145 research outputs found

    Penataan Artistik Bahondoh dalam Rangkaian Kegiatan Festival Danau Maninjau III Tahun 2024 Nagari Paninjauan Propinsi Sumatera Barat

    No full text
    Festival Danau Maninjau FestDaM 2024 diseputaran Danau Maninjau, tepatnya di Nagari Maninjau kecamatan Tanjuang Raya kabupaten Agam dilakukan Rangkaian kegiatan pergelaran seni dan budaya. Pertunjukan bahondoh sebagai cerminan kebersamaan masyarakat pertanian dalam menggarap sawah. Dalam kegiatan bahondoh tersebut disuguhkan berupa ungkapan pantun dari peserta bahondoh. Pantun-pantun yang diungkapkan sembari mengayunkan cangkul membalikkan kulit bumi dan lazimnya disambut dengan kuai atau disebut sorak sorai secara spontan. Bahondoh merupakan bentuk pamenan anak nagari  sebagai wadah dan ruang sosialisasi, silahturrahmi dan ruang alternatif  dalam mengekspresikan diri. Melalui pengabdian ini dilakukan penerapan elemen artistik untuk mendukung dan memghidupkan suasana panggung pertunjukan Metode pelaksanaan bertolak pada revitalisasi,  langkah yang melakukan yaitu: (1). Pemahaman untuk melakukan kesadaran, (2). Perancanaan secara kolektif, (3). Pembangkitan kreatifitas. Melalui bahondoh dan rangkaian kegiatan festival kahadiran dan penataan artistic yakni; artistic penggung, properti, tata cahara, tata rias dan musik membuat pertunjukan menjadi spektakuler dan membangun suasana pertunjukan

    Kreativitas Bermusik Bagi Jemaat GPM

    Full text link
    In order to strengthen the implementation of one of the pillars of the Tri Dharma of Higher Education—community service—Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon facilitates the involvement of lecturers and students in a structured service program through the PKM Grant scheme. This program is organized by the Institute for Research and Community Service (LP2M) as an effort to disseminate research findings and scientific works to the community. Through a competitive selection process, selected lecturer- student teams carried out community service activities in designated partner areas, including collaborations with the Protestant Church of Maluku (GPM) in the Masohi and North Ambon Island Classis. The main focus of the activities is to strengthen the capacity of congregations through training based on curriculum and research outcomes, particularly in the development of Indonesian Church Music (Musik Gereja Nusantara). The program is integrated with core subjects such as Minor Compulsory Courses and Church Music Composition in the Master's Program of Church Music Studies. It also aims to create Sunday School songs for church caregivers. These activities are intended to expand the repertoire of church music and enhance the quality of worship through training in vocals, instruments, and music composition. The outcomes of this initiative demonstrate the tangible contribution of higher education in responding to community needs through the collaborative and contextual application of academic knowledge

    Pelatihan Membatik Menjadi Souvenir Khas Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Wisata Kubu Gadang

    Full text link
    Pelatihan membatik yang dilaksanakan di desa wisata Kubu Gadang ditujukan untuk membantu menciptakan produk souvenir khas Kubu Gadang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pengabdian dari ISI Padangpanjang yang ditujukan terhadap kelompok Sadar Wisata Kubu Gadang. Pokdarwis Kubu Gadang merupakan pengelola desa wisata yang turut berkontribusi untuk mengembangkan kepariwisataan di Kubu Gadang. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di balai pemuda Kubu Gadang dan proses pelatihan dilaksanakan dengan metode demonstrasi yang kemudian diikuti oleh peserta. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan berbagai bentuk produk souvenir berbahan batik bagi wisatawan yang datang ke Kubu Gadang. Produk yang dihasilkan dalam kegiatan ini berupa syal batik, sapu tangan batik, kain panjang dan ada juga berbentuk deta yang merupakan salah satu kelengkapan pakaian pria di Minangkabau. Motif batik yang diterapkan adalah motif tradisional Minangkabau yang dipadukan dengan motif bertemakan khas Kubu Gadang seperti silek lanyah dan makan bajamba. Dari kegiatan ini diharapkan akan menjadi cikal bakal lahirnya souvenir batik khas Kubu Gadang yang bisa ditawarkan ke wisatawan yang datang

    Pelatihan Seni Nuansa Islam Sebuah Inovasi dalam Meningkatkan Kualitas Pertunjukan Dikie Rabano di Nagari Tepi Selo Lintau

    Full text link
    Dikia Rabano merupakan salah satu seni nuansa Islam yang secara umum masih memakai bahasa Arab sebagai teks yang berisikan puji-pujian terhadan Allah subhnahuwtaala serta bershalawat kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. wadah untuk menyampaikan dakwah Islam. Rabano sebagai alat musik berfungsi untuk pengiring vokal dan memberikan aksentuasi bila diperlukan. Berhubung Seniman atau tukang Dikia di nagari tapi Selo hanya tinggal 2 orang, itu pun sudah berusia lanjut, sangat diperlukan pembinaan dan pelatihan dalam bentuk inovasi.  Tujuan pengabdian kali ini adalah untuk memberikan semangat serta motivasi terhadap masyarakat terutama genarasi muda sebagai generasi penerus agar mau belajar dikia rabano. Metode partisipatoris, yaitu pelaku seni dan masyarakat sebagai penggerak utama dalam pembinaan, artinya masyarakat merasa memiliki kesenian dan budaya mereka. Memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap kelompok-kelompok seni, baik pada manajemen pengelolaan, estetika pertunjukan serta meningkat­kan kualitas kelompok seni pertunjukan. Memberikan sentuhan Ipteks dalam upaya peningkatan mutu kelompok seni tradisi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya pelaku seni tradisi Dikie Rabano. Penginovasian dilakukan dengan sedikit merobah teks dalam bahasa Minangkabau atau bahasa Indonesia, dan mengolah tempo permaianan sehingga kedengaran lebih agresif dengan melodi yang ritme

    Peningkatan Pengetahuan Kelompok Tani Nekto Nopala dalam Pembuatan Pupuk Kompos Blok Berbasis Limbah Ternak

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Nekto Nopala di Desa Kiuloa, Kabupaten Timor Tengah Utara, dalam pembuatan pupuk kompos blok berbasis limbah ternak, khususnya feses sapi. Selama ini, limbah ternak belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi sumber pencemaran lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik yang berguna bagi kesuburan tanah dan peningkatan produktivitas pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan mengenai manfaat dan proses pembuatan kompos blok, demonstrasi teknis di lapangan, serta pelatihan langsung yang melibatkan seluruh anggota kelompok. Pendekatan partisipatif digunakan agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesadaran lingkungan. Kompos blok yang dihasilkan memiliki bentuk padat, mudah diaplikasikan, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selain memberikan solusi pengelolaan limbah ternak, kegiatan ini juga mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha tani-ternak di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Diharapkan, teknologi ini dapat direplikasi oleh kelompok tani lain dalam rangka mendukung sistem pertanian terpadu dan ramah lingkunga

    Pengembangan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Kota Dumai: Dari Aspek Kualitas dan Kuantitas

    Full text link
    Artikel ini  menjelaskan pengembangan seni di Kota Dumai melalui workshop dan pelatihan seni dan budaya dengan memetakan seni dulu, kini, dan nanti. Pengembangan seni pertunjukan di Kota Dumai pada tari kreasi Zapin, Persembahan, dan musik gambus masih dilakukan secara intuitif dan belum mempertimbangkan segi artistik dan estetika. Pengembangan artistik dan estetika perlu dilakukan dengan cara pengembangan dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Pengembangan kualitatif atau kualitas adalah pengembangan pada bentuk, struktur, dan substansi gerak dan materi musiknya, teknik melukis, pengolahan warna, dan karakter untuk mencapai kualitas. Pengembangan kuantitatif atau kuantitas difokuskan pada upaya  memperluaskan dan memperbesar volume pertunjukan dan pameran dengan cara memperbanyak dan menyebarkan ke berbagai kalangan masyarakat. Metode workshop dan pelatihan terdiri dari presentasi materi, workshop, dan pelatihan dibagi beberapa kelompok, yaitu kelompok tari, musik, dan seni rupa. Kemudian dilakukan evaluasi dan saran perbaikan. Hasil workshop dan pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat perlu dilakukan untuk membuka wawasan dan cara mengembangkan suatu seni ke seni kreasi dengan pertimbangan konsep seperti kualitas dan kuantitas

    Penyuluhan Hukum Islam tentang Praktik Tajdidun Nikah Berdasarkan Teori Maslahah Al-Syathibi di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang

    Full text link
    Pengabdian ini berfokus pada praktik sosial keagamaan tajdidun nikah (pembaharuan akad nikah) di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, yang secara lokal dikenal sebagai “nganyareh kabin”. Masyarakat melakukannya sebagai bentuk ihtiyath (kehati-hatian) dan upaya memperkuat keharmonisan rumah tangga. Namun, praktik ini belum dipahami secara utuh dari perspektif hukum Islam, sehingga memunculkan perdebatan normatif dan potensi kesalahpahaman hukum. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan hukum Islam berbasis teori maslahah Imam Al-Syathibi, yang menekankan pentingnya kemaslahatan sebagai dasar penetapan hukum. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-naratif dan partisipatif-edukatif, melalui ceramah, dialog, simulasi akad, dan evaluasi pre-test serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat terhadap praktik tajdidun nikah secara normatif, serta penguatan kesadaran hukum dan keagamaan yang lebih kontekstual dan maslahat. Program ini juga mendorong tokoh agama lokal menjadikan materi penyuluhan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan rutin. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memperkuat peran hukum Islam yang adaptif dalam merespons dinamika sosia

    Sosialisasi Hukum Mengenai Produk Makanan Halal Dan Sehat Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Panyalaian

    Full text link
    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada tanggal 21 April 2025 menyatakan bahwa  ditemukan 9 (sembilan) produk makanan olahan yang mengandung unsur babi (porcine). Sebagian besar produk yang terdeteksi mengandung babi adalah marshmallow impor, dan beberapa di antaranya sudah memiliki sertifikat halal. Hal ini tentu saja meresahkan bagi masyarakat, lebih khususnya lagi Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia. Pengakuan akan keberadaan agama Islam menerbitkan tanggung jawab negara untuk memastikan terpenuhinya nilai-nilai Islam dalam berbagai bidang. Salah satu tanggung jawab negara dalam hal ini yaitu menjamin kehalalan produk yang beredar dalam masyarakat sesuai dengan ketentuan syari’at agama Islam. Tidak hanya itu, ternyata produk yang mengandung unsur babi tersebut ada pada produk makanan yang dikonsumsi untuk anak. Produk makanan yang baik dan halal serta memperhatikan gizi makanan dan minuman yang dikonsumsi anak memiliki peran penting dalam perkembangan, pertumbuhan, dan pemeliharaan kesejahteraan anak secara keseluruhan. Gizi yang baik mempunyai dampak yang signifikan terhadap perkembangan kognitif, perilaku, dan emosional anak-anak. Oleh sebab itu, maka perlu dilakukan upaya sosialisasi hukum mengenai produk makanan halal dan sehat oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Lokasi yang dipilih untuk dijadikan tempat sosialisasi hukum tersebut adalah  Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal Panyalaia

    Diversifikasi Kerajinan Gerabah Tradisional Andaleh Menjadi Produk Cendramata Khas Minangkabau Berbasis Kearifan Lokal

    Full text link
    Diversifikasi produk gerabah tradisional andaleh dari produk fungsional menjadi produk estetik merupakan upaya memajukan kerajinan gerabah tradisional Andaleh. Kerajinan yang sudah berumur puluhan tahun tersebut masih tetap eksis walaupun adanya penurunan dari segi omzet pengrajin. Gerabah tradisional yang biasanya digunakan sebagai periuk tersebut dijual dengan harga yang murah dan tentunya sangat merugikan bagi pengrajin. Oleh karena itu perlu ada upaya untuk meningkatkan nilai guna dari gerabah tersebut agar nilai jualnya juga meningkat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk gerabah tradisional Andaleh. Produk gerabah tersebut didekorasi dengan menarik sehingga kemudian bisa menjadi hiasan. Gerabah didekorasi dengan motif batik Minangkabau dengan pengaplikasian motif menggunakan canting batik. Hal ini bertujuan agar karakter batik dari motif yang dihasilkan nampak. Produk gerabah tersebut juga akan menjadi lebih menarik setelah dilakukan proses finishing. Proses mencanting dilakukan langsung di permukaan gerabah untuk kemudian dilakukan dfinishing. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan pengrajin gerabah tradisional Andaleh. Hal ini bertujuan untuk membuka wawasan dan pola fikir pengrajin guna meningkatkan taraf hidupnya. Produk gerabah ini nantinya bisa dijual melalui objek wisata yang ada dan menjadi produk unggulan daerah. Lebih lanjut kegiatan ini akan meningkatkan taraf hidup pengrajin

    Implementasi Proses Kreatif Berbasis Digital Dalam Mencipta Musik Pertunjukan dan Manajemen Promosi di Lembaga Seulanga, Banda Aceh

    Full text link
    Selera budaya lokal memainkan peran penting dalam pelestarian dan pengembangan musik seni pertunjukan. Lembaga Seulanga di Banda Aceh) menghadapi berbagai tantangan, seperti: keterbatasan sarana dan prasarana untuk produksi musik seni pertunjukan, minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik perekaman musik berbasis digital dan dan kurangnya kemampuan pengelolaan promosi hasil karya untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dibutuhkan pelatihan yang berfokus pada teknologi perekaman musik digital untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri seni. Metode pelaksanaan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian. Perkembangan teknologi perekaman musik berbasis digital menjadi fokus utama program pengabdian kepada masyarakat oleh ISBI Aceh, dengan solusi berupa pelatihan teknik perekaman musik seni pertunjukan menggunakan software Digital Audio Workstation (DAW) seperti PreSonus Studio One 6. Pelatihan ini mencakup tahap-tahap perekaman profesional, promosi digital menggunakan WordPress, serta bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan SDM di Lembaga Seulanga Banda Aceh dalam melestarikan seni budaya. Hasil luaran meliputi publikasi, video dokumentasi, hak cipta karya rekaman, serta peningkatan kemampuan mitra untuk mempromosikan seni budaya Aceh secara digital

    98

    full texts

    145

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Batoboh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇