1,721,542 research outputs found
MODERASI ANTAR UMAT BERAGAMA ( STUDI KASUS MODERASI BERAGAMA ISLAM DAN BUDDHA DI DESA BULU LOR KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO )
ABSTRACT
Indarwati. Moderasi Beragama antar umat beragama (Studi Kasus Moderasi Beragama Islam dan Buddha Di Desa Bulu Lor Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo), Thesis, Study Program of Pancasila and Citizenship Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muhammadiyah Ponorogo. Supervisor 1. Dr. Sulton, M.Si, Advisor 2. Dr. Ardhana Januar Mahardhani, M.KP.
This research aims to; 1) to find out the practice of religious moderation among religious people in Bulu Lor Village, Jambon District, Ponorogo Regency, 2) To find out the supporting factors and inhibiting factors in carrying out moderation between Muslims and Buddhists.
This research is a qualitative research with a case study method in Bulu Lor Village. The data research instruments carried out include documentation, observation, and interviews. While the data analysis using data triagulation.
The results of this case study show that 1) Moderation practices in Bulu Lor Village are as follows; a) Giving freedom to choose religion and participating in 17 August activities b) mutual respect for beliefs and respect for other adherents, c) Creating harmony and creating a conducive atmosphere in society is to be a good person, stop judging others, love people others, creating a peaceful atmosphere. d) Acceptance of tradition in the Bulu Lor community, namely holding social activities such as mutual cooperation. 2) Supporting factors and inhibiting factors include inhibiting factors, namely the lack of activity budget. While there are two supporting factors, namely; a) Coordination, b) Bureaucracy and leadership support.
Keywords: Moderation, National Commitment, Tolerance, Anti-Violence, Accommodativ
TINJAUAN FIQH JINAYAH TERHADAP KASUS PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA ONLINE (Studi Putusan PN Palopo Nomor 46/Pid.Sus/2021/PN Plp)
ABSTRAK
Indarwati, 2022.“Tinjauan Fiqh Jinayah Terhadap Kasus Pencemaran Nama
Baik Melalui Media Online (Studi Putusan PN Palopo Nomor
46/Pid.Sus/2021/PN Plp) ”, Skripsi Program Studi Hukum Tata Negara
Fakultas Syariah Institut Agama Islam NegeriPalopo. Dibimbing oleh Dr.
H. Muammar Arafat Yusmad, S.H., M.H dan Fitriani Jamaluddin, SH.,
MH.
Skripsi ini membahas tentang Tinjauan Fiqh Jinayah Terhadap Kasus
Pencemaran Nama Baik Melalui Media Online (Studi Putusan PN Palopo
Nomor 46/Pid.Sus/2021/PN Plp). Penelitian ini bertujuan : guna mengetahui
dan memahami praktik kasus pencemaran nama baik dalam putusan PN Palopo
Nomor 46/Pid.Sus/2021/PN Plp; guna mengetahui dan memahami tinjauan fiqh
siyasah terhadap kasus pencemaran nama baik di media online. Jenis penelitian
ini adalah penelitian hukum normatif, pendekatan penelitian yang digunakan
adalah pendekatan library research (kajian kepustakaan). Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah metode dokumentasi (Documentation) dilakukan
dengan cara pengumpulan beberapa informasi pengetahuan, fakta dan data.
Sumber data yang digunakan berbahan sekunder dan primer. Dari bahan hukum
tersebut kemudian dianalisis secara induktif sehingga ditarik kesimpulan yang
menjawab permasalahan dari penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa dalam kasus pencemaran nama baik yang terjadi dikota Palopo yaitu
dimana Terdakwa Muhammad Asrul telah menunggah berita dalam media
online yang berjudul “ Korupsi Perbaikan Mesin Pembangkit Listrik Tenaga
Mikro Hidro (PMLTH) dan Keripik Zero sebesar Rp. 11 Miliar.” Dimana
Muhammad Asrul telah divonis 3 (tiga) bulan penjara oleh Pengadilan Negeri
Palopo karena terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Majelis Hakim
PN Palopo menyatakan terdakwa Muhammad Asrul secara sah dan meyakinkan
melanggar Pasal 27 Ayat (3) juncto Pasal 45 Ayat (3) UU ITE. Fiqh Jinayah
memandang bahwa tindak pidana pencemaran nama baik adalah perbuatan yang
melanggar hukum dan diberi sanksi apabila seseorang melakukan tindak pidana
yang dilakukan dan dapat masuk dalam ketegori hukuman ta’zir (ditetapakan
oleh hakim sebagai bidang pengemban legitimasi di bidang penjatuhkan
hukuman).
Kata Kunci: Fiqh Jinayah, Pencemaran Nama Baik, Media Onlin
Kajian Estetika Busana Pernikahan Basahan Dodot Ngumbar Kunco di Surakarta Hadiningrat
KAJIAN ESTETIKA BUSANA PERNIKAHAN BASAHAN DODOT NGUMBAR KUNCO DI SURAKARTA HADININGRAT Iin Indarwati Suko Ir. Adji Isworo Josef, M.Sn Dr. Theresia Widyastuti, M.Sn ABSTRAK 2018. Iin Indarwati Suko. C0914019. Kajian Estetika Busana Pernikahan Basahan Dodot Ngumbar Kunco di Surakarta Hadiningrat. Skripsi : Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Wujud busana pernikahan basahan Dodot Ngumbar Kunco di Surakarta Hadiningrat. (2) Bobot busana pernikahan basahan Dodot Ngumbar Kunco di Surakarta Hadiningrat. (3) Penampilan busana pernikahan basahan Dodot Ngumbar Kunco di Surakarta Hadiningrat. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan data di lapangan untuk mengembangkan teori yang dibangun. Teori yang digunakan untuk menelaah penelitian ini menggunakan Teori Estetika Djelantik. Sumber data yang digunakan: informan, tempat dan peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan review informan kunci. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Busana pernikahan basahan Dodot Ngumbar Kunco tersusun atas pakaian utama yang berwujud Dodot Alas-alasan warna gadung mlathi dan kain cinde sedangkan perlengkapannya terdiri dari kuluk mathak, sumping, kalung roncean melati, kalung ulur, keris, roncean melati kolongan keris, gelang, epek, timang, ukup, buntal. Busana Dodot Ngumbar Kunco berpasangan dengan dodot ageng yang dipakai oleh pengantin wanita. (2) Bobot busana pernikahan basahan Dodot Ngumbar Kunco mengandung makna ajaran bagaimana menjalani kehidupan berumah tangga dengan memakai tuntunan bertingkah laku sesuai pandangan hidup orang Jawa dan busana ini merepresentasikan harapan dan doa kepada Tuhan. (3) Penampilan busana pernikahan basahan Dodot Ngumbar Kunco saat upacara panggih ditampilkan layaknya sebuah pertunjukan seni diperagakan oleh kedua pengantin yang seolah-olah menjadi raja dan ratu sehari. Kata Kunci : Wujud, Penampilan, Bobot, Dodot Ngumbar Kunco
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
PROSES PENYIDIKAN DALAM UPAYA PENYELESAIAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN DI POLRESTA SURAKARTA (Studi Kasus Pembunuhan Berencana No. Pol. BP/113/IV/2005/Reskrim)
Indarwati Darmastuti, 2011. PROSES PENYIDIKAN DALAM UPAYA
PENYELESAIAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN DI POLRESTA
SURAKARTA ( STUDI KASUS PEMBUNUHAN BERENCANA NO. POL.
BP/ 113/ IV/ 2005/ RESKRIM ). Fakultas Hukum UNS.
Penelitian Hukum ini mendeskripsikan dan mengkaji mengenai proses
penyidikan dalam upaya penyelesaian berita acara pemeriksaan perkara
pembunuhan berencana di Polresta Surakarta.
Penelitian yang dilakukan di Polresta Surakarta ini termasuk penelitian
empirik yang bersifat deskriptif yang mengunakan data primer dan data sekunder,
dimana Penulis mengumpulkan data-data yang diperoleh secara langsung dari
aparat penyelidik dan penyidik Polresta Surakarta melalui wawancara serta studi
dokumen. Kemudian dari semua data yang terkumpul dilakukan analisa interaktif
dengan teknik analisis yang bersifat kualitatif. Tujuan Penelitian Hukum ini
adalah untuk mengetahui pelaksanaan proses penyidikan dalam penyelesaian
Berita Acara Pemeriksaan tindak pidana pembunuhan berencana serta kendala-
kendala yang dihadapi penyidik selama proses penanganan perkara tindak pidana
kejahatan pembunuhan berencana tersebut. .
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa
pelaksanaan penanganan perkara pembunuhan berencana ini adalah sebagai
berikut : Pertama penyelidikan, dimulai dari diketahui terjadinya tindak pidana
pidana pembunhan berencana yaitu dari laporan dari saksi pertama kemudian
dibuatkan Laporan Polisi. Kedua penyidikan, yaitu membuat surat perintah
penyidikan, membuat surat perintah tugas, melakukan pemanggilan terhadap
saksi, melakukan pemeriksaan saksi dan tersangka, melakukan upaya paksa,
menyusun sampul berkas perkara, serta menyerahkan berkas perkara kepada
kejaksaan
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
