1,720,972 research outputs found

    TANGGAPAN TANAMAN JAGUNG MANIS AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS JERAMI DAN HARA

    Full text link
    This study was aimed to explore of plant affectivity in using its environmental resources and to quantitatively solve problems related to growth of sweet corn. Twelve treatments comprising four levels of rice straw application and three levels of nutrient application was arranged in a randomized block design with three replicates. The results showed that a combination of 10 t rice straw/ha with 400 kg Urea, 35 kg TSP, and 250 kg KCl /ha produced the highest stem dry weight. There was no interaction between leaf dry weight, root dry weight and cop dry weight of the plan

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) terhadap Pemberian Pupuk Kotoran Ayam dan Pupuk NPK

    No full text
    Kacang tanah merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran strategis dalam pangan nasional. Permintaan terhadap kacang tanah terus melonjak seiring dengan perkembangan jumlah penduduk, namun peningkatan berbanding terbalik dengan produksi kacang tanah di Indonesia yang masih rendah. Hal ini karena beberapa faktor diantaranya yaitu penurun kualitas tanah. Penurunan kualitas tanah dapat diatasi dengan pemupukan. Tujuan penelitian adalah agar dapat mengetahui pengaruh kombinasi kompos kotoran ayam dan kompos NPK terhadap perkembangan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan, dimulai dari bulan Juli 2021 sampai November 2021 di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Metode yang dipakai saat penelitian adalah yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama merupakan pupuk kotoran ayam terdiri dari : A1 (700 g/plot), A2 (1.000 g/plot) dan A3 (1.300 g/plot). Faktor kedua yaitu pupuk NPK terdiri dari : M0 (Kontrol), M1 (5 g/plot), M2 (10 g/plot) dan M3 (15 g/plot). Parameter pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang utama, diameter batang, umur berbunga, bobot segar dan kering brangkasan, jumlah polong berisi, kuatitas polong hampa, bobot segar dan kering polong, bobot kering 100 bii, indeks panen dan produktivitas. Hasil eksplorasi menentukan bahwa kombinasi perlakuan beragam dosis kompos kotoran ayam dan kompos NPK tidak berpengaruh atas perkembangan dan hasil tanaman kacang tanah. Penggunaan kompos kotoran ayam mempengaruhi tinggi tanaman (14,40 cm), jumlah daun (20,57 helai) umur 28 hst dan pada umur 35 hst menunjukan pengaruh terhadap tinggi tanaman (17,55 cm), jumlah daun (32,94 helai), jumlah cabang utama (8,45 tangkai), serta menunjukan pengaruh terhadap bobot segar brangkasan (388,58 g), bobot kering brangkasan (21,12 g), jumlah polong berisi (34,44 buah), bobot segar polong (96,86 g), bobot kering polong (39,23 g), bobot kering 100 biji (49,18 g), indeks panen (23,62%) dan produktivitas (2,35 t/ha). Penggunaan pupuk NPK berdampak pada tinggi tanaman (18,02 cm), jumlah daun (32,83 helai), jumlah cabang utama (8,69 tangkai) umur 35 hst, jumlah polong berisi (29,87 buah), bobot segar polong (86,09 g), bobot kering polong (31,95 g) dan bobot kering 100 biji (48,14 g). Kombinasi kompos kotoran ayam 10 t/ha dan kompos NPK 150 kg/ha memberikan sumbangan hara sebesar N 24 kg/ha, P2O5 54 kg/ha dan K2O 35 kg/ha.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Optimalisasi Pertumbuhan Serta Kandungan Fitokimia Dua Varietas Ercis (Pisum Sativum L.) pada Aplikasi Pupuk Organik dan NPK

    No full text
    Kacang ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi serta bermanfaat bagi kesehatan manusia. Selain itu, kacang ercis juga dapat dikonsumsi baik dalam bentuk baru atau kering dan mudah ditemukan di sektor bisnis konvensional Indonesia. Motivasi penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antar varietas dan pemupukan pertumbuhan dan kandungan fitokimia dua varietas kacang (Pisum sativum L.) pada aplikasi pupuk organik dan NPK. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai September 2021 hingga November 2021 di lahan pertanian, Kecamatan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama terdiri dari: V1 (Varietas Lokal Batu) dan V2 (Varietas Hibrida Thaicung) sedangkan anak petak terdiri dari dosis pemupukan: P0 (kontrol), P1 (pupuk NPK Mutiara 500 kg/ha), P2 (pupuk kandang sapi 20 ton/ha), P3 (pupuk hijau thitonia 10 ton/ha), P4 (NPK mutiara 250 kg/ha + pupuk kandang sapi 10 ton/ha) dan P5 (pupuk NPK Mutiara 250 kg/ha + pupuk hijau thitonia 5 ton/ha). Parameter pengamatan meliputi: pengamatan Non Destruktif (panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, waktu pembungaan, jumlah bunga per tanaman, dan waktu pembentukan polong). Pengamatan Destruktif (bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman, pengamatan kandungan vitamin C dan Pengamatan kandungan Antioksidan. Hasil penelitian menunjukan bawah tidak terdapat interaksi antara varietas dan pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman kacang ercis. Pemberian pupuk NPK 500 kg/ha, pupuk NPK 250 kg/ha + pupuk kandang sapi 10 ton/ha dan pupuk NPK 250 kg/ha + pupuk hijau tithonia 5 ton/ha menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan tanaman kacang ercis dan pemberian pupuk organik baik secara tunggal maupun kombinasi dengan NPK pada kedua varietas kacang ercis mampu menghasilkan kandungan vitamin C dan Antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan pemupukan NPK saja.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Aplikasi Rhizobium Dan Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill)

    Full text link
    Sebagai tanaman pangan yang berharga, kedelai (Glycine max (L.) Merrill) terkenal karena tingginya tingkat protein dan nutrisi lainnya. permintaan yang lebih besar tidak dapat dipenuhi oleh output yang lebih besar. Lingkungan, kualitas tanah, dan metode budidaya semuanya berdampak pada pertumbuhan kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) dari segi pertumbuhan dan hasil terhadap pupuk majemuk Rhizobium dan NPK. Pada bulan Oktober sampai dengan Januari 2022, penelitian ini dilakukan selama tiga bulan di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Rhizoka terbentuk dari komponen awal yang terdiri dari R1 (10 g), R2 (15 g), dan R3 (20 g). Perlakuan kedua menggunakan pupuk majemuk NPK N0 (kontrol), N1 (5 g/petak), N2 (10 g/petak), dan N3 (15 g/petak). Kualitas yang dapat diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah tanaman, jumlah polong dan biji yang disemai, serta produktivitas. Analisis varians digunakan dalam Rancangan Acak Kelompok untuk menguji hasil observasi. Mulai tes BNT 5% untuk membandingkan efek berbagai terapi. Walaupun tidak semua parameter diamati pada tanaman kedelai, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk majemuk NPK dosis 15 g NPK memberikan respon baik terhadap tinggi tanaman kedelai (50,33 cm), berat basah tanaman (168,49 g), jumlah polong yang ditanam (85,52 polong). ), jumlah benih yang ditanam (256,56 butir), dan produktivitas (1,79 ton/ha).Yayasan Bina Patria Nusantar

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Uji Produktivitas Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Pada Umur Panen Yang Berbeda

    No full text
    Tanaman ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan yang sudah dibudidayakan sejak lama dan secara turun temurun oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman palawija yang berfungsi sebagai pengganti makanan pokok (nasi) karena kandungan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat yang tinggi merupakan sumber gizi yang dibutuhkan oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji produktivitas empat kultivar ubi jalar terhadap umur panen 120 HST dan 150 HST. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan tiga ulangan. Faktor pertama kultivar yaitu BIS-OP-61, 73-OP-5, BIS-OP-61-?-29 dan BIS-OP-61-OP-22 dan faktor kedua umur panen yaitu 120 HST dan 150 HST. Semua percobaan diberi pupuk dasar kotoran sapi, pupuk lanjutan Ponska (15:15:15) dengan dosis 300 kg/ha dan pupuk KCL 100 kg/ha yang masing diberi 2 kali. Penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi antara perbedaan kultivar dan umur panen tidak berpengaruh nyata. Namun, perlakuan tunggal yaitu perbedaan kultivar dan umur panen berpengaruh nyata. Perbedaan kultivar menunjukan pengaruh nyata pada parameter jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot segar brangkasan, %Bobot kering umbi, Bobot kering brangkasan dan bobot kering biomassa sedangkan umur panen berpengaruh nyata pada bobot segar umbi, bobot kering biomassa, bobot kering umbi dan bobot kering brangkasan. Umur panen 150 HST merupakan umur panen yang optimal untuk kultivar BIS-OP-61, 73-OP-5, BIS-OP-61-?-29 dan BIS-OP-61-OP-22 dengan produktivitas rata-rata 35,13 t/ha dan indeks panen 78,79% lebih tinggi dibanding umur panen 120 HST dengan kenaikan 8,48%. Kultivar BIS-OP-61-OP-22, BIS-OP-61-?-29 dan 73-OP-5 memiliki produktivitas tertinggi dengan rata-rata 17,67 t/ha, 13,89 t/ha dan 17,07 t/ha.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pengaruh Pemberian Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu Bud Chip Varietas PA 028

    Full text link
    Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula. Tanaman tebu saat ini perlu ditingkatkan untuk pencapaian swasembada tersebut. Untuk memenuhi target produksi bibit tebu berkualitas dan produksi maksimal salah satunya dengan menggunakan bibit bud chip satu mata tunas. Melalui perbanyakan bud chip bisa menghasilkan anakan lebih banyak yaitu 10 anakan tiap tanaman. Untuk memenuhi kebutuhan hara bibit tebu diperlukan pemupukan, salah satunya yaitu dengan pupuk daun. Bayfolan merupakan pupuk berbentuk cair yang lengkap karena mengandung unsur hara makro dan mikro yaitu N 11%, P2O5 8%, K2O 6%, Fe, B, Co, Mn, Mo, Zn, dan Cu yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk daun Bayfolan yang optimal untuk pertumbuhan bibit tebu bud chip varietas PA 028. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari ? April 2018 bertempat di Jalan Binor III no 9 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah dosis pupuk daun Bayfolan yaitu Kontrol / tanpa pupuk daun (K), Bayfolan 1 ml l-1 (B1), Bayfolan 2 ml l-1 (B2), Bayfolan 3 ml l-1 (B3), Bayfolan 4 ml l-1 (B4), Bayfolan 5 ml l-1 (B5), Bayfolan 6 ml l-1 (B6) sehingga diperoleh 28 satuan percobaan dengan masing-masing satuan percobaan terdapat 6 tanaman sehingga terdapat 168 tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, luas daun dan persentase tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B3 dengan konsentrasi Bayfolan 3 ml l-1 menunjukkan hasil yang optimal pada pertumbuhan bibit tebu bud chip varietas PA 028 dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu tinggi tanaman pada 12 MST 43,00 cm, diameter batang 4,50 mm, jumlah daun 5,00 helai, panjang daun 30,00 cm, lebar daun 0,90 cm, luas daun 118,76 cm2 dan persentase tumbuh yaitu 100%.Yayasan Bina Patria Nusantar
    corecore