1,721,887 research outputs found

    L'homme universel parfait comme théophanie suprême, Abdel-Ilah Benarafa

    No full text
    Benarafa Abdel-Ilah. L'homme universel parfait comme théophanie suprême, Abdel-Ilah Benarafa. In: Horizons Maghrébins - Le droit à la mémoire, N°30, 1996. La Walaya. Etudes sur le soufisme d'Ibn 'Arabî. pp. 133-136

    Kur’ân Ayetleri Bağlamında Kelâm Ekollerinin İlah Tasavvurlarına Dair Bir İnceleme

    No full text
    Kelâm ekollerinin ilah tasavvurlarına baktığımızda Eş’ariyye’nin “mutlak mürîd ve tam mâlik” bir Allah tasavvurunu merkeze aldıkları; Mu’tezile’nin “mutlak âdil ve tam hakîm” bir ilah tasavvurunu düşünce sistemlerinin merkezine alıp diğer kelâmî meselelere bu perspektiften bakarak yorum geliştirdikleri dikkat çekmektedir. Mâtürîdiyye ise ilah düşüncesinde “mutlak hikmetçi” yaklaşımı benimseyerek diğer kelâmî konulara bu merkezden yorumlar sunmuşlardır. İlkeli özgürlükçü görüşü savunanlara göre ise Allah’ın fiilleri, O’nun ilkeleri ve sıfatlarının doğal bir yansıması olacak şekilde gerçekleşir. Yani Allah, fiillerini bize bildirmiş olduğu sıfatları ve ilkelerine uygun olarak gerçekleştirir. Söz konusu ekollerin ve kelâmî eğilimlerin Allah tasavvurlarına yön veren ve Kur’ân’da Allah’a izafe edilen fiillerin ve sıfatların yer aldığı pasajlar, tematik ve bağlamsal açıdan Kur’ân bütünlüğü içerisinde irdelendiğinde, başka bir deyişle Kur’ân metinleri, âyetlerin siyak-sibak, nüzul sebepleri, tarih, sosyo-kültürel çevre ve makâsıd gibi Kur’ân metnini doğru anlamanın temel parametreleri dikkate alınarak incelendiğinde, öyle anlaşılıyor ki Allah eylemlerini ya da fiillerini ne Eş’ariyye’nin iddia ettiği gibi “mutlak mürîd ve tam mâlik” bir ilah tasavvuruyla gerçekleştirmekte ne de Mu’tezile’nin “mutlak âdil ve tam hakîm” ilah telakkisiyle icra etmektedir. Mâtürîdiyye’nin “mutlak hikmetçi” ilah tasavvuruna gelince; Allah’ın fiillerinin hikmetli olduğunun söylenmesi makuldür. Fakat bu düşünce bütün mevcudâtı Allah’a ait tek bir sıfat (hikmet) üzerinden anlamlı kılma çabasıdır. Dolayısıyla doğru bir Allah tasavvuruna ulaşmak için Mâtürîdî’nin benimsediği hikmet kavramını biraz daha açmak gerektiği kanaatindeyiz. Nitekim ilâhî mesajlar tematik ve bağlamsal olarak incelendiğinde öyle görünüyor ki Allah fiillerini, belirli ilkeler ve sebepler çerçevesinde icra etmektedir. Diğer bir ifadeyle Allah, fiillerini ancak bize bildirmiş olduğu sıfatları ve ilkelerine uygun olarak gerçekleştirmektedir. Buna göre Allah hakkında oluşturulacak isabetli bir ilah düşüncesi için başlangıç noktası Allah’ın ilkeleriyle hareket eden bir varlık olduğunun kabulüdür, diyebiliriz. Yani Allah belirli ilkeleri, prensipleri, kanunları ya da ilâhî yasaları (sünnetullah) çerçevesinde fiillerini icra etmekte, sebepsiz ve illetsiz yere kullarına ceza vermemekte, vaadinden asla dönmemekte, el-mü’min vasfıyla güven vermekte, kullara zerre miktarı zulmetmemekte, adaletli, merhametli ilah olduğunu vurgulamaktadır. Binâenaleyh kelâm ekolleri benimsedikleri ilah telakkileri doğrultusunda ilâhî mesajları yorumladıkları için âyetleri bağlamından koparmışlar, ne yazık ki Allah’ın kastetmediğini adeta âyetlere söyletmişlerdir. Dolayısıyla kanaatimiz odur ki Kur’ân’da Allah’a izafe edilen tüm fiiller, yer aldıkları siyak-sibak, nüzul sebepleri, tarih, sosyo-kültürel çevre ve makâsıd gibi Kur’ân metnini doğru anlamanın temel parametreleri dikkate alınarak maksad-ı ilâhîye uygun şekilde yeniden ele alınmalı ve incelenmelidir

    Implementasi pendidikan karakter di MTs Taqwal Ilah Tunggu Tembalang Semarang

    No full text
    Skripsi ini membahas pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Taqwal Ilah Tunggu Tembalang Semarang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan dan pembinaan karakter. Dikarenakan melihat dekadensi moral, seperti penyimpangan-penyimpangan yang jauh dari karakter mulia. Pendidikan karakter merupakan fondasi awal untuk menanamkan karakter kepada peserta didik agar menjadi generasi yang berakhlak mulia. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: “Bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter MTs Taqwal Ilah Tunggu Tembalang Semarang?”. Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan yang dilaksanakan MTs Taqwal Ilah Tunggu Tembalang Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan yang data-datanya berupa kata-kata dan gambar, bukan berupa angka atau data statistik. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penelitian ini menunjukkan, bahwa pelaksanaan pendidikan karakter MTs Taqwal Ilah Tunggu Tembalang Semarang dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter kedalam program-program Madrasah. Penerapannya sendiri dilaksanakan dengan menggunakan metode reward and punishment, metode motivasi, metode pembiasaan, dan metode keteladanan kepada peserta didik. Sedangkan proses pendidikan karakter MTs Taqwal Ilah dilaksanakan melalui program harian, program integratif, program ekstrakurikuler, program pembiasaan, dan program tahunan. Hasil dari penelitian ini ditunjukkan dengan perubahan sikap dan perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik dengan mencerminkan nilai-nilai karakter mulia, seperti: religius, jujur, toleransi, disiplin, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, dan tanggungjawab. Selanjutnya penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi lembaga pendidikan khususnya MTs Taqwal Ilah Semarang, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang

    Interview with Abdel-Ilah Al-Khatib

    No full text
    في هذه المقابلة، يتحدث عبد الإله الخطيب، وزير خارجية الأردن، عن الاتفاق الفلسطيني الاسرائيلي الذي وقع في شرم الشيخ. أجرى الحوار إبراهيم عابدين.In this interview, Jordan's foreign minister, Abdel-Ilah Al-Khatib, speaks on the Sharm al-Sheikh agreement between the Palestinians and the Israelis. The interview was conducted by Ibrahim Abdeen

    Pesan dakwah Ustadz Subki melalui As Ilah Wa Ajwibah pada program Acara Tasbih Indosiar

    Full text link
    Dalam kegiatan dakwah seorang da’i masih sering mengabaikan metode dakwah. Hal tersebut sangat penting untuk keberhasilan penyampain pesan dakwah. Persoalan yang dikaji pada penelitian ini yakni: Bagaimana pesan dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Subki melalui As-Ilah Wa Ajwibah pada program acara Tasbih Indosiar. Dan bagaiama penerapan As Ilah Wa Ajwibah versi Ustadz Subki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mempelajari bagaimana pesan dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Subki pada program acara Tasbih Indosiar dan bagaimana penerapan As Ilah Wa Ajwibah versi Ustadz Subki. Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik dan konkret yakni dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Selanjutnya dari data yang diperoleh, langsung dianalisis menggunakan metode analisis semiotika teori dari Charles Sander Peirche. Disimpulkan dari analisis tanda bahwa pesan dakwah yang disampaikan Ustadz Subki yakni pesan aqidah pesan akhlak dan pesan syari’ah. Dan analisis makna tanda dengan segitiga makna Peirche. Menunjukkan bahwa hasil analisis tersebut menggambarkan rasa antusias tinggi, keseriusan dan rasa senang dari Lesti dan Ustadz Subki pada kegiatan dakwah di program acara Tasbih Indosiar. Penerapan As Ilah Wa Ajwibah versi Ustadz Subki yakni menggunakan dialog interaktif sebuah drama. Harapan dari penelitian ini yakni supaya semua da’i paham dan mengerti apa itu metode As-ilah Wa Ajwibah. Tentunya juga dapat menjadi sumber referensi untuk kegiatan seorang da’i diseluruh dunia

    Konsep Al-As`Ilah Wa Al-Ajwibah: Telaah Hadis dalam Kitab Al-Jami’ As-Shahih

    Full text link
    Abstract   There are various rules in hadith as uslub containing wisdom values. One of them is technique as\u27ilah wa ajwibah (tanya-jawab). The many varieties and forms of questioning in the hadith become a difficulty in understanding the content of hadith, for it is necessary to review the various hadiths of shahîh for dialogical communication, especially the technique of al-as`ilah wa al-ajwibah can be understood correctly. The hadiths al-as`ilah wa al-ajwibah in the book of Jami \u27al-Shahih by Imam al-Bukhariy as the hadith book with the highest credibility order among other books of hadith if it could represent similar hadiths in various hadith books. With the understanding of textual and contextual hadiths it is found that sometimes the answers are broader than those asked and vice versa. As for various techniques al-as`ilah wa al-ajwibah done Rasulullah Saw ie; A. Straightforward answers to what is asked, b. Answers in the form of questions that do not require oral answers but enough to mean what they mean, c. The same answer from the same and repetitive questions, d. Different answers from the same questions, e. The answer is returned to God and His Apostle, f. Answers with body language (gesture), g. Answer in the form of a parable, h. Multilevel answers.   Keywords: Al-as`ilah wa al-ajwibah, Communications of Rasulullah, Question and answer form in hadith   Abstrak   Ada berbagai aturan dalam hadis sebagai uslub yang mengandung nilai-nilai kebijaksanaan. Salah satunya adalah teknik al-as`ilah wa al-ajwibah (tanya-jawab). Banyaknya varietas dan bentuk pertanyaan dalam hadis menjadi kesulitan dalam memahami isi hadis, karena perlu ditinjau berbagai hadis syahwath untuk komunikasi dialogis, terutama teknik al-as`ilah wa al-ajwibah dapat dipahami dengan benar. Hadis al-as`ilah wa al-ajwibah dalam kitab Jami \u27al-Shahih karya Imam al-Bukhariy sebagai kitab hadis dengan urutan kredibilitas tertinggi di antara kitab-kitab hadis lainnya jika dapat mewakili hadis serupa dalam berbagai kitab hadis. Dengan pemahaman hadis tekstual dan kontekstual ditemukan bahwa terkadang jawabannya lebih luas daripada yang diminta dan sebaliknya. Adapun berbagai al-as`ilah wa al-ajwibah dilakukan Rasulullah Saw yaitu; A. Jawaban langsung atas apa yang diminta, b. Jawaban dalam bentuk pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban lisan tetapi cukup berarti apa yang mereka maksud, c. Jawaban yang sama dari pertanyaan yang sama dan berulang, d. Jawaban yang berbeda dari pertanyaan yang sama, e. Jawabannya dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya, f. Jawaban dengan bahasa tubuh (gestur), g. Jawaban dalam bentuk perumpamaan, h. Multilevel menjawab.   Keywords: Al-as`ilah wa al-ajwibah, Komunikasi Rasulullah, Tanya Jawab dalam Hadis

    Abdel-Ilah El KHalifi, La différence intraitable chez Khatibi

    No full text
    Sarocchi Jean. Abdel-Ilah El KHalifi, La différence intraitable chez Khatibi. In: Horizons Maghrébins - Le droit à la mémoire, N°18-19, 1992. Les idéaux de la Révolution Française chez les Maghrébins. pp. 254-256

    Ilah Ruth Turner

    No full text

    Modal Sosial Saiful Ilah – Nur Ahmad Syaifuddin Dalam Pemenangan Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak Kabupaten Sidoarjo Tahun 2015

    Full text link
    Pada pilkada Sidoarjo 2015 pasangan Saiful Ilah – Nur Ahmad Syaifudiin meraih kemenangan dengan modal sosial yang dimilikinya mengalahkan tiga pasangan calon lain. Modal sosial yang dimiliki oleh pasangan Saiful Ilah – Nur Ahmad Syaifuddin ini memang berpengaruh dalam membantu kemenangan pada pilkada Sidoarjo 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modal sosial yang dimiliki oleh pasangan Saiful Ilah – Nur Ahamd Syaifuddin ini berpengaruh dalam membantu pemenangan pada saat pilkada Sidoarjo tahun 2015. Modal sosial ini dibahas menggunakan teori modal sosial Putnam. Modal Sosial yang membantu pemenangan pasangan Saiful Ilah – Nur Ahmad Syaifuddin ini terdiri dari tiga unsur yaitu Jaringan Sosial, Norma dan Kepercayaan. Hasil analisis dilakukan dengan penelitian kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara sebagai data primer dan analisis terhadap dokumen dan buku-buku sebagai data sekunder. Hasil penelitian ini adalah modal sosial pasangan Saiful Ilah – Nur Ahmad Syaifuddin ini memiliki pengaruh terhadap kemenangan yang diraihnya. Jaringan sosial yang dimiliki oleh pasangan ini terdiri dari adanya dukung dari banom Nadhlatul Ulama Sidoarjo yaitu GP Ansor Sidoarjo dan IPNU Sidoarjo. Norma dari pasangan ini adalah mengikuti pengajian, istiqosah dan ziarah pada makam ulama Sidoarjo. Kepercayaan dari masyarakat diperoleh pasangan ini juga begitu tinggi, hal ini dilihar dari hasil survei sebelum pilkada yang tidak berbeda jauh dengan hasil akhir pilkada Sidoaro tahun 2015. Salah satu unsur modal sosial yang berperan membantu kemenangan adalah kepercayaan. Jadi modal sosial yang dimiliki oleh pasangan ini benar-benar menjadi modal yang membantu kemenangan di pilkada Sidoarjo
    corecore