1,720,961 research outputs found
DAMPAK PSIKOLOGIS BULLIYING PADA REMAJA
Sekolah adalah lembaga untuk para siswa pengajaran di bawah pengawasan guru. Lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan prestasi belajar peserta didik. Lingkungan sekolah yang buruk dapat berpengaruh negative terhadap perkembangan mental siswa, seperti misal perbuatan bullying yang sedang marak terjadi pada peserta didik di lingkungan sekolah. Bullying merupakan prilaku tidak baik atau menyimpang karena prilaku bullying memeberikan dampak serius terhadap perkembangan mental peserta didik.dari permasalahan yang ada, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Dampak Psikologis Korban Bullying pada Remaja”.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan tekhnik purposive sampling terhadap lima informan yang dipilih untuk memperoleh data. Berdasarakan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bullying yang sering terjadi adalah bullying verbal dan fisik, remaja yang menjadi korban bullying disebabkan karena perilaku korban yang menonjol dari teman-teman yang lain, dan korban memiliki nilai akademik yang kurang
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN MELALUI MEDIA KOMUNIKASI LUAR RUANGAN DI DESA GRUJUGAN KECAMATAN GAPURA
Pemberdayaan Kelompok Nelayan Melalui Media Komunikasi di Desa Grujugan Kecamatan ini adalah tindak lanjut dari kegiatan penelitian yang dilakukan pada kelompok nelayan di lokasi yang sama dari persepektif komunikasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini lebih menekankan pada bentuk pendampingan melalui kegiatan sosialisasi penerapan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini berupaya untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat pesisir, khususnya kelompok nelayan di dusun Palegin dan dusun Karang Mimbah desa Grujugan Kecamatan Gapura dari aspek komunikasi kesehatan. Metode kegiatan yang dilakukan (1) kegiatan sosialisasi tentang manfaat dan dampak jika menerapkan berprilaku hidup sehat dan bersih (PHBS). Seperti membasuh tangan sebelum makan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak buang air besar (BAB) sembarangan. (2) melakukan kampanye penerapan PHBS melalui media komunikasi luar ruangan, melalui pemasangan Banner dan poster. Media kampanye PHBS dipasang pada lokasi – lokasi strategis seperti di kantor balai desa dan rumah warga yang dan pertokoan di desa setempat. Adapun isi kampanye media luar ruangan tersebut, adalah tatacara perilaku hidup bersih dan sehat serta penerapan protokoler kesehatan sesuai standar covid - 19. Luaran kegiatan PkM ini diantaranya; 1) Publikasi pada jurnal pengabdian e-ISSN, 2) Publikasi melalui media online, 3) Hak Cipta – karya seni berupa poster kegiatan PkM.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PEMILIHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF SESUAI UMUR PADA IBU ANAK PRASEKOLAH DI TK ’AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SURONATAN YOGYAKARTA
Latar belakang :
Masa prasekolah termasuk kedalam masa keemasan, dimana pada masa ini
diperlukan stimulasi untuk pengotimalan perkembangan dan pertumbuhannya. Pemilihan alat
permainan edukatif (APE) yang sesuai menjadi sangat penting, karena pemilihan APE yang
tidak sesuai akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dikemudian hari.
Pemilihan APE dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu tentang APE, dimana apabila
tingkat pengetahuan ibu tentang APE tinggi, maka pemilihan APE akan semakin sesuai.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang APE dengan pemilihan
APE sesuai umur pada ibu anak prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Suronatan
Yogyakarta.
Metode: Metode yang digunakan adalah survey kuantitatif. Jenis penelitian korelasi dengan
pendekatan waktu yang digunakan Cross Sectional. Pengambilan sampel yaitu total
sampling, dengan jumlah responden 70 orang dengan pengambilan data menggunakan
kuesioner.
Hasil : Ada hubungan secara statistik antara tingkat pengetahuan tentang APE dengan
pemilihan APE sesuai umur pada ibu anak prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal
Suronatan Yogyakarta.
Saran : Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan
menggunakan metode yang berbeda dan tidak hanya menggunakan kuesioner sebagai alat
pengumpul data
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
RELIGIOUS ATTITUDES, SELF-CONCEPT, AND JUVENILE DELINQUENCY IN LOBUK BLUTO VILLAGE, SUMENEP: AN ANALYTICAL CROSS-SECTIONAL STUDY
Masa remaja adalah periode yang bergejolak, sering ditandai dengan perilaku nakal di kalangan remaja. Remaja dan kenakalan mereka adalah topik yang menarik abadi karena meningkatnya frekuensi dan berbagai kegiatan nakal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara sikap beragama, konsep diri, dan kenakalan remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional analitis, dengan populasi 71 remaja. Sampel terdiri dari 49 remaja usia 13-21 tahun, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Sikap religius dan konsep diri adalah variabel independen, sedangkan kenakalan remaja berfungsi sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik Chi-Square, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap keagamaan, konsep diri, dan kenakalan remaja di Desa Lobuk Bluto, Sumenep, dengan tingkat signifikansi 0,00 < 0,05 (α).
Diharapkan bahwa semua pemangku kepentingan akan mendukung kegiatan yang bertujuan untuk mencegah kenakalan remaja, seperti mendirikan organisasi pemuda seperti "Karang Taruna" dan kelompok diskusi kecil yang meningkatkan produktivitas remaja.
Kata kunci: Sikap Religius, Konsep Diri, Kenakalan Remaj
Efektifitas Hipnoterapi dan Terapi Musik terhadap Intensitas Nyeri pada Remaja dengan Dismenore di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Putri Al-Amien Prenduan
Dismenore primer merupakan sensasi nyeri pada saat menstruasi yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari- hari remaja. Kejadian dismenorea di Indonesia sekitar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu pengobatan dismenorea secara non-farmakologis yaitu hipnoterapi dengan terapi musik. Hipnoterapi yang dikombinasikan dengan terapi musik merupakan salah satu cara yang mudah, cepat, efektif, dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kombinasi hipnoterapi dan terapi musik terhadap dismenorea pada siswi di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Putri Al-Amien Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre-test-post-test. Jumlah sampel adalah 24 responden untuk kelompok intervensi dan 24 responden untuk kelompok kontrol, yang ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan melalui dua tahapan, yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan setelah dilakukan intervensi kombinasi hipnoterapi dan terapi musik pada kelompok intervensi, didapatkan p-value = 0,000, sementara pada kelompok kontrol didapatkan p-value = 0,837 (α<0.05). Hasil penelitian menunjukkan hipnoterapi dan terapi musik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada remaja dengan dismenore primer. Hipnoterapi dengan terapi musik dapat disarankan untuk diterapkan sebagai tindakan keperawatan komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri pada remaja dengan dismenorea
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengkajian Nyeri Multidimensional pada Remaja dengan Dismenore Primer
Pain is an unpleasant, sensory and emotional experience resulting from
actual and potential tissue damage. A commonly pain that afflicted by young
women is primary dysmenorrhea. Assessment of multidimensional pain is
required to obtain a qualitative and quantitative assessment of the pain felt by the
patient in this case, especially adolescents with primary dysmenorrhea. This study
aims to obtain a description of multidimensional pain in adolescents with primary
dysmenorrhea.
This research was descriptive research with cross sectional design. The
sample in this study were 78 patients who experienced primary dysmenorrhea
with purposive sampling with inclusion criteria of respondents were middle aged
and late adolescents who experienced primary dysmenorrhea, willing to be a
respondent and can read and write in the Indonesian language. While the
exclusion criteria were the respondents diagnosed with certain gynecological
diseases or secondary dysmenorrhea. Measurement of pain used
multidimensional assessment questionnaires Adolescent Pediatric Pain Tool
(APPT). Data analysis in this research used descriptive analysis to know
distribution, frequency, percentage of variable.
The results showed that a body outline diagram obtained the location of
most pain felt by adolescents with primary dysmenorrhea was in the lower
abdominal region or region hypogastric (pubic) region and low back pain or pain
in the lower back. Pain intensity with medium pain intensity criterion (medium
pain) that was equal to 56,4%. Pain quality had mean value 52,58 which mean
mean of quality of adolescent pain with dysmenorrhea was moderate pain.
Menstruation is routinely occurs every month will cause problems if
followed by menstrual pain or dysmenorrhea, therefore nurse need efforts to
overcome dysmenorrhea in adolescents so that menstruation does not interfere
with the daily activities of adolescents
- …
