text
    Musician, poet, and author Patti Smith poses holding a clarinet in a hotel room in July 1978. Andi Ostrowe, working as Smith's personal assistant, reclines on the bed in the background.The photograph was taken by Don Hamerman as part of a session for "Unicorn Times," an alternative performing arts periodical in Washington, D.C. The photograph appeared in the September 1978 issue of "Unicorn Times.

    PERTIMBANGAN SOSIOLOGIS PENOLAKAN PORNOGRAFI DI INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji resistensi masyarakat Indonesia terhadap pornografi dari perspektif sejarah sosial hukum Islam. Latar belakang isu ini berakar pada internalisasi nilai agama, akulturasi adat, dan interaksi dengan hukum negara, di mana pornografi dipandang sebagai ancaman terhadap moralitas publik dan identitas nasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis akar historis norma sosial anti-pornografi berbasis hukum Islam, peran institusi dan gerakan sosial Islam dalam membentuk opini publik, serta faktor-faktor sosiologis yang melatarbelakangi resistensi tersebut. Metodologi yang digunakan berupa pendekatan kualitatif historis-sosiologis dengan analisis terhadap teks keagamaan, dokumen hukum, serta praktik sosial. Penelitian menemukan bahwa resistensi terhadap pornografi di Indonesia adalah hasil akumulasi panjang internalisasi nilai Islam melalui pesantren, fatwa MUI, advokasi ormas Islam, hingga legislasi UU Pornografi, sekaligus mencerminkan dialektika antara modernitas, budaya lokal, dan pertahanan identitas keislaman dalam masyarakat pasca kolonia

    Patti Smith and Andi Ostrowe being photographed by Don Hamerman, Washington, D.C., July 1978

    No full text
    Musician, poet, and author Patti Smith poses as Don Hamerman photographs her and Andi Ostrowe in a Washington, D.C. hotel room in July 1978. Smith was in Washington to perform at the Warner Theatre and Ostrowe was then working as Smith's personal assistant. The photograph was taken by Don Hamerman, who was then a staff photographer for Unicorn Times, a monthly performing arts periodical in Washington, D.C

    Patti Smith poses as Andi Ostrowe reclines, Washington, D.C., circa July 1978

    No full text
    Musician, poet, and author Patti Smith posing as Andi Ostrowe smokes on a bed in a Washington, D.C. hotel room in July 1978. Smith was in Washington to perform at the Warner Theatre and Ostrowe was then working as Smith's personal assistant. The photograph was taken by Don Hamerman, who was then a staff photographer for Unicorn Times, a monthly performing arts periodical in Washington, D.C

    Biographical Novel: Andi Muhammad Thamrin Family

    No full text
    Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Andi Muhammad Thamrin, seorang tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dimulai dengan riwayat keluarga besar dari kedua orang tua, kisah ini mengungkap fondasi nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter Andi Muhammad Thamrin. Melalui bab-bab mendalam, pembaca diajak menyelami masa kecil dan remaja yang penuh warna, hingga perjalanan karirnya yang dimulai di ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Perjalanan hidupnya diperkaya dengan kisah pernikahan bersama Hj. Basrah Pohan, pendamping yang setia, dan menjadi kekuatan di balik keberhasilannya. Puncak karir Andi Muhammad Thamrin tercermin dalam kontribusinya sebagai anggota legislatif DPR-RI dan perannya di berbagai wilayah seperti Kendari dan Jakarta. Kisah ini juga mencerminkan semangat dan tekad untuk terus melayani, meskipun dihadapkan pada tantangan besar. Babak akhir kehidupan membawa pembaca pada refleksi mendalam tentang arti cinta, pengabdian, dan kebersamaan di masa tua. Buku ini menghadirkan perjalanan penuh inspirasi, ditulis dengan kehangatan dan kejujuran, memberikan pelajaran hidup yang mendalam Dengan tambahan daftar narasumber, glosarium, dan daftar gambar, buku ini menjadi dokumentasi berharga bagi mereka yang ingin memahami perjalanan hidup seorang pemimpin dan nilai-nilai yang diwariskannya. "Biographical Novel: Andi Muhammad Thamrin Family" adalah kisah tentang dedikasi, cinta, dan keberanian yang akan menginspirasi siapa saja

    Perjuangan Andi Makkulau Opu Daeng Parebba dalam memperthankan kemerdekaan RI di Luwu (1945-1950)

    No full text
    Andi Makkulau dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan RI di Luwu dengan membentuk beberapa organisasi perlawanan yang berbentuk bermacam-macam. Akan menghimpun kekuatan dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan Indonesia

    Development Of The Health Laboratory Information System To Support The Evaluation Of The Laboratory Services

    Get PDF
    Evaluation of health services is a regular and systematic process to compare between an achieved result and standard criteria. A laboratory is one of health services which it must continually evaluate and integrate a technology within its services to improve quality for achieving customers’ satisfaction. The objective of this research was to result health laboratory information system which could be used to support the evaluation of the laboratory services at the Health Laboratory of Purbalingga Distric. Development of the system was based on the FAST “Framework for the Application of Systems Techniques” methodology. Design of this research was pre experimental one group pretest and posttest. Number of subject was seven respondents. The research variables were accessibility, accurateness, completeness, and clarity of information. The result of this research showed that the new system could overcome the problems of data accessibility, accurateness, completeness, and clarity of information to support the evaluation of the laboratory services. The considered average on the new system (3.92) was higher than the considered average on the old system (1.55). Based on the statistical analysis, it showed that there was any differences of information quality between the old and the new system (p value = 0.0001). The hospital management should maintain the new system, recruit a specific officer, and evaluate the system for sustaining and repairing it. Keywords; information system; health laboratory; evaluation of the laboratory service
    corecore