1,720,956 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ASURANSI JIWASRAYA (PERSERO) BERDASARKAN PERHITUNGAN RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN PROFITABILITAS PERIODE 2011-2013
Asuransi Jiwa saat ini memang sedang berkembang pesat, termasuk pada
PT. Asuransi Jiwasraya (persero). Pihak manajemen harus dapat melihat berbagai
kemungkinan yang akan terjadi pada perusahaan. Salah satunya dengan
melakukan analisis kinerja keuangan. Analisis kinerja keuangan dilakukan dengan
mengukur rasio keuangan yang terdiri dari Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas,
dan Profitabilitas.
Pada dasarnya Analisis Kinerja Keuangan digunakan untuk mengetahui
bagaimana kondisi suatu perusahaan saat ini, serta bagaimana prospek dan tingkat
resiko perusahaan dimasa mendatang. Jenis data yang digunakan untuk analisis
kinerja keuangan berdasarkan rasio Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas
yaitu menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan dari PT. Asuransi
Jiwasraya (persero) periode 2011 -2013.
Laporan keuangan secara umum merupakan sumber informasi yang
penting bagi semua pihak yang terkait. Informasi tersebut antara lain untuk
mengetahui kondisi perekonomian, pangsa pasar perusahaan, kualitas manajemen
perusahaan, serta sebagai sumber informasi bagi perusahaan lain untuk
berinvestasi serta informasi lainnya.
Dari hasil penelitian analisis kinerja keuangan selama tahun 2011 -2013,
berdasarkan Rasio Likuiditas perhitungan persentase cash ratio telah memenuhi
standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dilihat dari analisis Rasio
Solvabilitas dan Profitabilitas, PT. Asuransi Jiwasraya (persero) dikategorikan
sehat menurut standar Otoritas Jasa Keuangan.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Rasio Likuiditas, solvabilitas, Profitabilita
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Urgensi Penetapan Batas Bawah Iuran Dana Pensiun Bagi Peserta Secara Sekaligus Oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum
Pada skripsi ini Peneliti mengangkat judul mengenai urgensi penetapan batas bawah akumulasi iuran dana pensiun bagi peserta secara sekaligus oleh dana pensiun lembaga keuangan dalam mewujudkan kepastian hukum. Latar belakang pemilihan judul tersebut karena terdapat ketidakjelasan mengenai penetapan batas bawah akumulasi iuran dana pensiun secara sekaligus bagi peserta. Peserta yang berhak pada DPLK dapat memilih pembayaran manfaat pensiun secara sekaligus jika jumlah akumulasi iuran yang telah disetor atas namanya telah sesuai dengan pasal yang telah disebutkan diatas. Terdapat ketidakjelasan mengenai berapa batas bawah pembayaran akumulasi iuran dana pensiun bagi peserta pensiun yang pembayaran manfaatnya secara sekaligus oleh DPLK selaku penyelenggara program pensiun. Berdasarkan hal tersebut, skripsi ini mengangkat rumusan masalah: (1) apa urgensi penetapan batas bawah iuran dana pensiun bagi peserta secara sekaligus oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan? (2) bagaimana pengaturan terkait penetapan batas bawah iuran dana pensiun bagi peserta secara sekaligus oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan?
Jenis penelitian Yuridis Normatif dengan menggunakan pendekatan Undang-Undang (Statute Approach), pendekatan Analitis (Analitical Aprroach) dan pendekatan Komparatif (Comparative Approach). Dalam penelitian ini untuk pengumpulan bahan bukum baik itu bahan hukum primer, sekunder maupun tersier serta beberapa literatur yang akan dianalisis menggunakan metode penafsiran gramatikal dan sistematis.
Dari hasil penelitian dan analisis sesuai dengan metode diatas, maka Peneliti memperoleh hasil bahwa: (1) Penetapan batas bawah iuran dana pensiun bagi peserta secara sekaligus oleh DPLK penting diatur dan harus jelas dalam pengaturannya. Karena kejelasan dalam batasan tersebut merupakan salah satu indikator penting ditentukan oleh OJK sebagai regulator. Pentingnya penetapan batas bawah iuran dana pensiun itu agar dapat meminimalisir persaingan secara tidak sehat dalam industri dana pensiun. (2) Pengaturan terkait dengan penetapan batas bawah iuran dana pensiun bagi peserta secara sekaligus oleh DPLK, hanya diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/POJK.05/2017 Tentang Iuran, Manfaat Pensiun, dan Manfaat Lain Yang Diselenggarakan Oleh Dana Pensiun. Dengan melihat Inggris dalam menetapkan batas bawah pensiun secara sekaligus, maka Indonesia dapat menerapkan konsep yang sama dengan Inggris. Yaitu dengan memperjelas batas bawah dalam iuran dana pensiun yang ditetapkan bagi peserta pensiun yang diambil secara sekaligus agar dapat mencapai kepastian bagi peserta pensiun dalam program pensiun iuran pasti
URGENSI PENETAPAN BATAS BAWAH IURAN DANA PENSIUN BAGI PESERTA SECARA SEKALIGUS OLEH DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN DALAM MEWUJUDKAN KEPASTIAN HUKUM
Devina Riva I., Dr. Reka Dewantara, S.H., M.H., Setiawan Wicaksono, S.H., M.KnFakultas Hukum Universitas Brawijaya Email : [email protected] Â ABSTRAK Pensiun merupakan salah satu bentuk jaminan hari tua sebagai balas jasa atas pengabdian seseorang yang telah bekerja. Pensiun dikelola oleh badan hukum yang menjalankan program pensiun sesuai dengan ketentuan yang menjanjikan manfaat pensiun yang disebut dengan dana pensiun. Dana pensiun dibagi atas tiga jenis yaitu dana pensiun pemberi kerja (DPPK), dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), dan dana pensiun berdasarkan keuntungan. DPPK didirikan oleh pemberi kerja, sedangkan DPLK didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa. Program pensiun dibagi atas dua jenis yaitu program pensiun manfaat pasti (PPMP) dan program pensiun iuran pasti (PPIP). Manfaat pensiun dapat dihitung dengan menggunakan rumus bulanan maupun dengan rumus sekaligus. Terkait dengan manfaat pensiun secara sekaligus, diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/POJK.05/2017 Tentang Iuran, Manfaat Pensiun, dan Manfaat Lain Yang Diselenggarakan Oleh Dana Pensiun. Dalam peraturan tersebut mengatur terkait dengan batas bawah iuran dana pensiun secara sekaligus bagi peserta oleh DPLK, namun terdapat ketidakjelasan mengenai kepastian batas bawah tersebut. Urgensi dalam penetapan batas bawah ini dilakukan agar penetapan batas bawah iuran dana pensiun menjadi jelas dan kesejahteraan bagi peserta dapat terpenuhi. Selain itu dapat mendorong persaingan dalam industri dana pensiun yang lebih sehat. Kata kunci : Dana Pensiun, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Â ABSTRACT Pension is one of securities to guarantee pension time given as appreciation to someone for his/her service at work. Pension is managed by legal entity running pension program according to the provisions guaranteeing the benefits of pension and it is commonly known as pension fund. Pension fund is divided into three: pension fund by employers (DPPK), pension of financial services (DPLK), and benefit-based pension fund. The first is established by employers, while the second is by bank or insurance companies. Pension program is divided into fixed benefit pension (PPMP) and fixed contribution pension (PPIP). Pension can be calculated based on monthly calculation or calculated at once. The latter is regulated in the regulation of Financial Services Authority Number 5/POJK.05/2017 concerning contribution, pension benefit and other forms of benefit held by pension fund. This regulation regulates the minimum amount of contribution paid at once for the members of DPLK, but there is something unclear regarding this minimum amount. The urgency to the stipulation is aimed to set the minimum amount of the distribution clear and to meet the welfare of the members. Moreover, it is also intended to stimulate competition in healthier pension fund. Keywords: Pension Fund, Pension Of Financial Services (DPLK
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
