Batoboh
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Pembuatan Video Profil Desa Sri Tanjung Kabupaten Mesuji Lampung Sebagai Media Informasi dan Promosi
Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan informasi dan promosi dari potensi-potensi desa Sri Tanjung melalui pembuatan video profil desa, dengan memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berada di desa Sri Tanjung, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Lampung, desa yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Desa Sri Tanjung memiliki beragam potensi yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan, beberapa diantaranya, perikanan, sentra kerupuk ikan, kemplang, dan kue semprong. Metode pengabdian ini menggunakan Community Based Research (CBR), metode ini relevan karena mahasiswa dapat mengembangkan ide dan bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi masalah yang di hadapi. Hasil dari pembuatan video ini dapat memberikan dampak kesadaran publik terhadap potensi desa, dengan manampilkan produk unggulan dan budaya lokal desa Sri Tanjung melalui penyampaian visual yang dikemas dengan narasi menarik
Pelatihan Teater Abdul Muluk Sebagai Upaya Revitalisasi Teater Tradisi di Desa Mudung Darat Kabupaten Muaro Jambi
Teater Abdul Muluk adalah seni tradisi yang sempat populer di Desa Mudung Darat. Namun, regenerasi yang kurang baik dan menurunnya minat masyarakat membuat teater Abdul Muluk di Desa Mudung Darat menjadi vakum dan jarang dipertunjukkan. Tanpa penanggulangan yang baik, kekayaan budaya Desa Mudung Darat ini akan terancam punah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi teater Abdul Muluk yang ada di Desa Mudung Darat. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahapan kerja, yaitu: riset, pelatihan, produksi dan pertunjukan. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah metode presentasi dan diskusi serta metode latihan dengan bimbingan. Peserta pelatihan merupakan generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni pertunjukan. Hasil dari program pengabdian ini adalah pertunjukan teater Abdul Muluk yang berangkat dari ingatan kolektif masyarakat Desa Mudung Darat
Peningkatan Pemahaman Guru Sekolah Dasar Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Pada Implementasi Kurikulum Merdeka
Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah keterampilan, wawasan serta kepercayaan diri para guru tentang hakikat media pembelajaran dan mendesain media pembelajaran, sehingga mereka termotivasi untuk mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan secara daring dan diikuti kepala sekolah dan guru yang berasal dari SDN Cigentur Kabupaten Sumedang, SDN Gunungsari Kabupaten Sumedang, dan SDN Burujulwetan Kabupaten Majalengka serta calon guru atau mahasiswa dari PGSD UPI Kampus Sumedang. Adapun kegiatan utama pengabdian masyarakat ini adalah seminar inovasi pembelajaran tentang media pembelajaran inovatif sehingga seluruh partisipan yang telah hadir dapat mengimplementasikan materi yang telah disampaikan dan menjadikan produk inovasi pendidikan yang telah ditampilkan sebagai bahan referensi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di SD. Hasil pengabdian ini diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran pada sekolah dasar
Implementasi dan Pengembangan Genre Musik Bungo Krinok untuk Pemajuan Kebudayaan Melayu Jambi
Implementasi dan pengembangan genre musik Bungo Krinok adalah upaya pemajuan kebudayan Jambi melalui penggalian kekayaan tradisional. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Research and Development. Hasil dari pengembangan ini adalah ensambel Kalinong Gedang yang memiliki jumlah nada dan pola interval yang lebih variatif, jika dibangdingkan dengan kelitang kayu. Mitra dalam program pengabdian ini adalah Sanggar Seni Pinang Selayang yang berkerja sama dengan Pondok Pesantren Dinniyah Al-Azhar Muaro Bungo. Peserta pelatihan pada kegiatan ini adalah siswa dari Madrasah Ibtidaiyah (setingkat Sekolah Dasar) hingga siswa dari Madrasah Aliyah (setingkat Sekolah Menengah Atas) dengan tingkat kesulitan yang telah disesuaikan. Proses implementasi dari program ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan dan tahap pertunjukan. Hasil dari implementasi dan pengembangan genre musik Bungo Krinok adalah dua komposisi musik, yaitu Nandung Bungo dan Bungo Bermadah
Penyuluhan Hukum tentang Bijak Berbahasa dalam Sosial Media agar Terhindar dari Jerat UU ITE di SMAN 2 Bukittinggi
Pemakaian bahasa dalam media sosial dewasa ini menjadi perhatian berbagai pihak. kebebasan berbahasa dan berpendapat di media sosial, aplikasi chatting dan sebagainya dapat membuat penggunanya melampaui batas kesopanan, norma, bahkan melangggar hukum. Para milenial adalah pengguna aktif sosial media. Mereka umumnya membuat komentar, postingan, dan membagikan hal-hal yang mereka jumpai di sosial media. Kadang tanpa mereka sadari apa yang mereka komentari, apa yang mereka posting dan bagikan menyinggung orang lain, mencemarkan nama baik, bahkan melanggar UU ITE. Oleh karena itu, maka perlu diadakan penyuluhan tentang kebijaksanaan dalam menggunakan bahasa agar terhindar dari jerat UU ITE. Penyuluhan ini dilaksanakan dengan metode presentasi dan diskusi. Subjek penyuluhan ini adalah siswa-siswi di SMAN 2 Bukittinggi. Peserta penyuluhan ini berjumlah 91 orang. Penyuluhan dilaksanakan selama satu hari di bulan februari lalu. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya pemahaman siswa-siswi akan pentingnya bijak dalam menggunakan bahasa dalam bersosial media agar terhindar dari UU ITE. Hal ini dibuktikan dengan mampunya mereka menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri di akhir sesi penyuluhan. Setelah terlaksananya penyuluhan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman yang mumpuni bagi para milenial tentang etika berbahasa dalam sosial media sangatlah penting. Menggunakan media social harus dengan bahasa yang baik, dengan kesopanan, kesantunan dan untuk menghindari tindakan kriminal. Selain itu, harus dipahami dan lebih bijaksana untuk memberikan nasihat atau ekspresi di media sosial agar sesuai dengan koridor etika dan hukum yang berlaku sehingga mereka tidak mudah terjerat dalam undang-undang IT
Pelatihan Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Merdeka bagi Calon Guru Sekolah Dasar
Kurikulum merdeka memberikan otonomi yang lebih besar kepada sekolah dan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik murid. Hal ini menuntut guru untuk memiliki kompetensi dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berorientasi pada Kurikulum Merdeka. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali calon guru Sekolah Dasar (SD) dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat RPP yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Pelatihan ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang dengan dihadiri oleh 35 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Hasil dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan peserta mengenai teknik membuat RPP Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar, mengetahui tentang perbedaan RPP Kurikulum Merdeka dan RPP Kurikulum sebelumnya sehingga dapat mengidentifikasi perbedaannya, dan peserta dapat menyusun RPP Kurikulum Merdeka berupa Modul Ajar. Kegiatan pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam persiapan calon guru Sekolah Dasar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan calon guru dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan pembelajaran yang dinamis dan mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan.Kata Kunci: Calon Guru; Kurikulum Merdeka; Pelatihan; RPP; Sekolah Dasar
Peran Orang Tua Dalam Membangun Lingkungan Rumah Literasi Digital Untuk Anak Usia Dini
Pendampingan orang tua dalam membentuk lingkungan rumah yang mendukung literasi anak usia dini di era digital bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak. Kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahapan: pembukaan, pelaksanaan, dan penutupan. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman lebih baik tentang strategi mengelola penggunaan teknologi digital, memilih konten yang sesuai, serta menggabungkan aktivitas literasi digital dan tradisional. Diskusi terbuka dan evaluasi memperkuat kepercayaan diri orang tua dalam mengimplementasikan strategi literasi di rumah. Saran untuk kegiatan serupa di masa depan termasuk memperluas jangkauan program, meningkatkan intensitas kegiatan, menyediakan dukungan berkelanjutan, dan berkolaborasi dengan sekolah. Pendampingan ini efektif dalam membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya literasi di era digital dan mendukung perkembangan literasi anak secara holistik
Pelatihan Film Pendek di SMA Negeri 1 Pariangan Kabupaten Tanah Datar
Literasi digital dan penggunaan sosial media sangat populer tingkat penggunaannya terutama dalam pembuatan konten kreatif. Konten digital mempunyai aspek naratif dan aspek sinematografi. Hal ini menjadi penting untuk diberikan dalam bentuk pelatihan kepada siswa siswi SMA Negeri 1 Pariangan Kabupaten Tanah Datar mengenai cara pembuatan film pendek. Pengabdian ini dilakukan untuk melatih dan memperkenalkan kepada siswa siswi dalam membuat film pendek sesuai dengan kearifan lokal berupa video dan menambah kreatifitas siswa siswi dibidang perfilman melalui media digital dalam perspektif teknik. Kegiatan pelatihan ini meliputi pelatihan praproduksi, pelatihan produksi, dan pelatihan pasca produksi. Pelatihan tahap praproduksi yang dilakukan adalah mencari konsep konten yang akan dibuat dengan mencari ide dan penentuan objek. Pelatihan tahap produksi adalah proses untuk melakukan shooting, dan materi yang diberikan tentang bagaimana tata cara menyutradarai film pendek, pengambilan gambar yang baik. Pelatihan tahap praproduksi adalah proses editing dari gambar yang sudah diambil dan menghubungkan tipe shotnya sehingga menjadi satu video film dengan menggunakan aplikasi editing hingga menjadi sebuat film pendek. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini sangat memuaskan dan mencapai target. Film pendek yang sudah mereka buat mampu dikerjakan dan bersaing dengan Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat
Pelatihan Menyusun Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa/Nagari: Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang (Sikapa) dan Nagari Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.
Artikel ini bertujuan menjelaskan pelatihan penyusunan Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa (DPKD) atau nagari yang dilakukan kepada para peserta tim penyusun dokumen DPKD dari Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang dan Nagari Harau. Kedua nagari ini berada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Menyusun DPKD adalah suatu kegiatan menggali potensi kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing di kedua nagari tersebut. Untuk menggali potensi budaya itu, tim penyusun yang disebut Daya Desa dibekali dengan pengetahuan mencari data, mengindentifikasi, mengelompokkan, mendeskripsikan, dan menginformasikan kondisi serta perkembangan dari budaya yang ada. Beberapa dari budaya yang terdata itu, tim Daya Desa merekomendasikan untuk dijadikan kegiatan pembangunan kebudayaan oleh Pemerintahan Nagari. Metode yang digunakan adalah ceramah, praktik menyusun dokumen, presentasi oleh masing-masing tim, dan evaluasi hasil kerja. Hasil pelatihan menujukkan bahwa tim telah mampu menyusun dokumen DPKD dan merekomendasikan budaya yang menjadi prioritas dijadikan kegiatan kepada pemerintahan nagari masing-masing
PEMBERDAYAAN APARAT PEMERINTAHAN DESA DALAM MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
Bantuan hukum pada desa tidak hanya melakukan kegiatan misi hukum desa tetapi juga merupakan metode yang penting untuk mencapai tujuan program dari pemerintah untuk desa, mengawasi perubahan desa untuk membuat desa menjadi desa baru yang kreatif dan mandiri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk membina dan mengawasi perencanaan pembangunan desa. Pemberdayaan aparatur desa melalui pembinaan dan pengawasan yang tepat akan meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam membuat perencanaan pembangun desa. Perencanaan yang maksimal akan membuat program-program desa tepat sasaran sehingga bisa mensejahterakan masyarakat desa. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pemberdayaan dan musyawarah yang dilakukan pada Bulan Januari 2023 bekerjasama tim Badan Pengawas Desa Jrebeng, Gresik yang dihadiri beberapa aparatur desa dan seluruh komponen masyarakat desa menghasilkan perencanaan pembangunan desa sehingga bisa melaksanakan kewenangan lokal berskala desa. Pembangunan desa dalam konteks desa sesuai kewenangan lokal berskala desa melalui Peraturan Menteri Desa PDTT Tahun 2015 Nomor 1. Pemahaman yang baik tentang karakter masyarakat dan dinamika pemerintahan desa sehingga memfasilitasi pemberdayaan masyarakat dan aparatur desa dalam proses pembangunan desa yang lebih baik. Perencanaan dan pengelolaan pembangunan desa yang transparan, aktif dan berintegritas supaya sesuai dengan tujuan pembentukannya untuk meningkatkan perekonomian desa dan masyarakatnya