43 research outputs found

    Fathul Qorib 1

    No full text
    xi, 334 hlm, 20 c

    Fathul Qorib 2

    No full text
    x, 296 hlm, 20 c

    Konsep Pendidikan Islam Dalam Kitab Fathul Baari

    No full text
    The concept of Islamic education is absolutely necessary in forming Muslims who are pious, noble and have good cognitive abilities. For this reason, many Islamic thinkers try to formulate the concept of Islamic education as a whole which can be used as a reference in fostering the younger generation of Islam. Islamic thinkers include: Ibn Hazm, al-Ghazali, an-Nahlawi, Naguib al-Attas and others. In this paper, the author tries to present other nuances from a different perspective, the author tries to uncover the concept of Islamic education According to the hadith scholars, namely Ibn Hajar al-Asqalani in the book Fathul Baari. The research in this paper aims to: (1) To know the concept of Islamic education in the book Fathul Baari, and (2) To find out the differences in the concept of Islamic education in the book Fathul Baari with the concept of other Islamic education. the concept of Islamic education in the book contains the definition of education, the position of science in Islamic education, educators and their duties, and methods of education

    SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA SMP IT YAABUNAYYA FATHUL KHAER MAKASSAR: Digital Library Application Usage Training

    No full text
    The training activities carried out are expected to improve the quality of library services at partner schools. The goal to be achieved by the author is that each semester can carry out community service to these partners with different training materials. Especially for this semester the author held training on the use of digital library applications. This training is a competency for the academic community in utilizing information and communication technology in increasing reading interest for the academic community. The target of this service activity program is the entire academic community of SMP IT Yaabunayya Fathul Khaer in Makassar City with a total of 50 students, 10 teachers and 1 librarian. The method used is a lecture method, question and answer, and simulation. The results of this activity show: (1) participants (librarian staff) will have knowledge of book data processing, (2) training participants will have knowledge in the borrowing process and (3) training participants will get book information in the library.Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan diharapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan pada sekolah mitra. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah setiap semester dapat melaksanakan pengabdian pada masyarakat pada mitra tersebut dengan pelatihan materi yang berbeda-beda. Terkhusus untuk semester ini penulis mengadakan pelatihan tentang penggunaan aplikasi perpustakaan digital. Pelatihan ini merupakan kompetensi bagi civitas akademik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan minat baca bagi civitas akademik. Sasaran program kegiatan pengabdian ini adalah seluruh civitas akademik SMP IT Yaabunayya Fathul Khaer di Kota Makassar dengan jumlah siswa 50 orang, 10 orang guru dan 1 orang pegawai perpustakaan. Metode yang digunakan berupa metode ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan : (1) peserta (pegawai perpustakaan) akan memiliki pengetahuan tentang pengolahan data buku, (2) para peserta pelatihan akan memiliki pengetahuan dalam melakukan proses peminjaman dan (3) para peserta pelatihan akan mendapatkan informasi buku pada perpustakaan tersebut

    FUNGSI MANAJEMEN DALAM PELATIHAN DAKWAH DI PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA CANDI REJO KECAMATAN WAY PENGUBUAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Pelatihan dakwah merupakan suatu kegiatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan yang mengandung ajakan atau seruan untuk mengetahui dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Teori yang digunakan oleh peneliti pada skripsi ini yaitu teori tentang fungsi manajemen meliputi pengertian manajemen, fungsi manajemen, unsur-unsur manajemen dan prinsip manajemen, pelatihan dakwah meliputi pengertian pelatihan dakwah dan komponen pelatihan dakwah, pondok pesantren meliputi pengertian pondok pesantren, serta fungsi dan tujuan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi manajemen Pondok Pesantren Fathul Huda dalam melakukan pelatihan dakwah. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengumpulan data menggunakan sampling 7 orang dari 222 pupulasi yang ada. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian dalam skripsi ini penulis mengangkat mengangkat permasalahan tentang fungsi manajeman dal am pelatihan dakwah di Pondok Pesantren Fathul Huda dan subfokus yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam pelatihan dakwah di Pondok Pesantren Fathul Huda Candi Rejo Way Pangubuan. Berdasarkan hasil penelitian di pondok pesantren Fathul Huda, upaya untuk mengembangkan keterampilan para santri dalam berdakwah diterapkan melalui kegiatan pelatihan dakwah yang dimulai dari perencanaan dengan cara menentukan metode, adapun metode yang dilakukan yaitu santri berlatih di kamar masing-masing dengan tugas yang sudah ditentukan dan seminngu sekali para santri ditampilkan untuk membaca khutbah dan berpidato tanpa teks, kemudian pengorganisasian, dimana yang mengorganisasikan kegiatan pelatihan dakwah adalah pengurus dari seksi dakwah, untuk pelaksanaan pelatihan dakwah yaitu ada berpidato, khutbah, kajian ilmu Al-Qur’an, Hadits, dan kitab-kitab klasik Islam, Syi’ar santri yang dilaksanakan setiap tahun pada hari-hari besar Islam, seperti peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, dan satu Muharram, dan pengawasan yang dilakukan yaitu dengan mengawasi santri untuk mencegah santri dari bermain-main dan tidak mendengarkan penjelasan ustadz di Pondok Pesantren. Berdasarkan hasil yang di kumpulkan dari analisis data yang ditarik, di simpulkan bahwa fungsi manajemen mengenai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam melakukan pelatihan dakwah sudah baik. Kata kunci: Fungsi Manajemen, Pelatihan dakwah, Pondok Pesantren iii ABSTRACK Da'wah training is an activity to develop and improve abilities that contain an invitation or call to know and practice Islamic teachings in everyday life. The theory used by the researcher in this thesis is the theory of management functions including the notion of management, management functions, management elements and management principles, da'wah training includes the notion of da'wah training and components of da'wah training, Islamic boarding schools include the notion of Islamic boarding schools, as well as the functions and objectives Islamic boarding school. This study aims to determine how the management function of the Fathul Huda Islamic Boarding School in conducting da'wah training. This research is descriptive, data collection using sampling 7 people from 222 existing population. The method of data collection in this study used the methods of observation, interviews, and documentation. The focus of the research in this thesis, the author raises the issue of the management function in da'wah training at the Fathul Huda Islamic Boarding School and the sub-focus, namely planning, organizing, implementing and supervising the da'wah training at the Fathul Huda Islamic Boarding School Candi Rejo Way Pangubuan. Based on the results of research at the Fathul Huda Islamic boarding school, efforts to develop the skills of the students in preaching are applied through da'wah training activities starting from planning by determining the method, while the method used is that students practice in their respective rooms with predetermined tasks and weekly. Once the students are shown to read sermons and give speeches without text, then organize, where the organizers of the da'wah training activities are the administrators of the da'wah section, for the implementation of da'wah training there are speeches, sermons, studies of the knowledge of the Qur'an, Hadith, and books. the classic book of Islam, Syi'ar santri which is held every year on major Islamic holidays, such as the commemoration of the Prophet's Birthday, Isra' Mi'raj, and one Muharram, and supervision is carried out by supervising students to prevent students from playing and did not listen to the explanation of the cleric at the Islamic Boarding School. Based on the results collected from the analysis of the data drawn, it is concluded that the management functions regarding planning, organizing, implementing and supervising in conducting da'wah training are good. Keywords: Management Function, Da'wah Training, Islamic Boarding Schoo

    Taḥlīlu Ṭuruqi al Tarjamati fī Kitābi Fatḥil Qarībi li al Syaikh Syamsi al Dīni Abū ‘Abdillah (Dirāsatun fī ‘Ilmi al Tarjamati)

    No full text
    The author discusses the translation method used in the Fathul Qorib translation book. The formulation of the problem is: 1. What are the translation methods used in the Fathul Qorib translation book? 2. What method is suitable for translating the book of fathul qorib? The purpose of this study is to describe and find out: 1. What translation is used by the translator in the book of Fathul Qorib. 2. What kind of translation is suitable for translating the book of Fathul Qorib. The method used in this research is a qualitative descriptive literature research. And the technique used is by reading, writing and studying as well as analyzing the data with documentation. It can be concluded from the results of this study, namely: the translation used in translating the book of fathul qorib is a literal translation of 3 sentences, a faithful translation of 91 sentences and a free translation of 38 and the translation that is suitable to be used in translating this Fathul Qorib book is the Faithful Translation. With the description of Setia's translation, that is the translation that is focused on the intent of the original translation so that it is right on target and easy to understand

    STRATEGI MENINGKATKAN EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MTsN 1 TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “ Strategi Meningkatkan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di MTsN 1 Tulungagung” ini ditulis oleh Imron Hamzah, NIM. 17201153451, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung yang dibimbing oleh Dr. Fathul Mijib, M.Ag. Kata Kunci: Emotional Spiritual Quotient (ESQ), Karakter Religius . Penelitian dalam skripsi ini adalah dilatar belakangi adanya degradasi moral yang terjadi di kalangan generasi Indonesia, dan menimbulkan keresahan yang tidak berkesudahan di mana-mana. Cobalah kita lihat berita-berita moral sadis di televisi. Hadirnya beberapa kasus yang tidak mencerminkan karakter Indonesia yang tidak bermartabat sering terjadi kasus yang tidak bermoral. Gejala ini muncul disebabkan oleh rapuh atau lemahnya karakter bangsa. Atas dasar inilah pendidikan perlu direkonstruksi ulang agar dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas dan siap menghadapi dunia masa depan yang penuh dengan problem dan tantangan serta dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter mulia, yaitu memiliki kepandaian sekaligus kecerdasan, memiliki kreativitas tinggi sekaligus sopan santun dalam berkomunikasi, serta memiliki kejujuran dan kedisiplinan sekaligus memiliki tanggung jawab yang tinggi. Berdasarkan latar belakang di atas, fokus penelitian yang peneliti ambil dari judul Strategi meningkatkan kecerdasan emotional, spiritual quotient (ESQ) dalam pembentukan karakter religius siswa di MTsN 1 Tulungagung adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana Strategi meniningkatkan kecerdasan emotional dalam pembentukan karakter religius siswa di MtsN 1 Tulungagung, (2) Bagaimana strategi meningkatkan kecerdasan spiritual dalam pembentukan karakter religius siswa di MTsN 1 Tulungagung. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan strategi meningkatkan kecerdasan emotional dalam pembentukan karakter religius siswa di MTsN 1 Tuungagung. (2) Untuk mendeskripsikan strategi meningkataka kecerdasan spiritual dalam pembentukan karakter religius siswa di MTsN 1 Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunanakan metode kulitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tenik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi. Dari hasil penggalian data yang telah peneliti peroleh dalam penelitian ini adalah a. Pembentukan kecerdasan emotional siswa, dari pembentukan kecerdasan emosional ini ada dua strategi yaitu: (1) Strategi pembembiasaan dan (2) Strategi modeling. Guru menggunakan strategi pembiasaan dan modeling ini yaitu dengan cara membiasakan mengucapkan salam serta berjabat tanagan, menumbuhkan sikap disiplin terhadap siswa, menumbuhkan rasa cinta ilmu terhadap siswa. membiasakan siswa untuk mentaati peraturan yang berlaku di sekolah, membiasakan siswa untuk bersikap ramah terhadap orang lain, membiasakan siswa agar selalu hidup sehat, menumbuhkan sopan santun terhadap siswa, menumbuhkan sikap peduli lingkungan sekitar terhadap siswa, membangun rasa tanggung jawab terhadap siswa, menumbuhkan rasa percaya diri terhadap siswa, menumbuhkan semangat siswa dalam belajar, menumbuhkan sikap jujur terhadap siswa, menumbuhkan sikap menghargai proses pembelajaran terhadap siswa yang tidak hanya fokus terhadap hasil,membangun sifat amanah terhadap siswa. b Pembentukan kecerdasan spiritual siswa, dari pembentukan kecerdasan spiritual ini ada dua strategi yaitu: (1) strategi modeling, (2) pelibatan aktif siswa dalam kegiatan keagamaan. Guru menggunakan strategi dua ini yaitu dengan cara mendidik siswa agar melaksanakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa di bulan ramadhan dengan ikhlas, menumbuhkan semangat siswa rajin membaca Al-Qur’an, mendidik siswa agar terpanggil hatinya selalu mengingat Allah SWT, mengajak siswa untuk semangat mengerjakan shalat shalat sunah, membimbing siswa agar terbiasa mengerjakan puasa sunnah, mendidik siswa agar menumbuhkan rasa cinta terhadap Allah SWT melebihi dari segalanya. Guru memberi pemahaman kepada siswa bahwa semua berasal dari Allah dan semua akan kembali kepada Allah SWT, mengadakan zikir secara rutin

    Analisis Kesiapan Modernisasi Irigasi dan Optimasi Alokasi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Belitang

    No full text
    Penilaian pilar irigasi untuk mengukur tingkat kesiapan menuju modernisasi irigasi diperlukan dalam rangka implementasi modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Belitang. Ketersediaan air irigasi menjadi pilar yang perlu untuk dioptimasi sebelum implementasi modernisasi irigasi. Tujuan penelitian ini adalah menilai dan mengkaji kesiapan modernisasi irigasi, menetapkan prioritas pengembangan modernisasi pada Daerah Irigasi (DI) Belitang, serta menentukan alokasi air optimal sebagai upaya meningkatkan pilar keandalan penyediaan air. Metode IKMI digunakan untuk mengukur kesiapan modernisasi irigasi DI Belitang sedangkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas kebijakan pengembangan modernisasi irigasi. Optimasi alokasi air dimaksudkan untuk menambah luas tanam dianalisis dengan program linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan hasil penilaian indeks kesiapan modernisasi irigasi yaitu 69,05, DI Belitang masuk dalam kategori cukup. DI Belitang pada tingkat wilayah belum siap untuk dimodernisasi sehingga diperlukan pengembangan dan perbaikan sistem irigasi terlebih dahulu selama 1 sampai 2 tahun. Pengembangan dan perbaikan kinerja menuju modernisasi irigasi berdasarkan analisis dengan AHP mengikuti urutan Belitang III, Belitang I dan Belitang II. Keuntungan maksimum dan luas tanam optimal dengan optimasi alokasi air diperoleh dengan penerapan Golongan pada wiayah DI Belitang dan pola tanam padi-padi-palawija. Penerapan Golongan di 3 wilayah DI Belitang dapat menghindari defisit air tetapi terdapat surplus air pada Masa Tanam (MT) I dan MT II. Dengan demikian, optimasi alokasi air dapat menjadi upaya dalam peningkatan keandalan penyediaan air irigasi

    Konstruksi Sosial-Teologis Ritual Ijazah Asma' Artho (Uang Azimat) di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Pare Kediri

    No full text
    This article scrutinizes social and theological constructions of the practice of ijazah Asma Artho or Uang Azimat (money blessing tradition) in Fathul Ulum Islamic Boarding School. Asma Artho is not a practice of doubling money. It is only money blessed by kiai. There is a symbol contained in the post-blessing money, the kiai, through his team, writes the word Bāsiṭ, one of Asmā’ al-Ḥusnā, on the blessed money. Socially, the practice, which is routinely implemented every year, is not only sought by the santri, but also the general public and businessmen. If santri and the general public wishes the blessing of their rejection from this ritual process, then it is different from the perspective of the business community, where they believe this money (Asma Artho) has enough impact on the increase in the business’s current good. For them, the more blessed the money is, the more fortune it earns. In understanding the theological construct of this blessed money, the author examines the meaning of the Bāsiṭ, one of Asmā’ al-Ḥusnā, and the interpretation of this word in the Qur’an which is contained in the money and how to read the rajah. This bleesed money is based on the thought of Abū Ḥāmid al-Ghazālī, Abū Bakr Muḥammad Shatā al-Dimyātī, and Ma‘rūf al-Karkhī. Al-Karkhī said has even said that anyone who reads the mawlid upon the Prophet Muhammad on some silver or gold-plated dirhams and then mix the dirhams with other dirhams, these dirhams will then get a blessing
    corecore