Batoboh
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Pelatihan Seni Tradisional Minangkabau: Mengasah Kreativitas Siswa SDN 19 Batipuh Baruah melalui Tari dan Musik
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pelatihan Tari Piriang dan Tari Galombang beserta musik pengiringnya kepada siswa/i SDN 19 Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Lewat pelatihan ini, kami ingin mengajak anak-anak mengenal dan mencintai seni tradisi Minangkabau sejak dini, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan bakat seni mereka di lingkungan sekolah dasar. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan melalui metode ceramah, demonstrasi, serta latihan berulang (drill), yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Sebanyak 44 siswa terlibat aktif dalam pelatihan ini, mulai dari penari, pemain musik, pembawa carano, hingga pembaca pasambahan. Proses pelatihan dilakukan secara bertahap dan terencana, hingga akhirnya seluruh siswa berhasil tampil dengan apik dalam acara penyambutan tamu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar. Hasilnya sungguh membanggakan—anak-anak mampu menari dan memainkan musik dengan penuh semangat dan kekompakan. Lebih dari sekadar penampilan, pelatihan ini juga membentuk karakter siswa, melatih disiplin, serta memperkuat kerja sama antar teman. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam pembinaan seni di sekolah dasar dan menjalin sinergi yang berkelanjutan antara sekolah dan komunitas seni budaya
Pelatihan Pembuatan Label Produk Ikan Bilih Sebagai Strategi Pemasaran Kuliner Etnik Minang Di Jorong Kampung Tangah Kabupaten Solok
Ikan Bilih adalah salah satu endemik Danau Singkarak yang banyak diolah dan dijual oleh masyarakat setempat, seperti yang dilakukan oleh kelompok ibu rumah tangga dalam paguyuban Bundo Kanduang di Jorong Kampung Tangah. Ada berbagai macam olahan Ikan Bilih yang dijual, yaitu Bilih goreng, Bilih rebus dan Bilih Kering. Pada tahun 2024 kelompok ibu rumah tangga ini meluncurkan produk baru yang diinovasikan dengan kuliner khas etnis Minang, yaitu Rendang Bilih dan Bilih Lado Hijau. Inovasi produk ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan juga sebagai bentuk revitalisasi kuliner etnik Minang. Namun permasalahannya mereka belum mempunyai label penjualan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembuatan label kepada kelompok ibu rumah tangga yang mengolah Ikan Bilih di Jorong Kampung Tangah. Label sangat penting karena didalamnya terdapat informasi yang berguna untuk konsumen, seperti komposisi bahan, tanggal kadaluarsa, ijin BPOM dan sertifikat halal. Pelatihan ini menggandeng mitra kelompok ibu rumah tangga pengolah Ikan Bilih di Jorong Kampung Tangah. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi dan praktik pelatihan secara langsung. Hasilnya saat ini kelompok ibu rumah tangga di Jorong Kampung Tangah sudah mempunyai label sendiri dengan tagline BKT (Bilih Kampung Tangah). Selain informatif, label ini juga menunjukan kekhasan Bilih Kampung Tanga
Pemberdayaan Tenaga Bimbingan Perkawinan Melalui Pelatihan Aspek Psikologi di KUA Kota Denpasar
Bimbingan perkawinan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan calon pengantin untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, implementasinya di KUA Kota Denpasar masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam penyampaian materi psikologi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan bimbingan perkawinan di KUA Kota Denpasar dengan menggunakan pendekatan pendampingan yang meliputi tahap pembukaan, pelaksanaan, penutupan, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi selama pelaksanaan bimbingan perkawinan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tahap pembukaan masih bersifat administratif, sementara pelaksanaan kegiatan belum sepenuhnya partisipatif. Materi psikologi keluarga seringkali tidak disampaikan secara maksimal karena keterbatasan waktu dan belum semua fasilitator memiliki sertifikat resmi. Tahap penutupan juga belum mencakup tindak lanjut pendampingan setelah pernikahan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan fasilitator bimbingan perkawinan serta pengembangan metode yang lebih interaktif dan evaluatif. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas bimbingan perkawinan dan mendukung ketahanan keluarga di masa mendatang
Pelatihan Manajemen Pertunjukan Seni Bagi Komunitas Seni Telangkai Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai
Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah; 1) Minimnya pengetahuan tentang penyusunan sajian pertunjukan; 2) Minimnya pengetahuan tentang tata panggung dan artistik; 3) Minimnya pengetahuan tentang pengelolaan administrasi pertunjukan. Solusi yang ditawarkan untuk meyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah; 1) Menerapkan pengetahuan tentang konsep susunan sajian pertunjukan; 2) Menerapkan pengetahuan tentang tata panggung dan artistik; 3) Menerapkan pengetahuan tentang tata kelola administrasi pertunjukan. Tujuan dan target khusus dari kegiatan ini adalah; 1) Terbentuknya kemampuan (soft skill) penyusunan sajian pertunjukan; 2) Terbentuknya kemampuan (soft skill) merancang tata panggung dan artistik; 3) Terbentuknya kemampuan tata kelola administrasi pertunjukan. Metode yang dilakukan adalah dengan metode pembimbingan dan pendampingan atas program kerja yang ditujukan kepada mitra dalam hal memperbaiki persoalan yang dihadapi hingga memperoleh hasil yang maksimal. Berdasarkan realita dan fakta lapangan pada pertunjukan seni, kemampuan dalam menyusun dan mengaplikasikan konsep pertunjukan, menata dramatisasi acara, dan kemampuan menata administrasi acara pertunjukan menjadi satu paket yang penting untuk kesuksesan pertunjukan seni. Hal tersebut sudah harus menjadi perhatian penting secara khusus bagi Komunitas Seni Telangkai dalam melakukan penyajian pertunjukan
Talempong Pacik sebagai Media Pendidikan Karakter Generasi Muda di Nagari
Talempong Pacik merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi, namun keberlanjutannya menghadapi tantangan serius akibat melemahnya proses pewarisan antar generasi. Di Nagari Bungo Tanjuang, Kabupaten Tanah Datar, keberadaan kelompok Talempong Pacik hampir hilang sejak awal 1990-an. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menghidupkan kembali praktik Talempong Pacik melalui pelatihan intensif kepada generasi muda, khususnya siswa MTs Muhammadiyah dan anggota Sanggar Seni “Nan Ampek.” Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif, mencakup penyuluhan tentang makna budaya, penguasaan teknik dasar memegang dan memukul, serta pembelajaran dua repertoar utama yaitu Gua Indang dan Gua Tari Piring. Pelatihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengenalan unit Talempong Jantan, Batino, dan Pengawinan hingga penggabungan dalam ensambel utuh. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi peserta, yang tidak hanya mampu memainkan repertoar dasar, tetapi juga mulai menumbuhkan rasa bangga terhadap kesenian tradisional sebagai identitas budaya lokal. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pelestarian seni tradisi dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan karakter, penanaman nilai kebersamaan, serta penguatan identitas kultural. Dengan dukungan masyarakat, tokoh lokal, dan lembaga pendidikan, Talempong Pacik berpotensi hidup kembali dan berkembang sebagai warisan budaya yang bernilai bagi generasi mendatang
Pelatihan Makeup Fresh Look pada Remaja Sebagai Upaya Peningkatan Kepercayaan Diri Siswi SMA 1 Pariangan Tanah Datar
Penggunaan kosmetik pada remaja perempuan mengalami peningkatan seiring perkembangan media digital dan budaya visual. Namun, kurangnya pengetahuan mengenai teknik, etika, serta keamanan penggunaan makeup yang sesuai usia berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik secara fisik maupun psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan makeup fresh look kepada siswi SMA 1 Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, sebagai upaya meningkatkan keterampilan dasar tata rias yang sehat, proporsional, dan sesuai karakter remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Tata Rias ISI Padangpanjang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep riasan natural, pemilihan produk yang aman bagi kulit remaja, serta peningkatan kepercayaan diri dalam berpenampilan. Pelatihan ini juga membuka wawasan peserta terhadap potensi keterampilan tata rias sebagai bagian dari pengembangan diri dan peluang ekonomi kreatif di masa depa
Edukasi dan Pendampingan Kader Puskesmas Perumnas 1 untuk Meningkatkan Cakupan Skrining Tuberkulosis di Masyarakat
Tuberkulosis (TB) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Rendahnya cakupan skrining TB sering disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat dan kurangnya tenaga kesehatan yang memadai di tingkat komunitas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan di Puskesmas Perumnas 1, Pontianak, melalui edukasi dan pendampingan intensif terkait TB dan skrining. Sebelum program dilaksanakan, dilakukan pre-test untuk menilai tingkat pengetahuan kader, yang menunjukkan skor rata-rata 60. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata menjadi 85, menandakan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang TB dan skrining. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mencakup praktik lapangan dan skrining TB pada anak, yang menghasilkan temuan awal 15 suspek TB dan 6 kasus positif TB anak. Hasil ini menunjukkan bahwa keterlibatan kader dalam deteksi dini sangat efektif dalam menjaring kasus secara aktif di komunitas. Dengan hasil ini, diharapkan kader Puskesmas lebih siap untuk berperan aktif dalam meningkatkan cakupan skrining TB di komunitas, sehingga dapat mendukung upaya deteksi dini dan penurunan angka penularan TB. Program ini juga memiliki potensi untuk diimplementasikan lebih luas sebagai model pemberdayaan kader kesehatan dalam upaya pencegahan TB di tingkat komunitas
Edukasi Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing Di Dunia Kerja Kepada Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Vokasi
Politeknik Piksi Input Serang mengadakan kegiatan edukasi untuk mahasiswa baru, fokus pada pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan Mandarin, dalam dunia kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari sesi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan menggunakan berbagai metode pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan meliputi mind mapping untuk membantu mengorganisasi informasi, sharing experience dengan narasumber profesional, dan video pembelajaran yang memfasilitasi pemahaman visual dan auditori. Selain itu, simulasi wawancara kerja dan permainan edukatif dirancang untuk memberikan pengalaman praktis dalam penggunaan bahasa asing. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman awal mahasiswa yang masih rendah, dengan rata-rata persentase jawaban benar sebesar 49.31%. Setelah mengikuti kegiatan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata persentase jawaban benar mencapai 76.27%. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana edukasi yang dinamis dan interaktif, serta memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan bahasa mereka, mempersiapkan diri untuk karir yang sukses di masa depan ketika mereka lulus dan bersaing di dunia kerja
Revitalisasi Permainan Tradisional untuk Mendukung Wisata Edukasi Kampung Caping Pontianak
Permainan tradisional di Kampung Caping merupakan langkah strategis untuk melestarikan budaya lokal yang semakin terpinggirkan oleh perkembangan teknologi modern. Permainan tradisional tidak hanya bagian dari warisan budaya, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan kearifan lokal. Kegiatan ini dijalankan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKM) oleh mahasiswa Universitas Tanjungpura, bertujuan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda dan menjadikannya daya tarik wisata Kampung Caping. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pengembangan model pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi permainan tradisional di sekolah-sekolah dan komunitas setempat, pemanfaatan platform digital untuk menyebarluaskan informasi melalui video tutorial di media sosial, serta pendokumentasian komprehensif mengenai aturan, sejarah, dan manfaat permainan. Proses ini selaras dengan tujuan pengabdian masyarakat perguruan tinggi yang mengedepankan alih teknologi dan pemberdayaan sosial budaya. Melalui implementasi strategi-strategi ini, diharapkan permainan tradisional dapat kembali hidup, relevan, dan menarik bagi generasi muda, serta mendukung pelestarian budaya lokal Kampung Caping di era moder
Pelatihan Membatik Untuk Pembentukan Karakter Santri Di Pesantren Thawalib Gunuang Kota Padangpanjang
Pondok pesantren Thawalib Gunuang merupakan salah satu merupakan salah satu pondok pesantren yang mewajibkan santrinya untuk memiliki kompetensi seni sebagai wujud pembentukan karakter. Kompetensi senirupa yaitu membatik juga merupakan salah satu hal yang perlu dimiliki santri sebagai wujud kecintaan pada budaya daerah. Untuk itu penulis melaksanakan pelatihan membatik bagi santri putri di pondok pesantren Thawalib Gununang sebagai upaya meningkatkan kecintaan peserta terhadap budaya bangsa. Peserta pelatihan membatik merupakan santri yang dipilih berdasarkan minatnya terhadap seni rupa. Santri diajarkan proses membatik dari mulai membuat motif, menerapkan motif ke kain, mencanting, mewarnai, hingga melorod. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta berhasil membuat dua buah produk batik yaitu sapu tangan dan syal batik. Kegiatan pelatihan membatik tentunya membutuhkan fokus dan ketelitian dari peserta untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini karena tahapan membatik yang cukup panjang dan juga penerapan motif yang membutuhkan ketelitian agar produk batik yang dihasilkan menjadi maksimal. Diakhir kegiatan diadakan diskusi dengan peserta terkait kendala yang dihadapi. Dan untuk keberlanjutan kegiatan ini, juga diserahkan peralatan membatik lengkap kepada peserta sehingga mereka bisa berkreasi dan berlatih lebih intens lagi